Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI)
Not a member yet
254 research outputs found
Sort by
ANALISIS KLASTER UNTUK PENENTUAN KARAKTERISTIK KELOMPOK WILAYAH BERDASARKAN INTENSITAS BENCANA ALAM YANG TERJADI DI DESA PESISIR
Analisis klaster dilakukan terhadap Provinsi di seluruh Indonesia yang memiliki desa pesisir yang pernah mengalami bencana alam. Analisis klaster ini bertujuan untuk mengelompokan (klasifikasi) Provinsi berdasarkan intensitas potensi bencana alam yang terjadi di desa pesisir yang dimiliki oleh masing-masing Provinsi . Analisis klaster dilakukan dengan menggunakan bantuan software mathcad 14. Variabel bencana alam yang dijadikan dasar pengklasteran adalah bencana Longsor, Banjir, Banjir Bandang (BB), Gempa, Gelombang Pasang Laut (GPL) dan Angin Puting Beliung (APB). Berdasarkan pengolahan data dengan software mathcad 14. didapatkan jumlah klaster yang terbentuk dari 9 klaster sampai 2 klaster. Pada jumlah klaster yang terbentuk sebanyak 3 klaster, intensitas bencana alam di desa pesisir diklasifikasikan kedalam intensitas tinggi, sedang dan rendah. Sedangkan pada jumlah klaster Provinsi yang terbentuk sebanyak 2 klaster, intensitas bencana alam di desa pesisir diklasifikasikan kedalam intensitas tinggi dan rendah
ANALISIS KELAYAKAN PEMBUKAAN CABANG RUMAH MAKAN NASI GANDUL PAK MEMET DI KOTA SEMARANG
Rumah Makan Nasi Gandul Pak Memet adalah warung makan berlokasi di Jl. Dr.Cipto No.12A, Kebon Agung, Semarang. Walaupun warung makan Pak Memet ini berbentuk warung kaki lima, namun usaha yang telah dirintis semenjak 1990 telah memiliki pendapatan mencapai 4 juta/hari dengan menjual 230 porsi nasi gandul. Konsumen utama Rumah Makan Nasi Gandul Pak Memet adalah masyarakat sekitar lokasi warung makan, dikarenakan pendapatan dari tahun 2011 sampai 2013 yang meningkat dan pertumbuhan pasar usaha kuliner di Kota Semarang maka pemilik ingin memperluas pasar sasaran dan meningkatkan pendapatan pertahunnya dengan membuka cabang baru untuk pasar di daerah lain di Kota Semarang. Setelah dilakukan pengumpulan dan perhitungan dengan faktor rating, terpilihlah wilayah yang akan menjadi lokasi pembukaan cabang baru Rumah Makan Nasi Gandul Pak Memet yaitu di wilayah kecamatan Semarang Selatan. Selanjutnya dari hasil survei dan pengumpulan data kuesioner didapatkan persentase dari pasar potensial sebesar 86,7%, pasar tersedia sebesar 68,6% dari pasar potensial dan pasar sasaran sebesar 5% dari pasar tersedia dikarenakan mempertimbangkan factor pesaing dan kemampuan kapasitas produksi dari pemilik usaha. Adapun pengeluaran yang ada di dalam aspek financial, seperti kebutuhan dana investasi, perkiraan pendapatan, biaya operasional, income state, cashflow dan balance sheet yang digunakan menghitung investasi, seperti Pay Back Period (PBP), Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR) dengan masa periode yang ditetapkan untuk proyeksi keuangan adalah 5 tahun. Perhitungan Pay Back Period (PBP), Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR) dilakukan untuk mengetahui kelayakan dari tingkat nilai investasi. Hasil perhitungan nilai tingkat investasi yaitu : NPV = Rp 224.318.823-, , IRR = 27.83% dan PBP = 2.69 tahun. Lokasi cabang baru Rumah Makan Nasi Gandul Pak Memet dinyatakan layak karena nilai IRR yang diperoleh lebih besar dari nilai MARR, NPV bernilai positif dan PBP kurang dari usia investasi
USULAN PERBAIKAN ALOKASI PENYIMPANAN BARANG DENGAN METODE CLASS BASED STORAGE PADA GUDANG BAHAN BAKU 1 PT SMA
PT SMA Pegangsaan adalah objek penelitian yang mana memproduksi lima jenis sepeda motor. Gudang bahan baku 1 mengimplementasikan aturan class based dedicated storage, di mana barang dikelompokkan menurut transporter ID dan jenis barang di gudang menempati satu lokasi, dan lokasi tidak dapat digunakan oleh barang lain meskipun lokasi kosong. Karena kelebihan persediaan, kebijakan ini tidak dapat diterapkan disebabkan banyaknya barang yang disimpan di luar blok penyimpanan, sehingga akan berpengaruh terhadap aktivitas gudang, terutama aktivitas mengambil yang memiliki waktu yang lebih lama, yaitu 537 detik dari total waktu 1.071 detik. Namun, durasi aktivitas mengambil tidak hanya disebabkan oleh kelebihan kapasitas, tetapi juga karena operator sulit untuk menemukan barang-barang dengan tidak adanya label yang menunjukkan lokasi barang di gudang dan adanya kesulitan ketika operator memilih barang dari area penyimpanan. Oleh karena itu, perlu dilakuakn perbaikan alokasi penyimpanan barang di gudang. Alokasi barang dimulai dengan klasifikasi barang di gudang dengan menggunakan FSN Analisis berdasarkan transporter ID, dan kemudian dirancang slot sesuai dengan media penyimpanan yang digunakan untuk setiap SKU (Stock Keeping Unit). Item dengan kategori Transporter ID Fast Moving memiliki prioritas yang lebih tinggi untuk menjadi mendapatkan tempat lebih dekat pintu masuk dan keluar jalur, sehingga perlu dilakukan perhitungan jarak di setiap tempat penyimpanan dengan menggunakan rectilinear distance. Setelah menghitung, dapatkan persentase pengurangan jarak 25,33% untuk area floor stack lantai 1 sedangkan persentase area yang digunakan adalah 71,90%, pengurangan jarak 16,28% untuk area rak lantai 1 sedangkan persentase area yang digunakan adalah 70,53%, pengurangan jarak 8,17% untuk area floor stack lantai 2 sedangkan persentase area yang digunakan adalah 67,61%, dan pengurangan jarak 58,83 untuk daerah rak lantai 2 sedangkan persentase area yang digunakan adalah 100 %
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIMPAN PINJAM BERBASIS WEB (STUDI KASUS PADA KOPERASI BINA SEJAHTERA BANDUNG)
Koperasi Bina Sejahtera merupakan koperasi serba usaha yang didirikan dengan tujuan menghimpun modal bersama, dibentuk berdasarkan asas kekeluargaan dan gotong royong bertujuan untuk membantu para anggotanya yang memerlukan bantuan berupa pinjaman uang, baik untuk keperluan konsumtif maupun untuk modal kerja. Hal tersebut menuntut koperasi untuk memiliki sistem yang lebih efektif dan efisien dalam melayani kebutuhan anggota, serta untuk bertahan dalam persaingan. Saat ini sistem pencatatan transaksi simpan pinjam pada Koperasi Bina Sejahtera masih dilakukan secara manual, sehingga kegiatan input, proses dan output data transaksi simpan pinjam tersebut masih belum berjalan optimal. Koperasi ini masih mengalami kesulitan pengaksesan dan pengelolaan data simpan pinjam dikarenakan selama ini membuat pembukuan dengan cara manual dengan melihat catatan transaksi, ditambah lagi adanya kemungkinan hilangnya formuir dan data mengenai transaksi simpan pinjam koperasi.
Aplikasi ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Tujuan dari aplikasi ini yaitu menangani seluruh kegiatan koperasi yang pada akhirnya dapat menghasilkan jurnal, laporan simpanan, dan laporan pinjaman.
Aplikasi ini dapat menangani pengelolaan data simpan pinjam mulai dari simpanan, pinjaman, angsuran pinjaman, percepatan pelunasan, angsuran tidak dilunasi, menampilkan jurnal, laporan simpanan, dan laporan pinjaman
PENGEMBANGAN APLIKASI GIS KONSERVASI SUNGAI CIKAPUNDUNG BANDUNG
Sungai Cikapundung yang terletak di Bandung merupakan sungai dengan letak yang strategis dan penting. Sungai tersebut perlu dijaga untuk tetap memberikan kemanfaatan bagi manusia dan keseimbangan alam. Tanggung jawab tersebut tidak hanya pada pemerintah tapi juga pada masyarakat. Pemerintah perlu melakukan proses pemeliharaan dan pengawasan terpadu agar sungai tetap terjaga. Kegiatan konservasi sungai Cikapundung dikelola oleh Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jawa Barat. Selama ini, kegiatan pengukuran parameter kesehatan sungai sebagai bagian proses konservasi sungai dilaporkan setelah pengukuran beberapa hari. Berkenaan dengan hal tersebut, perlu dikembangkan suatu aplikasi yang dapat mendukung proses kegiatan konservasi sungai Cikapundung. Penelitian yang dikembangkan merupakan penelitian terapan untuk mengembangkan aplikasi geographical information system konservasi sungai Cikapundung. Aplikasi yang dikembangkan tidak hanya untuk menampilkan data namun memberikan Gambaran hasil pengukuran setiap titiknya. Aplikasi ini masih dikembangkan sebagai back office untuk Dinas PSDA. Prototipe aplikasi GIS yang dikembangkan untuk mendukung fitur utama sehingga nanti dapat dikembangkan lebih lanjut pada decission support system penentuan kondisi sungai, penggunaan hardware dalam pengukuran, terbaharukan data secara real time, pengembangan aplikasi mobile dan lain-lain. Prototipe aplikasi yang dikembangkan adalah dengan platform web. Prototipe yang dikembangkan meliputi 11 titik pengukuran. Prototipe telah berhasil dikembangkan sehingga dikembangkan untuk penelitian pengembangan berikutnya
PENENTUAN KEBIJAKAN PERSEDIAAN SUKU CADANG PADA PRODUK AMONIA DAN UREA DI PT. XYZ UNTUK MEMINIMASI TOTAL BIAYA PERSEDIAAN DENGAN PENDEKATAN METODE INVENTORI TAK TENTU BERISIKO TERKENDALI
Suku cadang adalah salah satu komponen kebutuhan produksi yang memegang peranan penting bagi kelangsungan produksi PT. XYZ. Permasalahan terjadi pada PT. XYZ adalah hasil produksi menurun pada saat down time mesin meningkat. Kekurangan suku cadang menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya hal tersebut. Permasalahan yang terjadi menyebabkan biaya kekurangan dan total biaya persediaan PT. XYZ meningkat dimana permintaan suku cadang yang tidak memiliki distribusi data (stokastik). Perhitungan dilakukan terhadap 248 SKU suku cadang PT. XYZ. Berdasarkan perhitungan metode tersebut, didapatkan ukuran lot persediaan optimal untuk setiap suku cadang dan minimasi total biaya persediaan. Pemilihan metode inventori tak tentu beresiko terkendali memberikan penurunan biaya kekurangan sebesar 12.8% dan penurunan total biaya persediaan sebesar 12%
MINIMASI WASTE DEFECT DI PT EKSONINDO MULTI PRODUCT INDUSTRY DENGAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA
PT Eksonindo Multi Product Industry (EMPI) merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang memproduksi tas. Jenis tas yang diteliti dalam penelitian ini fokus pada jenis tas exsport. Dalam proses produksi ditemukan waste defect yang mempengaruhi waktu produksi pencapaian target produksi. Berdasarkan data perusahaan, rata-rata defect rate pada bulan Januari-Desember tahun 2012 berada diatas batas toleransi perusahaan yaitu diatas 8%. Oleh karena itu, perlu dirancang suatu perbaikan terhadap proses produksi tas dalam upaya meminimasi waste defect. Dalam upaya meminimasi waste defect, digunakan metode lean six sigma. Tahapan yang dilakukan mengikuti tahap DMAIC (define, measure, analyze, improve) serta menggunakan tools lean untuk melakukan perbaikan proses. Tahap define, dilakukan pengGambaran diagram SIPOC dan VSM. Tahap measure, dilakukan penentuan CTQ, KPI’s waste defect, pengukuran stabilitas dan kapabilitas proses. Tahap analyze, menentukan akar penyebab masalah dengan fishbone chart, 5 Why, dan FMEA. Tahap improve diberikan usulan perbaikan dari hasil FMEA untuk meningkatkan kualitas proses produksi tas. Berdasarkan hasil tahap analyze diketahui bahwa defect dominan yang ditemukan adalah Kejiret/terlipat, Stelan kurang dalam, Stelan keriput/kerut, kotor, dan Pasang pongpok terbalik. Selanjutnya di tahap improve, diberikan usulan dalam mengatasi akar penyebab masalah untuk meminimasi waste defect diantaranya, pengadaan display, pemeriksaan kondisi part secara rutin di awal persiapan proses produksi, penggantian part pada interval waktu tertentu, pengarahan pada operator, dll