Online Journal System-Kumpulan Jurnal STKIP Singkawang ((Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Singkawang)
Not a member yet
2407 research outputs found
Sort by
Penerapan Metode Demonstrasi Untuk Mengurangi Kesulitan Memahami Teks Percakapan pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV SDN Kidalang
Upaya mengembangkan sikap dan keterampilan peserta didik merupakan tuntutan yang tak terpisahkan dari tugas dan tanggung jawab guru dalam melaksanakan PBM (proses belajar mengajar). Dalam melaksanakan proses belajar mengajar yang harus dikuasai guru erat kaitannya dengan penggunaan metode dan alat peraga yang sesuai dengan materi pelajarannya. Kemampuan komunikasi sangat diperlukan karena mampu mendorong seseorang untuk aktif, dapat membangun gagasan, ide, dan konsep. Sehingga siswa dapat mengembangkan skil-skilnya dalam proses pembelajaran. Hal tersebut sesuai dengan tuntutan dalam mempelajari Pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Namun, pada kondisi pembelajaran di sekolah saat ini masih menunjukkan rendahnya kemampuan komunikasi percakapan bahasa siswa. Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan percakapan bahasa indonesia siswa adalah pembelajaran menggunakan Metode demontrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan percakapan siswa yang menggunakan metode demontrasi, untuk mengetahui kualitas peningkatan kemampuan percakapan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan metode demontrasi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Kidalang siswa kelas IV tahun. Berdasarkan data hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan memahami teks percakapan siswa mengalami peningkatan setelah menggunakan metode demontrasi pada pelajaran bahasa indonesia. Siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran serta bersikap positif terhadap penggunaan metode demontrasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode demontrasibisa menjadi salah satu alternatif bagi guru untuk melakukan proses belajar mengajar di kelas
PEMANFATAN SI MACAN UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS BERFIKIR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI KELAS X IIS 2 SMAN 1 PURWANTORO TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Penelitian ini bertujuan untuk (1)Memberikangambaran pemanfaatan Si Macan untuk meningkatkan kreativitasberfikir peserta didik pada mata pelajaran geografi di kelas X IIS 2 SMAN 1 Purwantoro tahun pelajaran 2016/2017 (2) Mengetahui peningkatan kreativitas berfikir peserta didik pada mata pelajaran geografi di kelas X IIS 2 SMAN 1 Purwantoro tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang mengambil sampel kelas X IIS 2 pada tahun pelajaran 2016/2017 sejumlah 26 peserta didik. Dalam penelitian ini menggunakan sumberdata primer yang berupa angket, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa: (1)Pemanfaatan Si Macan dalam meningkatkan kreativitas berfikir peserta didik di kelas X IIS 2 SMAN 1 Purwantoro tahun pelajaran 2016/2017 melalui tiga tahapan yaitu: tahap kondisi awal dilakukan perencanaan dilanjutkan dengan melaksanakan tindakan pada siklus 1 dilakukan refleksi untuk diperbaiki dalam siklus 2. (2) Dengan pemanfaatan Si Macan dapat meningkatkan kreativitas berfikir peserta didik di kelas X IIS 2 SMAN 1 Purwantoro tahun pelajaran 2016/2017 pada indikator Fluency, Flexibility dan Novelt
Condition of Islamic Education in Kokoda at Maebo Tribe Village, Village Klabinain, Aimas District, Sorong
This study was conducted to investigate the implementation process of Islamic religious education in the public sphere Kokoda. Especially those living in Maebo Village, Sorong, West Papua. Further study is intended to look at the obstacles faced by educators in performing their duties in Maebo Village. This research was conducted with qualitative methods by interviewing objects associated with the process in the field. Based on the facts obtained, this study reveals several things, such as: first, from existing educational facilities, in new Maebo village has a primary school run by a private foundation. Only state schools still require education personnel can continue to carry out the activities of the school. Second, the constraints faced by the people in the village of Kokoda Maebo in studying is their own consciousness. The majority of children are still more concerned with work than school. This is attempted to be addressed by teachers in order that future generations Kokoda existing communities can the better quality of life
Aesthetic-Receptive and Critical-Creative in Appreciative Reading
Reading is a process of aesthetically appreciative receptive to emphasize critical-creative reading activities. Metacognitively students understand, address any and explore the idea of the author in the text. Students responded, criticize, and evaluate the author's ideas in the text. At this stage, students can construct their post read text into other forms (new text). The aim of this strategy equips students to understand the meaning of the story, explore ideas, responding critically, and creatively pouring backstory idea. Reading strategies aesthetically-critical-creative receptive grabbed cognitive, effective, and psychomotor toward literacy critical reading and creative writing. Read appreciative included into the activities of reading comprehension. This activity involves the sensitivity and ability to process aesthetically-receptive reading and critical-creative. Readers imagination roam the author to obtain meaningful understanding and experience of reading. Some models of reading comprehension proposed experts covering the steps before reading, when reading, and after reading. At that stage to enable students after reading thinking abilities. Activities that can be done at this stage, for example, examine the back story, retell, make drawings, diagrams, or maps the concept of reading, as well as making a road map that describes the event. Other activities that can be done is to transform our student's text stories through reinforcement form illustrated stories into comic book form, for example (transliteration)
Folktale Text Transformation: Learning Model to Read Appreciatively
This study focused on the development of learning models to read appreciatively through folktale text transformation. This study was conducted as an effort to improve the reading skills appreciatively of 12th-grade students in vocational schools. This study was a mixed method research with the subsequential design. Data were analysed by qualitative and quantitative techniques with a matching pattern of test-pretest post-test. The results showing the difference values between Randomized Pretest and Posttest significantly. Based on this differences, can be inferred that the developed learning model of narrative text transformation was capable of substantially improving skills of reading appreciatively of 12th-grade students in vocational schools. Thus, learning models to read appreciatively through folktale text transformation was effective and fit to be used in improving skills of reading appreciativel
Implementation of Reseptive Esteemy Approach Model in Learning Reading Literature
Research on the implementation of aesthetic model of receptive aesthetic approach in learning to read the literature on the background of the low quality of results and learning process of Indonesian language, especially the study of literature. Students as prospective teachers of Indonesian language are expected to have the ability to speak, have literature, and their learning in a balanced manner in accordance with the curriculum demands. This study examines the effectiveness, quality, acceptability, and sustainability of the aesthetic approach of receptions in improving students' literary skills. Based on these problems, this study is expected to produce a learning model that contributes high in improving the quality of results and the process of learning literature. This research was conducted on the students of Language Education Program, Indonesian Literature and Regional FKIP Pasundan University. The research method used is experiment with randomized type pretest-posttest control group design. Based on preliminary and final test data obtained in the experimental class the average preliminary test was 55.86 and the average final test was 76.75. From the preliminary test data in the control class the average score was 55.07 and the average final test was 68.76. These data suggest that there is a greater increase in grades in the experimental class using the aesthetic approach of the reception compared with the increase in values in the control class using a conventional approach. The results show that the aesthetic approach of receptions is more effective than the conventional approach in literary reading. Based on observations, acceptance, and views of sustainability, the aesthetic approach of receptions in literary learning is expected to be an alternative and solution in overcoming the problems of literary learning and improving the quality of Indonesian learning outcomes and learning process
Analisis Sosio-Ekono-Ekolinguistik terhadap Pemertahanan Leksikon Tanaman Tradisonal untuk Bumbu Masak bagi Mahasiswi di Kota Semarang
Tujuan dari penelitian ini adalah (i) untuk menemukan dan menjelaskan pemeliharaan leksikon tanaman tradisional untuk memasak rempah-rempah oleh siswa perempuan di Kota Semarang, (ii) untuk menemukan dan menjelaskan alasan mereka untuk mempertahankan leksikon tanaman tradisional untuk memasak rempah-rempah, dan (iii ) untuk menemukan dan menjelaskan signifikansi sosial-ekono-ekologisnya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode keterampilan dengan teknik dasar memprovokasi dan dilanjutkan dengan teknik pengujian. Teknik analisis data adalah prosentase deskriptif-analitik. Metode penyajian hasil tersebut menggunakan metode informal dan penerapan metode informal ini sekaligus memanfaatkan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dari Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) masih mempertahankan 24 leksikon (75,00%) dari 32 leksikon yang diuji. Selanjutnya, Universitas Negeri Semarang (UNNES) merupakan peringkat ke-2, yang masih mempertahankan 14 leksikon (43,75%). Rangking 3 dan 4 ditempati oleh responden Universitas Katolik (UNIKA) Soegijapranata dan Universitas Negeri Diponegara (UNDIP), masing-masing masih mempertahankan hanya 6 leksikon (18,75%). Dengan demikian, rata-rata pemeliharaan leksikon tanaman tradisional untuk bumbu masak (bumbon) untuk siswa perempuan di Kota Semarang hanya mencapai 54,94% (24 + 14 + 6 + 6/91). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan leksikon tanaman tradisional untuk memasak rempah-rempah siswa Semarang rendah. Hal ini bisa diartikan bahwa memasak instan telah menggeser bumbu masak tradisional menjadi sekitar 45%. Arti tanaman "bumbon" oleh responden memiliki beberapa kesamaan, misalnya secara sosial, tanaman ditafsirkan sebagai pembentukan hubungan sosial antara responden dan masyarakat (tetangga, petani, penjual, dan keluarga mereka sendiri). Secara ekonomi, tanaman "bumbon" dimaksudkan untuk menghemat pengeluaran keluarga dan dapat membantu meningkatkan taraf hidup petani dan penjual "bumbon". Secara ekologis tanaman "bumbon" ini dipahami sebagai pelestarian lingkungan dan lingkungan menjadi indah, alami, indah, sejuk, teduh, sehat, cantik, bersih, ramah lingkungan. Selain itu, responden memberi arti lain, seperti memelihara dan memelihara rempah-rempah yang mewarisi rempah-rempah Indonesia, hidup sehat, membuat tanah subur, dan sebagainya
Kelayakan Kebahasaan dan Isi Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas XII Semester 1 SMA
Buku teks Bahasa Indonesia kelas XII semester 1 masih dikeluhkan guru karena memiliki banyak kekurangan dari aspek kebahasaan dan isi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis kelayakan buku teks Bahasa Indonesia kelas XII semester 1 yang digunakan di SMA Islam Sudirman. Aspek kelayakan yang dinilai adalah aspek kebahasaan dan isi. Data dalam penelitian kualitatif ini dikumpulkan dengan metode simak dan cakap sedangkan untuk menganalisis data digunakan metode analisis isi. Penelitian ini menggunakan triangulasi pakar untuk menguji keabsahan data, yaitu data dihasilkan oleh peneliti, guru, dan siswa dengan mengisi kartu data berdasarkan aspek kelayakan buku teks. Hasil penelitian ini menunjukkan kelayakan aspek kebahasaan dan isi dalam buku teks tersebut. Aspek kebahasaan dan isi mendapatkan skor 50,97 dan 52,27 sehingga tergolong masih kurang layak. Kedua aspek tersebut perlu diperbaiki agar buku teks tersebut layak digunakan oleh guru dan siswa
Pengaruh Model Pembelajaran Reciprocal Learning Terhadap Hasil Belajar Keterampilan Menulis pada Siswa Kelas VIII B SMP Negeri 16 Singkawang Tahun Ajaran 2016/2017
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran reciprocal learning terhadap keterampilan menulis rangkuman pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 16 Singkawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksprimen, dengan bentuk penelitian pre eksprimental design dan rancangan penelitian one-group posttes-pretes design. Teknik pengumpul data, yang digunakan adalah teknik observasi langsung, teknik komunikasi tidak langsung. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis data dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan secara umum terdapat pengaruh model pembelajaran reciprocal learning terhadap hasil belajar keterampilan menulis rangkuman pada siswa SMP Negeri 16 Singkawang. Sedangkan secara khusus dapat disimpulkan (1) hasil belajar siswa dalam menulis rangkuman pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 16 Singkawang sebelum menggunakan model reciprocal learning terdapat perbedaan yang signifikan pada skor pretes, hal ini dapat dilihat pada mean pretes sebesar 55,62 dan hasil diperoleh dari analisis data pretes masih dalam katagori cukup; (2) Hasil belajar siswa dalam menulis rangkuman pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 16 Singkawang sesudah menggunakan model reciprocal learning terdapat perbedaan yang signifikan pada skor postes hal ini dapat dilihat pada mean posttes sebesar 80,22 tergolong dalam katagori baik; dan (3) dengan diketahuinya ada pengaruh yang signifikan maka dalam hal ini pengaruh model reciprocal learning terhadap hasil belajar siswa menulis rangkuman pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 16 Singkawang dinyatakan berpengaruh hal ini di buktikan dengan hasil uji effect size dengan hasil 3,08 kategori tinggi