Online Journal System-Kumpulan Jurnal STKIP Singkawang ((Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Singkawang)
Not a member yet
2407 research outputs found
Sort by
PENGARUH EMOTIONAL INTELLIGENCE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MTS. MUHAMMADIYAH 1 KOTA SORONG
Tujuan Penelitian ini untuk melihat seberapa besar pengaruh emotional intelligence terhadap hasil belajar siswa MTs. Muhammadiyah I Kota Sorong. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dan Subjek pada penelitian ini berjumlah 30 siswa. Setelah data dianalisis dan diperoleh hasil perhitungan Uji t diperoleh nilai thitung yaitu -24,650 lebih kecil dari ttabel yaitu 2,048, yang berarti ada pengaruh Emotional Intelligence terhadap hasil belajar siswa MTs. Muhammadiyah 1 Kota Sorong. Sedangkan data hasil rata – rata pretest sebelum diberi perlakuan 18,88, Sementara untuk nilai posttest setelah diberi perlakuan diperoleh 74,80 ini menunjukkan bahwa nilai rata – rata diatas KKM 67. Lembar observasi pengamatan aktivitas peserta didik siswa diketahui berada pada kategori baik, hal ini membuktikan mereka mendengarkan dengan seksama semua yang disampaian oleh guru. Dan untuk angket respon siswa pada setiap indikator yang direspon berdasarkan hasil yang diperoleh semua berada pada kategori positif
Efektivitas Model Pembelajaran Reciprocal Teaching terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa pada Materi Logaritma
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaaan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa setelah diberikan model pembelajaran Reciprocal Teaching pada materi Logaritma di kelas X MA Yasti Singkawang, besarnya aktivitas siswa, besarnya kemandirian siswa, serta untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa secara individual maupun klasikal. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, bentuk penelitian Nonequivalent Control Group. Populasi penelitian adalah siswa kelas X yang terdiri dari 3 kelas yang berjumlah 75 orang. Sampel penelitian diambil menggunakan purposive sampling. Adapun yang menjadi kelas eksperimen adalah kelas XB yang berjumlah 25 orang dan kelas kontrol adalah kelas XA yang berjumlah 25 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas eksperimen sebesar 0,39 yang berada pada kriteria sedang dan peningkatannya lebih tinggi dibandingkan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada kelas kontrol, selanjutnya berdasarkan perhitungan uji-t dua sampel diketahui bahwa terdapat perbedaaan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang signifikan setelah diberikan model pembelajaran Reciprocal Teaching pada materi logaritma, (2) Aktivitas belajar siswa selama mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Reciprocal Teaching sangat aktif dengan persentase sebesar 78,69%, (3) Ketuntasan belajar siswa mencapai KKM 68 yaitu sebesar 77,78 dan ketuntasan klasikal melampaui 75%, (4) Hasil angket kemandirian belajar siswa diperoleh rata-rata seluruh angket 80,16 dengan kategori baik
Development of Fluid Viscosity Coefficient Apparatus Based On jetAudio and Subtitle Edit
The purpose of this research was to develop a fluid viscosity coefficient apparatus using computer application that is easily obtained and used, namely jetAudio and Subtitle Edit software. The research was conducted at Physics laboratory in STKIP Singkawang and 5 secondary schools in Singkawang City. The feasibility level of this apparatus is known through validation by experts. Validation was carried out by 3 physics lecturers. The results of the validation stage were used for user tests by 10 STKIP Singkawang students. From the results of the analysis obtained 1) the results of validation by tool experts amounted to 91.1% which were interpreted very good, 2) the results of validation by material and content experts amounted to 91.9% which were interpreted very good, and 3) the results of user tests conducted by students showed the percentage of responses at 71.35% which was interpreted good. Thus the apparatus is feasible to use and can be an alternative in physics learning that can improve students' skills and conceptual understanding
Efektivitas Model Pembelajaran STAD dan CIRC terhadap Peningkatan Keterampilan Kolaborasi Siswa Kelas V SD Gugus Joko Tingkir pada Mata Pelajaran Tematik
Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan model pembelajaran STAD dan CIRC terhadap keterampilan kolaborasi siswa kelas V SD Gugus Joko Tingkir Kota Salatiga. Aspek keterampilan kolaborasi yang dilihat dalam penelitian meliputi: kerja sama, tanggung jawab, kompromi, komunikasi, dan fleksibilitas siswa dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, jenis Quasi Eksperimental Research atau eksperimen semu dan tehnik yang digunakan untuk menentukan sampel adalah tehnik sampling purposive. Sample dalam penelitian ini SD Negeri Tingkir Lor 01 dan SD Negeri Tingkir Tengah 02. Subjek penelitian kelompok eksperimen 1 adalah 32 siswa kelas V SD Negeri Tingkir Lor 01 mendapat perlakuan model STAD. Sedangkan subjek penelitian kelompok eksperimen 2 yaitu 32 siswa Kelas V SD Negeri Tingkir Tengah 02 mendapat perlakuan model CIRC. Tehnik pengumpulan data penelitian menggunakan rubrik penilaian keterampilan kolaborasi dikembangkan oleh Triiling, selanjutnya data dianalisis dengan tehnik analisis statistik deskriptif. Berdasarkan uji prasyarat yang telah dilakukan, data berdistribusi normal sehingga analisis dilakukan dengan statistik parametrik berdasarkan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan hasil independent sample t-test diperoleh nilai Asymp. Sig.(2-tailed)=0,000 dimana nilai <0,05, yang artinya terdapat perbedaan keefektifan yang signifikan antara model STAD dan CIRC, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Adanya Perbedaan signifikan didukung dengan rerata kedua sampel penelitian, rerata kelompok eksperimen 1 yaitu 51,22 dan kelompok eksperimen 2 yaitu 54,31. Aspek yang memiliki kecenderungan nilai tinggi pada kelompok eksperimen 2 menyebar pada seluruh aspek baik kerja sama, tanggung jawab, kompromi maupun komunikasi. Artinya dengan menerapkan model CIRC lebih efektif dibanding STAD dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa
Students’ Cognitive Learning Outcomes In Simple Machine Subjects Through REACT Learning Model
This study aims to determine how much improvement in students' cognitive learning outcomes after applying the REACT learning model on simple machine subjects. This type of research is quantitative research in the form of pre-experimental design. The population in this study were all eighth grade students of SMP Negeri 1 Jawai, Sambas Regency, West Kalimantan. The sample in this study were 25 class VIIIC students, determined by the purposive sampling technique. This research begins with the provision of pretest followed by treatment in the form of application of the REACT learning model and ends with the administration of posttest. From the data analysis, it was found that the cognitive learning outcomes of students experienced an increase of 0.44 based on the N-gain equation with the medium category. The recapitulation results from the attitude scale showed that 87% of students stated that they were better able to understand simple machine subjects using the REACT learning model. It can be concluded that the REACT learning model can improve student learning outcomes on simple machine subjects
Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP pada Model Learning Cycle 7E dan Problem Based Learning pada Materi Statistika
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui peningkatan kemampuan representasi matematis siswa yang mendapatkan model Learning Cycle 7E dan model Problem Based Learning; (2) mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan representasi matematis siswa yang diajar dengan menggunakan model Learning Cycle 7E dan Problem Based Learning; (3) mengetahui motivasi belajar siswa yang diajar menggunakan model Problem Based Learning apakah lebih baik daripada model Learning Cycle 7E. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan bentuk two group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Singkawang yang terdiri dari kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes kemampuan representasi matematis dan angket motivasi. Teknik analisis data untuk mengetahui peningkatan kemampuan representasi matematis siswa menggunakan n-gain, untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan representasi matematis siswa menggunakan Man Whitney U-test, dan untuk mengetahui motivasi belajar siswa menggunakan Man Whitney U-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan representasi matematis siswa yang mendapatkan model Learning Cycle 7E dan model Problem Based Learning sama-sama berada pada interpretasi gain score tinggi dengan nilai n-gain sebesar 0,744 dan 0,735; (2) hasil Man Whitney U-test sampel diperoleh Zhitung = –0,037 ≥ –Ztabel = –1,96 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan representasi matematis siswa yang mendapatkan model Learning Cycle 7E dan model Problem Based Learning; (3) hasil Man Whitney U-test sampel diperoleh Zhitung = –1,5 ≥ –Ztabel = –1,96 yang menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada kelas yang menggunakan model Problem Based Learning tidak lebih baik daripada kelas yang menggunakan model Learning Cycle 7E. Secara umum dapat disimpulkan bahwa model Learning Cycle 7E dan Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa SMP pada materi statistika
Efektivitas Teknik Sosiodrama melalui Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Penyesuaian Sosial Siswa
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan efektivitas teknik sosiodrama untuk meningkatkan penyesuaian sosial siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Pasarwajo. Pendekatan penelitian yang digunakan dengan pendekatan kuantitatif pre-experimental dengan one group pretest posttest design. Penentuan sampel melalui teknik sampling purpossive dengan jumlah sampel 8 siswa. Berdasarkan hasil uji penelitian, tingkat penyesuaian sosial siswa setelah diberikan teknik sosiodrama melalui layanan bimbingan kelompok mengalami peningkatan. Hal tersebut terlihat pada perubahan peningkatan skor penyesuaian sosial siswa sebelum diberikan treatment/perlakuan pretest dan posttest sebesar 237 atau 11.8%. Diperkuat dengan hasil analisis uji test statistik uji wilcoxon dengan masing-masing pretest posttest yang menunjukkan nilai hitung sebesar 0.012, sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik sosiodrama efektif untuk meningkatkan penyesuaian sosial pada siswa
ANALISIS KINERJA KOMPETENSI PRIBADI DOSEN PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FKIP ULM
Kompetensi Dosen terdiri dari kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. Penilaian keempat kompetensi tersebut dilakukan dengan mendeskripsikan persepsi dari atasan, sejawat, mahasiswa dan diri sendiri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kinerja dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling berdasarkan kompetensi kepribadian, dengan responden mahasiswa aktif. Secara metodologis, penelitian ini didasarkan pada penelitian analisis deskriptif metode survei sesuai dengan tujuan penelitian yaitu menganalisis kinerja dosen kompetensi pribadi dosen. Adapun jumlah dosen tetap yang dinilai ada 9 orang dan sebagai responden terdapat 346 orang mahasiswa aktif dari rentang angkatan 2012-2018. Hasil penelitian menunjukkan menjadi contoh dalam bersikap berperilaku menempati peringkat utama disusul dengan kewibawaan sebagai pribadi dan terakhir adil dalam memperlakukan mahasiswa. Meskipun tingkat pilihan yang berarti sangat rendah tidak besar, tetap saja perlu mendapat perhatian bersama yakni terutama pada poin kearifan dalam mengambil keputusan. Disarankan agar pimpinan fakultas dapat mengembangkan program yang bertajuk pada pengembangan pelatihana manajemen kepribadian
KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PERSAMAAN KUADRAT
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal Persamaan Kuadrat. Penelitian ini menggunakan metode tes dan wawancara. Subjek pada penelitian ini adalah satu orang siswa dari masing-masing kelompok kognitif yaitu siswa berkemampuan kognitif tinggi (K1), sedang (K2), dan rendah (K3). Kesimpulan yang didapat yaitu kesulitan siswa dalam menggunakan metode pemfaktoran dijumpai pada siswa berkemampuan kognitif rendah. Kesulitan siswa dalam menggunakan rumus kuadrat dijumpai pada siswa berkemampuan kognitif sedang. Kesulitan siswa dalam melengkapi kuadrat sempurna dan menggunakan sifat akar kuadrat dijumpai pada siswa berkemampuan kognitif tinggi, sedang, dan rendah