Online Journal System-Kumpulan Jurnal STKIP Singkawang ((Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Singkawang)
Not a member yet
2407 research outputs found
Sort by
The Effectiveness of Humic Acid and Trichoderma sp. for Planting Media with Oil Palm Empty Bunches in Pakcoy (Brassica rapa L.)
Pakcoy is a vegetable commodity that has high economic value. This study aims to determine the effect of humic acid and Trichoderma sp. by utilizing empty fruit bunch (EFB) waste as a growing medium for Pakcoy growth. The research method used was a two-factor randomized block design. The first factor is humic acid (AH) with three levels: AH1 = 1 g, AH2 = 2 g, AH3 = 3 g. The second factor is Trichoderma sp. (T) with three levels; T1 = 50 ml, T2 = 100 ml, T3 = 150 ml. In this study it was concluded, the best treatment was found in the application of humic acid with a dose of 1 g on the parameters of observation of leaf length, leaf width, plant height, wet weight, and plant dry weight. The use of Trichoderma sp. in this study, does not affect all parameters observation. The results of the analysis of the planting medium showed that the pH was slightly acidic conditions 5.67 - 6.33. The organic matter content contained in the growing media ranged from 1.20 to 2.62%, and the total N-total contained in the growing medium ranged from 0.10 to 0.18. In-plant tissue analysis shows that the N-total found in plant tissue ranges from 4.62 - 5.23
PENGARUH KONSELING BEHAVIORAL DENGAN TEKNIK MODELING DAN TEKNIK MANAJEMEN DIRI TERHADAP SELF AUTONOMY DITINJAU DARI JENIS KELAMIN SISWA
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh self autonomy antara siswa yang mendapatkan konseling behavioral dengan teknik modeling dan teknik manajemen diri, mengetahui pengaruh self autonomy pada siswa berjenis kelamin laki-laki antara yang mendapatkan konseling dengan teknik modeling dan teknik manajemen diri dan mengetahui pengaruh self autonomy pada siswa berjenis kelamin perempuan antara yang mendapatkan konseling dengan teknik modeling dan teknik manajemen diri siswa kelas X SMK PGRI 5 Denpasar. Penelitian melibatkan 20 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan sebagai sampel. Rancangan penelitian Two Factor Design atau sering disebut desain faktorial 2 X 2. Dalam desain faktorial 2 X 2, perlakuan disusun sedemikian rupa sehingga setiap individu dapat menjadi subyek secara bersamaan dalam dua faktor yang berbeda, yang setiap fokusnya terdiri atas beberapa level. Berdasarkan hasil analisis data; (1) terdapat pengaruh self autonomy antara siswa yang mendapatkan konseling behavioral dengan teknik modeling dan siswa yang mendapatkan konseling dengan teknik manajemen diri; (2) terdapat pengaruh self autonomy pada siswa berjenis kelamin laki-laki antara yang mendapatkan konseling dengan teknik modeling dan yang mendapatkan konseling dengan teknik manajemen diri; (3) tidak terdapat pengaruh self autonomy pada siswa berjenis kelamin perempuan antara yang mendapatkan konseling dengan teknik modeling dan yang mendapatkan konseling dengan teknik manajemen diri. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara konseling behavioral teknik modeling dan teknik manajemen diri dengan jenis kelamin terhadap self autonomy siswa
PENGARUH TAMBANG BATU BARA TERHADAP KEGIATAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI (SMA N) 2 LOA JANAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR
Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA N) 2 Loa Janan meruapakan salah satu sekolah yang dekat dengan penambangan batu bara dengan jaraknya kurang dari 500 meter. Tujuan penelitian ini adalah 1). Untuk mengetahui bagaimana dampak penambangan batu bara terhadap kegiatan pembelajaran di SMA N 2 Loa Janan, 2). Untuk mengetahui strategi pengurangan dampak penambangan batu bara terhadap kegiatan pembelajaran di SMA N 2 Loa Janan. Guna mengumpulkan data damapak tersebut dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada siswa dan juga wawancara kepada pihak sekolah. Berdasarkan hasil kuesioner dan wawancara, penambangan batu bara ini, mengakibatkan lingkungan sekolah kurang kondusif untuk proses kegiatan belajar mengajar, karena banyaknya debu dari penambangan batu bara yang sampai disekolah, dan juga bau menyengat batu bara yang masih tercium sampai disekolah saat hembusan angin mengarah ke sekolah serta suara bising dari alat – alat tambang yang beroperasi. Kondisi ini membuat pihak sekolah harus ekstra melakukan membersihkan debu – debu dari penambangan batu bara baik dengan menambah petugas kebersihan serta mengaktifkan piket dan kegitan gotong royong kerja bakti pada setiap jumat untuk membersihkan lingkungan sekolah dari debu – debu tambang. Sedangkan untuk mengendalikan bau dan suara bising pihak sekolah hanya bias pasrah saja, karena belum bias mengatasi hal tersebut. Sehingga seringkali kegiatan proses belajar – mengajar kurang kondusif karena masih terganggu dengan bau batu bara yang cukup menyengat maupun suara bising dari peralatan penambangan batu bara
Maksim Ketidaksantunan Berbahasa Mahasiswa dalam Diskusi Kelas IKIP PGRI Pontianak
Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk “Mendeskripsikan maksim ketidaksantunan berbahasa mahasiswa dalam diskusi kelas IKIP PGRI Pontianak”. Penelitian ini masuk ke dalam jenis penelitian kualitatif yang menggunakan kajian sosiopragmatik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik observasi dan simak bebas libat cakap. Alat pengumpul data yang digunakan adalah peneliti sendiri sebagai instrument utama yang di bantu alat-alat berupa alat rekam dan catatan lapangan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan ketekunan atau keajegan pengamatan, trianggulasi sumber dan teori. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif Miles dan Hiberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 maksim ketidaksantunan yang dituturkan oleh mahasiswa selama proses diskusi berlangsung, yaitu maksim ketidaksantunan yang berbentuk kearifan, maksim ketidaksantunan yang berbentuk kerendahan hati, dan maksim ketidaksantunan yang berbentuk pujian. Maksim ketidaksantunan yang berbentuk kedermawanan, maksim ketidaksantunan yang berbentuk kesepakatan, dan maksim ketidaksantunan yang berbentuk simpati belum ditemukan berdasarkan data yang peneliti miliki
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan penerapan model kooperatif tipe student facilitator and explaining ditinjau dari hasil belajar, aktivitas siswa, dan respon siswa. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen pre-experimental design yaitu one-group pretest-posttest design. Satuan eksperimen yaitu kelas kelas VII A.2 yang dipilih secara random dari 4 kelas VII dengan perlakuan dalam menerapkan model pembelajaran sebanyak 4 kali pertemuan. Instrumen penelitian terdiri atas tes untuk mengukur ketuntasan hasil belajar matematika siswa, lembar observasi untuk mengetahui aktivitas siswa, angket respon siswa untuk mengetahui bagaimana respon siswa dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Teknik analisis data yang dipergunakan adalah teknik analisis statistik deskriptif untuk menggambarkan hasil belajar matematika siswa, aktivitas siswa, serta respon siswa. Selanjutnya analisis statistik inferensial dengan one sample t-test yang didahului dengan uji normalitas yang dilanjutkan dengan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerapan model kooperatif tipe student facilitator and explaining efektif diterapkan pada siswa kelas VII SMP Unismuh Makassar dengan indikator : 1) Hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan pembelajaran dengan model kooperatif tipe student facilitator and explaining termasuk dalam kategori sedang dengan skor rata-rata 79,60 dan standar deviasi 12,11 dan mencapai ketuntasan belajar secara klasikal; 2) Aktivitas siswa selama proses pembelajaran berada pada kategori aktif yaitu sebanyak 76,42% siswa aktif dalam proses pembelajaran; dan 3) Respons siswa terhadap pembelajaran pada umumnya memberikan tanggapan positif sebanyak 82,22% sisw
Implementation of Google Classroom as Multimedia Learning
This research was carried out at Musamus University in academic year 2019/2020 by taking a basic physics class I as a research sample. The purpose of this research is to determine the effectiveness of the implementation of Google classroom as multimedia learning. The research method used in this research is descriptive qualitative supported by quantitative data. The instrument used was a material and multimedia expert validation sheet, questions that had been validated to test the effectiveness of implementing Google classroom as learning multimedia. Based on the description above it can be concluded that the implementation of google classroom as multimedia learning with average results of multimedia expert validation of 82.5% and 87% of material experts have a good impact on the learning process and outcomes of students. This is evidenced by an increase in the value of each student with average of pre-test score is 62 and post-test score is 83. N-gain score is 0.75 (high category)
Struktur, Fungsi, dan Makna Mantra Dayak Salako di Desa Bagak Sahwa Kecamatan Singkawang Timur
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh mantra pada suku Dayak Salako di Desa Bagak Sahwa Kecamatan Singkawang Timur yang pada saat ini tradisi-tradisi yang ada di daerah tersebut sudah jarang dilaksanakan sehingga berdampak pada mantra-mantra yang jarang lagi diungkapkan pada masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah pendeskripsian Struktur, Fungsi, dan Makna Mantra Dayak Salako di Desa Bagak Sahwa Kecamatan Singkawang Timur meliputi sebagai berikut. (1) Struktur Mantra; (2) Fungsi Mantra; (3) Makna Mantra. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode deskriptif, bentuk penelitian kualitatif, dan pendekatan struktural. Sumber data dalam penelitian ini bersumber dari masyarakat suku Dayak Salako di Desa Bagak Sahwa kecamatan Singkawang Timur serta informannya berjumlah 2 orang. Data yang diperoleh berjumlah 16 mantra kemudian dianalisis dengan analisis kualitatif. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa (1) Struktur Mantra di Desa Bagak Sahwa Kecamatan Singkawang Timur sebagian mantra tidak memiliki struktur yang utuh (2) Fungsi mantra di Desa Bagak Sahwa Kecamatan Singkawang Timur yaitu (a) sebagai penolak kutukan (balak), (b) penghantar roh ke alam arwah, (c) pembelenggu roh dan jin, (d) penghubung dalam sesaji, dan (e) media komunikasi dengan tuhan.; (3) Makna mantra mantra di Desa Bagak Sahwa Kecamatan Singkawang Timur makna yang menggambarkan isi dan membantu pemahaman terhadap penggunaan maksud ataupun arti dalam setiap baris mantra.; (4) Implementasi mantra mantra di Desa Bagak Sahwa Kecamatan Singkawang Timur, terhadap rencana pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra mantra di Desa Bagak Sahwa Kecamatan Singkawang Timur merupakan bagian utama yang dapat diimplementasikan dalam rencana pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya dapat memahami apa yang ada di dalam karya sastra seperti puisi rakyat (mantra)
LAYANAN KONSELING KELOMPOK MENGGUNAKAN TEKNIK SELF-MANAGEMENT UNTUK MENGURANGI PERILAKU MEROKOK SISWA SMP N 1 TERIAK
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil pengurangan perilaku merokok melalui konseling kelompok dengan teknik self management. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan metode pre eksperimen, dengan sampel 4 orang siswa yang diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu perhitungan gain melalui selisih basselin dan intervensi. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah dengan instrumen pemberian angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua subjek penelitian mampu menggurangi perilaku merokoknya, yaitu R1 dapat menurun kan perilaku merokoknya sebanyak 22 poin. R2 dapat mengurangi perilaku merokok nya sebanyak 20 poin. R3 dapat mengurangi perilaku merokok nya sebanyak 20 poin. R4 dapat mengurangi perilaku merokoknya sebanyak 30 poin
PEMBENTUKAN KARAKTER TOLERANSI MELALUI HABITUASI SEKOLAH
Abstract. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pembentukan karakter toleransi melalui habituasi di sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi, dan wawancara. Tempat penelitian adalah SD Bruder Melati, Pontianak, Kalimantan Barat. Berdasarkan penelitian yang peneliti lakukan, habituasi sekolah di SD Bruder Melati dilakukan melalui pembauran tempat duduk siswa dan perayaan dua hari besar agama/etnis mayoritas di sekolah, yaitu Perayaan Natal dan Tahun Baru Imlek. Hal ini cukup unik mengingat SD Bruder Melati berlindung di Yayasan Pendidikan Katolik dengan mayoritas siswa beragama Budha. Adapun perayaan dua hari besar tersebut merupakan upaya pembiasaan sekolah dalam pembentukan karakter toleransi siswa di SD Bruder Melati sehingga siswa dihimbau menggunakan pakaian atau aksesoris St. Claus pada perayaan Natal dan Congsam (Cheongsam) pada perayaan Tahun Baru Imlek. Selain daripada itu, habituasi sekolah lainnya adalah melalui pembiasaan: (1) Mengenakan pakaian nasional (Kebaya) dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional; (2) Mengenakan pakaian tradisional pada Hari Kartini, mewakili berbagai etnis di Kalimantan Barat; (3) Memfasilitasi siswa penyandang disabilitas sebagai bentuk toleransi dan keberpihakan sekolah terhadap kaum miskin, lemah, dan sakit. Habituasi sekolah tersebut merupakan upaya sekolah untuk menjaga iklim keberagaman dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.Keywords: Pembentukan Karakter, Toleransi, Habituasi Sekola
Writing Reflective Journal and Corrective Feedback: The Endeavors to Increase Students’ Physics Achievement of Dynamic Fluids
This study aims to determine the effectiveness of teacher’ corrective feedback based on students reflective journal in the learning of dynamic fluids. The research method employed an experimental method with quasi-experimental nonequivalent control group design. The sample of eleventh grade of public senior high school SMAN 8 Pontianak consist of the XI-4 class as experimental group and the XI-3 class as control group were drawn by using intact group random sampling technique. The achievement test consists of 25 multiple choice questions embracing factual, conceptual, and procedural knowledge was administered. After manipulating the treatment, it is concluded that the average of achievement of experimental group (64.27) and control group (52.13) were significant difference (p < 0.05). In addition, the extent of effectiveness of the treatment was in high category (ES = 1.02). The treatment should be provided to increase students’ learning outcomes of any teaching-learning materials