Online Journal System-Kumpulan Jurnal STKIP Singkawang ((Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Singkawang)
Not a member yet
2407 research outputs found
Sort by
Sikap Bahasa Masyarakat Tutur Bahasa Melayu Dialek Sambas di Desa Sungai Itik Kec. Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur dan mendeskripsikan sikap bahasa masyarakat tutur Bahasa Melayu Dialek Sambas yang terdapat di Desa Sungai Itik, Kec. Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Pada penelitian dideskripsikan bentuk sikap BMDS pada masyarakat tutur melalui perhitungan statistik sederhana dalam menentukan pernyataan sikap bahasa positif atau negatif. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat tutur di Dusun Melati lebih tepatnya masyarakat yang menetap di sepanjang Parit Cek Minah, yaitu RT 7, RT 8, dan RT 23 yang melibatkan 20 Responden. Teknik pengumpulan dengan menggunakan teknik komunikasi tidak langsung (pengisian angket) diperkuat dengan teknik komunikasi langsung/interview, serta teknik catat dan rekam. Hasil penelitian menunjukan masyarakat tutur BMDS yang ada di Desa Sungai Itik memiliki Sikap Positif Terhadap Bahasanya sendiri dan sikap positif tersebut juga ditunjukan terhadap bahasa Indonesia meskipun masih jauh dibawah BMDS. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat tersebut memiliki sikap kebanggaan berbahasa, kesetiaan berbahasa dan kesadaran akan norma bahasa jauh lebih tinggi terhadap BMDS dibandingkan dengan bahasa lain. Berdasarkan analisis data, sikap bahasa penutur terhadap BMDS pada aspek: 1. kebanggaan menggunakan BMDS diperoleh skor persentase rata-rata 90, 2. Aspek Kesetiaan menggunakan BMDS dengan skor persentase rata-rata 82, 3. Aspek kesadaran akan norma diperoleh skor persentase rata-rata 74. Sedangkan pada sikap bahasa penutur terhadap Bahasa Indonesia pada aspek: 1. Kebanggaan menggunakan Bahasa Indonesia diperoleh skor persentase rata-rata 78, 2. Aspek Kesetiaan menggunakan Bahasa Indonesia dengan skor persentase rata-rata 70, 3. Aspek kesadaran akan norma diperoleh skor persentase rata-rata 6
Tindak Tutur Perlokusi dalam Novel Tentang Kamu Karya Tere Liye
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tindak tutur perlokusi verbal dan nonverbal yang terdapat dalam novel Tentang Kamu karya Tere Liye. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode penelitian deskriptif. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan kata-kata tentang tindak tutur perlokusi yang terdapat dalam novel. Subjek penelitian ini adalah novel Tentang Kamu Karya Tere Liye. Sedangkan teknik yang digunakan adalah teknik catat, teknik ini untuk melihat munculnya tuturan para tokoh terutama yang melibatkan tokoh utama dalam novel. Adapun langkah- Langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah membaca dengan teliti setiap percakapan yang terjadi di dalam novel Tentang Kamu, menandai, dan mencatat tindak tutur yang terdapat dalam novel tersebut, mengelompokkan tindak tutur yang ditemukan berdasarkan lokusi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pragmatik. Hasil penelitian ini ditemukan tuturan perlokusi verbal yaitu, menyangkal, melarang, tidak mengizinkan, meminta maaf, dan bunyi dejakan mulut. Sedangkan tuturan perlokusi nonverbal yaitu mengangguk, menggeleng, tertawa, dan senyuman
Mentoring Of Children With Special Needs Models Sosisc (Soft Skill For Self Confidence) Through Hydroponic Vegetable Cultivation Business
Vegetable cultivation can be carried out on limited land by applying the concept of hydroponics. Hydroponic farming can be done by anyone, including children with special needs (ABK) who have been underestimated by most of the community. The purpose of this mentoring activity is to provide skills and foster student self-confidence with a sausage or (soft skill for self confidence) model. The mentoring efforts are carried out using the SPP method, namely socialization, training, and mentoring). The partners of this activity are SLB Negeri and SLB-B Dharma Miranti in Singkawang City The results of the assistance in hydroponic vegetable cultivation business in ABK students using the sausage model led to two findings. First, abk students turned out to have the skills to do vegetable cultivation hydroponically. This can be seen from the ability of ABK students to know and use the equipment and equipment needed to grow crops hydroponically. In addition, they also understand the procedure or stages of growing vegetables hydroponically. Second, mentoring activities that involve the roles of various parties, namely STKIP Singkawang, teachers, and the Singkawang City Agriculture and Forestry Service are able to provide stimulus to foster the confidence of abk students in partner school
MEDAN MAKNA PERALATAN RUMAH TANGGA TRADISIONAL DALAM BAHASA JAWA DIALEK TEGAL
AbstractThis study aims to describe the meaning components, the meaning types, and the semantic roles of traditional household appliances in Javanese especially in the Tegal dialect. The method in this research is descriptive-qualitative method. The data of this research are words that contain the meaning field of household appliances in Javanese with the Tegal dialect. The data source in this study is The Javanese Language of the Tegal Dialectwhich is spoken by native speakers of the Tegal community. The technique used is interviewing informants who are native speakers of Javanese Tegal dialect. Data collection tools in this study were a list of questions with pictures or photos, recording devices, and paper. The results of the analysis of the existing data concluded that in The Tegal Dialect of the Javanese Language, there were 17 household items made of plait, 8 from wood, 7 from metal, 2 from stone, 2 from knitted yarn, 3 from clay, 1 from bamboo, and 1 from coconut shells. The analysis also revealed 41 lexical meanings, 5 collocative meanings, and 41 semantic roles of those household appliances
FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SD 14 SEMPERIUK A
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi rendahnya pemahaman siswa pada mata pelajaran Matematika di kelas V SDN 14 Semperiuk A. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik lembar hasil siswa. Analisis data dengan model ini terdiri dari tiga hal yaitu: (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) penarikan kesimpulan/verivikasi. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 4 faktor yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar matematika siswa yaitu, kurangnya minat siswa terhadap pelajaran matematika, kurangnya konsentrasi siswa selama proses pembelajaran, rendahnya pemahaman konsep siswa, serta kurangnya kedisiplinan sisw
Kepuasan Siswa atas Pelayanan Bimbingan dan Konseling Ditinjau dari Persepsi Siswa Tentang Kualitas Layanan Bimbingan dan Konseling di SMK PGRI Wonoasri Kabupaten Madiun
Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana persepsi siswa tentang kualitas layanan bimbingan dan konseling; tingkat kepuasan siswa atas layanan bimbingan dan konseling; pengaruh persepsi siswa tentang kualitas pelayanan bimbingan dan konseling terhadap tingkat kepuasan siswa atas layanan bimbingan dan konseling; dan pengaruh dimensi kualitas layanan bimbingan dan konseling terhadap tingkat kepuasan siswa atas layanan bimbingan dan konseling. Populasi penelitian seluruh siswa SMK PGRI Wonoasri Kabupaten Madiun berjumlah 600 siswa. Sampel penelitian 25% yaitu sebanyak 150 siswa dengan teknik Cluster random sampling. Teknik pengumpulan data dengan Skala Psikologi. Analisis data dengan Statistik Deskriptif dan Regresi Linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi siswa tentang kualitas pelayanan Bimbingan dan Konseling tergolong dalam kategori baik (83%); tingkat kepuasan siswa atas pelayanan Bimbingan dan Konseling tergolong dalam kategori memuaskan (82%); pengaruh persepsi siswa tentang kualitas pelayanan Bimbingan dan Konseling terhadap kepuasan siswa atas layanan Bimbingan dan Konseling sebesar 65.4%; pengaruh dimensi kualitas layanan BK terhadap tingkat kepuasan siswa atas pelayanan BK (Kehandalan 12,74%; Daya Tanggap 19,71%; Kepastian 1,66%; Empati 13,76%; Bukti Fisik 17,47%
Kesulitan Pengambilan Keputusan Karir dan Kepribadian Big Five Pada Remaja Di Indonesia
Dalam perspektif perkembangan karir, setiap fase perkembangan kehidupan manusia akan ada pembuatan keputusan karir, baik keputusan dalam menentukan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, atau menentukan pekerjaan yang akan dipilih. Realitas menunjukkan membuat keputusan karir adalah hal yang sulit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor yang menyebabkan pembuatan keputusan karir adalah hal yang sulit. Menurut Osipow dkk diantara faktor yanag turut berpengaruh terhadap kesulitan membuat keputusan karir adalah faktor kepribadian. Penelitian ini akan menganalisis kesulitan pengambilan keputusan karir berdasarkan tipologi kepribadian menurut big five factor personality. Responden penelitian adalah remaja di Jakarta, usia 13-23 tahun. Responden dipilih dengan menggunakan convenience sampling yang berjumlah 560 orang. Instrumen penelitian menggunakan CDDQ untuk kesulitan pengambilan keputusan karir, BFI untuk personaliti. Berdasarkan model uji Post Hoc, diperoleh kesimpulan bahwa faktor kepribadian tidak berkontribusi terhadap kesulitan pengambilan keputusan karir. Hasil lain menunjukkan bahwa kepribadian neuroticism berpengaruh terhadap lack of information atau kurangnya informasi dalam pengambilan keputusan karir dengan nilai sig. > 0.05
AKTUALISASI PENDIDIKAN KARAKTER DI PONDOK PESANTREN TEBUIRENG DALAM PERSPEKTIF KH. A WACHID HASYIM
Abstract. Kajian ini berfokus pada disiplin karakter. Fokus penelitian ini adalah bagaimana aktualisasi delapan nilai karakter menurut perspektif KH. A Wachid Hasyim di Pesantren Tebuireng. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara,observasi, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan dengan tig acara yaitu, data collection, data reduction, conclusion. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, maka dilakukan triangulasi. Hasil penelitian ini adalah aktualisasi dari nilai-nilai karakter yang meliputi (1) Religius, (2) Toleransi, (3) Mandiri, (4) Demokratis, (5) Semangat Kebangsaan, (6) Cinta Tanah Air/Nasionalisme, (7) Bersahabat/Komunikatif, (8) Gemar Membaca/Literasi. Semua nilai tersebut sudah terlaksana dengan baik oleh para santri di Pesantren Tebuireng melalui sholat jama’ah di masjid lima waktu, kemudian praktik saling menghargai antar teman hingga terwujud ukhuwah Islamiyah yang kuat meskipun mereka berasal dari banyak daerah dan suku, pembiasaan hidup mandiri dengan mengatur waktu untuk setiap kegiatan yang padat, memiliki sikap demokratis yang terwujud dalam pemilihin ketua komplek ataupun ketua pengurus kamar, semangat kebangsaan yang terwujud melalui kegiatan-kegiatan kebangsaan dan didukung dengan istilah hubbul wathon minal iman, dan dengan fasilitas perpustakaan yang memadai sehingga meningkatkan minat baca para santri. Sehingga kesimpulan dari penelitian ini adalah terwujudnya delapan nilai karakter dengan dukungan dari para kiai maupun ustadz yang memegang teguh ajaran dalam al-qu’an dan hadits, meskipun dalam pelaksanaanya masih ada beberapa santri yang membutuhkan waktu adaptasi sedikit lebih lama.Keywords: KH. A Wachid Hasyim, Karakter Santri, Pesantren Tebuiren
Socialization Of Healthy Snacks As An Efforts To Increase Nutrition In Indonesia-Malaysia Border Elementary School Students
Along with the times, food has also experienced a significant development. Starting from a variety of processed foods, which can be served in various new forms and variations. During the growth period, children usually prefer snacks as snacks compared to eating healthy foods such as vegetables and fruits. Snacks that are developing today contain more colorful foods and contain harmful substances. The purpose of this socialization is so that children pay more attention to the snacks they consume. The method used is the first survey, the second choosing the location of service, the third collection of materials/materials, the fourth preparation of the material, the fifth meeting with the school wedding, the sixth implementation of the activity, the seventh documentation and the eighth activity reporting. The results obtained are that the implementation of the service carried out in Gersik Village, Jagoi Babang District, Bengkayang Regency went well and ran smoothly, which can be seen from the enthusiasm of the children when participating in the activities and indications that students have experienced an increased understanding of healthy snacks
KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA MELALU MODEL MEANINGFUL INSTRUCTIONAL DESIGN (MID) PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan koneksi matematis siswa melalui model meaningful instructional design (MID) terhadap kemampuan koneksi matematis siswa, dan motivasi belajar siswa saat pembelajaran dengan model MID pada materi SPLDV dikelas VIII SMP Negeri 11 Singkawang. Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experimental Design dengan desain penelitian The Nonequivalent Posttest Only Control Group Design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan koneksi matematis siswa, angket motivasi belajar siswa, dan lembar keterlaksanaan model MID. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa; 1) Terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematis siswa antara kelas yang menggunakan model pembelajaran MID dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran langsung. 2) Pengaruh model pembelajaran MID terhadap kemampuan koneksi matematis siswa tergolong besar. 3) Motivasi belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran MID tergolong tinggi. 4) Keterlaksanaan model pembelajaran MID telah terlaksana dengan sangat baik.