Jurnal Online Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin
Not a member yet
3956 research outputs found
Sort by
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK PEREMPUAN SEBAGAI KORBAN KEJAHATAN SEKSUAL MENURUT HUKUM PIDANA INDONESIA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prinsip-prinsip perlindungan anak berdasarkan peraturan perundang-undangan di Indonesia serta perlindungan yang dapat diberikan oleh hukum pidana Indonesia kepada anak korban kejahatan seksual. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif, kita dapat menyimpulkan: 1. Prinsip perlindungan anak diterapkan karena anak tidak dapat berjuang sendiri, anak tidak dapat melindungi haknya sendiri karena banyak pihak yang mempengaruhi kehidupannya. Oleh karena itu, Negara dan masyarakat berkepentingan untuk mencari cara untuk melindungi hak-hak anak. Kepentingan terbaik anak harus didahulukan, karena banyak hal yang tidak diketahui atau diketahui anak karena usianya. 2. Perlindungan hukum yang dapat diberikan kepada anak korban tindak pidana atau pelanggaran seksual diatur dalam UU No. SK Nomor 23 Tahun 2004 tentang PKDRT KUHP terkait pemerkosaan pada pasal 285 KUHP sebagai perbuatan kekerasan seksual, UU No. 31 Tahun 2014 tentang perubahan UU No. 13 Tahun 2006 tentang perlindungan saksi dan korban khususnya pada Pasal 5, 8 dan 9 dan khususnya UU No.13/2006. 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pada pasal 9, 15, 59 ayat (2), huruf J dan 76D, dan barang siapa melakukan perbuatan pencabulan terhadap anak dipidana sebagai berikut: diatur dalam Pasal 81.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prinsip-prinsip perlindungan anak berdasarkan peraturan perundang-undangan di Indonesia serta perlindungan yang dapat diberikan oleh hukum pidana Indonesia kepada anak korban kejahatan seksual. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif, kita dapat menyimpulkan: 1. Prinsip perlindungan anak diterapkan karena anak tidak dapat berjuang sendiri, anak tidak dapat melindungi haknya sendiri karena banyak pihak yang mempengaruhi kehidupannya. Oleh karena itu, Negara dan masyarakat berkepentingan untuk mencari cara untuk melindungi hak-hak anak. Kepentingan terbaik anak harus didahulukan, karena banyak hal yang tidak diketahui atau diketahui anak karena usianya. 2. Perlindungan hukum yang dapat diberikan kepada anak korban tindak pidana atau pelanggaran seksual diatur dalam UU No. SK Nomor 23 Tahun 2004 tentang PKDRT KUHP terkait pemerkosaan pada pasal 285 KUHP sebagai perbuatan kekerasan seksual, UU No. 31 Tahun 2014 tentang perubahan UU No. 13 Tahun 2006 tentang perlindungan saksi dan korban khususnya pada Pasal 5, 8 dan 9 dan khususnya UU No.13/2006. 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pada pasal 9, 15, 59 ayat (2), huruf J dan 76D, dan barang siapa melakukan perbuatan pencabulan terhadap anak dipidana sebagai berikut: diatur dalam Pasal 81
Interpretation of Zakat Perspectitive of the Hadith Ahkam Fii Al-Muamalah
Zakat is an obligation to all muslims who are capable or have reached an nisab in it’s possession. Zakat was essentially a vertical and horizontal relationship. In a horizontal relationship, zakat’s purpose is not just conserving the poor, but has a more permanent purpose of raising poverty, the purpose in this article to discuss the question of the zakat study, referring to the prophet’s hadiths, As for the approach in this article using a qualitative approach through library study (library research) which is the method for data collection by understanding and studying theories from various literature ranging from books and journals relating to the subject. The result of this article was that zakat was obligatory to religious believers who had a set minimum of property (nishab) and had a one-year period. In addition to consecrate property, zakat was viewed as an obligation to the owner of the treasure to impose the rights of others on the property obtained
Maharah Kalam: Bagaimana Mahasiswa Mempersiapkan Diri Untuk Menghadapinya?
This article reveals what must be prepared by Arabic Language Education students of IAIN Palangka Raya in semester 5 when they are going to attend lectures on al-kalam lii munaqasyah wal mujJadi, such as physical and mental preparation, obstacles experienced during lectures, and what linguistic and non-lingistic difficulties faced by students while practicing kalam. Considering that this lecture requires students to practice their speech up to 100% and in full for 2 credits. This study used a qualitative method with a phenomenological approach. Data were collected using research instruments in the form of interviews. To present data so that it is easy to understand, the data analysis steps used in this study are the Analysis Interactive Model from Miles and Huberman
Analisis Akurasi Jadwal Waktu Shalat di Masjid Al-Barakah Menurut Saaduddin Djambek (Studi Kasus di Kampung Cilampang Kelurahan Unyur Kecamatan Serang)
Dalam hukum Islam, banyak ibadah yang keabsahannya bergantung pada perjalanan waktu yang didasarkan pada peredaran matahari dan bulan. Shalat adalah salah satu ibadah yang paling sering dilaksanakan oleh umat Islam, dalam praktiknya sering berkaitan dengan waktu, karena masuknya waktu shalat adalah menjadi syarat sahnya shalat. Jika shalat tidak dilaksanakan tepat pada waktunya, maka shalatnya tidak sah. Waktu-waktu pelaksanaan shalat telah diisyaratkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an, dan dipertegas oleh Nabi Muhammad SAW dalam Haditsnya. Namun dalam menentukan waktu shalat di kampung Cilampang ini, masyarakat hanya menggunakan jadwal waktu Shalat yang dibuat oleh salah satu sepuh di kampung Cilampang yaitu H.Muslikh (ALM), tanpa mengetahui keakurasian waktunya.
Perumusan masalah dari penelitian ini adalah : (1) Bagaimana penentuan waktu shalat di kampung Cilampang? (2) Bagaimana akurasi waktu shalat di kampung Cilampang dengan metode perhitungan Saaduddin Djambek?
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui penentuan waktu shalat di kampung Cilampang. (2) Untuk mengetahui akurasi waktu shalat di kampung Cilampang dengan metode perhitungan Saaduddin Djambek.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) yakni mengumpulkan data melalui observasi, serta wawancara. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengambil referensi primer dan sekunder sedangkan pengolahan data dilakukan analisis deduktif dan komparatif.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) penentuan waktu shalat di kampung Cilampang hanya mengandalkan jadwal waktu shalat yang sudah dibuatkan oleh salah satu sepuh di kampung Cilampang yaitu almarhum H. Muslikh pada 15 November tahun 2002 M, walaupun masyarakat sendiri tidak mengetahui keakurasian waktunya, yang masyarakat tahu hanya mempercayainya tanpa mengetahui ilmunya atau disebut juga dengan taklid buta. (2) Akurasi waktu shalat di kampung Cilampang dengan metode perhitungan Saaduddin Djambek terdapat perbedaan berkisar 0-9 menit, sedangkan dalam ilmu falak selisih waktu yang masih dapat di tolerir adalah 0-2 menit. Jika dilihat dari perbedaannya jadwal waktu shalat di kampung Cilampang tidak akurat dan juga tidak relevan jika digunakan untuk penentuan awal waktu shalat pada saat ini
Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan, Kemiskinan, dan Produk Domestik Regional Bruto terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Banten
Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Banten mengalami peningkatan setiap tahunnya. Namun, perkembangannya cukup lambat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap pendidikan, kemiskinan, dan PDRB terhadap indeks pembangunan manusia Banten. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari BPS Provinsi Banten dan perimbangan pendidikan daerah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD). Sampel dalam penelitian ini adalah data pengeluaran pemerintah untuk pendidikan, kemiskinan, produk domestik bruto daerah dan indeks pembangunan manusia di 4 kabupaten dan 4 kota di Banten 2015-2019. Dalam penelitian ini digunakan sampel jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel anggaran pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia, artinya kenaikan anggaran pendidikan setiap tahun tidak berpengaruh signifikan terhadap IPM. Kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM di Banten, sehingga penurunan tingkat kemiskinan akan meningkatkan IPM di Banten, dan PDRB berpengaruh positif tidak signifikan terhadap IPM yang artinya kenaikan PDRB setiap tahun tidak berpengaruh signifikan terhadap IPM di Banten. Secara simultan variabel pengeluaran pemerintah untuk pendidikan, kemiskinan, dan PDRB berpengaruh signifikan terhadap PHT di Banten
Enhancing the Islamic education in Kurikulum Merdeka through international benchmarking: A transdisciplinary study
This study aims to investigate the application of benchmarking in Indonesian education and offer solutions to develop benchmarking within the Islamic education curriculum within Kurikulum Merdeka, Indonesia's national curriculum. The goal is to improve the quality of Islamic education nationally and internationally. The study method is descriptive qualitative research with a transdisciplinary perspective, drawing on relevant literature sources from Islamic education, applied sciences, and business disciplines. The results suggest that further development of international benchmarking in internal, external, strategic, process, performance, general, and functional benchmarking is necessary to develop the Islamic education curriculum. It should be based on collaboration and global standards and involve a transdisciplinary approach. The study highlights the need for benchmarking to move beyond a formality in national education standards and to be integrated into Islamic education to improve education quality and compete globally
PERSPEKTIF AL-QUR'AN SURAT 66 AYAT 6 MENGENAI KEWAJIBAN INDIVIDU DALAM PENDIDIKAN
Surat at-Tahrim adalah salah satu surat yang ada dalam al-Qur’’an, yakni surat ke 66, terdiri dari 12 ayat, termasuk salah satu surat Madaniyah, demikian pula ayat ke 6, ia termasuk ayat Madaniyah, yang ditandai dengan khitobnya, yaitu ditujukan kepada orang-orang beriman. Khitob tersebut berisi tentaang perintah agar orang-orang berimaan menjaga/memelihara diri dan keluarganya dari neraka. Kata kerja menjaga dan memelihara termasuk kepada perbuatan mendidik, sehingga diasumsikan bahwa ayat al-Qur’an surat at-Tahrim ayat 6 berisi tentang Pendidikan. Tulisan ini bertujuan untuk memahami makna yang terkandung dalam tafsir surat at-Tahrim secara khusus pada ayat 6, guna mendapatkan pemahaman pendidikan yang terkandung didalamnya. Pemahaman tersebut sangat penting mengingat al-Qur’an merupakan petunjuk bagi manusia, khususnya bagi orang-orang beriman, dengan memahami isi yang terkandung dalam ayat-ayat al-Qur’an kita akan mendapatkan petunjuk di dalamnya guna diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, dan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk bidang Pendidikan. Dalam memahami al-Qur’an surat At-Tahrim ayat 6, penulis menggunakan studi pustaka untuk mengkaji berbagai penafsiran para ulama, sehingga sumber primernya adalah kitab tafsir seperti Ibnu Katsir, Tafsir Jalalain, dan sebagainya. Sedangkan sumber sekundernya adalah buku-buku ilmu pendidikan. Untuk memahami makna yang terkandung dalam al-Qur’an surat At-Tahrim ayat 6, merujuk kepada penjelasan ulama tafsir sebagaimana yang dijadikan sumber primer, sedangkan untuk memahami pendidikannya penulis menganalisisnya, melalui isyarat-isyarat yang terkandung di dalamnya, baik secara deduktif, maupun secara induktif. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa surat At-Tahrim ayat 6 berisi tentang perintah Allah SWT untuk menjaga diri/memelihara diri dan keluarga dari neraka. Karena menjaga termasuk pada aktivitas pendidikan, maka kandungan pendidikan yang terdapat dalam surat at-Tahrim ayat 6 berisi tentang perintah Allah SWT agar setiap orang mendidik dirinya dan juga mendidik keluarganya dengan tujuan agar terhindar dari neraka. Mendidik diri sendiri dilakukan dengan cara tha’at kepada Allah SWT dan mendidik keluarga dilakukan dengan cara mengajar dan mendidik mereka, mengingatkan dan wasiat, bahkan dengan cara memaksa mereka agar tha’at kepada Allah SW
PERAN WALI DALAM PERSPEKTIF FIQIH
Suatu perkawinan menurut Islam, akan sah hukumnya apabila telah memenuhi syarat dan rukun yang telah ditentukan, dimana perkawinan antara laki laki dan perempuan dilaksanakan di depan dua orang saksi laki-laki dengan menggunakan lafad ijab dan qobul Menurut para fuqoha, ijab biasanya diucapkan oleh wali mempelai perempuan dan qobul (pernyataan menerima) diucapkan oleh pihak laki-laki. Salah satu syarat dan rukun dalam perkawinan adalah keberadaan wali. Setiap madzhab mengemukakan pendapat terkait dengan peran wali dalam pernikahan yang bersumber dari Alquran, sunnah dan atsar sahabat
Resepsi Ayat-Ayat Al-Qur’an Terhadap Seni Kaligrafi Di Mushola Al-Muttaqin, Kampung Cidunak, Kota Cilegon
Calligraphy is one of the expressions of Islam that has received tremendous attention from Muslims. In essence, calligraphy is a work of beautiful composition (khat) taken from the Qur'an and named (where it appears) Makki, Madani, Anbari, and Baghdadi. In the long run, several names (khat) emerged, such as khat Khufi, mutsallat, mudawwar, and others. The impact of the expansion of Islamic rule, the expansion of Bedouin rule, the duties of rulers, and the world class society inspired and worked with the increase of calligraphic specificity and influenced the logical turn of events, especially during the Abbasid period. After the Abbasid period, calligraphy really existed and was created. The purpose of this article is to understand how Quranic verses are understood and applied in the field of calligraphy, as well as how the craft of calligraphy is acquired by people who visit the demand room. Exploratory strategies used may include perception, encounter, and text examination. The results of the examination may provide a better understanding of the relationship between the verses of the Quran and the specialty of calligraphy, as well as provide data on how the craft of calligraphy is perceived by individuals who visit the request room.Kaligrafi merupakan salah satu ekspresi Islam yang mendapat perhatian luar biasa dari umat Islam. Pada hakikatnya, kaligrafi adalah hasil karya komposisi indah (khat) yang diambil dari Al-Qur'an dan diberi nama (di mana muncul) Makki, Madani, Anbari, dan Baghdadi. Dalam jangka panjang, beberapa nama (khat) bermunculan, seperti khat Khufi, mutsallat, mudawwar, dan lain-lain. Seni kaligrafi memainkan peran yang sangat besar dalam peningkatan kemajuan Islam di muka bumi. Dampak perluasan kekuasaan Islam, perluasan kekuasaan Badui, tugas para penguasa, dan masyarakat kelas dunia memberi inspirasi dan bekerja dengan peningkatan kekhususan kaligrafi dan mempengaruhi perputaran logika peristiwa, khususnya pada masa Abbasiyah. Setelah masa Daulah Abbasiyah, kaligrafi benar-benar ada dan tercipta. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memahami bagaimana ayat-ayat Al-Quran dipahami dan diterapkan dalam bidang kaligrafi, serta bagaimana kerajinan kaligrafi diperoleh oleh orang-orang yang mengunjungi ruang permintaan. Strategi eksplorasi yang digunakan dapat mencakup persepsi, pertemuan, dan pemeriksaan teks. Hasil dari pemeriksaan tersebut dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara bait-bait Alquran dengan keistimewaan kaligrafi, serta memberikan data tentang bagaimana kerajinan kaligrafi dipersepsikan oleh individu yang mengunjungi ruang permintaan
PERAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DALAM MEMBINA INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM) PEREKONOMIAN MASYARAKAT KABUPATEN SERDANG BEDAGAI
In general, the aim of this research is to determine the role of the Department of Industry and Trade in developing small and medium industries in the economy of the people of Serdang Bedagai Regency. As well as what the condition of SMEs there is, and also the challenges faced by the department and industry players in developing the community economy in Serdang Berdagai. This type of research is qualitative with a qualitative descriptive approach method to obtain an in-depth picture (description). Data was obtained through interviews, documentation studies and observations. The research informants consisted of five, namely: the Head of the Department of Industry and Trade, Serdang Berdagai Regency, his Secretary, Industrial Staff, and two SMEs. Data analysis techniques use data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the research show that the role played by the Department of Industry and Trade is quite influential in developing the Small and Medium Industry community in Serdang Berdagai Regency. With the state of Small and Medium Industries recorded in 1985 there were industries in Serdang Berdagai Regency. There are many roles created by the Department as facilitators, regulators and catalysts, where these roles include helping SMEs to improve the community's economy. However, it is inevitable that there will be obstacles that occur, the obstacles found in the field are a lack of insight into technology, limited community personnel from the Department of Industry and Trade and limited sources of capital