Jurnal Sains Farmasi & Klinis
Not a member yet
364 research outputs found
Sort by
Uji Toksisitas Subkronik Ekstrak Etanol Daun Sungkai (Paronema canescens Jack.) Terhadap Tikus Putih Rattus noverticus (Wistar strain)
Tumbuhan sungkai (Paronema canescens Jack) merupakan salah satu tumbuhan obat tradisional yang telah digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit. Penggunaan suatu tumbuhan obat harus teruji keamanannya, terutama untuk penggunaan jangka panjang. Pada penelitian ini telah dilakukan uji toksisitas subkronis ekstrak etanol daun P. canescens menggunakan 30 ekor tikus putih jantan Rattus noverticus (Wistar strain), Penelitian ini menggunakan 5 kelompok hewan terdiri dari kelompok kontrol, kelompok perlakuan dosis 100, 200, 400, dan 800 mg/kg berat badan (bb) . Percobaan dilakukan selama 28 hari. Parameter yang diamati meliputi hematologi darah, biokimia darah, makroskopik organ, berat organ relatif dan histopatologi organ hati dan ginjal. Hasil pengukuran menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0.05) antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan untuk semua parameter hematologi maupun biokimia darah. Analisa histopatologi juga menunjukkan tidak terdapat gejala kerusakan pada organ hati dan ginjal. Hal ini mengindikasikan ekstrak daun sungkai tidak memberikan efek toksik pada hewan uji
Pemanfaatan Ekstrak Kulit Putih Semangka Dalam Sediaan Masker Clay
Sitrulin yang terkandung dalam kulit putih semangka (Citrullus lanatus) memiliki aktivitas antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan kulit sehingga potensial diformulasikan dalam sediaan masker tipe clay. Tujuan penelitian ini untuk menyelidiki pengaruh penggunaan basis (bentonit dan kaolin) dengan berbagai konsentrasi terhadap sifat fisik masker clay ekstrak kulit putih semangka (KPS). Ekstrak KPS dibuat dengan metode maserasi menggunakan cairan penyari etanol 70%. Selanjutnya, masker dibuat dengan variasi konsentrasi basis bentonit (20%, 25%, 30%, 35%) dan kaolin (20%, 24%, 28%, 32%). Pengujian sediaan meliputi organoleptis, homogenitas, pH, waktu mengering, daya sebar, viskositas dan sifat alir. Data yang diperoleh dari masker clay-bentonit dan masker clay-kaolin masing-masing dianalisa statistik menggunakan ANOVA satu arah. Masker clay dengan basis bentonit menunjukkan nilai pH pada rentang 3,38-4,86, dan daya sebar 2,24-4,15. Sedangkan masker clay dengan basis kaolin menunjukkan nilai pH 4,75-5,23, dan daya sebar 4,59-5,06. Hasil analisa statistik ANOVA satu arah pada masing-masing basis didapat nilai p<0,05 sehingga terdapat perbedaan signifikan terhadap waktu mengering, daya sebar, dan viskositas. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan konsentrasi basis dengan interval 4%-5% pada range 20 – 35% dapat menurunkan nilai pH, waktu mengering dan daya sebar serta meningkatkan viskositas masker clay ekstrak KPS. Penggunaan basis kaolin dalam masker clay membutuhkan konsentrasi lebih rendah dibandingkan basis bentonit untuk mendapatkan sifat fisik sediaan yang bai
Studi Terhadap Dampak Perjanjian Integrasi Vertikal Pada Industri Farmasi Ditinjau Dari Perspektif Hukum Persaingan Usaha
Industri farmasi Indonesia menunjukkan konsentrasi pasar yang cukup tinggi dan cenderung oligopoli sehingga rentan terhadap praktik perjanjian integrasi vertikal yang dapat menyebabkan persaingan usaha tidak sehat. Perjanjian integrasi vertikal pada industri farmasi mampu menciptakan efisiensi, namun dapat menjadi sarana untuk menghambat persaingan usaha. Masalah yang diangkat dalam penulisan ini adalah bagaimanakah dampak perjanjian integrasi vertikal dan bagaimanakah prinsip pengujian dalam membuktikan perjanjian integrasi vertikal yang berdampak anti persaingan dalam industri farmasi. Metode penelitian yang diigunakan adalah metode penelitian yuridis-normatif dengan menggunakan data sekunder berupa peraturan perundang-undangan dan hasil penelitian awal KPPU yang digunakan untuk menganalisis permasalahan yang diangkat. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan cara mengolah data menjadi suatu tanggapan untuk menjawab permasalahan. Hasil penelitian jurnal ini adalah integrasi vertikal pada industri farmasi dapat menciptakan efisiensi dan memperkuat stabilitas pasokan. Namun perusahaan yang terintegrasi akan mempunyai kemampuan untuk menciptakan market foreclosure. Pendekatan yang digunakan dalam membuktikan pelanggaran perjanjian integrasi vertikal adalah pendekatan rule of reason dengan prinsip pengujian analisis kemampuan, insentif, dan dampak konsumen. Saran yang dapat diberikan adalah diharapkan pemerintah atau pelaku usaha pesaing melakukan telaah terhadap perusahaan farmasi yang terintegrasi vertikal dan patut diduga telah menciptakan market foreclosure dengan menggunakan analisis kemampuan, insentif, dan dampak konsumen. Selanjutnya, hasil telaah harus ditindaklanjuti jika terdapat indikasi pelanggaran perjanjian integrasi vertikal yang dilakukan oleh perusahaan farmasi
Uji Efektifitas Ekstrak Etanol Daun Arbei (Rubus rosifolius Sm.) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Mencit Diabetes
Daun arbei (Rubus rosifolius Sm.) mengandung senyawa metabolit aktif seperti pomolic acid, tormentic acid, quercetin dan euscaphic acid yang berpotensi sebagai antihiperglikemia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun arbei (Rubus rosifolius Sm.) dan lama pemberian terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit diabetes. Sebanyak 25 ekor mencit diinduksi dengan aloksan dosis 150 mg/kg secara intraperitonial. Pemeriksaan glukosa darah dilakukan dengan metode enzimatis menggunakan glukometer. Mencit dengan kadar glukosa darah sewaktu >200 mg/dL dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol positif (Na.CMC 0,5%), pembanding (glimepirid) dan kelompok ekstrak uji dosis 100, 200 dan 400 mg/kg. Perlakuan diberikan selama 15 hari dan pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada hari ke 5, 10 dan 15. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Anova Dua Arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan post hoc pada tingkat kepercayaan 95%. Pemberian ekstrak uji berpengaruh signifikan (p<0.05) terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit. Semua kelompok dosis ekstrak uji memberikan efek penurunan glukosa darah yang tidak berbeda signifikan (p>0.05) dengan kelompok yang diberi glimepiride. Efek penurunan kadar glukosa darah semakin besar seiring bertambah lama waktu pemberian ekstrak uji (p<0,05), nilai penurunan terbesar ditunjukkan pada hari ke 15. Hasil penelitian mengindikasikan ekstrak etanol daun arbei efektif menurunkan kadar glukosa darah dan nilai penurunannya sebanding dengan glimepirid
Studi Penambatan Molekuler dan Simulasi Dinamika Molekuler Senyawa Turunan Furanokumarin terhadap Reseptor Estrogen Alfa (ER-α) Sebagai Anti Kanker Payudara
Kanker payudara menjadi salah satu jenis kanker dengan penderita terbanyak baik di dunia maupun di Indonesia, Reseptor Estrogen Alfa (ER-α) menjadi target utama karena dapat mengatur transkripsi gen dan jalur persinyalan interseluler. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis afinitas dan kestabilan ikatan kompleks ligan senyawa turunan furanokumarin dengan reseptor estrogen alfa. Metode yang digunakan secara in silico atau komputasi yaitu penambatan molekuler menggunakan software AutoDock dan simulasi dinamika molekuler menggunakan software Gromacs. Hasil penambatan molekuler senyawa Bergamottin sebagai senyawa uji paling baik dengan nilai ∆G = -8,98 kkal/mol. Sedangkan ligan pembanding 4-Hydroxytamoxifen dengan nilai ∆G = -11,34 kkal/mol. Hal tersebut menunjukkan bahwa afinitas 4-Hydroxytamoxifen masih lebih baik daripada Bergamottin. Kestabilan ikatan ligan-reseptor dikonfirmasi dengan simulasi dinamika molekuler menunjukkan 4-Hydroxytamoxifen lebih stabil berikatan dengan ER-α berdasarkan parameter Root Mean Square Deviation (RMSD), Root Mean Square Fluctuation (RMSF), Radius of Gyration dan ikatan hidrogen. 4-Hydroxytamoxifen memiliki afinitas dan kestabilannya lebih baik dalam berikatan dengan reseptor estrogen alfa (ER-α)Â
Lead distribution in rice plant leaves planted in Sukawening Village, Jatinangor District, West Bandung Regency, West Java
Lead is harmful when its amounts in food are higher than the optimum. Plants with high levels of lead may trigger the generation of reactive oxygen species and eventually cell death. Our study aimed to assess lead distribution in rice plant leaves planted in Sukawening Village, Jatinangor District, West Bandung Regency, West Java. The rice plant leaves were collected each month until 4 months. The samples were dried and underwent wet destruction. Visible spectrophotometry with the addition of xylenol orange was employed to identify the lead metal in the samples, followed by a standard addition photometric titration method. Our results indicated that lead was identified in the samples since the plant was 1 month old as proven by the Pb-xylenol orange peak at 580 nm. The level of lead in the rice plant leaves were: 1st month (0.4118 mg/kg); 2nd month (0.5232 mg/kg); 3rd month (0.6206 mg/kg); and 4th month (0.5264 mg/kg). We concluded that the lead level in the rice plants is in the range of that required by the Verdict of the Director General of the National Agency of Drug and Food Control No. 03725/B/SK/89 about the Maximum Limit of Heavy Metal Contamination in Food.Â
Profil Tingkat Pengetahuan dan Edukasi Penggunaan Suppositoria pada Pasien Rawat Jalan di Rsup Dr. M. Djamil Padang
ABSTRAKSuppositoria merupakan sediaan obat dengan cara penggunaan khusus, yang mengharuskan pasien memiliki pengetahuan tentang cara penggunaan suppositoria yang benar. Penelitian ini bertujuan melihat perbedaan tingkat pengetahuan penggunaan suppositoria sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Penelitian ini merupakan suatu  penelitian analitik, pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Sampel penelitian didapatkan dari 43 responden yang merupakan pasien rawat jalan yang menebus resep suppositoria di Depo Farmasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil Padang. Teknik pengambilan data melalui pre-test/post-test design menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dan edukasi melaui media leaflet. Analisis yang dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil yang didapatkan pada saat pre-test tingkat pengetahuan responden yang dominan terdapat dalam kategori cukup 60,47% dan post-test yang dominan dalam kategori baik 90,70%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna pada skor pengetahuan responden antara sebelum dan sesudah pemberian edukasi (p= 0,000). Dapat disimpulkan bahwa terdapat  perbedaan skor pengetahuan pasien yang menggunakan suppositoria sebelum dan sesudah diberikan edukasi.Kata kunci: Pengetahuan; Edukasi; Suppositoria; Leaflet; Pre-test; Post-test ABSTRACTSuppositories are drug with a spesial way of use,with required the  patients to have knowledge of how to use suppositories correctly. This research  aim to study the difference in the level of knowledge in usage of suppositories before and after being given education. An analytical  research, by purposive sampling.The research sample was obtained from 43 respondents who were outpatients who bought suppository prescription to Outpatient Pharmacy Depot, at Dr. M. Djamil public hospital in Padang. Data collection techniques through pre-test/post-test design using questionnaires that have been tested for validity and reliability and education through leaflet media (p=0.000). The analysis was carried out using Wilcoxon's test. The results obtained during the pre-test showed that the dominant respondent's level of knowledge was in the sufficient category 60.47% and the post-test dominant in the good category 90.70%. The results showed that there was a significant difference in the level of knowledge of respondents between before and after giving education through leaflet media (p= 0.000). It can be concluded that there are differences in the level of knowledge  patients who use suppositories before and after being given education. Keyword: Knowledge; Education; Suppositories; Leaflet; Pre-test; Post-tes
Optimization of Soy Protein Hydrolysis with Papain Enzyme and Its Cytotoxic Activity Against MCF-7 Cancer Cells
Soybean is a source of vegetable protein that is rich in nutrients and a source of producing anticancer bioactive peptides. This study aims to determine the optimum conditions for hydrolysis of soybean protein with papain enzyme and their cytotoxicity against the MCF-7 cells. Soybean protein was isolated using an acid precipitation technique. Then, the protein isolate was hydrolyzed using papain enzyme with variations of papain concentration 0,5; 1; and 5% (v/v) and variations of incubation time 0, 1, 2, 3, and 4 hours at 50 °C. The hydrolysates were tested for their degree of hydrolysis (%DH), molecular weight profile using SDS-PAGE, and cytotoxicity against the MCF-7 cells through an in-vitro assay. The most active hydrolysate was fractionated using Sephadex G-15 and characterized by the molecular weight by LCMS/MS. The result showed that the optimum condition for hydrolysis was 1% (v/v) of enzyme concentration and 3 hours of incubation time with a %DH value of 3.01%. Based on the SDS-PAGE result, the hydrolysate had protein bands in a lower range (<25 kDa). That hydrolysate has cytotoxicity with an IC50 value of 1.87 mg/mL, and the molecular weight of its bioactive peptide is 7.70 kDa
Efektifitas Video Edukasi dan Kartu Pengingat Minum Obat Terhadap Kepatuhan Pengobatan dan Kontrol Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi
Edukasi menggunakan video dan kartu pengingat minum obat merupakan intervensi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan penggobatan menuju keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi edukasi menggunakan video dan kartu pengingat minum obat terhadap kepatuhan penggunaan antihipertensi pada pasien rawat jalan di Puskesmas Tangerang Selatan-Banten. Penelitian menggunakan rancangan Randomized Controlled Trial (RCT) dengan melibatkan 160 responden, terdiri dari kelompok kontrol (80 responden) dan intervensi (80 responden). Data Kepatuhan penggobatan dan tekanan darah terkontrol dinilai dari pengisian kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dan rekam medik. Tingkat kepatuhan antar kelompok dianalisis menggunakan Uji Mann-Whitney sedangkan pengaruh intervensi dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon. Sebelum Intervensi ada perbedaan signifikan antar kelompok mengenai karakteristik demografi responden, karakteristik klinis, dan gaya hidup. Intervesi apoteker melalui video edukasi dan kartu pengingat minum obat berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kepatuhan skor MMAS-8 (p:0.000) dengan kepatuhan dengan tingkat tinggi sebesar 7,5%, kepatuhan sedang sebesar 77,5% dan kepatuhan rendah sebesar 15%. Intervensi ini juga secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik (p:0.000,TDS/TDD=-15,44 mmHg/-5,12 mmHg).Â
The Effect of Medication Adherence and Asthma Control in Asthma Patients at a Public Health Center in Padang, Indonesia
Asthma is characterized by reversible swelling or narrowing of the airways. Low adherence can negatively affect the effectiveness of therapy, increasing asthma morbidity and mortality. The long-term goal of asthma treatment is to achieve and maintain controlled asthma, but this goal is still challenging for most patients. This study examines the relationship between medication adherence and asthma control in patients. This study is observational, with a cross-sectional approach conducted on 40 asthma patients who received treatment at a Public Health Center. Patient medication adherence was measured by Medication Possession Ratio (MPR) method, and the level of control was measured by the Asthma Control Test (ACT) questionnaire. The results showed that most patients based on sociodemographic characteristics were female (80.0%), elderly group ≥60 years (45.0%), high school education (55.0%), and housewives (45.0%). The category of medication adherence was divided into 47.5% adherent patients and 52.5% non-adherent patients. The level of patient control was divided into fully controlled (2.50%), partly controlled (35.0%), and uncontrolled (62.5%). There was a significant relationship between adherence and asthma control (r=0.508; p<0.05). Therefore, improving patient medication adherence can potentially improve asthma control levels