Jurnal Sains Farmasi & Klinis
Not a member yet
    364 research outputs found

    Studi Kualitatif Pengetahuan Perawat terhadap Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki (ROTD) di Bangsal Rawat Inap Anak RSUP Dr. M. Djamil Padang

    No full text
    Adverse Drug Reaction (ADR) atau Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki (ROTD) merupakan suatu persoalan kompleks bagi tenaga kesehatan. Anak-anak menjadi salah satu populasi yang beresiko mengalami reaksi ini. Belum sempurnanya perkembangan farmakologi dan sistem imun pada anak, kekurangan formulasi sediaan yang sesuai, penggunaan obat off-label, tingginya tingkat polifarmasi, paparan akibat penggunaan obat oleh ibu hamil atau melalui ASI dan kesulitan dalam berkomunikasi menjadi faktor resiko terjadinya ROTD pada anak. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang berinteraksi paling banyak dengan pasien dituntut untuk dapat mengenali dan berkontribusi dalam memantau dan melaporkan segala reaksi yang terjadi pada pasien akibat penggunaan obat, sehingga dilakukanlah penelitian untuk mengetahui pengetahuan perawat di bangsal rawat inap SMF Anak RSUP.DR.M. Djamil Padang terhadap kejadian, penanganan dan pelaporan ROTD di bangsal tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metoda kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara semi terstruktur terhadap 14 orang responden yang dipilih berdasarkan purposive sampling dan bersifat konservatif. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan perawat yang bertugas di bangsal rawat inap SMF anak RSUP Dr.M.Djamil Padang tentang kejadian, penanganan dan pelaporan ROTD masih kurang. Keterbatasan pengetahuan perawat menyebabkan sangat sedikit sekali pelaporan kasus ROTD yang pernah dilaporkan sesuai dengan prosedur

    Keberadaan Tenaga Apoteker dan Evaluasi Pelaksanaan Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Wilayah Kota Pontianak

    No full text
    Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes RI) Nomor 74 Tahun 2016 Pasal 4 (empat) mewajibkan adanya tenaga Apoteker di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas untuk melaksanakan pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian di Puskesmas meliputi pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai (BMHP) serta pelayanan farmasi klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah apoteker dan persentase pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas wilayah Kota Pontianak. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional dengan rancangan penelitian adalah survei deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara prospektif melalui lembar kuesioner berisi standar pelayanan kefarmasian yang sudah divalidasi. Responden penelitian yang dilibatkan mewakili 22 Puskesmas meliputi 6 Apoteker, 13 Tenaga Teknis Kefarmasian dan 3 Asisten Tenaga Kefarmasian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya 6 dari 22 Puskesmas yang memiliki Apoteker. Jumlah total Apoteker sebanyak 7 orang, di mana ada 1 Puskesmas memiliki 2 Apoteker. Pelaksanaan standar pengelolaan sediaan farmasi dan BMHP sebesar 94,16% dan pelayanan farmasi klinis sebesar 56,12%. Kesimpulan penelitian ini adalah belum semua Puskesmas di wilayah Kota Pontianak memiliki Apoteker dan keberadaan Apoteker di Puskesmas dapat meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian di Puskesmas tersebut

    Formulasi dan Evaluasi Losion Tabir Surya Ekstrak Daun Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni M)

    No full text
    Daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni M) selain digunakan sebagai bahan dasar gula juga memiliki senyawa alami yang dapat digunakan sebagai tabir surya seperti flavonoid dan fenolat. Flavonoid dalam tanaman memiliki potensi sebagai tabir surya karena adanya gugus kromofor, gugus kromofor tersebut merupakan sistem aromatik terkonjugasi yang menyebabkan kemampuan untuk menyerap kuat sinar pada kisaran panjang gelombang sinar UV, sehingga senyawa flavonoid dapat digunakan sebagai senyawa berkhasiat dalam sediaan tabir surya. Losion merupakan salah satu bentuk sediaan tabir surya yang banyak tersebar dipasaran dan sering digunakan oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan konsentrasi dari ekstrak daun stevia yang memiliki aktivitas sebagai tabir surya dan membuat sediaan losion tabir surya dari daun stevia. Hasil nilai SPF dari ekstrak etanol daun stevia dengan konsentrasi 0,05% sebesar 15,247, sedangkan hasil nilai SPF losion tabir surya yang mengandung ekstrak etanol daun stevia 0,05% untuk F1 11,052; F2 10,363; F3 10,175; dan F4 8,315. Hasil evaluasi losion tabir surya ini losion memiliki warna hijau, pH losion 7,21-8,11, viskositas losion 2000-8000cps, dan uji sentrifugasi losion tidak terjadi pemisahan. Nilai SPF keempat formulasi losion tersebut termasuk kedalam rentang nilai tabir surya proteksi maksimal

    Kajian Penggunaan Analgetik pada Pasien Pasca Bedah Fraktur di Trauma Centre RSUP M. Djamil Padang

    No full text
    Mengatasi nyeri Pasca bedah fraktur merupakan tindakan penting  dalam mencegah nyeri kronik, mengurangi lama perawatan demi meningkatkan kulitas hidup pasien. Karena itu perlu kajian penggunaan analgetik pasien Pasca bedah fraktur agar tepat guna, menguntungkan serta menghindari efek samping. Penelitian bertujuan mengkaji penggunaan analgetik yang meliputi jenis, dosis, penurunan derajad nyeri, serta efek samping yang ditimbulkan. Penelitian dilakukan pada pasien Pasca bedah fraktur di Trauma Centre RSUP M Djamil Padang Agustus hingga Oktober 2018 sebanyak 45 orang. dan yang menggunakan analgesik ketorolak injeksi 30mg/8jam 31 pasien (68,9%), tramadol injeksi 100mg/8jam 13 pasien (28,9%) dan paracetamol tablet 3x500mg 1 pasien (2,2%). Dari analisa statistik menggunakan Wilcoxon signed rank test, terdapat hubungan bermakna penurunan derajad nyeri, dimana p<0,05. Dari penelitian ini dapat disimpulkan analgetik terbanyak ketorolak injeksi 30mg/8 jam, dapat menurunkan nyeri dari sedang menjadi ringan 45,2%, 51,6% tidak berubah nyeri sedang. dan 3,2% masih dengan nyeri berat. Tramadol injeksi 100mg/8jam, menurunkan nyeri dari berat ke sedang 35,5%, berat ke ringan 61,5%. dan parasetamol tablet 3x500mg pada nyeri ringan 100%. Dengan penurunan derajad nyeri keseluruhan adalah 71,1%. Serta efek samping yang dirasakan berupa kontipasi (tramadol) sebanyak 13,33% dan mual muntah (ketorolak) sebanyak 8,89%

    Faktor Risiko Terjadinya Infeksi Daerah Operasi pada Pasien Bedah Orthopedi di RSUP Fatmawati Periode Juli-Oktober 2018

    No full text
    Background: Surgery is one of the basic components of very important health care system. Therefore, the risk of any infectionin the surgical process must be known because microbes maycome in or accidentally come into the limbs that are in surgery. Microbes can cause nosocomial infections or Health Care Associated Infections (HAIs).WHO survey shows 5% -34% of HAIs are SSI while the highest prevalence of HAIs occurs intensively in care units, acute surgery and orthopedic rooms. Thisresearch aims to determine SSI and risk factors for SSI in orthopedic surgery patients at Fatmawati Hospital in July-October 2018. Method: This research was observational using cross sectional design,in whichthe data collection wasperformed prospectively. Data analysis was performed by univariate, bivariate, and multivariate analytic using total sampling from patients who performed orthopedic surgery at Fatmawati Hospital in both elective and cito surgery on July-October 2018 and SSI data collection was performed after surgery, namely in orthopedic poly outpatient care and inpatient care. Result: Data obtained in this research showed SSI level is 3.9 % of Orthopedic Surgery (3.9% cases of a total  770) in the research period. The results of the chi-square analysis showed that the diabetes mellitus, ASA score and type of surgery had a significant relationship with the incidence of SSI with significance value diabetes mellitus that is 0.024; ASA score that is 0.035 and type of surgery that is 0.001 where p <0.05, while the use of prophylactic antibiotics and other risk factors did not have a significant relationship,in which because p>0.05. Analysis with logistic regression showed that the type of operation had a significant influence with the incidence of SSI which was 0.004 (p <0.05). Conclusion: From this research, it can be inferred that this type of surgery can increase the occurrence of SSI. Therefore, it is necessary to evaluate to reduce the rate of surgical site infections

    Analisis Penggunaan Antibiotika pada Pasien Penyakit Dalam di RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan dengan Metode ATC/DDD

    Get PDF
    Resistensi antimikroba (AMR) merupakan masalah kesehatan yang mendunia. Resistensi tidak dapat dihilangkan namun dapat diperlambat dengan cara menggunakan antibiotika secara bijak. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi resistensi antimikroba dengan melakukan evaluasi penggunaan antibiotika baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan antibiotika pada pasien ilmu  penyakit dalam RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan selama periode Januari-Maret 2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-analitik (cross-sectional) dengan pengambilan data secara retrospektif serta jumlah sampel 482 pasien yang selanjutnya dianalisis menggunakan metode ATC dan DDD. Hasil penelitian menunjukkan nilai total DDD pemakaian antibiotika adalah 76,03/100 patient-days dengan total LOS pasien adalah 2270 hari. Penggunaan antibiotika tertinggi adalah ceftriaxone 37,56/100 patient-days, ciprofloxacin 25,78/100 patient-days, dan levofloxacin 6,05/100 patient-days. Golongan antibiotika yang masuk ke dalam segmen DU 90% yaitu ceftriaxone, ciprofloxacin, dan levofloxacin, sehingga harus dipantau penggunaannya karena berpotensi pada risiko resistensi. Kedepan perlu dilakukan penelitian lanjutan terkait evaluasi kualitas penggunaan antibiotika, serta dilakukan intervensi yang tepat untuk meningkatkan penggunaan antibiotika secara bijak dengan harapan dapat menekan angka resistensi antibiotika

    Daya Antioksidan Masker Peel-Off Ekstrak Etanol Buah Naga Super Merah (Hylocereus costaricensis (F.A.C Weber) Britton & Rose)

    No full text
    Buah Naga Super Merah  (Hylocereus costaricensis (F.A.C Weber) Britton & Rose) merupakan salah satu buah yang mengandung antosianin yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan. Untuk mempermudah penggunaan ekstrak buah naga super merah sebagai antioksidan wajah, ekstrak dibuat dalam bentuk sediaan masker peel-off. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah naga super merah dan masker peel-off ekstrak etanol buah naga super merah  (Hylocereus costaricensis (F.A.C Weber) Britton & Rose). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% dan diuapkan dengan rotary evaporator hingga didapatkan ekstrak kental. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan secara kuantitatif dengan metode DPPH (1,1-difenil-2 pikrilhidrazil) dan didapatkan nilai IC50 dari masing-masing sampel dengan menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang serapan maksimum 516nm. Hasil dari pengukuran didapatkan nilai IC50 masker peel-off ekstrak etanol buah naga sebesar 841,78 ppm. Ini menunjukkan tingkat berpotensi sebagai antioksidan. Dalam penelitian ini, digunakan vitamin C sebagai pembanding. Nilai IC50 vitamin C adalah 1,898 ppm termasuk tingkat antioksidan sangat kuat.Â

    Isolasi Senyawa Antimikroba dari Jamur Endofit Trichoderma koningiopsis SaKB1

    No full text
    Tumbuhan mangrove adalah sumber yang kaya akan jamur endofit. Jamur endofit merupakan penghasil senyawa metabolit sekunder yang memiliki bioaktivitas seperti sitotoksik dan antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengetahui aktivitas antimikroba senyawa metabolit sekunder dari jamur Trichoderma koningiopsis SaKB1 pada tanaman mangrove Sonneratia alba Sm. Isolat jamur di kultivasi pada media beras selama 4 minggu dan diekstraksi menggunakan pelarut etil asetat. Isolasi senyawa antimikroba dilakukan dengan metode kromatografi kolom dilanjutkan dengan rekristalisasi. Berdasarkan hasil kromatografi diperoleh 3 senyawa murni (M1, M2, M3). Senyawa M1 (8,2 mg) berupa amorf berwarna putih yang bereaksi positif terhadap perekasi Lieberman-Bouchard. Senyawa M2 (7,8 mg) berupa amorf berwarna putih. Senyawa M3 (59,6 mg) berupa minyak berwarna kuning kemerahan yang bereaksi positif terhadap pereaksi Lieberman-Bouchard. Semua senyawa dianalisis menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan eluen n-heksan : etil asetat (2:3). Nilai Rf senyawa M1, M2 dan M3 masing-masing adalah 0,85; 0,26 dan 0,8. Analisis aktivitas antimikroba senyawa murni dilakukan dengan metode difusi agar terhadap bakteri pathogen Escherechia coli, Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Pengujian aktivitas antimikroba pada konsentrasi 5 % menunjukkan senyawa M1 dan M3 memiliki aktivitas antagonis terhadap bakteri E. coli dengan diameter hambat 9,58±1,16 mm dan 12,38±1,17 mm sedangkan senyawa M2 tidak memiliki aktivitas antimikroba. Berdasarkan uji reaksi kimia, senyawa M1 dan M3 diduga termasuk kedalam golongan terpenoid.Â

    Pengaruh Komponen Hidrofobik Elastis terhadap Karakteristik Fisik dan Laju Disolusi Tablet Eritromisin Stearat

    Get PDF
    Eritromisin stearat (ERS) telah diketahui menunjukkan fenomena sintering ketika dikempa dan ini berpotensi menyebabkan masalah pada kualitas sediaan mengingat ERS umum dipasarkan sebagai tablet. Pembuatan campuran biner ERS dengan parasetamol (PRS) dan asam mefenamat (ASM) dilakukan untuk menelaah pengaruh karakter hidrofobik elastis kedua senyawa tersebut terhadap sintering dari ERS. Karakterisasi fisik tablet campuran biner meliputi uji kekuatan mekanis, difraksi sinar-X serbuk (DSXS), scanning electron microscope (SEM), differential thermal analysis (DTA), spektrofotometri inframerah, dan terakhir dilakukan uji disolusi. Keberadaan PRS dan ASM meningkatkan nilai kekuatan tarik tablet ERS dan ASM memberikan peningkatan yang lebih tinggi. Superimposisi pola difraksi ERS dengan PRS maupun ASM teramati dari difraktogram sinar-X campuran biner. Fotomikrograf SEM memperlihatkan batas-batas antarpartikel pada permukaan dan patahan tablet campuran biner yang lebih jelas terlihat pada tablet ERS-ASM. Spektra inframerah dan termogram DTA tidak menunjukkan adanya puncak baru akibat interaksi pada sampel campuran biner, hanya teramati transformasi polimorfik dari PRS. Tablet campuran biner ERS-PRS dan ERS-ASM menghasilkan profil disolusi lebih baik dari pada tablet ERS. Berdasarkan hasil karakterisasi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan PRS dan ASM dalam mencegah fenomena sintering dari ERS tidak melibatkan adanya interaksi dan dapat memengaruhi profil disolusinya

    Uji Aktivitas Antidiabetes Produk Obat Herbal yang Mengandung Ekstrak Bratawali (Tinospora crispa (L.) Miers ex Hoff.f & Thoms.)

    Get PDF
    Berdasarkan data WHO pada tahun 2019 lebih dari 463 juta orang di dunia menderita diabetes, dan cenderung jumlahnya semakin meningkat. Dengan bertambahnya penderita diabetes menyebabkan penggunaan obat antidiabetes meningkat. Berbagai macam obat diabetes telah digunakan untuk mengobati penyakit ini, diantaranya penggunaan obat herbal. Salah satu tumbuhan obat yang berkhasiat sebagai penurun kadar gula darah adalah bratawali (Tinospora crispa). Tujuan penelitian adalah menguji aktivitas antidiabetes produk obat herbal kategori jamu yang diproduksi oleh usaha mikro obat tradisional (UMOT) yang mengandung bratawali. Aktivitas antiabetes diuji dengan menggunakan metode toleransi glukosa dan efek pada mencit diabetes imbasan aloksan. Hasil pengujian kualitas menunjukkan ekstrak mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, dan steroid/triterpenoid. Pengujian aktivitas antidiabetes menunjukkan ekstrak dapat menghambat kenaikan kadar glukosa pada uji toleransi glukosa sebesar 18,29; 51,17 dan 75,35 % (p<0,05) dengan dosis berturut-turut 125, 250 dan 500 mg/kgBB. Sementara itu, pada mencit diabetes imbasan aloksan ekstrak mampu menurunkan kadar glukosa darah dengan penurunan yang terbesar 75,35% (p < 0,05) setelah pemberian dosis 500 mg/kgBB. Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa ekstrak dari produk obat herbal yang mengandung bratawali sebagai komponen aktif mempunyai aktivitas antidiabetes. Senyawa aktif pada ekstrak bratawali yang bertanggung jawab untuk aktivitas tersebut masih perlu ditentukan

    180

    full texts

    364

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Farmasi & Klinis
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇