University of Palangka Raya

Repository Universitas Palangka Raya
Not a member yet
    129 research outputs found

    THE EFFECT OF USING VISUAL MEDIA ON THE STUDENTS' READING COMPREHENSION SKILL OF SMK NEGERI 3 PALANGKA RAYA

    Get PDF
    The purpose of this research was to determine the effect of visual media on the reading comprehension in class X TKJ 1 of SMK Negeri 3 Palangka Raya and to find the how effective the visual media as learning media in improving the students' ability when they try to understand the text. The researcher was used the narrative text as teaching material where the students were read the folklore with added picture series in the narrative text so that they could understand the storyline easily. For finding the results, the researcher used pre experimental design (pre-test, Treatment, Post-test). The test was carried out in form of multiple choice contained 20 questions which followed by 36 students and the test criteria was about generic structure of narrative text. Based on the analysis, the pre test result was 59,86 and the post test result was 81,11. Then these tests were analyzed by using SPSS, through normality test. The result of normality test for pre test was 0,013 and post test was 0,077. After this, the researcher continued through wilcoxon (non parametric test)and the result in wilcoxon was 0.000. which mean, the hypothesis (Ha) was accepted because Asymp.Sig was smaller than Sig.level (0.000< 0.05). It can be concluded that there was significant effect of using visual media on reading comprehension in students' ability of X TKJ 1 of SMK Negeri 3 Palangka Raya

    PENGARUH KONSENTRASI SUKROSA DAN PEKTIN TERHADAP KARAKTERISTIK SELAI LABU KUNING (Cucurbita Moschata)

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi sukrosa dan pektin terhadap karakteristik selai labu kuning, dan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sukrosa dan pektin terhadap uji organoleptik selai labu kuning. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, dengan konsentrasi sukrosa 55% (S1), 60% (S2), 65% (S3), dan konsentrasi pektin 0,5% (P1), 0,8% (P2), 1% (P3). Peningkatan konsentrasi sukorsa dan pektin dalam perlakuan faktor tunggal maupun interaksi menunjukkan adanya pengaruh yang nyata pada α = 5 % terhadap nilai kadar air selai labu kuning. Penambahan konsentrasi sukrosa dan pektin terhadap karakteristik selai labu kuning menunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap kombinasi perlakuan maupun faktor tunggal pada uji kadar air. Uji kadar abu, kadar vitamin C dan gula reduksi pada uji normalitas data tidak terdistribusi normal, maka dilanjutkan dengan uji kruskal wallis. Nilai Asymp, sig kadar abu dan kadar vitamin C dan gula reduksi dalam uji kruskal wallis diperoleh sebesar 0.02 lebih kecil dari 0,05 yang berarti pada setiap perlakuan ada perbedaan yang signifikan. Begitu juga dengan kadar gula reduksi uji normalitasnya tidak terdistribusi normal, maka dilanjutkan dengan uji kruskal wallis. Nilai Asymp, sig kadar gula reduksi diperoleh sebesar 0.02 lebih kecil dari 0.05 yang berarti pada setiap perlakuan ada perbedaan yang signifikan. Berdasarkan standar SNI kadar air dan kadar abu pada selai labu kuning masih memenuhi standar. Sedangkan untuk kadar gula reduksinya tidak memenuhi standar dan vitamin C pada selai tidak memiliki syarat mutu pada SNI

    Materi Bimtek Perpustakaan UPR

    No full text

    ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATRIKS BERDASARKAN LANGKAH POLYA DI KELAS XI SMA NEGERI 1 BASARANG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan dalam menyelesaikan soal matriks berdasarkan tingkat tinggi, sedang, dan rendah pada siswa kelas XI-1 SMA Negeri 1 Basarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Subjek penelitian adalah 6 siswa kelas X-1 berdasarkan tingkat tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, mengungkap bahwa kesalahan-kesalahan yang sering terjadi pada siswa dalam menyelesaikan soal pada materi matriks, menurut pendekatan Polya, dapat dikelompokkan secara umum menjadi empat jenis. Pertama, kesalahan dalam memahami masalah yang terjadi ketika siswa salah menentukan informasi yang diketahui dan yang ditanyakan, serta salah dalam membuat pemisalan. Kedua, kesalahan dalam Menyusun rencana, siswa salah menentukan rumus yang sesuai dengan permasalahan dan siswa tidak menuliskan dengan lengkap rumus yang akan digunakan. Ketiga, kesalahan dalam melaksanakan rencana, siswa melakukan kesalahan dalam pengerjaan tahap-tahap penyelesaian, siswa keliru dalam melakukan perhitungan, siswa tidak menuliskan tahap-tahap penyelesaian. Dan keempat, kesalahan dalam memeriksa Kembali, siswa tidak dapat menuliskan kesimpulan yang sesuai dengan penyelesaian

    JURNAL SKRIPSI EFISIENSI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI PG PAUD FKIP UNIVERSITAS PALANGKA RAYA TAHUN AJARAN 2023/2024

    Get PDF
    Efisiensi belajar mahasiswa merujuk pada sejauh mana seorang mahasiswa dapatmencapai tujuan belajar mereka dengan mengoptimalkan penggunaan waktu, upaya,dan sumber daya yang tersedia. Efisiensi belajar tidak hanya mencakup hasil belajar,tetapi juga proses belajar itu sendiri. Efisiensi belajar dapat berbeda antara individu.Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa PG PAUD untuk mengidentifikasi strategiyang paling efektif bagi mereka dan terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaranmereka. Belajar adalah sebuah proses yang dilakukan oleh individu untuk memperolehsebuah perubahan tingkah laku yang menetap, baik yang dapat diamati maupun yangtidak dapat diamati secara langsung, yang terjadi sebagai suatu hasil latihan ataupengalaman dalam interaksinya dengan lingkungan, Roziqin (2007: 62). Faktor efisiensibelajar mahasiswa perlu dianalisis secara komprehensif, karena kegiatan belajar tidakberada dalam suasana “vacuum” (ruang hampa) atau tidak aktif. Tak terkecuali, faktorefisiensi belajar mahasiswa sebagai calon guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diProgram Studi PG PAUD FKIP Universitas Palangka Raya sebagai LembagaPendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang berwewenang dan bertanggung jawabuntuk mempersiapkan mahasiswa sebagai calon guru yang bermutu, kredibel danprofesional.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwahasil penelitian tentang usaha belajar mahasiswa dengan 13 indikator penelitian,ternyata secara rata-rata diperoleh persentase perbandingan skor ideal dan skor faktualsebesar 77,92%. Angka persentase tersebut berdasarkan kriteria yang ditentukantermasuk dalam kategori rendah. Namun demikian, walau usaha belajar mahasiswaberada pada kategori tinggi, tetapi bila dibandingkan dengan tuntutan kualitas calonguru yang mesti professional dan bermutu, maka usaha belajar mahasiswa ProgramStudi PG-PAUD FKIP Universitas Palangkaraya harus ditingkatkan lagi hinggamendekati 100%. Peningkatan usaha belajar bertalian erat penggunaan waktu. Hasilpenelitian membuktikan bahwa pada variabel usaha belajar yang dilakukan mahasiswakategori tinggi (77,92%) Dimensi waktu inilah yang perlu dimaksimal oleh mahasiswauntuk belajar secara mandiri agar kualitas diri calon guru PAUD UniversitasPalangkaraya ke depan lebih bermutu dan profesional

    PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INDONESIA PADA ANAK KELOMPOK B TK RAJAWALI SAKTI-3 KOTA PALANGKA RAYA

    Get PDF
    Penguasaan kosakata anak-anak yang tergabung dalam kelompok B, yang mencerminkan adanyasejumlah tantangan dalam penguasaan kosakata dan pemahaman cerita anak. Observasi tersebutmengungkapkan bahwa anak-anak di kelompok ini belum menunjukkan penguasaan yangmemadai dalam beberapa aspek penting yang terkait dengan pemahaman cerita dan penggunaankosakata. Secara spesifik, ditemukan bahwa anak-anak tersebut mengalami kesulitan dalammenyebutkan judul cerita yang telah mereka dengar atau baca, menunjukkan kurangnyapenguasaan anak untuk mengidentifikasi dan mengingat informasi penting dari cerita yangdisajikan. Selain itu, anak-anak juga belum mampu untuk menyebutkan tokoh-tokoh cerita dankarakter-karakter mereka dengan tepat, yang mengindikasikan kurangnya pemahaman mengenaiperan dan sifat dari setiap tokoh dalam cerita. Masalah lainnya adalah ketidakmampuan anak-anak untuk menceritakan kembali cerita dengan menggunakan kalimat-kalimat mereka sendiri,yang mencerminkan tantangan dalam penguasaan anak untuk menyusun dan mengungkapkankembali informasi sesuai dengan pemahaman mereka terhadap cerita tersebut.Metode penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian kuantitatif, yaitu metode quassieksperimen, mengetahui suatu pengaruh penggunaan media audiovisual terhadap penguasaankosakata pada anak usia 5-6 tahun. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas B yang bersekolahdi TK Rajawali Sakti-3 Palangka Raya 18 Orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakanadalah sampling total yaitu sebanyak 18 orang. Teknik analisis data menggunakan ujinormalitas, uji homogenitas, dan Uji-T (Paired Samples Test).Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan sebagaimana telah diuraikan dan dijabarkan diBAB IV, Pengaruh tersebut dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata post test yang diajardengan menggunakan kegiatan penggunaan Media Audiovisual yaitu sebesar 14.0556 yangmengalami peningkatan sebesar 7,97% dari pre-test sebelumnya 6.1667. Hasil nilai pada tabelmenyatakan bahwa data Uji-t yang diperoleh thitung (14.465 dan ttabel taraf signifikasi dati T tabeladalah (0.05) atau (2.101) maka thitung > ttabel (14.465 > 2.101), jika T hitung 14.465 lebih dari Ttabel 2.101, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis Ha diterima yang artinya adalah terdapatpengaruh pada penggunaan media audiovisual terhadap penguasaan kosakata Bahasa Indonesiapada anak kelompok B Di TK Rajawali Sakti-3 Kota Palangka Raya

    STUDI VARIASI MORFOLOGI KATAK BORNEO GENUS MERISTOGENYS Yang, 1991 DI BORNEO

    Get PDF
    Meristogenys merupakan salah satu genus dari famili Ranidae yang memiliki larva dengan karakteristik sucker atau alat pengisap pada bagian ventralnya (gastromyzophorus) dan endemik Borneo. Namun, terdapat beberapa spesimen Meristogenys yang ditemukan hingga ke Pulau Belitung. Dengan persebaran yang luas ini, belum terdapat studi variasi morfologi terkait. Sehingga, studi ini bertujuan untuk mengevaluasi Genus Meristogenys yang terdapat di Indonesia secara morfologi. Data morfologi diukur berdasarkan pada 23 karakter morfometrik dan dideskripsikan berdasarkan 15 karakter meristik. Analisis data morfometrik menggunakan Principal Component Analysis (PCA) dengan software R Studio dan karakter meristik dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil analisis PCA menunjukkan bahwa morfometrik tidak berkontribusi besar dalam mengidentifikasi spesies dalam genus Meristogenys, dikarenakan terjadinya pengelompokkan yang bersifat tumpang tindih pada elips. Berdasarkan hasil analisa meristik, beberapa karakter diantaranya pola warna, disk, tuberkel, bentuk moncong, dan webbing merupakan karakter pembeda yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi spesies dalam genus Meristogenys. Hasil penelitian studi morfologi Genus Meristogenys ini menunjukkan bahwa Meristogenys sp. yang dikoleksi dari Pulau Belitung tidak dapat digolongkan dalam genus Meristogenys dikarenakan terdapatnya perbedaan dari beberapa karakter sehingga digolongkan menjadi spesimen morfotipe dari genus Meristogenys

    PEMBIBITAN DAN PEMBINAAN ATLET ATLETIK U-16 PENGKOT. PASI KONI KOTA PALANGKARAYA

    Get PDF
    Atletik merupakan salah satu cabang olahraga yang memiliki peranan penting dalam pendidikan jasmani di Indonesia. Program magang yang dilaksanakan di Pengurus Kota Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Palangka Raya bertujuan untuk melatih atlet sekaligus memberikan pengalaman praktis dalam manajemen olahraga bagi mahasiswa. Kegiatan magang berlangsung dari September hingga Desember 2024, yang meliputi praktik kerja, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari program ini sangat memuaskan, di mana Kota Palangka Raya berhasil meraih 15 medali dalam kejuaraan atletik U-16, serta atlet binaan memperoleh 11 medali. Keberhasilan ini tidak terlepas dari pembinaan rutin yang dilakukan serta dukungan dari pelatih berpengalaman. Selain itu, program latihan terstruktur yang mencakup berbagai aspek fisik terbukti efektif dalam meningkatkan performa atlet. Dengan demikian, kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan instansi terkait sangat penting untuk memaksimalkan hasil dari kegiatan ini dan mendorong perkembangan atletik di tingkat lokal

    ANALISIS PENGARUH SUDUT MATA PISAU TERHADAP HASIL CACAHAN PADA MESIN PENCACAH RUMPUT DALAM PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DAN PAKAN TERNAK

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis pengaruh sudut mata pisau terhadap hasil cacahan pada mesin pencacah rumput dalam pembuatan pupuk kompos dan pakan ternak yang ada di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik Pre-Eksperimental design. Dikatakan pre-eksperimental design, karena design ini belum merupakan eksperimen sungguh-sungguh, karena masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel dependen itu bukan semata-mata dipengaruhi oleh oleh variabel independen. hal ini dapat terjadi, karena tidak adanya variabel kontrol, dan sampel tidak dipilih secara random. Bentuk pre-eksperimental design yang digunakan peneliti pada penelitian kali ini yaitu, True eksperimental design, dikatakan true eksperimental (eksperimen yang betul-betul) kerena dalam design ini, peneliti dapat mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen. Dengan demikian validitas internal (kualitas pelaksanaan rancangan penelitian) dapat menjadi tinggi. Ciri utama dari true eksperimental adalah bahwa, sampel yang digunakan untuk eksperimen maupun sebagai kelompok kontrol diambil secara random dari populasi tertentu. Hasil penelitian menunjukan Setelah melakukan pengujian pengaruh sudut mata pisau terhadap hasil cacahan rumput ilalang dan daun talas sebanyak 3 kali dengan kurun waktu selama 10 menit setiap proses pencacahan dengan sudut masing-masing (5º, 10º, 15º) pada setiap pengujian, maka diperoleh pengguaan sudut mata pisau jika dilihat dari tabel dan diagram dengan bahan cacahan yang berbeda jenis rumput sangat mempengaruhi, dalam hal ini tekstur dari bahan cacahan dapat menentukan berat (kg) dan ukuran potong (cm). Penggunaan sudut mata pisau (5º, 10º, 15º) jika dicocokan dengan kebutuhan peternak untuk keperluan pakan ternak maka sudut 15º yang paling baik, terkhusus peternakan yang ada di kota Palangka Raya, yang mana jenis hewan ternak paling dominan adalah sapi. Penggunaan sudut mata pisau (5º, 10º, 15º) jika digunakan untuk keperluan pembuatan pupuk kompos maka sudut 5º adalah yang paling sesuai atau untuk pakan ternak yang difermentasi juka dapat digunakan

    RANCANG BANGUN ALAT MINI CULTIVATOR PADA KELOMPOK TANI SWADAYA MANDIRI KECAMATAN SEBANGAU KOTA PALANGKA RAYA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah produk yang didasarkan dari kebutuhan petani berdasarkan aspek desain, aspek ergonomis, dan aspek media yang dibutuhkan kelompok Tani Swadaya Mandiri yang berada di Kecamatan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan metode Pre Experimental Design dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dalam bentuk persentase. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 7 orang petani pada kelompok Tani Swadaya Mandiri. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Wawancara, Kuisioner, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan analisa data dalam bentuk nilai persentase yang sudah dilakukan untuk menentukan kebutuhan petani menurut respon dari petani yang pertama ada pada aspek ergonomis alat mini cultivator dengan nilai persentase total 78 % yang mana kemudahan perawatan alat mini cultivator menjadi kebutuhan yang tertinggi yaitu dengan nilai persentase 86 % setelah itu harga suku cadang yang terjangkau dan suku cadang mudah didapatkan dipasaran menjadi kebutuhan yang diperlukan petani dengan skor 83 %. Kebutuhan tertinggi kedua ada pada aspek media dengan skor persentase 75 % dimana kebutuhan alat mini cultivator awet digunakan dalam jangka waktu yang lama menjadi kebutuhan tertinggi dengan skor persentase 83 %, selanjutnya alat mini cultivator yang kuat secara konstruksi menjadi kebutuhan yang diperlukan petani selanjutnya dengan skor persentase 81 %. Kebutuhan tertinggi petani terakhir ada pada aspek desain dengan nilai persentase total 71 % dimana kebutuhan bentuk rangka alat memiliki konstruksi simpel menjadi kebutuhan tertinggi yaitu dengan skor persentase 77 %, kebutuhan yang diperlukan petani selanjutnya adalah pemilihan bahan dalam konstruksi alat mini cultivator dan ukuran alat yang proposional pada alat mini cultivator dengan skor persentase 74 %. Maka untuk menyelesaikan kebutuhan petani tersebut adalah dengan membuat alat mini cultivator yang didasarkan pada kebutuhan dari petani langsung, dimulai dari bentuk yang simpel, kuat, suku cadang yang mudah didapatkan dan mudah dicari dipasaran, dan juga mudah pada perawatannya. Dengan dibuatnya alat mini cultivator ini diharapkan dapat mempermudah pekerjaan petani terutama saat mengolah lahan di lahan yang mereka miliki

    118

    full texts

    129

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Palangka Raya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇