University of Palangka Raya

Repository Universitas Palangka Raya
Not a member yet
    129 research outputs found

    PENGARUH PENGGUNAAN PERMAINAN LEGO TERHADAP KREATIVITAS ANAK USIA DINI 5-6 TAHUN DI TK NEGERI PEMBINA JEKAN RAYA

    No full text
    Permainan Lego adalah suatu jenis permainan yang digunakan untuk mengembangkan kreativitas pada anak melalui mainan bongkar pasang yang terbuat dari plastik berbentuk balok sehingga anak dapat membentuk apa saja yang mereka inginkan. Kreativitas adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru atau menggabungkan unsur-unsur yang sudah ada menjadi sesuatu yang bermakna dan bermanfaat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Pengaruh Penggunaan Permainan Lego Terhadap Kreativitas Anak Usia Dini 5-6 Tahun Di TK Negeri Pembina Jekan Raya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan eksperimen, dengan menggunakan pola one group pre-test and post-test. Dengan populasi anak kelompok B1 di TK Negeri Pembina Jekan Raya yang berjumlah 18 orang anak yang ditetapkan sebagai sampel dalam penelitian ini. Dari hasil uji t hitung 9,14634 > t tabel 2,109816 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis (Ho) ditolak. Artinya terdapat Pengaruh Penggunaan Permainan Lego Terhadap Kreativitas Anak Usia Dini 5-6 Tahun Di TK Negeri Pembina Jekan Raya

    PENGARUH METODE PROJEK TERHADAP PENGETAHUAN ANAK TENTANG MOTIF BATIK BENANG BINTIK KALIMANTAN TENGAH PADA ANAK USIA 5 -6 TAHUN DI TK PARENTAS KAHARAP PALANGKA RAYA

    No full text
    Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) ini memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar dari lingkungan sekitarnya, salah satunya adalah warisan budaya atau kearifan lokal yang terdapat di wilayahnya. pada wilayah Kalimantan Tengah sendiri salah satu warisan budaya atau kearifan lokal yang terkenal atau popular adalah batik benang bintik. batik ini bagus dikenalkan kepada anak untuk memberikan pengetahuan anak tentang batik benang bintik, dan hal ini sangat menarik untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap cinta tanah air. Sehingga, anak lebih mengenal dan menghargai budayanya. Berdasarkan hasil observasi peneliti di TK Parentas Kaharap peneliti menemukan masih banyak anak yang belum mengenal motif batik yang ada di Kalimantan Tengah. Oleh karena itu, peneliti mencoba untuk melakukan penelitian deskriptif kuntitatif. Adapun judul “Pengaruh Metode Projek Terhadap Pengetahuan Anak Tentang Motif Batik Benang Bintik Kalimantan Tengah Pada Anak Usia 5 -6 Tahun Di Tk Parentas Kaharap Palangka Raya”. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan pre-eksperimental design dengan menggunakan model one group pretest-posttest design dengan subjek sebanyak 19 anak. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test pada program SPSS yang digunakan untuk melihat pengaruh metode projek terhadap pengetahuan anak tentang batik benang bintik Kalimantan Tengah diketahui bahwa nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000. < 0,05 atau 0,000 < 0,05, yang menginterpretasikan bahwa hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima karena terdapat perbedaan antara hasil belajar pretest dan postest. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode projek terhadap pengetahuan anak tentang batik benang bintik Kaliamatan Tengah

    ANALISIS USAHA BUDIDAYA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) DI AIRWANARAYA KOTA PALANGKA RAYA

    Full text link
    Latar belakang penelitian ini berfokus pada analisis usaha budidaya ikan lele (Clarias gariepinus) di Airwanaraya Kota Palangka Raya, menganalisis kelayakan usaha budidaya ikan lele dumbo di Airwanaraya Kota Palangka Raya dilihat dari Analisis Keuntungan, Revenue Cost Ratio (R/C), Break Event Point (BEP), dan Payback Period (PP). Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dan analisis kelayakan usaha. Usaha budidaya ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) di Airwanaraya Kota Palangka Raya mendapatkan keuntungan sebesar Rp 8.970.000 dalam sekali panen, Total Ratio (R/C) rata- rata sebesar 1,24 menunjukkan R/C > 1 dan Total nilai (B/C) 0.,24 lebih besar dari nol. Semakin besar nilai B/C rasio maka semakin besar nilai manfaat yang akan diperoleh dari usaha tersebut. Sehingga usaha masih menguntungkan dan layak dijalankan; Break Event Point (BEP) menunjukkan bahwa hasil sekali panen 1.610 kg atau penjualan sebesar Rp 18.515/kg untuk mencapai titik impas sehingga usaha tidak mengalami kerugian, dan Payback Period (PP) sebesar 2.43 menunjukkan waktu yang diperlukan untuk mengembalikan biaya investasi semula adalah selama 2 tahun

    ANALISIS KETERSEDIAAN PANGAN RUMAH TANGGA DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KELURAHAN TEWAH KECAMATAN TEWAH KABUPATEN GUNUNG MAS

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Pangsa pengeluaran pangan di Kelurahan Tewah Kecamatan Tewah Kabupaten Gunung Mas; 2) Tingkat Kecukupan Energi di Kelurahan Tewah Kecamatan Tewah Kabupaten Gunung Mas; 3) Tingkat Ketahanan Pangan Rumah Tangga berdasarkan Klasifikasi Silang Indikator Pangsa Pengeluaran Pangan dan Tingkat Kecukupan Energi. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Gunung Mas. Metode pengambilan lokasi penelitiannya secara purpossive sampling, yaitu di Kelurahan Tewah Kecamatan Tewah pada RT 12 dan RT 20. Jenis dan sumber data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan pencatatan food recall. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Besarnya ratarata pangsa pengeluaran pangan adalah 57,25%, artinya pengeluaran konsumsi pangan masih mengambil bagian besar dari total pengeluaran rumah tangga responden. Ini menandakan bahwa Kelurahan Tewah termasuk sejahtera dan tahan pangan berdasarkan kategorinya yaitu PPP kurang dari 60%. 2) Rata-rata konsumsi energi rumah tangga pedesaan di Kelurahan Tewah Kabupaten Gunung Mas adalah 1976,11 kkal/orang/hari. Rata-rata tingkat konsumsi energinya sebesar 97,86% sehingga untuk konsumsi energi termasuk dalam kategori sedang karena berada pada kisaran klasifikasi (80-99% AKG). 3) Kondisi ketahanan pangan rumah tangga di Kelurahan Tewah dianalisis berdasarkan konsumsi energi yang diklasifikasikan silang dengan pangsa pengeluaran pangannya. Sebaran kategori tahan pangan memiliki rata-rata TKE sebesar 95,42% dengan pangsa pengeluaran pangannya adalah 53,10%; kategori rentan pangan memiliki rata-rata TKE sebesar 108,18% dengan pangsa pengeluaran pangan sebesar 68,36%; kategori kurang pangan memiliki rata-rata TKE sebesar 69,25% dengan pangsa pengeluaran pangannya adalah 53,88%; serta kategori rawan pangan memiliki rata-rata TKE sebesar 77,38% dengan pangsa pengeluaran pangan sebesar 66,94%

    ANALISIS KANDUNGAN HARA MAKRO (N, P, K) DI AREAL PERTANAMAN PADI SAWAH DI DESA BELANTI SIAM

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan hara makro (N, P, K) di areal pertanaman padi sawah di Desa Belanti Siam, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini mengunakan metode Purposive Random Sampling pada setiap titik tanah secara acak. Pengambilan sampel dilakukan pada pengelolaan lahan standar dan pengelolaan lahan tidak standar pada kedalaman tanah 0-30 cm. serta dilakukan analisis sampel tanah di Laboratorium. pengambilan sampel tanah dilakukan sebanyak 7 titik secara acak. Dalam setiap plot terdapat 7 titik pengambilan sampel tanah secara acak kemudian di kompositkan menjadi satu, sifat kimia tanah yang dianalisis yaitu: N-total, P-tersedia, K-tersedia dan pH tanah. Perbedaan kandungan hara pada pengelolaan lahan standar disebabkan tanaman padi menyerap hara secara efektif sehingga hara di tanah tersisa sedikit. Sedangkan pada pengelolaan tidak standar penyerapan hara tidak efektif sehingga kandungan hara tersisa banyak di tanah penyerapan hara tidak efektif oleh tanaman padi disebabkan penggunaan pupuk yang tidak tepat, pengelolaan tanah dan air yang tidak baik

    PENGAWASAN TERHADAP PEMALSUAN KOSMETIK MENURUT PASAL 8 AYAT 1 UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN OLEH DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN DI KOTA PALANGKA RAYA

    Full text link
    Abstrak: Perkembangan teknologi dan informasi pada perdagangan elektronik telah mengubah pola distribusi jual beli produk kosmetik sehingga memicu maraknya produk palsu. Kosmetik palsu termasuk barang ilegal dikarenakan dapat mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidroquinon, dan zat pewarna sintetis dalam dosis tinggi yang dapat menyebabkan iritasi, alergi, gangguan kulit, bahkan risiko kesehatan serius seperti kanker kulit. Oleh karena itu, pengawasan terhadap peredaran kosmetik palsu menjadi aspek penting dalam perlindungan konsumen. Pemerintah melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta kepolisian memiliki peran penting dalam mengendalikan peredaran kosmetik ilegal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengawasan terhadap pemalsuan kosmetik berdasarkan Pasal 8 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen oleh Disperdagin di Kota Palangka Raya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan yuridis empiris, yang menggabungkan studi hukum normatif dengan kajian lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan dilakukan melalui inspeksi lapangan, edukasi konsumen, serta koordinasi antarinstansi. Namun, tantangan yang dihadapi cukup kompleks, meliputi keterbatasan sumber daya manusia, luasnya wilayah pengawasan, serta meningkatnya distribusi kosmetik ilegal melalui e-commerce dan media sosial. Kesadaran masyarakat terhadap keamanan produk juga masihrendah, sehingga banyak konsumen yang tergiur dengan harga murah tanpa mempertimbangkan efek jangka panjangnya. Untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, diperlukan kebijakan yang lebih ketat, optimalisasi patroli siber dalam menindak peredaran produk ilegal di platform digital, serta kampanye edukasi yang lebih intensif kepada masyarakat sehingga memberikan perlindungan maksimal bagi konsumen di Kota Palangka Raya

    PENGARUH KEGIATAN MOZAIK TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B TKN PEMBINA BUKIT BATU PALANGKA RAYA

    Full text link
    Kemampuan motorik halus adalah kemampuan penggunaan sekelompok otot-otot kecil seperti jari jemari dan tangan yang membutuhkan kecermatan, ketepatan, kerapian dan koordinasi mata dengan tangan untuk mengontrol dalam mencapai pelaksanaan keterampilan. Berdasarkan pengamatan awal yang peneliti lakukan pada anak kelompok B TK Negeri Pembina Bukit Batu, masih ditemukan beberapa permasalahan yang berkaitan dengan motorik halus anak. Permasalahan motorik halus tersebut terlihat pada saat kegiatan menggunting dan menempel, dimana masih terdapat beberapa anak yang mengguntingnya tidak sesuai garis, masih terdapat anak yang kurang rapi dan keluar garis ketika melakukan kegiatan menempel. Selain itu, masih terdapat juga beberapa anak yang belum bisa menempelkan lem dengan benar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan eksperimen, dengan menggunakan model one group pre test dan post test design dengan subjek sebanyak 18 anak. Dari hasil perhitungan uji t diperoleh hasil bahwa t hitung (6,826) > t tabel (2,110) sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Artinya terdapat pengaruh kegiatan mozaik terhadap kemampuan motorik halus anak kelompok B1 di TKN Pembina Bukit Batu

    THE EFFECT OF INTERACTIVE TIKTOK VIDEOS ON STUDENTS' VOCABULARY OF DESCRIPTIVE TEXT AT THE EIGHTH GRADE OF SMP KRISTEN PALANGKA RAYA

    No full text
    TikTok is one of the most popular and viral social media applications among teenagers, including students. Its popularity is not only for entertainment purposes, but it has also begun to be used in education as an engaging learning medium. This phenomenon led the researcher to investigate how the use of interactive TikTok videos can influence students' vocabulary mastery in learning English. This research was conducted at SMP Kristen Palangka Raya using eighth-grade students as the research subjects. The sample consisted of 12 eighth-grade students selected using a total sampling technique. This study employed a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test model. To collect the data, the researcher used a test as the research instrument. Students answered vocabulary questions during the pre-test stage before receiving the treatment. After the pre-test, the researcher provided treatment using interactive TikTok videos. Finally, a post-test was administered to assess the students’ vocabulary mastery after the treatment. The data obtained were then analyzed using SPSS version 25. The results of data analysis showed that the pre-test and post-test scores were normally distributed based on the Shapiro-Wilk test, thus the researcher used a parametric test for hypothesis testing. The calculation results indicated that the Sig. (2-tailed) value was greater than 0.05, which means that the null hypothesis (Ho) was accepted and the alternative hypothesis (Ha) was rejected. Based on these findings, it can be concluded that the use of interactive TikTok videos did not have a significant effect on the vocabulary mastery of eighth-grade students at SMP Kristen Palangka Raya. This indicates that the media was not yet effective in improving students’ vocabulary mastery

    PENGARUH METODE EKSPERIMEN TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL SEBAB AKIBAT ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RA AISYIYAH MUJAHIDIN TUMBANG SAMBA KECAMATAN KATINGAN TENGAH

    Full text link
    Menurut Permendikbud RI Nomor 137 tahun 2014 tentang standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini ditetapkan perkembangan kognitif anak ditunjukan dengan aktifitas yang bersifat ekploratif dan menyelidik, mengenal sebab-akibat tentang lingkungannya dan memecahkan masalah sederhananya dalam kehidupan sehari-hari. Metode Eksperimen ini dapat memberikan pengalaman baru bagi anak sehingga menjadikan proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan serta tujuan pembelajaran yaitu peningkatan kemampuan kognitif mengenal sebab akibat anak dapat tercapai. Oleh karena itu, peneliti terinspirasi untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Metode Eksperimen Terhadap Kemampuan Mengenal Sebab Akibat Anak Usia 5-6 Tahun di RA Aisyiyah Mujahidin Tumbang Samba Kecamatan Katingan Tengah”. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan eksperimen, dengan menggunakan model one group pre test dan post test design dengan subjek sebanyak 13 anak. Dari hasil perhitungan uji t diperoleh hasil bahwa t hitung (9,227) > t tabel (2,179) sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Artinya terdapat pengaruh metode eksperimen terhadap kemampuan mengenal sebab akibat anak usia 5-6 tahun di RA Aisyiyah Mujahidin Tumbang Samba Kecamatan Katingan Tengah

    ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN OLEH GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PJOK DI SMA NUSANTARA PALANGKA RAYA

    Full text link
    Penggunaan media sangat dianjurkan untuk meningkatkan kualitas pengajaran sehingga tujuan dari pembelajaran tersebut dapat tercapai. Pengetahuan guru tentang media pembelajaran juga mempengaruhi terlaksananya proses pembelajaran dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tinggi penggunaan media pembelajaran PJOK oleh Guru PJOK untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Nusantara Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian dengan menggunakan penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu gejala yang ada pada saat penelitian dilakukan. Angket digunakan sebagai instrumen untuk mengumpulkan data yang diperlukan yang diberikan kepada guru dan siswa. Penulis juga melakukan wawancara terhadap guru dan siswa SMA Nusantara Palangka Raya untuk memperkuat data yang didapatkan. Hasil penelitian sebanyak 16 responden atau 39% responden menjawab penggunaan media pembelajaran dalam kategori tinggi dan sebanyak 21 responden atau 51% yang menjawab bahwa motivasi belajar dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil angket tentang media pembelajara yang diteliti yaitu media gambar, media rekaman, media video, dan media komputer sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Semakin seringnya penggunaan media belajar maka niat belajar siswa semakin tinggi, tidak merasa bosan, lebih cepat memahami materi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingginya penggunaan media terhadap motivasi belajar siswa. Hal ini juga dibuktikan dari hasil wawancara dengan tingginya penggunaan media pembelajaran maka motivasi dan niat belajar mereka semakin tinggi

    118

    full texts

    129

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Palangka Raya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇