Portal Jurnal Elektronik Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW)
Not a member yet
2881 research outputs found
Sort by
Latest Innovations in Facilities and Infrastructure Management: Implementation of an Efficient Management System
Schools face significant challenges in managing facilities and infrastructure due to limited awareness of security risks, maintenance procedures, and damage prevention strategies. This research addresses this gap by developing a facilities and infrastructure management system using the ADDIE model. This system not only aims to improve the efficiency and effectiveness of school asset management but also serves as a practical learning tool for vocational high school students specializing in office management and business services. This research employed a Research and Development (R&D) approach. The data conducted by using questionnaire and analyzed descriptively. The developed facilities and infrastructure management system underwent evaluation, and the findings confirmed its highly recommended and effectiveness in streamlining school asset management. Additionally, the system proved to be a suitable educational tool for vocational students, enhancing their practical skills and knowledge.
The COVID-19 Pandemic, Cost Stickiness, and Profitability
Abstrak. Cost stickiness mengacu pada peningkatan biaya sebagai respon atas kenaikan aktivitas yang lebih besar daripada penurunan biaya akibat penurunan aktivitas dengan besaran yang sama. Dalam hal ini, peran manajer dalam kebijakan penyesuaian sumber daya sangat mempengaruhi perilaku biaya tersebut dan berbagai faktor mempengaruhi kebijakan manajer tersebut, termasuk optimisme manajerial. Optimisime manajerial tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian dan krisis ekonomi, termasuk krisis terkini akibat pandemi COVID-19, akan sangat mengurangi optimisme manajer yang membuat manajer bersedia mengurangi sumber daya saat aktivitas penjualan, bahkan pada tingkat lebih besar daripada penurunan aktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara pandemi COVID-19, cost stickiness dan profitabilitas pada perusahaan publik Indonesia tahun 2018-2020. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) saat pandemi COVID-19 perusahaan mengurangi biaya SG&A lebih banyak untuk merespon penurunan penjualan dibandingkan saat tidak terjadinya COVID-19 (2) perusahaan yang mengalami penurunan pendapatan selama periode COVID-19 justru mengalami peningkatan kinerja keuangan. Penelitian ini mengindikasikan bahwa kenaikan laba tidak selalu dipengaruhi oleh kenaikan pendapatan, tapi juga bisa oleh penurunan biaya yang lebih besar daripada penurunan pendapatan.
Cost stickiness refers to an increase in costs when activities increase more than a decrease in costs in response to a decline in activities of the same magnitude. In this respect, managers play a crucial role in resource adjustment decisions, and various factors affect these decisions, including managerial optimism. In turn, managerial optimism is affected by economic conditions and economic crises, including the latest one affected by the Covid-19 pandemic. This will greatly reduce managerial optimism and motivate them to reduce greater resources when sales decline, even greater than the sales decline. Accordingly, this study tests the relationships between The Covid-19 pandemic, cost stickiness, and profitability of Indonesian listed firms in 2018-2020. We find that (1) firms reduce SG&A costs more to respond to sales decline during The Covid-19 pandemic, and (2) firms experiencing sales decline during The Covid-19 pandemic even exhibit better financial performance. Thus, this study indicates that higher profits are not always affected by increased income but also probably by cost decline that is greater than sales decline
Pemodelan Molekul untuk Pengaplikasian Senyawa Anti-UV dari Senyawa Kuersetin Menggunakan Pendekatan Semi Empiris
Sinar UV merupakan salah satu gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh matahari. Paparan sinar ultraviolet berlebih dapat menyebabkan dampak buruk bagi kulit, terlebih UV A dan UV B yang memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menyebabkan kerusakan pada kulit. Kuersetin merupakan salah satu senyawa golongan flavonoid yang dapat mengalami modifikasi pada struktur cincin benzenanya membentuk beberapa senyawa turunan kuersetin. Modifikasi struktur cincin benzena kuersetin memberikan pengaruh pada kemampuan kuersetin dalam menyerap sinar UV. Pada penelitian ini dilakukan permodelan struktur dan spektra UV pada tiga senyawa turunan kuersetin melalui metode semi empiris untuk mengetahui sifat dan efektivitas turunan kuersetin sebagai senyawa pelindung radiasi ultraviolet (UV). Studi komputasi yang dilakukan menggunakan Austin Model 1 (AM1) yang dapat memprediksi absorbtivitas UV pada senyawa. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa modifikasi senyawa kuersetin dengan gugus alkil (metil) pada senyawa 1, 2, dan 3 berpengaruh terhadap panjang ikatan, sudut dehedral, dan energi gap HOMO LUMO 3 senyawa turunan kuersetin tersebut. Data spektrum UV yang dihasilkan melalui pemodelan transisi elektron menunjukkan bahwa ketiga senyawa turunan kuersetin memiliki puncak absorpsi yang terletak pada wilayah UV-A. Ketiga senyawa turunan kuersetin tersebut memiliki potensi sebagai pelindung dari sinar UV-A
Pelatihan Manajemen Bimbingan dan Konseling di SD Bagi Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (KKKS SD) Kabupaten Boyolali
Kegiatan pengabdian masyarakat ini didasari adanya kebutuhan guru-guru sekolah dasar di Kabupaten Boyolali untuk meningkatkan kemampuan manajemen bimbingan dan konseling, khususnya keterampilan asesmen dan layanan anak berkebutuhan khusus. Metode kegiatan terbagi dalam tiga tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa semua peserta pelatihan sangat antusias selama mengikuti kegiatan dan dapat menerima pemahaman dan keterampilan layanan anak berkebutuhan khusus dengan baik.This community service activity is based on the need for elementary school teachers in Boyolali Regency to improve their guidance and counseling management skills. Apart from that, it is necessary to master basic needs assessment skills, especially in efforts to serve children with special needs at school. By increasing guidance and counseling management capabilities, comprehensive educational services can be improved for all students. The activity method is divided into three main stages, namely planning, implementing activities and evaluating. At the planning stage, the service team coordinates. At the implementation stage, training was carried out which was attended by elementary school teachers and principals. At the evaluation stage, interviews were conducted and Google forms were filled out by activity participants. The results of the activity showed that all training participants were very enthusiastic while participating in the activity and were able to receive a good understanding and skills of serving children with special needs
PERBANDINGAN PENAFSIRAN HUKUM ATAS UNSUR-UNSUR TINDAK PIDANA PELANGGARAN JANJI PESANAN DARI KONSUMEN OLEH PELAKU USAHA
Penelitian ini hendak mengangkat isu hukum tentang perbedaan penafsiran hukum atas unsur-unsur Tindak Pidana Pelanggaran Janji Pesanan dari Konsumen oleh Pelaku Usaha dalam Putusan Mahkamah Agung No. 179 K/Pid.Sus/2011 yang menafsirkan unsur kedua Tindak Pidana a quo yaitu semua perbuatan Pelaku Usaha yang melanggar Janji Pesanan dari Konsumen merupakan perbuatan pidana, dan Putusan Mahkamah Agung No. 1663 K/Pid.Sus/2018 yang menafsirkan unsur kedua Tindak Pidana a quo yaitu semua perbuatan Pelaku Usaha yang melanggar Janji Pesanan dari Konsumen merupakan perbuatan pidana kecuali Janji Pesanan tersebut didasarkan pada Perjanjian Pengikatan Jual Beli serta terdapat suatu perjanjian antara Pelaku Usaha dengan Konsumen untuk menyelesaikan sengketa yang akan timbul secara keperdataan. Penelitian ini menggunakan Jenis Penelitian Hukum Normatif. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya perbedaan penafsiran hukum tersebut yaitu adanya ketidakjelasan unsur-unsur Tindak Pidana a quo, kebebasan hakim, dan tidak ada pedoman penafsiran hukum atas unsur-unsur Tindak Pidana a quo
PERTANGGUNGJAWABAN PARTAI POLITIK DALAM PENCATUTAN DATA DIRI SESEORANG TANPA PERSETUJUAN
Tujuan studi ini adalah untuk mengkaji urgensi perumusan pencatutan data diri yang dilakukan oleh pertai politik dalam rangka pemenuhan persyaratan keanggotaan peserta pemilihan umum sebagai tindak pidana pemilu dan juga bentuk pertanggungjawaban dari partai politik terhadap pemilik data diri yang menjadi korban pencatutan. Studi ini menggunakan metode penelitian hukum deskriptif normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil studi menunjukkan bahwa tidak dirumuskannya pencatutan data diri yang dilakukan oleh partai politik sebagai bagian dari tindak pidana pemilu membuat banyaknya kasus yang terjadi pada saat mendekati pemilihan umum. Meskipun perlindungan terkait data diri sudah dirumuskan dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Diri, akan tetapi penegakannya masih kurang efektif sehingga menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Penelitian ini berargumen bahwa pemerintah perlu merumuskan pencatutan data diri sebagai bagian dari tindak pidana pemilu dan juga merumuskan sanksi bagi partai politik yang melakukan pencatutan data diri dalam Undang-Undang Pemilu
THE RELATIONSHIP BETWEEN PREGNANT WOMEN'S OCCUPATIONAL TYPE AND COMORBIDITY STATUS DURING THE COVID-19 PANDEMIC
Ibu hamil rentan terhadap COVID-19 karena mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh dan perubahan fisiologis selama kehamilan, serta risiko yang meningkat jika memiliki penyakit bawaan seperti hipertensi atau diabetes. Namun, kesibukan kerja sering membuat ibu hamil jarang memeriksakan diri untuk itu tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara jenis pekerjaan ibu hamil dengan status komorbiditas selama pandemi COVID-19 di Puskesmas Suruh. Metode yang digunakan adalah kuantitatif crossectional. Sejumlah 124 partisipan didapatkan dengan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan Lembar Checklist. Variabel pada penelitian ini adalah jenis pekerjaan dan status komorbiditas. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisa univariate dan bivariate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis pekerjaan dengan komorbiditas ibu hamil.Pregnant women are vulnerable to COVID-19 because they experience a decrease in the immune system and physiological changes during pregnancy, as well as an increased risk if they have congenital diseases such as hypertension or diabetes. However, busy work often means that pregnant women rarely check themselves. This research aims to determine the relationship between the type of work of pregnant women and comorbidity status during the COVID-19 pandemic at the Suruh Community Health Center. The method used is quantitative cross-sectional. The sample was obtained using a total sampling technique. Data was collected using a checklist sheet. The variables in this study are work and comorbidity status. The analysis techniques used are univariate and bivariate analysis. The results showed no significant relationship between type of work and comorbidities in pregnant women
Pelatihan Kesiapan Kerja untuk Meningkatkan Career Adaptability pada Siswa SMK di Kabupaten Temanggung
Data from the Central Statistics Agency (BPS) shows that vocational school graduates occupy the highest position in the unemployment rate. The problem found in several vocational schools in Temanggung is the lack of work readiness seen from career adaptability which is the individual's readiness to face predictable tasks and be able to participate in work roles and be able to adapt to unexpected situations that arise due to changes in conditions. work (Savickas, 2005). Therefore, To increase work readiness in vocational school students, a work readiness training program is needed to increase career adaptability in vocational school students in Temanggung Regency. The aim of this research is to determine the increase in the implementation of vocational school student employment readiness training programs. The method used is quantitative experimentation with a one group pretest-posttest design. The side technique used was a saturated sampling technique with 10 vocational school students as participants. Data analysis used the Wilcoxon Signed Rank test. The research results showed that the implementation of the work readiness training program was able to increase career adaptability in vocational school students (Z = -2.859 and sig = 0.004).Data from the Central Statistics Agency (BPS) shows that vocational school graduates occupy the highest position in the unemployment rate. The problem found in several vocational schools in Temanggung is the lack of work readiness seen from career adaptability which is the individual's readiness to face predictable tasks and be able to participate in work roles and be able to adapt to unexpected situations that arise due to changes in conditions. work (Savickas, 2005). Therefore, To increase work readiness in vocational school students, a work readiness training program is needed to increase career adaptability in vocational school students in Temanggung Regency. The aim of this research is to determine the increase in the implementation of vocational school student employment readiness training programs. The method used is quantitative experimentation with a one group pretest-posttest design. The side technique used was a saturated sampling technique with 10 vocational school students as participants. Data analysis used the Wilcoxon Signed Rank test. The research results showed that the implementation of the work readiness training program was able to increase career adaptability in vocational school students (Z = -2.859 and sig = 0.004).
ABSTRAK
Data Data Badan Pusat Statistik (BPS menunjukkan bahwa lulusan SMK menduduki posisi tertinggi pada tingkat penganggurannya. Permasalahan yang ditemukan pada beberapa SMK di temanggung yakni kurangnya kesiapan kerja dilihat dari adaptabilitas karir yang merupakan kesiapan individu dalam menghadapi tugas-tugas yang dapat diprediksi dan dapat berpartisipasi dalam peran kerja serta dapat menyesuaikan diri dalam situasi yang tidak terduga yang muncul karena adanya perubahan dalam kondisi kerja (Savickas, 2005). Maka dari itu, untuk meningkatkan kesiapan kerja pada siswa SMK, diperlukan adanya program pelatihan kesiapan kerja untuk meningkatkan adaptabilitas karir (career adaptability) pada siswa SMK di Kabupaten Temanggung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan dari penerapan program pelatihan kesiapan kerjai siswa SMK. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Teknik sampling yang digunakan teknik sampling jenuh dengan partisipan sebanyak 10 siswa SMK. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan program pelatihan kesiapan kerja mampu meningkatkan career adaptability pada siswa SMK (Z = -2.859 dan sig = 0,004).
 
The Relationship Between Self-Regulation in Learning and Career Maturity in Class XI-XII Students of SMAKr Pandhega Jaya Kupang
This study aims to examine the relationship between self-regulation in learning and career maturity among 11th-12th grade students at SMA Kristen Pandhega Jaya. Self-regulation in learning encompasses the ability to plan, monitor, and evaluate learning activities independently, while career maturity involves the readiness to make mature career decisions. This research used a correlational quantitative method with a sample of 58 students. Data were collected through questionnaires measuring self-regulation in learning and career maturity scales, and analyzed using the Pearson correlation technique. The results showed a significant positive relationship between self-regulation in learning and career maturity (r = 0.543, p < 0.05), indicating that students with good self-regulation tend to have higher career maturity. The implications of this study emphasize the importance of developing self-regulation in learning programs to support students' career maturity.
Keywords: self-regulation in learning, career maturity, high school students, correlation
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara regulasi diri dalam belajar dengan kematangan karier pada siswa kelas XI-XII SMA Kristen Pandhega Jaya. Regulasi diri dalam belajar mencakup kemampuan perencanaan, pemantauan, dan evaluasi aktivitas belajar secara mandiri, sementara kematangan karier melibatkan kesiapan dalam membuat keputusan karier yang matang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan sampel sebanyak 58 peserta didik. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala regulasi diri dalam belajar dan skala kematangan karier, kemudian dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson. Hasil menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara regulasi diri dalam belajar dengan kematangan karier (r = 0,543, p < 0,05), mengindikasikan bahwa peserta didik dengan regulasi diri yang baik cenderung memiliki kematangan karier yang lebih tinggi. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya program pengembangan regulasi diri dalam belajar untuk mendukung kematangan karier peserta didik.
Kata kunci: regulasi diri dalam belajar, kematangan karier, peserta didik SMA, korelas
Analisis Input-Output Dan Dampak Investasi Pariwisata Terhadap Perekonomian Jawa Tengah
The tourism sector in Central Java has great potential that can be developed through investment flows. This research aims to identify the position of the tourism sector as an economic driver in Central Java Province in 2023 through an analysis of forward and backward linkages, inter- sectoral linkages, output multipliers, household income, and employment. This research also analyzes the impact of a 114 billion Rupiah investment shock in the tourism sector based on the Strategic Plan of the Youth, Sports, and Tourism Agency of Central Java Province for 2023 on the Central Java economy. This study contributes by analyzing Central Java’s tourism sector from the perspective of the latest Input-Output analysis by updating the 2016 Input-Output table using the RAS method. The analysis results show that the tourism sector is a leading sector capable of driving the Central Java economy. The output multiplier for the tourism sector is 1.594, while the household income multiplier is 0.00005, and the employment multiplier is 0.031. The investment flow into the tourism sector also generates significant additional output, household income, and employment for the tourism sector. Moreover, tourism investment has a positive impact on other sectors, especially the manufacturing sector