Portal Jurnal Elektronik Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW)
Not a member yet
2881 research outputs found
Sort by
Analisis Kesesuaian Penerapan Project Based Learning dengan Aktivitas Pembelajaran Pada Guru Sekolah Dasar
Project Based Learning (PjBL) has been successfully identified as an effective learning model in the 21st century. This model has become popular among elementary school teachers. However, there are doubts about the suitability of implementing learning activities using PjBL. The ideal PjBL standard becomes too high for elementary school students. Therefore, the aim of this research is to do academic supervision steps that are able to prove these doubts. Quantitative descriptive is the type of research taken to obtain data. The research subjects were taken from four public and private schools in Salatiga City. Research data is divided into three components, therefore: the basic understanding of PjBL, suitability of model implementation, and self-reflection after implementation. It was concluded that the implementation of learning using the PjBL model by elementary school teachers was not appropriate. The research results suggest follow-up action in the form of action research to improve the abilities of elementary school teachers.Project Based Learning
(PjBL) telah berhasil diidentifikasi sebagai salah satu model pembelajaran abad 21 yang efektif. Model ini menjadi populer di kalangan guru SD. Namun, terdapat keraguan tentang kesesuaian penerapan PjBL dalam aktivitas pembelajaran. Hal ini terjadi karena idealisme PjBL menjadi terlalu tinggi untuk siswa SD. Oleh karena itu tujuan penelitian adalah melakukan langkah supervisi akademik yang mampu membuktikan keraguan tersebut. Deskriptif kuantitatif menjadi jenis penelitian yang diambil untuk mendapatkan data. Subyek sasaran penelitian diambil dari empat sekolah negeri dan swasta di Kota Salatiga. Data penelitian dibagi menjadi tiga komponen, yaitu: pemahaman dasar PjBL, kesesuaian implementasi model, dan refleksi diri pasca implementasi PjBL. Dengan data yang diperoleh, disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran dengan model PjBL oleh guru SD belum sesuai. Hasil penelitian menyarankan adanya tindak lanjut berupa action research untuk meningkatkan kemampuan guru SD
Pengembangan Media Pembelajaran Perubahan Bumi Berbasis Android untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa
Aplikasi berbasis Android dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas dan efektivitas media pembelajaran perubahan bumi berbasis android dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian dilakukan di gugus Kecamatan Sidomukti, yakni SD Negeri Mangunsari 03, SD Negeri Kalicacing 02, dan SD Negeri Dukuh 01, dengan total 62 siswa kelas lima. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model pengembangan ASSURE. Data dikumpulkan melalui wawancara, rubrik penilaian uji validitas, rubrik penilaian kemampuan berpikir kritis, dan kuesioner tanggapan siswa. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kategoris dan persentase, serta uji T menggunakan uji-t sampel berpasangan dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran ini valid dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Validasi ahli media mendapat skor 92%, validasi ahli material 86%, dan validasi ahli desain 95,4%, semuanya dalam kategori yang sangat tinggi. Efektivitas pembelajaran IPAS dinilai sangat efektif berdasarkan respon siswa dengan skor persentase 87,7% dan guru dengan skor persentase 93,3%. Uji t sampel berpasangan menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000, yang membuktikan bahwa media ini secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.Android-based applications can be an effective learning media to improve students' critical thinking skills. This study aims to test the validity and effectiveness of android-based earth change learning media in improving students' critical thinking skills. The research was conducted in Sidomukti sub-district cluster schools, namely SD Negeri Mangunsari 03, SD Negeri Kalicacing 02, and SD Negeri Dukuh 01, with a total of 62 fifth grade students. The method used was research and development (R&D) with the ASSURE model. Data were collected through interviews, validity test assessment rubric, critical thinking ability assessment rubric, and student response questionnaire. Data were analyzed using categorical descriptive techniques and percentages, as well as T tests using paired sample t-test with SPSS. The results showed that this learning media was valid and effective in improving students' critical thinking skills. Media expert validation scored 92%, material expert validation 86%, and design expert validation 95.4%, all in the very high category. The effectiveness of IPAS learning is considered very effective based on student responses with a percentage score of 87.7% and teachers with a percentage score of 93.3%. The paired sample t-test showed a significance value (2-tailed) of 0.000, which proved that this media significantly improved students' critical thinking skills
Sintesis dan Karakterisasi Nanopartikel TiO2, Al, dan Zn dengan Metode Hydrothermal
Penelitian ini dilakukan sintesis nanopartikel menggunakan metode hydrothermal. Metode hydrothermal adalah proses pembentukan material dengan penggunaan air pada suhu rendah dan tekanan tinggi untuk merubah struktur kristal dan membentuk material nano-struktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi permukaan karakteristik nanopartikel TiO2, Al, dan Zn yang disintesis menggunakan metode hydrothermal. Sejumlah senyawa Co(NO3)2.6H2O dan Ni(NO3)2.6H2O digunakan pada penelitian ini. Setelah tahap dispersi sampel akan dimasukan ke dalam reaktor autoclave. Penelitian ini dilakukan dengan metode hydrothermal yaitu dengan pemanasan tinggi dengan suhu 150 ℃ dalam waktu 24 jam. Selanjutnya sampel akan dikarakterisasi dengan metode pengujian SEM untuk mengetahui morfologi permukaan nanopartikel. Hasil pengujian SEM sampel TiO2 memiliki bentuk seperti bongkahan yang tidak teratur dan memiliki ukuran yang cukup bervariasi. Pengujian SEM sampel nanopartikel Al menunjukan bentuk yang teratur serta berukuran kecil. Morfologi nanopartikel Zn memiliki bentuk yang sangat kecil dan halus terdapat beberapa partikel yang memiliki ukuran lebih besar dan kurang teratur. Dengan salah satu yang dapat disimpulkan Nanopartikel TiO2, Al, dan Zn, berhasil disintesis dengan metode hydrothermal dan menggunakan Zn(NO3)2.6H2O, Al(NO3)3.9H2O, serta TiO2 sebagai bahan baku dan terjadinya perubahan warna pada sampel pada setiap tahap yang dilakukan. Sampel memiliki warna yang beragam sehingga pada tahap awal menjadi larutan berwarna kuning pekat dan setelah menjadi nanopartikel menjadi hitam
Analisis Literatur: Pembelajaran IPA Integrasi Lahan Gambut
Lahan gambut merupakan ekosistem vital bagi lingkungan global untuk menghadapi ancaman serius dari aktivitas manusia seperti deforestasi dan konversi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dan mengevaluasi pendekatan, metode, serta praktik pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang terintegrasi dengan konteks lahan gambut, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa tentang konservasi. Melalui metodologi studi literatur, penelitian ini menganalisis berbagai sumber ilmiah relevan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi efektivitas metode pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai ekosistem lahan gambut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis literasi sains, kearifan lokal, dan kreativitas, serta pendekatan interdisipliner yang menggabungkan aspek ekologi, biologi, kimia, dan ilmu tanah, dapat meningkatkan pemahaman holistik dan kesadaran lingkungan siswa. Penggunaan teknologi seperti simulasi komputer dan pemetaan digital terbukti efektif dalam memvisualisasikan kompleksitas ekosistem lahan gambut. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi pentingnya melibatkan komunitas lokal dan pengetahuan tradisional dalam kurikulum pembelajaran. Pendekatan berbasis proyek, eksperimen lapangan, dan metode pembelajaran kolaboratif juga direkomendasikan untuk memfasilitasi pengalaman langsung dan pemecahan masalah terkait pengelolaan lahan gambut. Implikasi dari penelitian ini mencakup rekomendasi untuk pengembangan kurikulum dan pelatihan guru yang berfokus pada integrasi IPA dengan isu-isu lingkungan lokal, khususnya lahan gambut. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efisien dalam mengintegrasikan IPA dengan konteks lahan gambut, guna mendukung upaya konservasi dan pengelolaan berkelanjutan ekosistem kritis ini
Tinjauan Teori Keadilan John Rawls Terhadap Peran GPIB Paulus Jakarta dalam Menyikapi Kemiskinan di Jakarta Pusat
Poverty is a social problem that still occurs and greatly affects all aspects of people's lives. Poverty causes social inequality, inequality, and injustice in society. The Special Capital Region (DKI) Jakarta as the capital city of Indonesia and the centre of all lines such as government and economy has a crucial poverty problem and is quite difficult to solve. Many efforts have been made by the government, various agencies, including the church to deal with the problem of poverty in DKI Jakarta. This research aims to analyse and understand how the role of the Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Paulus in addressing poverty in Central Jakarta is viewed based on John Rawls' theory of justice. John Rawls views that justice can be said to be justice when it sides with marginalised people. This research uses a descriptive qualitative method with participants from the Pelkes Commission (Service and Witness) of GPIB Paulus Jakarta. The results of this study show that the role of GPIB Paulus Jakarta in addressing poverty in Central Jakarta is carried out through Pelkes programmes, especially in the form of Diakonia action. In terms of John Rawls' theory, the Diakonia action carried out by GPIB Paulus Jakarta is fairness justice towards the problem of poverty in Central Jakarta
Identifikasi penyakit pada foliage tanaman cendana menggunakan algoritma ID3 berdasarkan fitur GLCM dan Color Moment
The main cause of the decreased economic value of sandalwood trees is disease. There are several ways to detect (identify) diseases in sandalwood trees, one of which is through the leaves. One way to identify the disease is by observing the color and shape of the leaves affected by the disease using image processing or computer vision. In this study, the GLCM feature is combined with the Color Moment feature to analyze the disease of the Sandalwood leaves, especially the mean value of each RGB in the Sandalwood leaf image. The ID3 algorithm is chosen as a learning method to analyze texture and color extraction data to determine the type of disease. The data testing results showed an accuracy level of 92.31% when the GLCM feature is combined with the Color Moment feature. It indicates that the combination of these features provides good results in detecting and classifying the type of disease in Sandalwood leaves.Penyebab utama turunnya nilai ekonomi dari pohon cendana adalah penyakit. Ada beberapa cara untuk mendeteksi (identifikasi) penyakit pada pohon cendana, salah satunya melalui daun. Salah satu cara melakukan identifikasi adalah dengan mengamati warna dan bentuk daun yang terserang penyakit menggunakan pengolahan citra atau visi komputer. Dalam penelitian ini dilakukan analisis penyakit pada daun Cendana dengan menggabungkan fitur GLCM dengan fitur Color Moment, khususnya nilai mean pada tiap saluran RGB dalam citra daun Cendana. Algoritma ID3 dipilih sebagai metode pembelajaran untuk menganalisis data hasil ekstraksi tekstur dan warna guna menentukan jenis penyakit. Hasil pengujian data menunjukkan tingkat akurasi sebesar 92,31% saat fitur GLCM digabungkan dengan fitur Color Moment. Hal ini menandakan bahwa penggabungan fitur tersebut memberikan hasil yang baik dalam mendeteksi dan mengklasifikasikan jenis penyakit pada daun Cendana
Pengembangan model akustik dengan deep neural network untuk sistem pengenalan wicara bahasa Indonesia
The Deep Neural Network (DNN)-based approach offers significantly higher accuracy compared to traditional methods such as Hidden Markov Model (HMM)-Gaussian Mixture Model (GMM) in acoustic model development. In this research, three popular DNN variants were evaluated: Time-Delay Neural Network (TDNN), Long Short-Term Memory (LSTM), and a hybrid combination of TDNN-LSTM for acoustic model development in Indonesian speech recognition. Using the KDW-BPPT-50K-ASR1 speech data for over 92 hours, acoustic models were trained, and experiments were conducted to analyze their performance. Research results show that the hybrid TDNN-LSTM model achieved the best performance with a Word Error Rate (WER) of 9.67%, outperforming TDNN with a WER of 12.16% and LSTM with a WER of 10.6%. This finding confirms that the hybrid model is able to improve the accuracy of Indonesian speech recognition compared to using TDNN or LSTM separately. These results provide a significant contribution to the development of more accurate and efficient speech recognition systems.Pendekatan berbasis Deep Neural Network (DNN) menawarkan akurasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode tradisional seperti Hidden Markov Model (HMM)-Gaussian Mixture Model (GMM) dalam pengembangan model akustik. Dalam penelitian ini, tiga varian DNN populer dievaluasi: Time-Delay Neural Network (TDNN), Long Short-Term Memory (LSTM), dan kombinasi hibrid TDNN-LSTM untuk pengembangan model akustik dalam pengenalan wicara bahasa Indonesia. Data wicara yang digunakan adalah KDW-BPPT-50K-ASR1 dengan durasi lebih dari 92 jam, model akustik dilatih dan eksperimen dilakukan untuk menganalisis kinerjanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model hibrid TDNN-LSTM mencapai kinerja terbaik dengan Word Error Rate (WER) sebesar 9,67%, mengungguli TDNN dengan WER 12,16% dan LSTM dengan WER 10,6%. Penemuan ini menegaskan bahwa model hibrid mampu meningkatkan akurasi pengenalan wicara bahasa Indonesia dibandingkan dengan penggunaan TDNN atau LSTM secara terpisah. Hasil ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan sistem pengenalan wicara yang lebih akurat dan efisien
Priming Benih Cabai (Capsicum annum L.) dengan Ekstrak Tumbuhan Paku (Davallia denticulata) yang Diekstrak dengan Beberapa Jenis Pelarut
Priming benih merupakan perlakuan pada benih sebelum tanam dengan hidrasi terkontrol yang mampu meningkatkan perkecambahan. Salah satu ekstrak ekstrak yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan priming adalah paku (Davallia denticulata). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pelarut ekstrak dan konsentrasi terhadap perkecambahan benih cabai (Capsicum annum L.). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial dua faktor yang terdiri dari 3 ulangan, dilaksanakan bulan Agustus 2024. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teaching 4, Jurusan Biologi, Universitas Andalas. Perlakuan terdiri dari jenis pelarut, a1 (aquades), a2 (metanol), a3 (etanol), dan a4 (butanol). Faktor kedua konsentrasi ekstrak paku kaki tupai, b0 (0 ml/l), b1 (25 ml/l), b2 (50 ml/l), dan b3 (100 ml/l). Hasil penelitian menunjukkan bahwa priming dengan jenis pelarut berpengaruh terhadap daya kecambah, kecepatan tumbuh, indeks vigor, panjang akar, dan berat basah kecambah. Konsentrasi ekstrak paku berpengaruh terhadap daya kecambah, kecepatan tumbuh, indeks vigor, panjang akar dan berat kering kecambah.Seed priming is a pre-sowing treatment involving controlled hydration to enhance germination. One potential extract that can be used as a priming agent is fern (Davallia denticulata). This study aimed to determine the effect of different solvent types and extract concentrations on the germination of chili seeds (Capsicum annuum L.). The research was conducted using a factorial Completely Randomized Design (CRD) with two factors and three replications in August 2024 at the Teaching Laboratory 4, Department of Biology, Andalas University. The treatments consisted of solvent types: a1 (distilled water), a2 (methanol), a3 (ethanol), and a4 (butanol). The second factor was the concentration of squirrel’s foot fern extract: b0 (0 ml/L), b1 (25 ml/L), b2 (50 ml/L), and b3 (100 ml/L). The results showed that priming with different solvent types significantly affected germination rate, growth speed, vigor index, root length, and seedling fresh weight. Additionally, the fern extract concentration influenced germination rate, growth speed, vigor index, root length, and seedling dry weight
Implementasi sistem monitoring kualitas air berbasis IoT pada penampung mata air di daerah Larier Ambon
Penelitian ini mengembangkan sistem monitoring kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) di Larier, Kota Ambon. Sistem menggunakan mikrokontroler Arduino ESP32 dan platform Blynk untuk memantau parameter suhu, pH, dan Total Dissolved Solids (TDS) secara real-time. Sensor-sensor dikalibrasi untuk memastikan akurasi, dan evaluasi kinerja menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) menunjukkan hasil baik, khususnya pada sensor pH dan TDS. Pengujian lapangan dilakukan pada kondisi cuaca hujan dan panas untuk menilai stabilitas pengukuran. Hasil menunjukkan nilai TDS lebih tinggi pada kondisi panas, pH lebih tinggi saat hujan, sedangkan suhu relatif stabil. Sistem ini memungkinkan masyarakat memantau kualitas air secara mandiri melalui aplikasi, serta mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Implementasi ini menunjukkan potensi teknologi IoT dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap kualitas lingkungan lokal.This study develops an Internet of Things (IoT)-based water quality monitoring system in Larier, Ambon City. The system uses an Arduino ESP32 microcontroller and the Blynk platform to monitor temperature, pH, and Total Dissolved Solids (TDS) in real time. The sensors were calibrated to ensure measurement accuracy, and performance evaluation using Mean Absolute Percentage Error (MAPE) showed good results, particularly for pH and TDS sensors. Field testing was conducted under rainy and sunny weather conditions to assess measurement stability. The results indicated higher TDS values during sunny conditions, higher pH levels during rain, and relatively stable temperature readings. This system enables communities to independently monitor water quality through a mobile application and supports sustainable water resource management. The implementation demonstrates the potential of IoT technology to enhance community awareness and participation in monitoring local environmental quality
DATA TUNGGAL SOSIAL EKONOMI, PENURUNAN KEMISKINAN, DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN : PENGALAMAN INDONESIA : PENGALAMAN INDONESIA
Upaya penanggulangan kemiskinan di Indonesia terus mengalami dinamika, salah satunya melalui penguatan tata kelola data sosial ekonomi secara terpadu. Kebijakan Data Tunggal Sosial Ekonomi yang dicanangkan melalui Inpres No. 4 Tahun 2025 menjadi bagian dari strategi nasional dalam mewujudkan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yakni mempercepat pengurangan kemiskinan berbasis data yang akurat dan integratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis peran dan tantangan implementasi Data Tunggal Sosial Ekonomi dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melalui observasi lapangan, wawancara mendalam terhadap aktor-aktor kunci di kementerian/lembaga, serta telaah pustaka terhadap dokumen strategis dan kebijakan. Temuan menunjukkan bahwa meskipun terdapat komitmen politik yang kuat, pelaksanaan kebijakan ini menghadapi berbagai hambatan struktural dan teknis, seperti proses pemutakhiran data yang belum optimal, keterbatasan interoperabilitas antarsistem digital, serta lemahnya pemanfaatan data dalam siklus perencanaan pembangunan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan arsitektur tata kelola data lintas sektor, serta peningkatan literasi data di tingkat pembuat kebijakan untuk memastikan bahwa Data Tunggal benar-benar menjadi fondasi pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Kata kunci: satu data sosial ekonomi, pengentasan kemiskinan, tata kelola data, pembangunan berkelanjutan, integrasi sistem informasiUpaya penanggulangan kemiskinan di Indonesia terus mengalami dinamika, salah satunya melalui penguatan tata kelola data sosial ekonomi secara terpadu. Kebijakan Data Tunggal Sosial Ekonomi yang dicanangkan melalui Inpres No. 4 Tahun 2025 menjadi bagian dari strategi nasional dalam mewujudkan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yakni mempercepat pengurangan kemiskinan berbasis data yang akurat dan integratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis peran dan tantangan implementasi Data Tunggal Sosial Ekonomi dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melalui observasi lapangan, wawancara mendalam terhadap aktor-aktor kunci di kementerian/lembaga, serta telaah pustaka terhadap dokumen strategis dan kebijakan. Temuan menunjukkan bahwa meskipun terdapat komitmen politik yang kuat, pelaksanaan kebijakan ini menghadapi berbagai hambatan struktural dan teknis, seperti proses pemutakhiran data yang belum optimal, keterbatasan interoperabilitas antarsistem digital, serta lemahnya pemanfaatan data dalam siklus perencanaan pembangunan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan arsitektur tata kelola data lintas sektor, serta peningkatan literasi data di tingkat pembuat kebijakan untuk memastikan bahwa Data Tunggal benar-benar menjadi fondasi pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan