Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
    6019 research outputs found

    Pelatihan Pengaduan Masyarakat Melalui Kanal Pengaduan Pemerintah dan Media Sosial di MAN 1 Blitar

    No full text
    Pemerintah telah menyediakan kanal pengaduan secara resmi seperti melalui Ombudsman, SP4N Lapor dan melalui Kantor Staf Presiden. Pemerintah Kabupaten Blitar sendiri telah memiliki kanal pengaduan resmi https://dashboardpsc.blitarkab.go.id/landing dan sms center. Namun masyarakat terkadang lebih memilih menyampaikan keluhannya melalui media social yang mereka miliki. Sebagaimana kalimat “no viral no justice”. Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang pengaduan masyarakat kepada siswa dan siswi MAN 1 Blitar. Metode pelatihan yang digunakan adalah klasikal non randomize control group pre-test and post-test design. Pelatihan diberikan dalam bentuk pre-test, post-test, pemberian materi dan pemberian buku saku pengaduan masyarakat. Terdapat 15 pertanyaan yang sama diberikan kepada peserta dalam pre-test dan post-test. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya kenaikan rerata nilai dari 45% ke 57%. Walau nilai ini masih kurang dari harapan namun pengetahuan siswa dan siswi terkait kanal pengaduan resmi pemerintah yang dapat digunakan untuk menyampaikan pengaduan masyarakat meningkat tajam. Begitupun pengetahuan mereka tentang faktor yang mempengaruhi pengaduan, jenis identitas yang harus dimiliki untuk menyampaikan pengaduan, serta instansi yang mengawasi pelayanan publik

    Pengembangan Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah Melalui Penguatan Keterampilan Coaching di Sekolah Dasar Kota Yogyakarta

    No full text
    Program pengembangan kepemimpinan instruksional untuk kepala sekolah dasar bertujuan memperkuat keterampilan coaching yang diperlukan dalam supervisi pembelajaran. Program ini menggunakan model pelatihan "in-on-in" yang dilaksanakan dalam tiga tahapan: pembelajaran in-service 1, pembelajaran di tempat kerja, dan pembelajaran in-service 2. Empat belas kepala sekolah dasar negeri di Yogyakarta berpartisipasi. Program ini fokus pada pengembangan keterampilan coaching, termasuk mendengarkan aktif, membangkitkan kesadaran, dan memfasilitasi pertumbuhan. Setelah seluruh tahapan program dilaksanakan, 85% peserta melaporkan pemahaman yang lebih dalam tentang peran kepala sekolah dalam coaching, sebagian besar pun merasa lebih percaya diri untuk mendukung pengembangan guru. Selain itu, program ini memperoleh wawasan tambahan mengenai pentingnya pemahaman terhadap budaya sekolah dan bagaimana kepala sekolah dapat melakukan coaching dengan metode percakapan yang lebih reflektif serta berorientasi pada tujuan dengan guru

    Pelestarian Sinonim dan Antonim Dayak Bakati Kabupaten Bengkayang Kecamatan Lumar Kalimantan Barat

    No full text
    Bahasa Dayak Bakati merupakan salah satu bahasa daerah yang masih digunakan di Kecamatan Lumar, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Kekayaan kosakata bahasa ini mencerminkan nilai budaya dan kearifan lokal masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan dan menganalisis sinonim dan antonim dalam bahasa Dayak Bakati sebagai upaya pelestarian bahasa dan budaya. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan penutur asli dan dokumentasi kosakata yang telah tersedia. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi sinonim yang memperkaya ekspresi bahasa serta antonim yang berfungsi memperjelas makna dan membedakan konsep dalam komunikasi sehari-hari. Kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pelestarian bahasa Dayak Bakati dan sebagai referensi linguistik dalam pengembangan bahasa daerah di Indonesia

    Penggunaan Variasi Bahasa Berdasarkan Faktor Sosial dan Situasional pada Lingkungan UMKM di Desa Bayur Kidul: Kajian Sosiolinguistik

    No full text
    Penelitian ini mengkaji penggunaan variasi bahasa berdasarkan faktor sosial dan situasional pada lingkungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bayur Kidul, Kabupaten Karawang, melalui pendekatan sosiolinguistik. Tujuan penelitian ialah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk variasi bahasa yang digunakan oleh pelaku UMKM serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya dalam interaksi jual beli. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam kepada pelaku UMKM. Objek kajian dalam penelitian ini berupa bentuk-bentuk variasi bahasa yang dilatarbelakangi oleh beberapa faktor dan dianalisis dengan menggunakan kajian sosiolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi bahasa yang digunakan meliputi bahasa Jawa, bahasa Sunda, dan bahasa Indonesia. Pemilihan variasi bahasa sangat dipengaruhi oleh 1) faktor sosial yang mencakup; usia, jenis kelamin, dan status sosial, serta 2) faktor situasional yang mencakup; tujuan interaksi, tempat, hubungan antar individu, topik pembicaraan, dan asal daerah penutur. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan sebanyak 41 data variasi bahasa dengan sebaran 15 data pada faktor sosial, dan 26 data pada faktor situasional. Penyesuaian bahasa dalam interaksi UMKM tidak hanya sebagai identitas dan kedekatan sosial, tetapi juga menjadi strategi komunikasi untuk membangun relasi, meningkatkan keberhasilan transaksi, dan memperluas jangkauan pasar

    INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS FEED STEM TIKTOK PADA PEMBELAJARAN DASAR PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK DAN GAME MATERI SISTEM KOMPUTER DI SMK

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis fitur Feed STEM TikTok pada mata pelajaran Dasar Pengembangan Perangkat Lunak dan Game (DPPLG) materi Sistem Komputer untuk siswa kelas X SMK. Latar belakang penelitian didasari oleh kurangnya minat dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran yang masih bersifat konvensional, serta potensi besar platform TikTok sebagai media edukatif yang interaktif dan sesuai dengan karakteristik generasi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah RD dengan model pengembangan ADDIE. Media yang dikembangkan berupa konten video pendek yang disusun dalam format feed TikTok, dilengkapi dengan kuis interaktif menggunakan website Wordwall. Validasi dilakukan oleh ahli media 1 dengan persentase sebanyak 93,33 % “Sangat Layak”, ahli media 2 dengan persentase sebanyak 80 % “Sangat Layak” dan ahli materi dengan persentase sebanyak 83,33 % “Sangat Layak”, serta uji coba terbatas kepada 36 siswa kelas X RPL di SMK Negeri 10 Semarang dengan persentase 77,66% “Layak”. Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran ini dinyatakan sangat layak dari validator ahli media dan validator ahli materi. Uji coba pengguna juga menunjukkan respon positif dengan kategori layak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah media pembelajaran berbasis Feed STEM TikTok layak sebagai alternatif media pembelajaran untuk mendukung pembelajaran DPPLG materi Sistem Komputer

    Profil berpikir siswa SMP dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan gender

    No full text
    Divergent thinking is characterized by thinking in all directions, always trying various solutions to solve problems, so several ideas or solutions emerge. Divergent thinking in this study is based on four aspects; fluency, flexibility, originality, and elaboration. This study used a descriptive qualitative approach with two subjects of class VIII students of SMP Negeri 1 Ploso Jombang in the academic year 2024/2025, male student are (BAE) and female student are (AN). Data collection technique for this research carried out by giving the DTT written test and interviews. Data were collected through the Divergent Thinking Test (DTT) and semi-structured interviews had been validated by experts. This research is a qualitative descriptive research. The selection of subjects in this study considering by gender. For data collection technique in this study using a DTT written test and interview. Data analysis method carried out with three stages of analysis. The results showed that the female subject (AN) excelled in all indicators of divergent thinking AN produced three different problem-solving strategies, such as calculating the area of the outer square minus the shaded area, dividing the square into two rectangles, and dividing the square into smaller elements. AN provided a detailed explanation in developing the solution. Subject BAE produced two strategies, which tended to be simpler and conventional, without much variation. In the aspect of problem solving based on Polya's steps (understanding the problem, planning the solution, executing the solution, and re-examining), both subjects could follow the steps. However, AN showed more depth in planning and re-examining, by exploring various alternative strategies and BAE was simpler in solving the problem and thought more efficiently

    Profil Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP Ditinjau dari Gaya Kognitif

    No full text
    This study investigates the critical thinking profiles of junior high school students based on their cognitive styles, Field Independent (FI) and Field Dependent (FD), within the context of solving contextual geometry problems. Critical thinking is an essential component of 21st-century mathematics learning, yet national and international assessments indicate that Indonesian students still struggle to demonstrate higher-order reasoning, particularly in geometry. To explore how cognitive style shapes students’ thinking processes, this study employed a descriptive qualitative approach involving four eighth-grade students selected purposively, consisting of two FI and two FD students determined using the GEFT. Data were collected through contextual geometry tests, task-based interviews, documentation, and field notes. The data were analyzed using Miles, Huberman, and Saldaña’s interactive model with support from NVivo for qualitative coding. Findings show that FI students produced higher and more consistent coding frequencies on the indicators of interpretation, analysis, evaluation, and explanation, and displayed more structured reasoning. In contrast, FD students demonstrated limited elaboration, intuitive responses, and lower coding frequencies. These results confirm that cognitive style significantly influences the depth of critical thinking. The study implies the need for differentiated mathematics instruction that accommodates students’ cognitive profiles to enhance critical thinking in geometry learning

    Kreativitas Anak Usia Dini pada Strategi Pembelajaran Berbasis Proyek Menggunakan Bahan Bekas di KB Mutiara Bunda Bumiayu

    No full text
    The background of this research is that some children have inhibited creativity development because they have difficulty in conveying ideas and concepts during the learning process. Some children are less interested in creative activities. The objectives of this study are: 1) to determine the creativity of early childhood through project-based learning strategies using used materials at KB Mutiara Bunda Bumiayu; 2) to determine the supporting and inhibiting factors of early childhood creativity through project-based learning strategies using used materials at KB Mutiara Bunda Bumiayu. This study uses qualitative research with a survey design. Primary data sources were obtained from early childhood group B. Data collection used observation, interviews, and documentation. Data validity testing used data credibility with technical triangulation. Data analysis techniques used qualitative descriptive. The results of the study showed that: 1) early childhood group B at KB Mutiara Bunda Bumiayu has creativity in making underwater decorations using used materials through a project-based learning model. Children have imagination in making underwater decorations using used materials, such as: used cardboard, used styrofoam, glue, white paper, small stones, pictures of fish, and plastic grass. Children dare to try making underwater decorations using used materials. Children can explore underwater conditions through TV shows and YouTube. Children can turn used materials into underwater decorations. 2) Supporting factors for the development of children's creativity, namely children get motivation, direction, materials, and tools to make underwater decorations from teachers. 3) Inhibiting factors for the development of children's creativity, namely children need a lot of time to express ideas in decorating the underwater using used materials. The suggestion of this study is that children should be able to utilize used materials, so that they get works that can increase their creativity. Children should be more active in learning through project-based learning strategies using used materials

    Penggunaan Modifikasi Permainan Bola Voli Untuk Meningkatkan Kemampuan Passing Bawah Pada Peserta Didik SMAN 11 Semarang

    No full text
    This research aims to determine the use of learning to play 3 on 3 on the results of volleyball bottom passing skills in Class XI students of SMA Negeri 11 Semarang. The research contains the impact of the training method with 3 on 3 games on bottom passing skills. A pretest-posttest design involving one group was used for this study. The research population consisted of 35 students involved in Class XI of SMA Negeri 11 Semarang. The sampling technique applied is purposive sampling, which is taken from the lowest average pjok results in class XI. This study uses the test as an instrument, especially the lower pass test (Brumbach Forearm Pass Wall Volley Test). Normality tests, homogeneity tests, and hypothesis tests are some of the analyses used in the research. The volleyball bottom passing skill based on the comparison of the calculated t value obtained a score of 7,562 greater with a t-value of 2,030. Based on the results of the research that has been carried out, the use of 3 on 3 game modification media in learning football under passing material can provide an improvement in student learning outcomes, with a high level of completeness. For other researchers, it is also hoped that they will be able to conduct further research using materials outside of voleyball learning

    Peran Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Pada Anak Berkebutuhan Khusus Di KB Tunas Karya Sigambir

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui peranan guru dalam meningkatkan motivasi belajar pada anak berkebutuhan khusus pada pendidikan inklusif tepatnya di KB Tunas Karya Sigambir. Motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki keterbatasan fisik, intelektual, emosi dan sosial. Peranan Guru dalam hal ini sangatlah penting sebagai seorang guru kita harus bisa memahami karakteristik umum dan khusus yang dimiliki oleh anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini mengambil 2 (dua) responden yang termasuk dalam guru kelas di KB Tunas Karya Sigambir. Metode pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara. Teknik wawancara dilakukan dengan tidak terstruktur dengan menggunakan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan guru dalam meningkatkan motivasi belajar anak berkebutuhan khusus di KB Tunas Karya Sigambir bisa dikatakan mampu dalam membantu anak berkebutuhan khusus dalam meningkatkan motivasi belajarnya dengan melakukan berbagai cara salah satunya dengan melakukan pendekatan khusus dan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi anak

    267

    full texts

    6,019

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Universitas PGRI Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇