Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
    6019 research outputs found

    Instructional Tasks for Fostering Scientific Creativity in Physics Education: A Systematic Review (2020–2024)

    No full text
    This systematic literature review explores research on scientific creativity in physics education published between 2020 and 2024, with a particular focus on the intersection of instructional tasks and physics topics. Using PRISMA-based identification, screening, eligibility, and synthesis procedures, 130 initial records from Scopus were narrowed to 20 eligible studies that explicitly addressed both instructional task types and physics-related content. Instructional tasks were classified into seven categories as problem finding, open-ended problem solving, creative experiment design, hypothesis generation, modeling tasks, product improvement, and interdisciplinary tasks, while physics topics were coded from domain-specific subjects to broader categories. Findings indicate a strong dominance of modeling tasks, particularly when paired with general topics, reflecting their adaptability to varied instructional contexts and alignment with STEM or STEAM frameworks. In contrast, tasks such as creative experiment design and product improvement were less represented, and domain-specific topics appeared infrequently. This pattern suggests a tendency toward flexible but generalized approaches to fostering creativity, potentially at the expense of deep disciplinary engagement. The review highlights the need to diversify instructional tasks and embed creative learning within core physics content. These insights carry implications for curriculum design, teacher professional development, and future research aiming to balance interdisciplinary breadth with disciplinary depth in promoting scientific creativity in physics education

    Geofisika dan Geokimia Lahan Gambut Terdegradasi Tanah Timbun

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD berbasis proyek yang valid dan praktis untuk melatihkan creative thinking skills dan self-regulated learning pada materi energi alternatif. Jenis penelitian ini adalah Design and Development Research (DDR) yang diadaptasi dari Richey Klien (2007) dengan menggunakan uji validitas yang terdiri atas validasi empiric dan validasi expert, serta uji kepraktisan yang terdiri atas uji keterbacaan, uji persepsi guru, dan uji respon peserta didik, uji keefektifan terdiri atas hasil analisis terlatihnya creative thinking skills dan self-regulated learning dalam kelompok kecil. Hasil uji validasi empiric dilihat berdasarkan keberhasilan produk biobaterai. Hasil uji validasi expert didapatkan rata-rata nilai dari ketiga expert sebesar 3,24, dengan rata-rata nilai pada aspek media dan desain diperoleh sebesar 3,32 dengan kategori sangat valid, dan aspek materi dan konstruk diperoleh sebesar 3,15 dengan kategori valid. Hasil uji kepraktisan diperoleh skor rata-rata untuk uji keterbacaan sebesar 83,8% dengan kategori sangat praktis, uji persepsi guru sebesar 87,3% dengan kategori sangat baik, serta uji respon peserta didik sebesar 84,7% dengan kategori sangat baik, didapatkan rerata skor uji kepraktisan sebesar 85,3% dengan kategori sangat praktis. Uji keefektifan dilihat berdasarkan hasil analisis terlatihnya creative thinking skills diperoleh hasil 81% dan analisis terlatihnya self-regulated learning diperoleh hasil 83,6%. Telah dihasilkan LKPD untuk melatihkan creative thinking skills dan self-regulated learning yang valid, praktis, dan efektif dalam kelompok kecil

    Analisis Keterampilan Computational Thinking dan Creativity pada Pembelajaran Fisika di SMA N 1 Pemalang

    No full text
    Pembelajaran fisika di SMA N 1 Pemalang menuntut kemampuan siswa untuk memahami konsep, menganalisis fenomena, dan memecahkan masalah secara sistematis dalam mendorong siswa menemukan pendekatan inovatif dan orisinal dalam menyelesaikan permasalahan fisika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan computational thinking dan creativity siswa pada pembelajaran fisika di SMA N 1 Pemalang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti akan mendriskripsikan analisis keterampilan computational thinking dan creativity siswa pada pembelajaran fisika. Teknik pengumpulan data untuk computational thinking menggunakan soal esai materi usaha dan energi. Keterampilan creativity siswa dengan menggunakan lembar observasi dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum keterampilan computational thinking siswa dalam pembelajaran fisika di SMA Negeri 1 Pemalang berada pada kategori sedang dengan rerata persentase 69,78%, sedangkan keterampilan creativity siswa berada pada kategori baik, dengan rerata 71,14%. Siswa menunjukkan kemampuan tinggi dalam mengkomunikasian . Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun siswa telah memiliki kemampuan dasar dalam computational thinking dan creativity, terdapat beberapa aspek penting yang perlu ditingkatkan. Peningkatan ini dapat dilakukan melalui pendekatan pembelajaran fisika yang lebih terintegrasi dengan kegiatan yang menekankan untuk memecahkan masalah, merancang sistem, dan memahami perilaku manusia dengan menggunakan konsep-konsep dasar dalam ilmu computer.Kata kunci: Computational Thinking, Creativity, Pembelajaran Fisika, Deskriptif kualitatif, inovatif.Abstract. Physics learning at SMA N 1 Pemalang requires students to understand concepts, analyze phenomena, and solve problems systematically in encouraging students to find innovative and original approaches in solving physics problems. This study aims to analyze students' computational thinking and creativity skills in physics learning at SMA N 1 Pemalang. This study was conducted using qualitative descriptive research. Researchers will describe the analysis of students' computational thinking and creativity skills in physics learning. Data collection techniques for computational thinking used essay questions on work and energy material. Students' creativity skills were measured using observation sheets and questionnaires. The results of the study showed that in general, students' computational thinking skills in physics learning at SMA Negeri 1 Pemalang were in the moderate category with an average percentage of 69.78%, while students' creativity skills were in the good category, with an average of 71.14%. Students showed high abilities in communicating. These results indicate that although students have basic abilities in computational thinking and creativity, there are several important aspects that need to be improved. This improvement can be achieved through a more integrated approach to physics learning with activities that emphasize problem solving, system design, and understanding human behavior using basic concepts in computer science.Keywords: Computational Thinking, Creativity, Physics Learning, Qualitative Descriptive, innovative

    Perancangan Alat Ukur Kuat Medan Magnet Berbasis Arduino Uno Menggunakan Sensor UGN-3503

    No full text
    Pemahaman konsep medan magnet dalam pembelajaran fisika sering mengalami hambatan akibat keterbatasan alat peraga di sekolah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan alat ukur kuat medan magnet berbasis sensor UGN-3503 menggunakan mikrokontroler Arduino Uno. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RD) dengan tahapan perancangan/perencanaan, pembuatan, dan pengujian alat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat ukur medan magnet yang telah dirancang mampu beroperasi secara optimal pada jarak pengukuran 2-10 cm dengan tingkat akurasi secara rata-rata sebesar 97%. Hasil pengujian juga menunjukkan hubungan linier antara nilai pengukuran alat dan nilai perhitungan teoritis dengan koefisien determinasi sebesar 0,9619 hasil alat dan 0,9636 hasil teoritis. Meskipun terjadi penurunan akurasi pada jarak di atas 10 cm, secara keseluruhan alat ini dapat digunakan sebagai media praktikum fisika di sekolah. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan alat praktikum dalam memperkuat pemahaman konsep medan magnet pada peserta didik melalui pengukuran langsung secara digital.Kata kunci: alat ukur digital, medan magnet, sensor UGN-3503 Abstract. Understanding the concept of magnetic fields in physics is often hindered by the limited availability of instructional materials in schools. To address this issue, this study aims to design and develop a magnetic field strength measurement device utilizing a UGN-3503 sensor interfaced with an Arduino Uno microcontroller. The study employed a Research and Development (RD) methodology comprising the design, fabrication, and testing of the device. The results indicate that the designed magnetic field measurement device can operate optimally at measurement distances ranging from 2 to 10 cm, achieving an average accuracy of 97%. Furthermore, testing revealed a linear relationship between the device’s measured values and teorits calculations, with coefficients of determination (R²) of 0.9619 and 0.9636 for the device’s measurements and teoritis calculations, respectively. Although accuracy decreases beyond 10 cm, the device remains a viable tool for use in school physics labs. This study contributes to the development of educational laboratory equipment by strengthening students’ understanding of magnetic field concepts through direct digital measurement.Keywords: digital measuring device, magnetic field, UGN-3503 senso

    Content Analysis of Socio-Scientific Issues Research in Physics Learning 2020-2025: Systematic Literature Review

    No full text
    This study aims to identify trends and directions of studies related to the socio-scientific issues (SSI) approach in physics education. Using the Systematic Literature Review (SLR) method, 11 articles published between 2020-2025 were analyzed through a bibliometric approach and content analysis. The results show that the SSI approach is not only utilized as a learning strategy, but also as a transformative tool that integrates cognitive, affective, and social values aspects. Energy topics and environmental issues dominate the learning context, while other physics topics such as waves and modern physics are less explored. In addition, there is a tendency to apply SSI at the high school level, which is considered more cognitively prepared and reflective. This research recommends diversifying the context of SSI and strengthening teachers' capacity in designing contextual and meaningful physics learning in the post-pandemic era

    Rancang Bangun Alat Ukur Massa Jenis Zat Cair Digital Berbasis Arduino Uno Menggunakan Sensor Load Cell

    No full text
    Minimnya ketersediaan alat ukur massa jenis digital yang memadai dan akurat di sekolah menjadi salah satu kendala dalam pembelajaran konsep fluida, khususnya massa jenis zat cair. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan alat ukur massa jenis zat cair digital berbasis mikrokontroler Arduino Uno dengan menggunakan sensor load cell dan modul HX711. Metode yang digunakan adalah Research and Development (RD), yang mencakup tiga tahap utama, yaitu perencanaan, perakitan, dan pengujian alat. Perangkat yang dikembangkan dirancang agar mampu mengukur massa cairan secara langsung melalui tekanan dari sensor load Cell, kemudian menghitung massa jenis berdasarkan volume tetap dan menampilkan hasilnya secara digital pada layar LCD 16×2. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat dapat mengukur massa jenis air dan minyak goreng dengan tingkat akurasi yang cukup baik. Rata-rata galat pengukuran untuk air sebesar ±3,50%, sedangkan untuk minyak sebesar ±5,94%. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,9532 untuk air dan 0,9531 untuk minyak menunjukkan bahwa alat bekerja secara stabil dan konsisten pada setiap pengukuran berulang. Berdasarkan hasil tersebut, alat ini dinilai layak digunakan sebagai media pembelajaran eksperimen fluida di tingkat pendidikan menengah, serta dapat menjadi alternatif alat praktikum digital yang efektif dan memadai.Kata kunci: massa jenis, arduino uno, sensor load cell Abstract. The lack of availability of adequate and accurate digital density measuring instruments in schools is one of the obstacles in learning fluid concepts, especially the density of liquids. This research aims to design and develop a digital liquid density measuring instrument based on Arduino Uno microcontroller using load cell sensor and HX711 module. The method used is Research and Development (RD), which includes three main stages, namely planning, assembly, and tool testing. The developed device is designed to be able to measure the mass of the liquid directly through the pressure of the load cell sensor, then calculate the density based on a fixed volume and display the results digitally on a 16×2 LCD screen. The test results show that the device can measure the density of water and cooking oil with a fairly good level of accuracy. The average measurement error for water is ±3.50%, while for oil is ±5.94%. The coefficient of determination (R²) value of 0.9532 for water and 0.9531 for oil shows that the device works stably and consistently in each repeated measurement. Based on these results, this tool is considered feasible to use as a medium for learning fluid experiments at the secondary education level, and can be an effective and adequate alternative to digital practicum tools.Keywords: density, arduino uno, load cell senso

    Pengaruh Cultularry Resposive Teaching (CRT) Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik pada Materi Passing Bawah Permainan Bola Voli di SMA N 2 Semarang

    No full text
    Education is one of the important factors in human life to provide provisions for life through various learning processes, including physical education, sports, and health learning. However, physical activity in children is still relatively low, which is a global problem, one of which is the lack of motivation of children in exercising. For this reason, a study was conducted that applied the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach in learning to pass down in volleyball. This study aims to find out the extent to which this approach can increase students' learning motivation. This research was carried out at SMA N 2 Semarang using the classroom action research method (PTK), which was carried out in two cycles. The subject of the study is students in grades X-10 at the school. The results showed that in the first cycle, the students' learning motivation was recorded with an average score of 120.27, and experienced a significant increase in the second cycle to 141.92, with an increase of 18%. Based on these findings, it can be concluded that the application of the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach in class X-10 SMA N 2 Semarang is effective in increasing students' learning motivation in PJOK subjects. Therefore, the CRT approach can be recommended as an alternative in PJOK learning

    Analisis Jenis-Jenis Penelitian Pendidikan dan Aplikasinya pada Peningkatan Mutu Karya Ilmiah di Lembaga Pendidikan Islam

    No full text
    Educational research plays an important role in the development of educational science and practice, especially in Islamic educational institutions, as an alternative solution to the reliance on experience and intuition, which tend to be subjective and biased. This article aims to analyze the types of educational research and their characteristics, and discuss their relevance in the preparation of quality scientific work in the context of Islamic educational institutions. The method used is library research with a descriptive approach. The research shows that with a comprehensive understanding with the selection of qualitative, quantitative, mixed methods, and development research types must be adjusted to the objectives, context of the problem, and the needs of the analysis in order to produce relevant and in-depth scientific work in the environment of Islamic educational institution

    Keefektifan Media Wayang Profesi Terhadap Keterampilan Bercerita dan Aktualisasi Diri Anak Usia Dini

    No full text
    Children's storytelling and self-actualization skills are still low, including some children who have not yet mastered the content of the story, are less expressive when telling stories, have less clear voices when telling stories, lack vocabulary, children are less able to approach themselves with their peers, and cannot communicate actively with their peers. friends, and children who have not independently carried out tasks are the background for this research. This research aims to determine the effectiveness of professional wayang media on children's storytelling skills and self-actualization. The method used in this research is the quasi experimental method. Hypothesis testing uses the N-Gain Score test. The results of the N-Gain Score test show that professional puppet media is effective in improving children's storytelling skills and self-actualization

    Pemanfaatan Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Visual pada Siswa SMP Kanisius Sumber

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan media pembelajaran dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran visual pada siswa SMP Kanisius Sumber Muntilan. Pembelajaran visual merupakan salah satu strategi yang efektif dalam menyampaikan materi pelajaran, mengingat mayoritas siswa memiliki kecenderungan belajar melalui gambar, diagram, dan media visual lainnya. Penggunaan media pembelajaran yang tepat dapat membantu siswa memahami konsep-konsep abstrak dengan lebih mudah serta meningkatkan minat dan motivasi belajar mereka. Latar belakang dari penelitian ini adalah tantangan yang dihadapi oleh guru dalam mengoptimalkan pembelajaran di kelas, terutama dalam hal menyampaikan materi yang memerlukan pemahaman visual yang kuat. Dalam beberapa tahun terakhir, metode pembelajaran yang mengandalkan penggunaan media interaktif dan visual semakin populer karena dapat merangsang perhatian dan meningkatkan pemahaman siswa. Namun, masih banyak sekolah yang belum memanfaatkan teknologi secara maksimal dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penting untuk mengeksplorasi penggunaan media pembelajaran dalam konteks ini guna meningkatkan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan pelatihan bagi guru-guru SMP Kanisius Sumber Muntilan dalam pemanfaatan media pembelajaran berbasis visual. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menggunakan media seperti gambar, video, animasi, dan aplikasi pembelajaran digital yang dapat mendukung efektivitas pembelajaran visual di kelas. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan siswa sebagai subjek untuk mengukur tingkat efektivitas pembelajaran yang diterima setelah diterapkannya media visual dalam proses pembelajaran. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa mayoritas guru merasa lebih percaya diri dan terampil dalam menggunakan media visual dalam pembelajaran. Selain itu, siswa juga melaporkan peningkatan pemahaman terhadap materi pelajaran yang disampaikan menggunakan media pembelajaran visual. Dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat, siswa dapat lebih mudah memahami konsep-konsep yang sulit dan merasa lebih terlibat dalam proses pembelajaran. Aktivitas belajar yang menyenangkan dan menarik juga berkontribusi pada peningkatan motivasi dan prestasi belajar mereka. Secara keseluruhan, penerapan media pembelajaran dalam konteks ini terbukti efektif dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran visual pada siswa SMP Kanisius Sumber Muntilan. Dengan pemanfaatan teknologi yang optimal, baik guru maupun siswa dapat merasakan manfaat yang signifikan dalam proses pembelajaran. Diharapkan bahwa penelitian ini dapat menjadi model bagi sekolah-sekolah lain dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan media visual yang inovatif dan sesuai dengan perkembangan zaman

    267

    full texts

    6,019

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Universitas PGRI Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇