Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
    6019 research outputs found

    Pelatihan Kids Atletics Berbasis Pendekatan Kooperatif Untuk Meningkatkan Motorik dan Kerjasama di SDN Muncul 01 Setu Kota Tangerang Selatan

    No full text
    Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik dasar dan kerja sama sosial peserta didik sekolah dasar melalui pendekatan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan kolaboratif. Kegiatan ini melibatkan 40 siswa dan dua guru PJOK sebagai pendamping. Pelaksanaan program dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yaitu: persiapan, sosialisasi program, pelaksanaan kegiatan inti, dan evaluasi-refleksi. Pada tahap persiapan, tim pelaksana menyiapkan sarana dan prasarana seperti lapangan, alat Kids Athletics, serta melakukan koordinasi dengan pihak sekolah. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan motorik dasar siswa sebesar 24% dan peningkatan kerja sama sosial sebesar 25%. Respon siswa menunjukkan tingkat kepuasan sebesar 94% (kategori sangat baik), di mana mereka merasa senang dan lebih termotivasi dalam mengikuti kegiatan jasmani. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan motorik dan sosial siswa, serta membuka wawasan guru untuk menerapkan pembelajaran inovatif dalam pendidikan jasmani. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dikembangkan secara berkelanjutan sebagai model pembelajaran aktif dan kolaboratif di sekolah dasar

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA MELALUI MEDIA VIRTUAL INTERACTIVE LEARNING

    No full text
    AbstrakKemampuan kognitif siswa kelas VA SDN Grobogan 02 tergolong rendah, terlihat dari hasil belajar yang menunjukkan hanya 6 dari 17 siswa (35,29%) yang mencapai KKM. Hal ini disebabkan oleh kurang optimalnya proses pembelajaran, seperti penyampaian materi tanpa media, minimnya interaksi, serta tidak adanya pengulangan materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif siswa, serta aktivitas guru dan siswa setelah diterapkannya model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) berbantuan media virtual interactive learning. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 17 siswa kelas VA. Instrumen yang digunakan meliputi tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 65,00 (pra siklus) menjadi 72,35 (siklus I) dan 87,35 (siklus II). Persentase ketuntasan juga meningkat dari 35,29% menjadi 52,94%, lalu mencapai 94,12%. Aktivitas guru dan siswa meningkat dari kategori cukup menjadi sangat baik. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran AIR berbantuan media virtual interactive learning efektif meningkatkan kemampuan kognitif siswa

    Controls over Body: How Politics Operates the Body in Vampire Academy Universe

    No full text
    The concept of body politics underpins the rigid, oppressive class system in Richelle Mead’s Vampire Academy (VA) series, shaping how power is distributed and maintained across social groups. This study examines how power is enacted on individual bodies through mechanisms of regulation, control, and normalization that extend beyond formal authority. Drawing on the theoretical framework of Scheper-Hughes and Lock, particularly their notion of the body as a political and social reality, this research situates the body as a key site where ideology, morality, and power converge. Within this framework, social norms are shown to exert a disciplinary force that often surpasses the effectiveness of legal or institutional governance. Using qualitative textual analysis, the study examines narrative events, character interactions, and emotional responses within the Vampire Academy series, focusing on the lived bodily experiences of Moroi, Dhampir, and Humans. Special attention is given to how emotional regulation, physical discipline, and moral expectations are unevenly imposed across these groups. The analysis reveals that social stability in the VA universe is sustained by the interplay of religious morality and hierarchical class structures. Moral control manifests through the internalization of Christian-influenced ethical values, particularly those related to purity, sacrifice, and duty, which are reinforced through emotions such as guilt, fear, and obligation. At the same time, the class system dictates acceptable physical behaviour and bodily practices, especially in the militarization and instrumentalization of Dhampir bodies and the privileged protection of Moroi bodies. These dynamics demonstrate that power in the VA series functions most effectively not through overt violence alone, but through the internalization of norms that discipline both body and mind. Ultimately, the study argues that body politics in Vampire Academy serve as a critical mechanism for maintaining the existing social order by transforming domination into a normalized and emotionally accepted condition

    MEMAHAMI KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK MELALUI ASESMEN DIAGNOSTIK

    Full text link
    Artikel ini dibuat dengan tujuan memberi pengetahuan tentang karakteristik peserta didik yang diperoleh dari asesmen diagnostik agar dapat memaksimalkan pembelajaran, yaitu dengan memahami masing masing karakteristik murid dari kecerdasan dan gaya belajar yang beragam. Pembelajaran dapat berjalan dengan lancar yaitu dengan meratanya pemahaman siswa yang beragam karakteristiknya. Dengan lancarnya pembelajaran maka tujuan dari pembelajaran tersebut akan mudah tercapai dan menguntungkan guru serta siswa. Penulisan artikel ini menggunakan metode studi pustaka, dengan melihat berbagai sumber atau referensi seperti buku dan beberapa jurnal lain yang menyangkut tentang materi yang dibuat tentang memahami karakteristik peserta didik melalui asesmen diagnostik. Dengan demikian, tujuan-tujuan pembelajaran dapat tercapai tanpa harus memberikan tekanan kepada murid. di samping itu, dengan adanya pemahaman guru tentang karakteristik dalam diri murid dapat menumbuhkan perasaan nyaman untuk belajar di sekolah

    Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Materi Eksponen Ditinjau dari Self-Regulated Learning

    No full text
    Penelitian ini merujuk pada anaisis kemampuan pemecahan masalah materi eksponen dikaji dari sisi tingkat Self-Regulated Learning (SRL). Metode yang diimplementasikan ialah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan tiga instrumen utama: tes pemecahan masalah berbasis indikator Polya, kuesioner SRL yang mencakup aspek-aspek mulai dari perencanaan hingga refleksi, dan wawancara mendalam untuk mengeksplorasi strategi berpikir siswa. Subjek pada penelitian ini berjumlah 30 siswa SMA yang telah mendapatkan materi eksponen dan dipilih meggunakan teknik purpose sampling. Hasilnya 16 siswa berada pada kategori rendah dalam penerapan SRL. Sebanyak 9 siswa tergolong SRL sedang, sedangkan hanya 5 siswa yang masuk golongan tinggi. Situasi ini memperlihatkan adanya perbedaan yang jelas antara siswa dengan tingkat SRL tinggi, sedang, dan rendah. Siswa dengan SRL tinggi mampu menguasai indikator pemecahan masalah secara menyeluruh. Kemudian Siswa dengan SRL sedang menguasai sebagian dari indikator pemecahan masalah, seperti memahami masalah dan menyimpulkan hasil dari permasalahan. Sementara siswa dengan SRL rendah hanya mampu melaksanakan perencanaan penyelesaian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan tingkat SRL siswa berbanding lurus dengan peningkatan kemampuan mereka dalam memecahkan masalah matematika

    Sosialisasi Penguatan Mental bagi Atlet Woodball di Provinsi Banten

    No full text
    Woodball merupakan cabang olahraga baru di Indonesia yang menuntut kombinasi kemampuan fisik, teknik, dan kesiapan mental. Pengabdian ini bertujuan mendeskripsikan sosialisasi penguatan mental bagi atlet woodball di Banten untuk meningkatkan prestasi kompetisi. Masalah utama adalah kurangnya perhatian terhadap aspek psikologis atlet dan ketiadaan dukungan dari psikolog olahraga. Kegiatan dilakukan melalui seminar online dengan metode Community Based Research (CBR), melibatkan atlet dari berbagai usia dan latar belakang. Materi difokuskan pada imajinasi, relaksasi, konsentrasi, dan pengendalian emosi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman atlet terhadap pentingnya latihan mental sebesar 46,9%, serta munculnya kesadaran pelatih dan ofisial untuk membangun sistem pemantauan kesejahteraan psikologis atlet. Dapat disimpulkan sosialisasi penguatan mental efektif meningkatkan kesiapan mental dan pemahaman atlet woodball. Dampak nyata dari kegiatan ini adalah memberikan solusi permasalahan yang dihadapi oleh atlet woodball di banten

    Effect of Filler Variations on Chemical and Microbiological Properties of Tomato Sauce

    No full text
    Tomatoes are fruits that contain a variety of phytochemicals and nutrients. To extend shelf life and increase market value, tomatoes can be processed into tomato sauce through grinding and mixing with additional ingredients. One of the added ingredients is a filler, which aims to improve the viscosity and stability of the tomato sauce. This study evaluated the effect of different fillers (papaya and sweet potato) on the chemical characteristics (moisture content, ash content, protein content, fat content, carbohydrate content, energy value, total titratable acidity, and vitamin C) and Total Plate Count (TPC) of tomato sauce. The study employed a Completely Randomized Design (CRD) consisting of F0 (control), F1 (papaya), and F2 (sweet potato). The results showed that the use of papaya as a filler produced tomato sauce with the highest moisture content, while the sweet potato filler increased the energy value. The fillers did not result in significant differences in total titratable acidity and vitamin C content of the tomato sauce. The TPC values of tomato sauce containing papaya and sweet potato fillers exceeded the Indonesian National Standard (SNI) limits but were still within acceptable (satisfactory) levels

    EFL Students’ Pronunciation in Indonesia and Thailand: Exploring Differences and Errors

    No full text
    Studies comparing language proficiency and pronunciation errors are under-researched in EFL environments. The present study aims to explain the differences and pronunciation errors found among students from Indonesia and Thailand. This quantitative study employed a comparative design. The participants were sixty-two public secondary schools in Indonesia and Thailand. The research instruments used were pronunciation tests and closed-ended questionnaires. Data were analyzed using descriptive and inferential methods. The results showed a significant difference in English pronunciation between the two groups of students: Indonesian and Thai. The Indonesian students made errors in the pronunciation of specific vowels and consonants. In contrast, the Thai learners could not correctly pronounce specific vowels and consonants. Language exposure, the learners’ native language, language anxiety, and phonological knowledge were identified as major factors influencing pronunciation errors. The findings indicate that Indonesian and Thai students exhibit different patterns of English pronunciation errors, influenced by linguistic and non-linguistic factors

    Pengaruh Bahan Pengisi Dan Waktu Pengeringan Terhadap Karakteristik Fisikokimia Pada Granul Effervescent Temulawak

    No full text
    Temulawak merupakan tanaman rimpang yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan produk pangan fungsional. Pemilihan produk granul effervescent karena selain dapat menutupi rasa pahit temulawak juga untuk meningkatkan daya tarik konsumen terhadap inovasi produk pangan. Metode percobaan yang digunakan yaitu faktorial dengan pola dasar RAL (Rancangan Acak Lengkap). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh variasi bahan pengisi maltodekstrin dan xylitol dengan variasi lama pengeringan yaitu 2 jam, 3 jam, dan 4 jam terhadap sifat fisikokimia granul effervescent temulawak. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan yang dilakukan berpengaruh terhadap karakteristik fisiko-kimia produk. Granul effervescent temulawak yang dihasilkan memiliki kadar total fenol 0,05-0,07 mg/g dan kecepatan larut 0,04- 0,05g/s. Granul tersebut juga memiliki tingkat higroskopisitas atau daya serap air sebanyak 1,92-2,21%. Kadar air yang terkandung dalam produk sebanyak 1,40-1,94% (b/b). Hasil analisis kesukaan, panelis lebih suka terhadap perlakuan ini dengan Tingkat kesukaan 2,93 yang berati agak suka hingga netral. Sedangkan pada uji deskriptif organoleptik menghasilkan warna yang cukup kuning, rasa agak pahit, rasa cukup asam, dan rasa cukup manis. Produk dengan perlakuan bahan pengisi xylitol dan lama pengeringan 3 jam paling disukai saat analisis organoleptik dan memiliki karakteristik fisikokimia terbaik.Kata Kunci : Temulawak; granul effervescent; maltodekstrin; pengeringan; xylitol

    ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI KESIAPAN KERJA MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI

    No full text
    Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis berbagai faktor yang memengaruhi kesiapan kerja mahasiswa Pendidikan Ekonomi di Indonesia melalui pendekatan studi literatur. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional dengan meninjau artikel-artikel ilmiah yang diterbitkan pada rentang tahun 2016–2025. Penelusuran sumber pustaka dilakukan dengan memanfaatkan kata kunci yang sesuai serta penggunaan operator Boolean guna memperluas jangkauan pencarian. Artikel yang diperoleh selanjutnya disaring berdasarkan kriteria inklusi, disusun dalam bentuk tabel, dan dianalisis secara deskriptif-naratif untuk menemukan keterkaitan pola hasil antarpenelitian. Dari seluruh tahapan seleksi, delapan artikel dinyatakan memenuhi persyaratan dan dikaji secara lebih mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa factor personal, seperti soft skills, self-efficacy, dan prestasi akademik, berpengaruh kuat dan konsisten dalam meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa. Selain itu, faktor pengalaman atau praktik, termasuk keaktifan dalam organisasi, kompetensi lulusan, literasi digital, serta pengalaman praktik lapangan (PLP), juga memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk kesiapan kerja yang komprehensif. Analisis naratif menegaskan bahwa integrasi antara kemampuan personal dan pengalaman praktik yang relevan menjadi kunci terciptanya kesiapan kerja yang optimal. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan pendidikan yang holistik, khususnya dalam pengembangan keterampilan non-teknis, penguatan keyakinan diri, peningkatan capaian akademik, serta penyediaan pengalaman praktik yang terstruktur.Kata Kunci: kesiapan kerja, mahasiswa Pendidikan ekonomi, analisis fakto

    267

    full texts

    6,019

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Universitas PGRI Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇