Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
6019 research outputs found
Sort by
Pengaruh Motivasi Belajar, Hubungan Teman Sebaya, Dan Lingkungan Keluarga Terhadap Minat Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 3 Rembang
Abstraksi Studi ini bertujuan untuk mengkaji dampak interaksi sebaya, dinamika keluarga, dan motivasi belajar terhadap keinginan siswa kelas sebelas dalam mencapai pendidikan lebih lanjut di SMA Negeri 3 Rembang. Penelitian ini menggunakan strategi asosiatif secara kuantitatif. Semua 186 siswa kelas sebelas di SMA Negeri 3 Rembang menjadi populasi yang diteliti. Pengambilan sampel acak purposif adalah metode pengambilan sampel yang digunakan.Kuesioner yang telah melalui pengujian validitas dan reliabilitas berfungsi sebagai sarana untuk mengumpulkan data. Penerapan regresi linier berganda menganalisis data guna menguji efek parsial dan simultan antara variabel independen dan dependen. Menurut temuan penelitian, minat siswa untuk melanjutkan studi lebih lanjut dipengaruhi terutama positif dan signifikan oleh lingkungan keluarga dan motivasi belajar mereka. Sebaliknya, hubungan dengan teman sebaya memiliki efek positif, meskipun hanya signifikan dalam batas yang kecil. Minat untuk melanjutkan pendidikan juga dipengaruhi secara signifikan oleh variabel ketiga tersebut, yang menjelaskan 37,3% dari total
Pengaruh Media Puzzle Dan Visual Terhadap Peningkatkan Hasil Belajar Pencak Silat SMP Negeri 37 Semarang
Pemahaman siswa yang buruk terhadap gerakan Tunggal pencak silat merupakan kekuatan pendorong di balik pengajaran secara konvensional, sehingga hasil belajarnya kurang optimal. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui bagaimana penerapan media puzzle (menyusun gambar) dan media visual (video) mempengaruhi tentang peningkatan hasil belajar pencak silat siswa kelas VIII SMP Negeri 37 Semarang dan membandingkan keefektifan keduanya. Metode penelitian yang digunakan adalah Desain pretes-postes dua kelompok yang bersifat kuasi-eksperimental. Populasi penelitian berjumlah 125 siswa, dan 62 siswa dipilihsecara acak sebagai sampel dan dibagi menjadi dua kelompok perlakuan. Instrumen penelitian meliputi tesafektif, kognitif, dan psikomotor melalui pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik teka-teki maupun media visual memiliki efek positif terhadap hasil belajar pencak silat. Teka-teki lebih efektifdalam meningkatkan konsentrasi, kemampuan berpikir analitis, dan imajinasi siswa dalam mengurutkangerakan, sementara media visual unggul dalam memberikan gambaran realistis yang memudahkanpemahaman teknik secara langsung. Kesimpulannya, kedua media dapat digunakan sebagai strategi alternatifdalam Pendidikan Jasmani (PJOK), tetapi guru dapat menyesuaikannya dengan tujuan pembelajaran yang diinginkan
Pengaruh Latihan Shuttle Run Terhadap Keterampilan Lari Jarak Pendek Siswa SD Negeri 1 Geneng
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan lari jarak pendek siswa SD, yang terlihat dari hasil belajar di bawah KKM. Untuk mengatasinya, digunakan latihan shuttle run yang melatih kecepatan, akselerasi, dan kelincahan. Tujuan penelitian adalah mengukur pengaruh latihan shuttle run terhadap keterampilan lari siswa SD Negeri 1 Geneng. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest, melibatkan 24 siswa kelas IV. Instrumen yang digunakan adalah tes lari 100 meter, dan data dianalisis dengan uji deskriptif, normalitas, serta paired sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan lari, dengan waktu rata-rata menurun dari 16,29 detik menjadi 15,39 detik. Nilai signifikansi 0,000 0,05 menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari latihan shuttle run terhadap peningkatan keterampilan lari jarak pendek siswa
Analisis Kecanduan Merokok pada Dewasa dan Remaja di Wilayah Magelang dengan Pendekatan Model Matematika
Kecanduan rokok merupakan permasalahan serius yang berdampak pada kesehatan masyarakat, terutama di kalangan remaja dan dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji analisis kecanduan rokok melalui pendekatan pemodelan matematika dengan mempertimbangkan perbedaan usia. Model yang digunakan merupakan modifikasi dari model SEIR klasik, dikembangkan menjadi delapan kompartemen yang merepresentasikan status merokok pada dua kelompok usia, yaitu dewasa rentan (S), dewasa pemula (E), dewasa aktif (I), dewasa berhenti (R), remaja rentan (P), remaja pemula (M), remaja aktif (H), dan remaja berhenti (Q). Data primer diperoleh melalui angket daring dan digunakan untuk menentukan nilai awal serta parameter transisi antar kompartemen. Perhitungan numerik dilakukan selama 30 hari untuk memprediksi perubahan jumlah individu pada setiap kompartemen. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan ekstrem pada kategori dewasa pemula, sedangkan populasi rentan menurun drastis, bahkan mencapai nilai negatif. Hasil dari analisis kestabilan titik kesetimbangan dan bilangan reproduksi dasar menunjukkan bahwa sistem cenderung menuju keadaan endemik, di mana populasi perokok akan terus ada dan berpotensi menyebar. Temuan ini mengindikasikan perlunya strategi intervensi yang berbeda antara remaja dan dewasa, serta evaluasi terhadap parameter model agar lebih representatif terhadap kondisi riil
Peramalan Tingkat Kematian Neonatal Bayi Menggunakan Metode Fuzzy Time Series Chen Pada Tahun 2025
Kematian neonatal merupakan indikator penting dalam menilai kondisi kesehatan masyarakat, khususnya pada bayi baru lahir usia 0–28 hari. Fluktuasi angka kematian neonatal dari tahun ke tahun di berbagai daerah menimbulkan kekhawatiran dan memerlukan pendekatan prediktif yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan jumlah kematian neonatal pada tahun 2025 di Provinsi Sumatera Utara menggunakan metode Fuzzy Time Series (FTS) model Chen. Data sekunder diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, mencakup angka kematian neonatal tahunan pada 33 kabupaten/kota dari tahun 2018 hingga 2023 dengan total 198 data. Hasil peramalan menunjukkan bahwa jumlah kematian neonatal pada tahun 2025 diprediksi sebanyak 766 kasus, menurun dari proyeksi tahun 2024 yaitu 796 kasus. Nilai akurasi model diukur menggunakan Mean Absolute Error (MAE) dan Root Mean Square Error (RMSE) dengan hasil menunjukkan tingkat kesalahan yang relatif rendah, sehingga model ini dinilai layak digunakan dalam mendukung pengambilan kebijakan kesehatan di masa mendatang
Analisis Kesulitan Belajar Siswa SMP dengan Gaya Belajar Auditori dan Visual dalam Menyelesaikan Soal HOTS Materi Teorema Phytagoras
Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode kualitatif untuk mendeskripsikan kesulitan belajar siswa SMP dengan gaya belajar auditori dan visual dalam menyelesaikan soal HOTS materi teorema phytagoras. Pada penelitian ini subjek yang digunakan yaitu siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Karangawen. Pemilihan subjek dilakukan menggunakan metode purposive sampling untuk memilih 2 siswa dengan gaya belajar auditori dan 2 siswa dengan gaya belajar visual. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket, tes tertulis, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/validasi. Penelitian ini menggunakan triangulasi teknik sebagai teknik pemeriksaan keabsahan data. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu: (1) Siswa yang memiliki gaya belajar auditori memiliki kesulitan belajar dalam 2 indikator kesulitan belajar. (2) Siswa yang memiliki gaya belajar visual tidak memiliki kesulitan belajar dalam setiap indikator kesulitan belaja
Kesalahan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Penjumlahan Vektor Secara Analitis dan Secara Grafis Berbantuan Aplikasi Geogebra
The purpose of this study is to describe the difficulties experienced by students when solving vector addition problems analitically and graphically. In solving problems related to vector summation, there are two ways that can be used, namely analytically and graphically. Analytically, it is to decompose vectors into their components and then look for the response. Meanwhile, graphically using the help of Geogebra and using the concept of Triangle. Then in each way analyzed the difficulties experienced by students. This research method is descriptive qualitative. Data were obtained from observation, interviews, and tests. The subject of research was 38 UNP mathematics education students. The data obtained were analyzed using Miles and Huberman's measures of data reduction, data display and conclusions. The results of the study obtained information analytically the difficulties faced by students are interpreting / illustrating problems or problems into images or symbols, choosing strategies for solving (the right formula), miscalculations, and not making answer conclusions, not checking back on the answers that have been obtained. Meanwhile, graphically using the Geogebra application the difficulty experienced is interpreting it into the form of mathematical images / symbols, making accurate measurements of vector lengths or angles and not making answer conclusions
Algoritma Penyelesaian Matriks Fuzzy Tak Persegi dengan Invers Moore-Penrose
Artikel ini menyajikan mengenai algoritma untuk menyelesaikan sistem persamaan matriks fuzzy tak persegi dengan bentuk umum sistem yang dikaji adalah X`A=B` dengan merupakan A matriks krispi tak persegi dan B` adalah matriks fuzzy. Hal ini dikaji karena sistem linear dalam dunia nyata seringkali melibatkan ketidakpastian yang dapat dimodelkan dengan fuzzy. Metode yang dikembangkan merupakan perluasan dari teknik perluasan Friedman dengan melakukan dekomposisi matriks A ke dalam partisi tak negatif dan membentuk matriks perluasan S. Metode ini memanfaatkan konsep invers moore-penrose matriks fuzzy serta konsep perluasan pada matriks fuzzy untuk mendapatkan solusi fuzzy minimal. Solusi fuzzy minimal dapat berupa solusi lemah dan solusi kuat dikarenakan solusi tunggal berkemungkinan tidak ada atau tidak dapat ditemukan secara langsung. Hasilnya berupa solusi fuzzy yang unik dan optimal dalam konteks matriks fuzzy tak persegi
ANALISA JARINGAN KAMPUS PADA LINGKUNGAN KAMPUS MULTI-LOKASI UNIVERSITAS PGRI SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa jaringan komputer yang terdapat di Universitas PGRI Semarang dengan berbagai lokasi yag tersebar. Sehinggan semakin meningkatnya kebutuhan akan konektivitas yang stabil dan cepat, analisis ini menjadi penting untuk memastikan bahwa infrastruktur jaringan dapat mendukung aktivitas akademik dan administratif. Metodologi yang digunakan mencakup pengumpulan data melalui survei, pengukuran kinerja jaringan, dan analisis topologi jaringan yang ada yang kemudian di lakukan 6 tahap penyusunan dari menganalisa design simulasi implementasi monitoring dan management. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi jaringan saat ini, mempermudah pemantauan hingga menciptakan efisiensi kinerja dari setiap router yang ada. Jumlah pengguna aktif yang mencapai 10.500 user menjadikan kepadatan trafik data yang sangat besar sehingga hal ini menjadi salah satu identifikasi yang di khawatirkan akan mempengaruhi kinerja CPU (load_CPU), serta merekomendasikan solusi untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan jaringan dengan mengkalsifikasikan prioritas. Selain itu, penelitian ini juga akan membahas dampak dari pengimplementasian teknologi terbaru dalam pengelolaan jaringan di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan infrastruktur jaringan di Universitas PGRI Semarang, tetapi juga menjadi referensi bagi institusi lain yang menghadapi tantangan serupa
MEDIA PEMBELAJARAN SISTEM OPERASI BERBASIS VIRTUAL REALITY DALAM PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEPTUAL SISWA SMK KELAS X
AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan sumber belajar serta pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi menarik dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan Penelitian ini bertujuan untuk menyusun konsep, menguraikan proses, serta menghasilkan produk perancangan berupa media pembelajaran sistem operasi dan menguji efektivitas media pembelajaran berbasis virtual reality dalam meningkatkan pemahaman konseptual siswa. Penelitian ini menerapkan metodologi Reseach and Development melalui model pengembangan ADDIE meliputi fase (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evalution). Subjek penelitian ini ialah siswa kelas X PPLG SMK Negeri 9 Semarang sejumlah 34 orang. Instrumen penelitian mencakup observasi, angket, beserta tes. Media pembelajaran virtual reality diyakini valid digunakan sesuai hasil validitas soal karena 75% dinyatakan valid karena sedangkan 25% dinyatakan tidak valid karena . Berdasarkan hasil Uji N-gain juga menunjukan bawah peningkatan pemahaman konseptual siswa pada kelas eksperimen 57.80% dengan katagori “cukup efektif”, sedangkan kelas kontrol hanya 41.70% dengan katagori “kurang efektif”. Dengan demikian, media pembelajaran sistem operasi berbasis virtual reality dinyatakkan valid serta cukup efektif digunakan dalam mendukung peningkatan pemahaman konseptual siswa. Kata kunci: Media Pembelajaran, Virtual Reality, Pemahaman Konseptual, SMK