Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
6019 research outputs found
Sort by
Penanaman Disiplin Peserta Didik Melalui Keteladanan Guru Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Ungaran
Penelitian ini dilatarbelakangi berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3, lembaga pendidikan nasional menjadi peran penting dalam mengembangkan pengetahuan dan membentuk kepribadian peserta didik yang baik supaya menjadi berkepribadian yang beriman dan bertakwah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan penelitian untuk mengetahui disiplin peserta didik melalui keteladanan guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMP N 5 Ungaran. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Sumber data yaitu 2 guru PPKn dan 18 peserta didik. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, disiplin yang ditanamkan melalui keteladanan guru PPKn yakni guru PPKn menjadi model atau contoh yang baik bagi peserta didik. Kedua, penerapan keteladanan guru PPKn dalam menanamkan disiplin dilakukan melalui kegiatan seperti kegiatan berjabat tangan dan 5S, kegiatan upacara bendera, kegiatan shalat berjama'ah, pembiasaan bertutur kata, peserta didik dapat mengikuti kegiatan ekstrakulikuler pramuka yang bersifat wajib, dan peserta didik dapat mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang bersifat pilihan. Ketiga, faktor penghambat dalam menanamkan disiplin yakni faktor keluarga dan faktor lingkungan sekitar sedangkan faktor pendukung dalam menanamkan disiplin yakni faktor waktu, faktor partisipasi peserta didik, dan faktor motivasi
The Problems Encountered by Non-English Department Students in Speaking English
Speaking is one of the difficult English skills for non-English department students. This is because students must understand how to produce good and correct sentences to pronounce. To produce a sentence, they must master a lot of vocabulary and master how to pronounce it. In addition, to be able to master speaking skills, students must also have self-confidence. This research aimed to know the problems encountered by Non-English Department students in speaking English and their causes and to find out the problem-solving encountered by non-English majoring students in speaking English. The researcher used descriptive qualitative research with a questionnaire and an interview to collect the data. The results of this study indicate that almost all students find problems (linguistic and nonlinguistic) in speaking English. Linguistic problems that are often found are a lack of grammar, poor pronunciation, and the last is lack of vocabulary. The non-linguistics are anxiety, shyness lack of confidence. The factors causing the problem of speaking English in this study were low motivation, habits mother tongue, lack of practice opportunity, and fear of making mistakes. To solve the problem of speaking English is to improve vocabulary and pronunciation skills. Some ways to improve it are by listening and singing English songs, watching English movies to understand English sentences, and using Google Translate to look up the meaning of difficult words and how to pronounce them. In addition, to improve their speaking skills, sometimes students also practice speaking in English with their friends or independently
COVID-19 Metaphors in Philippine Online News Articles
This study aimed to determine the COVID-19 metaphors in Philippine online news articles. The researchers formulated two main questions in this study: (1) What metaphors are used in online news articles during COVID-19? (2) What are the function and types of these metaphors used in online news articles during COVID-19? To answer the research question, the researchers utilized a qualitative design. A corpus of five news organizations published from March 2020 to February 2021 was gathered to evaluate the metaphors used in online news articles. The needed data was analyzed and extracted using AntConc and the frameworks Critical Metaphor analysis by Charetris-Black (2004) and the Schema Theory by Frederic Bartlett (1932). The study substantiates that "COVID-19: A pandemic of neglect" and "˜COVID-19 is an Enemy" are extremely used in the Philippine online news article. Albeit, other metaphors are also used, such as COVID-19 is Fresh, COVID-19 is a Challenge, and COVID-19 is Contagious and Widespread. The findings also reveal that the metaphors used in online news articles reflect the types of structural metaphor and function as cognitive function. Furthermore, the used metaphors prove that news writers are straightforward in delivering COVID-19 news primarily on the governments handling the pandemic
Profil Berpikir Kritis Siswa dalam Menyelesaikan Permasalahan Matematika Menggunakan Pembelajaran Berbasis Google Classroom
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika menggunakan pembelajaran berbasis Google Classroom. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian dipilih berdasarkan hasil tes nilai Ujian Akhir Semester Satu yaitu 1 siswa dengan Klasifikasi tingkat kemampuan tinggi, 1 siswa dengan tingkat kemmpuan sedang, dan 1 siswa dengan tingkat kemmpuan rendah kelas X MIPA SMA Negeri 2 Pemalang. Selanjutnya siswa dikenai tes kecerdasan berpikir kritis dan wawancara. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu tes berpikir kritis, dan pedoman wawancara. Keabsahan data menggunakan triangulasi metode yaitu membandingkan hasil informasi yang diperoleh melalui sumber yang berbeda. Hasil tes berpikir kritis dan hasil wawancara diperoleh : 1) Siswa dengan kecerdasan berpikir kritis Tinggi, dari hasil analisis data menggunakan triangulasi metode yang sudah dibahas peneliti, bahwa subjek dengan kemampuan tingkat tinggi hasil antara observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti sesuai dan cocok mulai dari indikator ke-1 dengan kriteria berfikir Focus hingga indikator ke-6 dengan kriteria berfikir Overview. 2) Siswa dengan kecerdasan berpikir kritis sedang hasil antara observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti sesuai dan cocok mulai dari indikator ke-1 dengan kriteria berfikir Focus hingga indikator ke-4 dengan kriteria berfikir Situation. Sedangkan untuk indikator ke 5 dan indikator ke-6 hasil antara observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti tidak sesuai atau tidak cocok. 3) Siswa dengan kecerdasan berpikir kritis rendah bahwa subjek dengan kemampuan tingkat Rendah, hasil antara observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti sesuai dan cocok pada indikator ke-1 dengan kriteria berfikir Focus, indikator ke-2 dengan kriteria berfikir Reason dan indikator ke-6 dengan kriteria berfikir Overview. Sedangkan untuk indikator ke-3, indikator ke-4 dan indikator ke-5 hasil antara observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti tidak sesuai atau tidak cocok
Profil Berfikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Soal HOTs Ditinjau dari Adversity Quotient Berdasarkan Gender
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil berfikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal HOTS ditinjau dari Adversity Quotient berdasarkan gender. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini dipilih berdasarkan tes angket Adversity Quotient yaitu 2 siswa laki-laki dengan jenis AQ climbers satu dan AQ campers satu, dan 2 siswa perempuan dengan jenis AQ climbers satu dan AQ campers satu. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VII D SMP N 2 Juwangi kabupaten Boyolali yang dipilih berdasarkan hasil tes angket. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu tes angket Adversity Quotient untuk menentukan subjek penelitian, Soal HOTS tertulis untuk memunculkan berfikir kreatif siswa, dan pedoman wawancara. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik yaitu melakukan pengecekan data yang telah diperoleh dari sumber yang sama menggunakan teknik yang berbeda. Hasil tes dan wawancara 1) siswa laki-laki dengan jenis AQ climbers memenuhi indikator berfikir kreatif yaitu lancar, luwes, orisinil, dan terperinci, sehingga memperoleh nilai 83. 2) siswa laki-laki dengan jenis AQ campers memenuhi indikator berfikir kreatif yaitu lancar, luwes, dan terperinci, sehingga memperoleh nilai 75. 3) siswa perempuan dengan jenis AQ climbers memenuhi indikator berfikir kreatif lancar, luwes, orisinil, dan terperinci, sehingga memperoleh nilai 100. 4) siswa perempuan dengan jenis AQ campers memenuhi indikator berfikir kreatif lancar, luwes, dan orisinil, sehingga memperoleh nilai 78
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH INDONESIA BERBASIS ANDROID DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DI SMK
Media pembelajaran merupakan terobosan baru pada dunia teknologi yang mampu menjadikan pembelajaran dikelas semakin lebih efektif, kreatif, dan menyenangkan serta dapat membuat peningkatan pada motivasi belajar siswa. penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Aplikasi berbasis android pada materi sejarah Indonesia untuk siswa SMK kelas 10 TKJ. Selain itu, penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui kelayakan Aplikasi yang dihasilkan berdasarkan aspek kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan. Jenis penelitian ini merupakan peneltian dan pengembangan model ADDIE yang memiliki 5 tahapan yaitu: analisis (analysis), desain produk (design), pengembangan produk, (development), uji coba produk (implementation) dan evaluasi (evaluation). Instrument yang digunakan berupa lembar uji validitas, angket uji kepraktisan dan posttest. Lembar uji kevalidan bertujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan, uji kepraktisan bertujuan untuk mengetahui tingkat kepraktisan dan posttest bertujuan untuk mengetahui tingkat keefektifan. Hasil penelitian menunjukan kualitas produk yang dihasilkan berdasarkan (1) aspek kevalidan memenuhi kriteria valid dengan rata-rata persentase validator sebesar91,66%, (2) aspek keefektifan memenuhi kriteria dengan ketuntasan belajar klasikal siswa sebesar 72,50%, (3) aspek kepraktisan memenuhi kriteria praktis dengan rata-rata total angket respon siwa sebesar 87
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI PESERTA MAGANG MENGGUNAKAN METODE SIMPLE MULTIPLE ATTRIBUTE RATING TECHNIQUE
Sistem Pendukung Keputusan menggunakan metode Simple Multiple Attribute Rating Technique merupakan sistem pendukung keputusan yang digunakan dalam menentukan beberapa kriteria, dengan menentukan bobot dengan kriteria terpenting sampai dengan kriteria terendah, para pengambil keputusan dapat mengambil atau menyeleksi beberapa kriteria alternatif, dengan begitu metode Simple Multiple Attribute Rating Technique dapat membantu para pengambil keputusan dalam menyeleksi bebrapa kriteria alternatif. Implementasi Metode Simple Multiple Attribute Rating Technique banyak sekali digunakan dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa, peserta didik, membeli produk, memilih barang dan lain sebagainya
PENGGUNAAN INETWORK SIMULATOR SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATERI JARINGAN KOMPUTER UNTUK SISWA SMP KELAS VII
ABSTRAK Saat ini kemajuan pembelajaran materi jaringan komputer sangatlah pesat. Pelaksanaan proses pembelajaran tidak saja didukung oleh teknik, strategi dan pendekatan pembelajaran yang bervariasi namun perlu juga memanfaatkan sumber belajar dan media pembelajaran. Kebutuhan pembelajaran pada materi jaringan komputer untuk siswa SMP Kleas VII begitu penting terutama guru memerlukan aplikasi iNetwork Simulator untuk simulasi yang dapat mencerminkan arsitektur dari jaringan komputer pada sistem jaringan komputer yang akan diajarkan ke siswa. Penggunaan iNetwork Simulator juga sangat mudah, karena dibuat berbasis GUI dan aplikasi ini portable hanya 8,4Mb, sehingga tidak perlu melakukan instalasi, cukup melakukan ekstrak, kemudian jalankan file iNetwork Simulator.exe. Kata Kunci : Pembelajaran, Jaringan Komputer, iNetwork Simulato
TANJUNG EMAS DAM WATER LEVEL ALARM BERBASIS IOT DENGAN NOTIFIKASI WEB DAN MOBILE
Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat telah memberikan dampak pada globalisasi, persaingan bisnis, tuntutan pekerjaan, dan tuntutan gaya hidup menjadi semakin meningkat. Salah satunya yaitu menggunakan model Internet of Things (IoT) menghasilkan peluang impelentasi teknologi baru untuk memudahkan kehidupan manusia dengan menghubungkan benda-benda fisik dengan banyak sensor. Alat pendeteksi banjir ini dirancan menggunakan sensor jarak dengan menggunakan mikrokontrorel Arduino sebagai pengendali utama.Alat ini bekerja ketika ada suatu benda mendekat dengan jarak tertentu. Arduino sebagai kontrorel penuh memberi data ke server yang di tautkan letop lalu memberikan data ke mobile pho
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SIMKOMDIG BERBASIS ANDROID KELAS X SMK SEMESTER SATU
Berdasarkan observasi dan wawancara tidak terstruktur yang dilakukan peneliti dengan guru kelas X Multimedia SMK Islam Da'watul Haq Bonang Demak ditemukan beberapa fakta yaitu belum menggunakan media pembelajaran,masih menggunakan buku paket atau LKS, hal ini tentunya membuat siswa kurang tertarik dengan metode pembelajaran yang digunakan guru. Selain itu, siswa juga kurang memahami materi yang disampaikan dan semangat belajar menurun. Dengan permasalahan tersebut peneliti bermaksud membuat sebuah media berbasis android khususnya untuk mata pelajaran SIMKOMDIG yang dapat diakses menggunakan smartphone siswa. Adapun tujuan dari penelitian ini peneliti ingin menghasilkan sebuah media pembelajaran berbasis android yang memudahkan siswa dalam memahami materi SIMKOMDIG dan mengetahui bagaimana efektivitas dari media yang dibuat terhadap hasil belajar siswa. Model pengembangan yang digunakan dalam hal ini model ADDIE yang terdiri dari tahap analysis, design, development, implementation and evaluation. Berdasarkan hasil pengujian oleh validasi ahli media didapatkan persentase 97,5%, ahli media 2 dengan persentase 83,75%, ahli materi menunjukkan 98,75% dapat dikatakan "Sangat Layak" dan valid. Sedangkan untuk hasil coba terbatas didapatkan hasil 98,6% dengan kriteria "Sangat Layak". Secara keseluruhan bahwa media pembelajaran SIMKOMDIG dinyatakan "Sangat Layak" sebagai metode pembelajaran SIMKOMDIG yang dapat membantu proses pembelajaran kelas X Multimedia SMK Islam Da'watul Haq Bonang Demak.Kata Kunci : media pembelajaran, android studio, ADDI