Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
    6019 research outputs found

    Optimalisasi Potensi Wisata Melalui Edusport Tourism di Telaga Ngrejek Gunung Kidul untuk Mewujudkan Desa Wisata

    No full text
    The purpose of this community service is to raise awareness among the community regarding the existing potential of Ngrejek Lake and to optimize the tourism management by the youth organization (karang taruna) and the community empowerment group (Pokdasawisma), through providing assistance in terms of Edu-Sport Tourism and promoting the "overflowing market" as part of the enchantment of the tourism that can be managed by the local residents. The implementation method involves delivering materials about community-based tourism (Pokdarwis) and Edu-Sport Tourism. The delivery pattern of the materials is more focused on presentation, discussion, and question and answer sessions, with the aim of developing Ngrejek Lake as a recreational area and Edu-Sport Tourism destination for the local community. The primary subjects of this target are the 23 members of the youth organization and the 7 village officials. Prior to the material delivery, a pretest is conducted, followed by a post-test after the implementation, specifically assessing the development of Ngrejek Lake as a recreational area and Edu-Sport Tourism destination. The pretest results show that the average understanding of the village officials regarding tourism village development is 49.43, and the average post-test result is 55.14. Similarly, the pretest results for the youth organization members show an average understanding of 51.35, with an average post-test result of 54.96. The comprehension of tourism village development has improved for both the village officials and the youth organization members in the efforts to develop Ngrejek Lake as a recreational area and Edu-Sport Tourism destination.ABSTRAKTujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi yang ada di Telaga Ngrejek, serta untuk mengoptimalkan pengelolaan wisata oleh karang taruna dan Pokdasawisma dengan memberikan pendampingan mengenai Edu-Sport Tourism juga sosialisasi pasar tumpah sebagai bagian dari pesona wisata yang bisa dikelola olah warga. Metode pelaksanaan berupa penyampaian materi tentang Pokdarwis, dan Edu-Sport Tourism. Pola penyampaian materi lebih bersifat pemaparan materi, diskusi dan tanya jawab dalam pengembangan Telaga Ngrejek sebagai tempat rekreasi dan Edu-Sport Tourism bagi warga masyarakat. Subjek sasaran pertama ini karang taruna yang berjumlah 23 orang dan perangkat desa ada 7 orang. Sebelum pelaksanaan penyampaian materi dilakukan pretest dan sesudah pelaksanaan dilakukan postest tentang pengembangan Telaga Ngrejek untuk tempat rekreasi dan Edu-Sport Tourism. Hasil pretest pemahaman desa wisata pegawai perangkat desa dengan rerata 49,43 dan rerata postestnya 55,14. Sedangakan hasil pretest pemahaman desa wisata karang taruna dengan rerata 51.35 dan rerata postestnya 54.96. Pemahanan pengembangan desa wisata baik pegawai perangkat desa dan karang taruna meningkat dalam upaya pengembangan Telaga Ngrejek menjadi tempat rekerasi dan Edu-Sport Tourism

    PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PEER TEACHING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA KELAS II SDN DUKUTALIT 01 DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK

    No full text
    Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya keaktifan siswa kelas II SDN Dukutalit 01 dalam pembelajaran tematik. Hal ini disebabkan ini oleh metode pembelajaran yang digunakan cenderung berpusat pada guru. Fokus penelitian dalam penelitian ini : 1) kurangnya keaktifan siswa kelas II, 2) Penerapan Metode Peer Teaching di kelas II, 3) pemahaman siswa setelah diterapkan Peer Teaching, 4) kekurangan dan kelebihan metode Peer Teaching. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran Peer Teaching untuk meningkatkan keaktifan siswa kelas II SDN Dukutalit 01 dalam pembelajaran tematik. Penelitian yang dibuat merupakan penelitian kualitatif dengan metode observasi , wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru mengubah metode pembelajaran yang awalnya cenderung berpusat kepada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa, metode pembelajaran tersebut adalah metode pembelajaran Peer Teaching . penerapan metode Peer Teaching adalah dengan membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, dalam kelompok tersebut ada siswa yang berperan sebagai guru (tutor) dan ada siswa yang berperan sebagai murid. Siswa yang sebagai guru mengajari siswa yang berperan sebagai murid. Siswa sangat antusias dengan peran tersebut dan hasil pengamatan 5 dari 7 kelompok tutor menunjukkan hasil yang baik dalam proses belajar tutor sebaya. Kata kunci : Peer Teaching, Keaktifa

    KEEFEKTIFAN MODEL TALKING STICK BERBANTU VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 03 TUNGGAK KABUPATEN GROBOGAN

    No full text
    Latar Belakang yang mendorong penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model Talking Stick berbantu video pembelajaran terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 03 Tunggak Kabupaten Grobogan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain Pre-Experimental Design dalam bentuk tipe one-Group Prestest - Posttest Design. Hasil penelitian setelah mendapat perlakuan menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa yang dapat dilihat dari hasil nilai pretest (tes awal) dan posttest (tes akhir). Hasil nilai rata-rata tes awal 51,8 dan hasil nilai rata-rata tes akhir 79,8. Hal ini dapat dibuktikan dengan menggunakan hasil analisis uji t yaitu thitung sebesar 8,7103 dan ttabel sebesar 2,064 dengan taraf 5% sehingga nilai thitung ttabel yaitu 8,7103 2,064 yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model Talking Stick berbantu video pembelajaran efektif terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 03 Tunggak Kabupaten Grobogan

    Media Pembelajaran Multimedia Interaktif Menggunakan ZilLearn pada Pelajaran Fisika SMA Kelas XI Materi Fluida Statis dengan Pendekatan Kontekstual

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia interaktif menggunakan ZilLearn pada pelajaran fisika materi fluida statis dengan pendekatan kontekstual. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (RD) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Langkah-langkah pada pengembangan ini adalah melakukan analisis kebutuhan, membuat rancangan produk, melakukan uji validasi produk kepada para ahli, melakukan uji coba produk kepada peserta didik serta pendidik, dan melakukan evaluasi. Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan di sembilan SMA di Jakarta berupa kuesioner yang telah direspon oleh 45 siswa kelas X, XI, dan XII, 82,6% siswa mengatakan pelajaran fisika itu sulit. Materi fluida statis menjadi salah satu materi fisika yang dipilih siswa sebanyak 52,2% sebagai materi tersulit. Pendekatan kontekstual menjadi pendekatan yang paling banyak dipilih siswa sebanyak 39,1%. 93,5% siswa tertarik dengan media pembelajaran multimedia, yaitu pembelajaran yang disertai gambar dan video atau animasi. Sebanyak 95,7% siswa setuju jika materi ini bisa dikembangkan ke dalam media berbasis multimedia, atau dalam hal ini, adalah platform Learning Management System (LMS) bernama ZilLearn.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia interaktif menggunakan ZilLearn pada pelajaran fisika materi fluida statis dengan pendekatan kontekstual. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (RD) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Langkah-langkah pada pengembangan ini adalah melakukan analisis kebutuhan, membuat rancangan produk, melakukan uji validasi produk kepada para ahli, melakukan uji coba produk kepada peserta didik serta pendidik, dan melakukan evaluasi. Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan di sembilan SMA di Jakarta berupa kuesioner yang telah direspon oleh 45 siswa kelas X, XI, dan XII, 82,6% siswa mengatakan pelajaran fisika itu sulit. Materi fluida statis menjadi salah satu materi fisika yang dipilih siswa sebanyak 52,2% sebagai materi tersulit. Pendekatan kontekstual menjadi pendekatan yang paling banyak dipilih siswa sebanyak 39,1%. 93,5% siswa tertarik dengan media pembelajaran multimedia, yaitu pembelajaran yang disertai gambar dan video atau animasi. Sebanyak 95,7% siswa setuju jika materi ini bisa dikembangkan ke dalam media berbasis multimedia, atau dalam hal ini, adalah platform Learning Management System (LMS) bernama ZilLearn. Kata kunci: multimedia interaktif, ZilLearn, fluida statis, kontekstua

    Analisis Pendahuluan Media Pembelajaran Muatan Pembelajaran IPA di SMP Negeri 4 Pekanbaru

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang pengetahuan dan pengalaman siswa dan guru dalam menggunakan media pembelajaran untuk materi gerak dan gaya di SMP Negeri 4 Pekanbaru. Hasil penelitian ini digunakan sebagai bahan penyelidikan awal untuk merancang media pembelajaran yang dapat digunakan pada materi gerak dan gaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Responden dalam penelitian ini berjumlah 38 siswa dan 3 guru SMP Negeri 4 Pekanbaru. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket tertutup dan wawancara, serta teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa jenis media yang sering digunakan guru dalam pembelajaran fisika dari 38 siswa sebanyak 45% yang menyatakan menggunakan media gambar dan 34% yang menyatakan menggunakan media video, hanya 21% yang menyatakan menggunakan alat peraga. Artinya, media yang sering digunakan yaitu media gambar dan video. Sebagian besar guru masih mengalami kesulitan dan kendala dalam mengembangkan media pembelajaran dan pengajaran di sekolah tentang materi gerak dan gaya. Oleh karena itu, perlu dirancang media pembelajaran untuk membantu guru mengatasi kesulitan dan hambatan dalam mengajar serta diharapkan dapat membantu mentransfer pengetahuan tentang konsep-konsep dalam materi gerak dan gaya

    PERAN GURU DALAM PELAKSANAAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER SISWA MELALUI PENERAPAN SIKAP RELIGIUS DI SD MUTU KANDANG PANJANG KOTA PEKALONGAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan membahas tentang peran guru dalam pelaksanaan penguatan pendidikan karakter, terutama dalam penerapan sikap religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa peran guru dalam penguatan pendidikan karakter adalah sebagai informator, organisator, motivator, pengarah/pembimbing, inisiator, transmitter, fasilitator, mediator dan evaluator. Sikap religius di SD Mutu Kandang Panjang Pekalongan dilaksanakan melalui kegiatan keagamaan diantaranya, kegiatan membaca Al-quran, shalat dhuha berjamaah, shalat dzuhur berjamaah, sedekah dhuha

    UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL THINK PAIR SHARE MATERI BILANGAN CACAH PADA SISWA KELAS II SD MUHAMMADIYAH PLUS SEMARANG

    No full text
    Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research . Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) untuk mendeskripsikan proses pembelajaran matematika dengan model Think Pair Sharemateri bilangan cacah pada siswa kelas II SD Muhammadiyah Plus Semarang (2) untuk meningkatkan hasil belajar materi bilangan cacah pada siswa kelas II SD Muhammadiyah Plus Semarang. Model dalam penelitian ini menggunakan model penelitian kurt lewin yang terdiri dari 4 tahap yaitu; perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II SD Muhammadiyah Plus Semarang Tahun Ajaran 2022/2023 dengan jumlah 20 siswa, terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan penilaian tes tertulis. Hasil penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) dalam penerapan model think pair share terdapat peningkatan aktivitas guru ini bisa dibuktikan untuk aktivitas guru pada pertemuan saya mencapai prosentase 57% (cukup baik), jadwal pertemuan II aktivitas guru mencapai prosentase 93% (sangat baik). 2) Aktivitas siswa pada pertemuan saya mengalami peningkatan pemahaman siswa. Terbukti dengan nilai rata-rata siswa pada pertemuan I sebesar 66. Dan nilai rata-rata pada pertemuan II sebesar 90. Dinyatakan berhasil karena sudah ada peningkatan rata-rata dari pertemuan 1 dan pertemuan 2 sebesar 33

    THE CHARACTERS DEVELOPMENT IN THE FILM ALICE IN WONDERLAND BY LEWIS CARROL AND ITS CONTRIBUTION TO TEACHING DRAMA

    No full text
    In literature, a drama is the portrayal of fictional or non-fictional events through the performance of written dialog (either prose or poetry). Dramas can be performed on stage, on film, or the radio. Dramas are typically called plays. One of the literary to teach drama from is movie. Movie is one form of popular literary work which is presented visually that contains element of narrative or story. The movie is a medium to educate people and improve understanding of particular subject even though it is only in visual form. By using movie, it also can know a lot of information such as learning character development to teaching drama. A movie is a tool to convey a message depending on the audience because movie show the audience to through the visualization. This research design uses qualitative descriptive. The data sources for this research are taken from a movie is titled Alice in Wonderland. After the researcher has collected all the data, the researcher reduces and selects the movie for analysis, after that; the researcher summarize the research result and draw conclusion for the research result. This study analyzes the characters development in the movie Alice in Wonderland and the contribution to teaching drama. The total characters development found in film Alice in Wonderland are 16. They are obedient, imagine, force, surprised, firm, grumpy, like persuade, liar, impressionable, easy to believe, emotional, like affect, cunning, seducer, kind-heart, and seducer

    An Analysis of Illocutionary Acts Found in The Movie "Toy Story 4"

    No full text
    The object of this study is a movie called "Toy Story 4." The data of this study are the utterance of the main characters of this movie who are Woody and Bo Peep. This study are aimed to find the types of illocutionary act found in the movie based on the theory which belongs Searle , to find the most dominant type of illocutionary act which are performed by the main characters of the movie, and to find the contribution of the result of the study in teaching English. This study utilized descriptive qualitative method. Based the result of the research, it is shown that there are five types of illocutionary acts. From the total 417 utterances which contain illocutionary act, there were 164 utterances belong to assertive, 163 utterances belong to directive, 66 utterance belong to expressive, 23 utterances belong to commissive, and 1 utterance belong to declarative illocutionary act. The dominant type of illocutionary acts which are performed by the main characters of the movie "Toy Story 4" - Woody Bo Peep - are assertive (39,33 % out of 100%), and directive (39,09% out of 100%). In addition, the result of this research can be contributed as a teaching media in teaching English

    Pengaruh Model Pembelajaran Snowball Throwing Berbantuan Media Video Interaktif Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas IV SDN Windusari

    No full text
    The purpose of this study was to determine the effect of the interactive video-assisted Snowball Throwing learning model on the mathematical communication skills of grade IV students at SDN Windusari. This study uses a quantitative approach with the type of experimental method, namely Quasi-Experimental design in the form of Non-Equivalent Control Group Design. The population in this study were all fourth-grade students at SDN Windusari. As for the sample in this study were fourth grade students at SDN Windusari 1 and fourth grade students at SDN Windusari 2. Data collection techniques used observation, questionnaires, tests, unstructured interviews, and documentation. The data analysis technique used is the Independent Sample T-Test and Simple Linear Regression Test. The results of this study indicate that: (1) There is an average difference in students' mathematical communication skills between the control class and the experimental class, which can be seen from the Independent Sample T-Test and the tcount ttable (5.542 2.013) with a sig .(2-tailed) i.e., 0.000 0.05 then Ho is rejected and Ha is accepted. (2) There is an influence of the Snowball Throwing learning model assisted by interactive video media on students' communication skills, which can be seen from the Simple Linear Regression Test and a significance level of 0.000 0.05 is obtained with an R square value of 0.691 = 69.1%, then This regression model can affect the participation variable. So it can be concluded that the Snowball Throwing learning model assisted by interactive video media has an effect on the mathematical communication abilities of grade IV students at SDN Windusari 1

    267

    full texts

    6,019

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Universitas PGRI Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇