Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
    6019 research outputs found

    Implementasi Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) pada Pembelajaran Lari Jarak Pendek Kelas 10 SMA N 2 Semarang

    No full text
    This study aims to test the implementation of the CRT Culturally Responsive Teaching approach in the 10th grade of SMA N 2 Semarang. The research used is a Class Action Research. This research will be carried out at SMA N 2 Semarang and will involve students in grades X-11 as research subjects. Therefore, the population in this study is 36 students in grades X-11. This research took place from October 1 to October 17, 2024 which took place at SMA N 2 Semarang. The data collection process was carried out by conducting an assessment in 3 meetings about short-distance running materials. The results of the study showed that at the first meeting the most was very good with 19 people, but there were still 3 people who were in the poor category. In the second meeting, there was an increase, namely 29 people included in the good category, but there was still 1 student who was included in the very poor category. Finally, in the third meeting, the most was obtained, namely 34 students in the good category and 2 students in the sufficient category. At the first meeting, most of them were included in the very good category, while 53%. Meanwhile, at the second meeting, most of them were in the good category of 80%. In the third meeting, most of them were included in the very good category as much as 94% of the total students. The conclusion of this study is that the use of the CRT Culturally Responsive Teaching approach has an impact on the learning of short-distance running students of Grade 10 SMA Negeri 2 Semarang. The results of learning to run short distances in Class X students of SMA Negeri 2 Semarang have experienced a significant increase. In the first meeting, classical completeness in class X students was 89%, then increased by 3% in the second meeting. In the second meeting it got a score of 92% then increased by 2% in the third meeting to 94%. The suggestion for teachers of physical education, sports and health should be to provide guidance with an approach according to the cultural conditions of students so that students' enthusiasm and enthusiasm in learning are easy to understand

    Training in Smart Financial Management for Cilengkrang Village's MSMEs

    No full text
    The goal of this community service project in Cilengkrang Village is to improve financial literacy and MSME (Micro, Small, and Medium Enterprises) actors' comprehension of effective financial planning. The program focuses on using financial planning techniques that are relevant to local MSMEs' real-world situations in order to promote business growth and maintain their financial stability. This event took place in Cilengkrang Village on October 28 and November 4, 2025, and 26 persons took part. Among the strategies used to encourage participants' active participation were conversations and interactive counseling. The results of the activity show that Cilengkrang Village MSME actors now comprehend the need of sound financial planning and the processes involved

    Penggunaan Microbubble dan Ro Drip Irrigation Teknologi pada Budidaya Cabai Merah Besar (CMB) Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sarjana Farm

    No full text
    Desa Bajiminasa di Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, merupakan desa agraris yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Salah satu Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang beroperasi di desa ini adalah Sarjana Farm, yang fokus pada budidaya hortikultura cabai merah besar (CMB). Meskipun potensial, KUB ini menghadapi beberapa masalah serius, termasuk serangan hama dan penyakit, biaya perawatan yang tinggi, serta kesulitan penyiraman lahan tadah hujan. Melalui program pengabdian masyarakat ini, dilakukan penyuluhan dan praktik lapangan terkait teknologi microbubble dan drip irrigation guna meningkatkan produktivitas pertanian. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi sebesar 37%, penurunan serangan penyakit sebesar 55%, serta peningkatan efisiensi air hingga 77%. Penerapan teknologi ini terbukti mampu memperbaiki manajemen usaha dan produksi, serta mendukung keberlanjutan budidaya cabai merah besar di Sarjana Farm

    Literasi Kesehatan Reproduksi Remaja Sekolah Dasar di Daerah Semi Pedesaan Kota Kupang, NTT

    No full text
    SD GMIT Naioni yang terletak di daerah semi-pedesaan Kota Kupang teridentifikasi memiliki literasi kesehatan reproduksi yang kurang memadai dan siswanya berpotensi mengalami berbagai permasalahan kesehatan reproduksi di masa yang akan datang. Kegiatan pengabdian literasi kesehatan reproduksi ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan siswa laki-laki dan perempuan kelas III-VI mengenai kesehatan reproduksi sehingga dapat mempersiapkan siswa dalam menghadapi masa pubertasnya. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan peran guru dalam memberikan edukasi yang berkelanjutan mengenai kesehatan reproduksi di sekolah. Kegiatan pengabdian meliputi pemberian empat kali pertemuan pemberian literasi kepada siswa kelas III-VI SD GMIT Naioni yang berjumlah 143 siswa yang terdiri dari 89 laki-laki dan 54 perempuan. Setiap pertemuan memiliki topik literasi yang berbeda yang meliputi mengenal tubuhku, masa pubertas, nutrisi bagi remaja, dan hubungan yang saling menghormati. Pemberian literasi menggunakan metode penyuluhan dan tanya jawab yang disertai aktivitas ice breaking dan permainan. Media pembelajaran menggunakan buku saku kesehatan reproduksi, poster dan alat peraga organ reproduksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 24,30% pada siswa laki-laki dan perempuan kelas III-VI SD GMIT Naioni. Para guru juga menyatakan kesediaan untuk memberikan edukasi kesehatan reproduksi secara berkala kepada para siswa dengan menggunakan media promosi kesehatan yang diterima dari kegiatan pengabdian berupa media poster siklus menstruasi, buku promosi kesehatan reproduksi, dan alat peraga organ reproduksi laki-laki dan perempuan. Pihak sekolah diharapkan secara konsisten dapat melanjutkan pemberian literasi kesehatan reproduksi dan memantau penerapan perilaku kesehatan reproduksi tersebut di sekolah

    Penerapan Mesin Pengering Sistem Rotary untuk Membantu Diversifikasi Produk Kunyit di Desa Bedingin

    No full text
    Bedingin merupakan salah-satu desa di Kabupaten Ponorogo yang dapat menghasilkan kunyit mencapai 5 Ton/hektar. Para petani di desa ini digerakkan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) “Argo Dingin Lestari”. Hasil panen tersebut dijual langsung kepada pengepul untuk menghindari pembusukan yang berakibat pada kerugian. Akan tetapi harga yang diberikan oleh pengepul umumnya cukup rendah. Sebenarnya para petani telah melakukan peningkatan produk kunyit melalui pengeringan kunyit. Pengolahan ini dapat meningkatkan nilai tambah karena dapat dijual kepada industri jamu, obat, makanan, minuman, dan bahan kosmetik. Namun, diversifikasi kunyit basah tersebut membutuhkan mesin untuk mengurangi kadar air dalam kunyit menjadi sekitar 10%. Metode tradisional dengan cara menjemur langsung dibawah matahari memiliki banyak kekurangan, diantaranya; dapat merusak kualitas obat karena suhu yang pancarkan tidak sesuai untuk kharakteristik tanaman obat, dapat terkontaminasi bakteri karena metode pengeringan terbuka. Hal ini akan berakibat ditolaknya produk tersebut oleh industri. Oleh karena itu, diperlukan teknologi yang dapat digunakan untuk mengeringkan kunyit dengan cepat dan tepat sehingga dapat mempertahankan kualitas produk yang dihasilkan. Pada program ini, pengusul mendesain mesin, memanufaktur, dan, mendesiminasikan mesin pengering kunyit otomatis yang dilengkapi sistem sangrai otomatis, dan implementasi kontrol temperatur cerdas dengan tujuan untuk menghasilkan produk kunyit kering sehingga dapat didistribusikan ke industri maupun apotek

    Pelatihan Pengembangan Produk Beras Organik di Desa Cikurubuk

    No full text
    Peran UKM dalam perekonomian suatu negara sangatlah penting. UKM melambangkan kekuatan pembangunan ekonomi sebuah negara. Pentingnya UKM sebagian besar berkaitan dengan sebutan mereka sebagai tulang punggung ekonomi pembangunan. Padi merupakan salah satu komoditi utama yang dihasilkan dari Indonesia, dimana data Badan Pusat Statistik pada Februari 2025, produksi padi pada tahun 2024 sebesar 53,14 juta ton gabah kering, dimana dari angka tersebut dikonversi menjadi komsumsi beras untuk pangan penduduk sejumlah 30,62 juta ton. Budidaya beras organik memainkan peran penting dalam memajukan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) Indonesia. Di Indonesia, beras organik merupakan kategori produk organik terbesar ketiga, dengan perkiraan produksi pada tahun 2022 sebesar 40.376 ton, naik sekitar 14% dari tahun 2021. Beras organik merupakan komoditas utama yang saat ini sedang dikembangkan oleh masyarakat di Desa Cikurubuk dalam meningkatkan pendapatan para warga Desa. Tujuan penelitian ini untuk memberikan masukan dalam meningkatkan penjualan beras organik. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dari hasil wawancara dengan pengelola bisnis beras organik. Hasil wawancara didapatkan bahwa pengelolaan bisnis beras organik masih dilakukan secara individu dan sangat bergantung terhadap produksi beras dari para petani di Desa Cikurubuk

    Pelatihan Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Meningkatkan Inovasi Pembelajaran bagi Guru-guru IPA di MGMP Kabupaten Kendal

    No full text
    Dalam menjalankan tugas melakukan pembelajaran, guru dituntut melakukan inovasi untuk mengembangkan potensi peserta didik sehingga menjadi individu yang dapat adaptif di era abad 21 yang penuh tantangan dan kompetitif. Salah satu inovasi pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru adalah pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi merombak pendekatan konvensional yang hanya menggunakan metode seragam bagi seluruh peserta didik, diubah menjadi cara pengajaran yang lebih personal dan adaptif. Pemahaman dan implementasi pembelajaran berdiferensiasi sebagai pembelajaran inovatif bagi guru-guru IPA se Kabupaten Kendal perlu ditingkatkan mengingat pembelajaran inovatif dibutuhkan di era abad 21, maka tim pengabdian Universitas PGRI semarang memberikan pelatihan pembelajaran berdiferensiasi bagi guru-guru IPA se Kabupaten Kendal. Dalam hal ini tim pengabdian berkoordinasi dengan MGMP IPA Kabupaten Kendal. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini meliputi kegiatan pemberian materi pembelajaran berdiferensiasi dan pelatihan pembuatan modul ajar IPA pembelajaran berdiferensiasi, selanjutnya implementasi modul ajar dalam bentuk peer teaching. Keanekaragaman kebutuhan peserta didik membuat guru selalu berinovasi dalam pembelajarannya

    Pemberdayaan Masyarakat Desa Pardinggaran Kecamatan Laguboti dalam Pengolahan Sampah Organik Menggunakan Maggot

    No full text
    Desa Pardinggaran kecamatan Laguboti menghadapi permasalahan penumpukan sampah organik yang berasal dari limbah rumah tangga, pertanian, dan peternakan. Tumpukan sampah organik yang dibiarkan di lingkungan dapat menyebabkan pencemaran air dan tanah, selain itu dapat mengundang lalat pembawa penyakit yang hinggap di lingkungan tumpukan sampah organik. Mengatasi masalah ini kami mengusulkan solusi pengolahan sampah organik dengan memanfaatkannya sebagai pakan maggot. Maggot merupakan larva pada lalat Black Soldier Fly (BSF) yang mengandung protein dan lemak yang tinggi, sehingga maggot yang dihasilkan nantinya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak ataupun dijual oleh masyarakat. Metode yang dilakukan untuk merealisasikan solusi tersebut adalah membuat program pelatihan budidaya maggot kepada masyarakat Desa Pardinggaran. Hasil dari program ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat Desa Pardinggaran dalam mengolah sampah organik menggunakan maggot

    Inovasi Pangan Lokal Dengan Brand “Karopo Jago” untuk Peningkatan Ekonomi di Desa Pajo Kabupaten Bima

    No full text
    Kabupaten bima merupakan salah satu sentra produksi jagung terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, komoditas unggulan pertanian jagung di abupaten Bima lebih banyak dijual dalam bentuk bahan mentah ke luar daerah, kemudian diolah dan dijual kembali ke masyarakat NTB. Hal ini menyebabkan masyarakat Kabupaten Bima tidak mendapatkan nilai tambah dari hasil pertanian mereka sendiri. Metodologi yang digunakan berbasis analisis studi kelayakan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Paji, Kabupaten Bima. Tim dosen dan mahasiswa kewirausahaan Universitas Muhammadiyah Bima telah menghasilkan inovasi produk pangan Jagung dengan brand “Karopo Jago”. Produk ini telah di presentasikan di kegiatan Entrepeneruship Award VII di bangka Belitung. Inovasi produk ini selanjutnya telah diperkenalkan kepada masyarakat dan diimplementasikan dengan membentuk incubator bisnis di Desa Pajo. Pengembangan inovasi pangan lokal berbasis jagung dapat menciptakan peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah produk dan memperoleh keuntungan yang lebih besar. selain itu, inovasi pangan lokal mendorong tumbuhnya industri pengolahan pangan, yang selanjutnya dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat

    Utilizing Facebook Marketplace to support PKK groups in Ngoro Village, Ngoro District, Jombang Regency

    No full text
    Through training, this community service project seeks to introduce and develop a hydroponic plant system in Ngoro Village. The potential of Ngoro Village, especially the enthusiasm of the PKK group for the initiative to empower hydroponic plants, is the motivation. The fact that every household has limited land makes hydroponic gardening very important. This exercise utilizes training and socialization techniques. The aim of the outreach is to provide information about hydroponics, and the aim of the training is to practice growing green lettuce and other hydroponic plants. The success of this activity is evaluated using previously established metrics. Generally, sixty percent of those who receive invitations come to this activity. From the beginning of the material to the practicum, participants showed high enthusiasm. Thanks to this training, the residents of Ngoro Village can immediately start growing hydroponically

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Universitas PGRI Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇