Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
6019 research outputs found
Sort by
"Peran Ekstrakulikuler Kesenian Barongan dalam Menanamkan Nilai Cinta Tanah Air Kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama 1 Sambong Kabupaten Blora".
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kegiatan ekstrakurikuler di SMP N 1 Sambong Kabupaten Blora yang merupakan salah satu kegiatan pendidikan tambahan yang diadakan. Kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Sambong ini, salah satunya ialah kesenian barongan yang bertujuan untuk mengenalkan dan memberikan gambaran awal kepada siswa mengenai seni barong. Cinta tanah air merupakan sikap dan perilaku yang mencerminkan rasa bangga, setia, peduli dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, budaya, ekonomi, politik dan sebagainya, sehingga tidak akan tergiur dengan tawaran bangsa lain yang dapat merugikan bangsa sendiri.Penelitian menggunakan metode kualitatif. Fokus penelitian dalam penelitian kualitatif ini adalah : Peran Ekstrakulikuler Kesenian Barong dalam Menanamkan Nilai Cinta Tanah Air Kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama 1 Sambong. Penelitian ini dilakukan dalam setting lingkungan sekolah menengah pertama sebagai tempat penelitiannya dan data penelitian ini dikumpulkan melalui beberapa teknik, yaitu observasi lingkungan sekolah mengenai kegiatan ekstrakulikuler ini, wawancara dengan pihak sekolah yang berwenang atas kegiatan ini, dan dokumentasi seperti pengumpulan data dan foto kegiatan ekstrakulikuler disekolah. Keabsahan data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi, melakukan dengan jalan mengajukan berbagai macam variasi pertanyaan, mengecek dengan berbagai sumber data dan memanfaatkan berbagai metode agar pengecekan kepercayaan dapat dilakukan.Hasil penelitian dari wawancara yang penulis lakukan dengan pihak sekolah seperti : Kepala Sekolah, Guru Pelatih, Guru Mata Pelajaran PPKn dan beberapa siswa kelas VIII yang ikut serta kegiatan ekstrakulikuler, menunjukkan bahwa dengan adanya kegiatan ekstrakulikuler kesenian barongan ini dapat mengajak siswa untuk memiliki jiwa nasionalisme yang mana siswa memiliki rasa cinta terhadap budaya lokal yang menjerumus kerasa peduli dan cinta tanah air. Selain itu, kegiatan ekstrakulikuler ini juga dapat membentuk karakter siswa untuk menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan bertanggung jawab.Selain itu, peran guru dan siswa dalam mengelola pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler kesenian barongan ini sudah cukup baik dan kompak. Pembagian tugas dan peran juga dilakukan oleh guru secara terbuka dan tidak ada unsur pilih kasih
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN POLITIK DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DI SEKOLAH MENEGAH ATAS NEGERI 1 WANASARI KABUPATEN BREBES
Kherti Apria Sagita "Implementasi Pendidikan Politik dalam Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Wanasari". Latar belakang penelitian ini yakni mengingat pentingnya pendidikan politik di lingkungan sekolah, terutama dalam pembelajaran PPKn yang memiliki peran penting dalam pelaksanaan pendidikan politik. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana mengimplementasian pendiikan politik dalam pembelajaran PPKn.. Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Fokus penelitian ini yaitu perencanaan pendidikan politik, pelaksanaan pendidikan politik, evaluasi pendidikan politik. Sumber data informan yakni waka kurikulum, guru PPKn, dan siswa. Hasil penelitian terkait perencanaan pendidikan politik mencakup 1) Perencanaan pendidikan politik melalui 3 proses yaitu, menentukan tujuan dari pendidikan politik di SMA Negeri 1 Wanasari, penyusunan program sekolah, mengembangkan kurikulum PPKn. 2) Pelaksanaan pendidikan politik direalisasikan menjadi 4 proses yakni, mengimplementasikan nilai-nilai karakter pembelajaran PPKn, mengintegrasikan keteladanan pada kegiatan pembiasaan, mengintegrasikan kedalam program kerja sekolah, kerjasama dengan masyarakat. 3) Bentuk evaluasinya melalui observasi pada saat proses pembelajaran yang dilakukan dengan evaluasi tertulis, (catatan penskoran, skala sikap) dan evaluasi tidak tetulis berupa peringatan langsung
Implementasi Pendidikan Bela Negara Sebagai Upaya Peningkatan Sikap Disiplin Peserta Didik Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Tambakromo Pati
Intan Novi Maharani "Implementasi Pendidikan Bela Negara Sebagai Upaya Peningkatan Sikap Disiplin Peserta Didik Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Tambakromo Pati". Latar belakang penelitian ini yakni ada berbagai cara untuk menumbuhkan disiplin diri, namun untuk menanamkan disiplin dan keinginan menjaga bangsa untuk generasi mendatang, anak-anak harus dididik sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan implementasi pendidikan bela negara sebagai upaya peningkatan sikap disiplin peserta didik di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Tambakromo Pati.. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru dan peserta didik. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis model Miles dan Huberman. Penelitian ini menghasilkan temuan implementasi pendidikan bela negara di SMP Negeri 2 Tambakromo Pati direalisasikan melalui pendidikan kewarganegaraan (PPKn), pendidikan agama dan budi pekerti, penyelenggaraan ibadah di sekolah, upacara bendera dan ekstrakurikuler pramuka sebagi kegiatan yang sarat bermuatan pembentukan karakter seperti disiplin melalui kegiatan pembiasaan. Kendala yang dihadapi dalam pembelajaran bela negara dalam upaya peningkatan sikap disiplin siswa adalah siswa masih ada yang tidak taat terhadap penerapan tata tertib dan mengikuti kegiatan pembiasaan secara sadar diri atau masih menganggap enteng pembiasaan. Untuk mengendalikan perilaku dan sikap siswa, solusinya membutuhkan dukungan penuh dari semua pihak yang terlibat meliputi sekolah, keluarga, teman, dan lingkungan sekitar
PENGARUH MINAT DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS SMA N 1 COMAL PEMALANG
Penelitian dilakukan agar lebih memahami mengapa beberapa siswa berkinerja buruk pada Penilaian Tengah Semester dan untuk melihat apakah ada cara untuk membantu siswa ini meningkatkan kinerja mereka. Rendahnya nilai siswa kelas XI IPS pada pelajaran ekonomi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu minat dan motivasi belajar. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh minat belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1Comal. Metode survei ini adalah survei kuantitatif. Teknik penelitian yang digunakan adalah dokumentasi kuesioner. Penelitian ini mensurvei 142 siswa kelas XI IPS, dan 106 siswa tersebut digunakan sebagai sampel. Data tersebut kemudian diolah dengan SPSS. Penelitian ini menemukan bahwa minat belajar penting dalam mempengaruhi hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi, sedangkan motivasi mempengaruhi hasil tersebut. Selain itu, terdapat pengaruh yang positif serta signifikan minat dan motivasi belajar ini.Kata Kunci : Minat Belajar, Motivasi Belajar dan Hasil Belaja
Development of General Arithmetic E-Module Based on APOS Theory to Improve Problem Solving Ability and Independence in Middle School and High School Students
To learn about other parts of math, like how to work with numbers, you need to know arithmetic. The characteristics and concepts in mathematics are interrelated, therefore students need to acquire an introductory or basic grasp to assist in developing math skills (even if operations are considered basic stuff). This comprehension lays the groundwork for the acquisition of other mathematical talents, including problem-solving skills, which are crucial to a kid's success in school. Students and teachers alike rely heavily on online resources, yet this resource is not fully utilized in today's educational systems. In addition, not all online e-modules meet the standards of good e-modules, which results in subpar learning and makes it harder to accomplish certain educational goals. The goal of this research is to create an expert-based, user-friendly, and practical e-module for teaching elementary school mathematics that incorporates APOS theory in order to improve students' ability to learn independently and solve problems. This type of research is Design Research with the type of development studies divided into three phases, namely Preliminary research, Development or prototyping phase, and Assessment phase. Students from SMP Negeri 1 Winong, and MA Darul Ma'la made up the research sample. The data was gathered through a combination of tests, questionnaires, interviews, and observations. The study's findings demonstrate that the generated e-modules are of sufficient quality in terms of being valid, practical, and effective. validated by material experts and media experts, including lecturers and teachers, so that this e-module is considered valid by material experts and media experts, practical by lecturers, teachers, and students who use it through questionnaires, and effective based on problem-solving abilities and student learning independence after implementation
The Effectiveness of The Independent Teaching Platform (PMM) in Increasing The Competency of Primary and Secondary Education Teachers
The Ministry of Education and Culture's intervention in supporting the implementation of the independent curriculum, from policy to technical matters, is carried out because the experience of implementing a top-down curriculum experienced many obstacles. Among the five forms of technical intervention carried out by the Ministry of Education and Culture which are in direct contact with teachers, both teachers at driving schools and non-moving schools, are the independent teaching platform or "Platform Merdeka Mengajar" (PMM). The extent to which the effectiveness of the independent teaching platform (PMM) can increase teacher competence in achieving learning in the classroom is the aim of this research. The methods used are the critical method, dialectical method, and scholastic method. This research is included in library research. The author tries to find data, and theories related to the issues raised in various literature or references that the author finds and then compares them using the method mentioned above. The research results show that the content of the independent teaching platform meets the dimensions and indicators that can increase teacher competence. After learning by utilizing PMM, teacher competence increases according to the indicators that have been determined, so PMM has very high effectiveness in increasing teacher competence in their learning performance
PEMANFAATAN E-LEARNING MADRASAH SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA MASA PANDEMI COVID- 19 DI MTsN 5 KLATEN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan E-Learning Madrasah yang merupakan salah satu media pembelajaran daring di masa pandemic seperti saat ini . Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dalam bentuk studi kasus. MTsN 5 Klaten adalah salah satu sekolah atau madrasah yang menggunakan aplikasi pembelajaran E-Learning Madrasah dalam kegiatan belajar mengajar di masa pandemi saat ini. Banyak kelebihan dan juga kelemahan dalam proses pembelajaran menggunakan aplikasi E-Learning Madrasah. Kelebihan dari E Learning Madrasah fitur-fitur yang terdapat di dalamnya sebenarnya sudah komplit tetapi bagi anak yang kurang menguasai aplikasi ini akan timbul beberapa kendala yang dapat menghambat proses pembelajaran. Selain itu kendala jaringan dan akses internet didaerah tempat tinggal siswa membuat kegiatan pembelajaran tidak berlangsung secara optimal. Kata kunci : Media Pembelajaran,E-Learning madrasah. Pandemi Covid-1
Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Mitra Sejati Karya Tulus Stp Sebagai Bahan Ajar Pembangun Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran Bahasa Jawa
This study aims to describe the value of character education in the novel Mitra Sejati Karya Tulus Stp as a teaching material to build a profile of Pancasila students in learning Javanese.This study uses qualitative research methods because the data are in the form of phrases, clauses, sentences, and discourses. The data source used is the novel Mitra Sejati by Tulus Setiyadi. Data collection techniques are in the form of documentation studies consisting of reading techniques and note-taking techniques. Data analysis techniques used in the form of data reduction, data display and data verification.The results of this study indicate that there are several values of character education that are relevant to the Javanese language curriculum at the junior high school level. First, character values respect and appreciate the teachings of the religion adopted. Second, the value of the character of responsibility. The third, the value of caring character. Then there is the value of character education as a teaching material to build the profile of Pancasila students in Javanese language learning, namely the values of respecting and living the teachings of the religion adopted, as well as responsibility
Portable Incinerator Capacity of 5000 Grams with Used Fuel Oil
Waste is a significant problem that needs to be urgently addressed. If waste is left untreated and disposed of improperly, it can become contaminated by bacteria, viruses, and other toxins that pose serious risks to humans. In this study, researchers designed and created a portable incinerator that utilizes used oil fuel. The study aimed to determine the highest temperature that can be achieved when incinerating wet and dry waste at weights of 5000 grams, 3000 grams, and 1000 grams. Additionally, performance of portable incinerator was evaluated based on the combustion rate and fuel consumption. The result show that the maximum temperature generated by both dry and wet waste is 450 degrees Celcius. The maximum volume of waste that can be loaded into the combustion chamber is 5000 grams. The results show that the maximum combustion rate of the portable incinerator for dry waste weighing 1000 grams is 196.85 gr/s.The maximum burning rate for wet waste weighing 1000 grams is 165.56 gr/s. The minimum fuel consumption produced from dry waste weighing 1000 grams is 300 ml of used oil. And the maximum fuel consumption is produced from wet waste weighing 5000 grams, namely 1000 ml of used oil
Heart Disease Classification Using Deep Neural Network with SMOTE Technique for Balancing Data
Heart disease is the leading cause of premature death worldwide. According to the WHO, heart disease causes about 30% of the total 58 million deaths and mostly occurs in individuals who are in their productive age. This condition can occur to anyone, including individuals who do not show symptoms of heart disease. However, heart disease can be prevented with early detection. By understanding the various risk factors that can increase the potential for heart disease. Therefore, this study aims to classify heart disease using Deep Neural Network algorithm and SMOTE technique to overcome data imbalance. This research resulted in a validation accuracy of 90% with precision evaluation of 0.85, recall 0.92, and f1-score 0.88. Based on the results obtained, the Deep Neural Network algorithm after SMOTE is superior to the model without SMOTE