Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
6019 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN METODE STORYTELLING BERBANTUAN MEDIA HAND PUPPET TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode pembelajaran storytelling berbantuan media hand puppet terhadap keterampilan berbicara siswa kelas II sekolah dasar dan mengetahui keberterimaan metode storytelling berbantuan media hand puppet terhadap keterampilan berbicara siswa kelas II sekolah dasar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IIA SD Semesta Semarang dengan jumlah 18 siswa. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan ini dikembangkan dengan prosedur pengembangan ADDIE. Metode pembelajaran storytelling berbantuan media hand puppet merupakan metode pembelajaran bercerita yang dikembangkan dengan pendekatan inquiry based learning dan menggunakan hand puppet sebagai media pembelajaran yang bertujuan untuk melatih keterampilan berbicara siswa, keberterimaan metode pembelajaran storytelling berbantuan media hand puppet dikatakan sebagai metode dalam kategori "sangat layak" digunakan untuk melatih keterampilan berbicara dilihat dari hasil respon guru dengan rata-rata 91% dan respon siswa mencapai rata-rata 94%. Hal ini juga didukung dengan kevalidan yang dilakukan oleh ahli media mencapai rata-rata 86,8% dan oleh ahli materi rata-rata sebesar 90%, metode pembelajaran storytelling berbantuan media hand puppet dapat melatih keterampilan berbicara siswa kelas II sekolah dasar berdasarkan hasil angket observasi yang dibuat sesuai dengan aspek penilaian indikator keterampilan berbicara dengan perolehan nilai rata-rata 92%
STRATEGI MENGASAH SOFT SKILLS MELALUI PEMBELAJARAN KARYA SENI KOLASE SISWA KELAS IV SD NEGERI TIMBULSLOKO 02 KABUPATEN DEMAK
Perkembangan keterampilan siswa yang sering terabaikan oleh orang tua atau bahkan guru membuat anak kurang terampil dan memiliki cara berpikir kritis siswa kurang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi mengasah soft skills melalui pembelajaran karya seni kolase siswa kelas IV SD N Timbulsloko 02. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi mengasah soft skills siswa kelas IV melalui pembelajaran karya seni kolase. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang mana data dikumpulkan dan diungkapkan dalam bentuk gambar dan kata-kata yang disusun dalam suatu kalimat. Penelitian ini dilakukan di SD N Timbulsloko 02 Kabupaten Demak. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitiaann dianalisis menggunakan 3 langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa strategi mengasah soft skills siswa dalam pembelajaran karya seni kolase sangat penting, karena dapat mengasah soft skills siswa kelas IV SD N Timbulsloko 02 Kabupaten Demak melalui 7 indikator yang dinilai yaitu memaksimalkan keterampilan berkomunikasi, berpikir kritis dan memecahkan masalah, kerja sama tim, belajar sepanjang hayat dan manajemen informasi, memiliki jiwa kewirausahaan, etika moral dan professional serta keterampilan kepemimpinan. Hasil persentase 7 indikator yang dinilai melalui lembar observasi pada pertemuan I dengan nilai 68% dengan kategori baik dan pertemuan II mengalami perkembangan dengan nilai 87% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan nilai persentase dan hasil wawancara disimpulkan bahwa strategi mengasah soft skills siswa melalui pembelajaran karya seni kolase dapat dikatakan berhasil
Social Inequality in the Movie Fantastic Mr. Fox
This research examined social inequality and the resulting conflicts in the movie "Fantastic Mr. Fox." The objectives were to identify and analyze the portrayal of social inequality within the film using Max Weber's theory of social stratification. Using descriptive qualitative method, the study involved detailed analysis of the movie script to uncover these themes. The findings revealed that the farmers, representing the upper class, oppress the animal community, which symbolizes the lower class. This dynamic led to various conflicts, highlighting the struggles and resistance of the underprivileged against the powerful. Film analysis demonstrated how animated films can reflect real-world social hierarchies. In conclusion, the research provided a deeper understanding of the use of popular media to comment on societal issues and emphasizes the importance of empathy and collective action to address inequality. This study contributes to the field by showcasing the potential of animated films as tools for social commentary and education. This study highlights the capacity of animated films to serve as effective mediums for social critique, urging viewers to recognize and challenge societal inequalities. The findings underscore the necessity for empathy and collective action in addressing systemic oppressio
Rancang Bangun Sistem Pengangkut Sampah Otomatis Pada Pintu Sungai Berbasis Internet Of Things (IoT)
Abstrak. Penumpukan sampah di Sungai Meduri Kota Pekalongan merupakan permasalahan yang mendesak. Hal ini terbukti dengan banyaknya masyarakat yang membuang sampahnya ke sungai dengan harapan sampah tersebut akan hilang dengan sendirinya. Situasi ini juga akan berdampak pada masalah kesehatan dan lingkungan dalam jangka panjang. Oleh karena itu peneliti akan merancang suatu sistem yang diberi nama "Perancangan sistem pengangkutan sampah otomatis pada pintu sungai berbasis Internet of Things (IoT)". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perancangan sistem pengangkutan sampah otomatis pada pintu sungai berbasis Internet of Things (IoT). Perancangan sistem ini terdiri dari beberapa rangkaian yang saling berhubungan dan membentuk suatu sistem. Elektronika pada penelitian ini dikendalikan oleh beberapa modul dan komponen antara lain NodeMCU ESP8266, sensor proximity fotolistrik, motor servo, dan telegram. Hasil dari perancangan sistem yang dibuat adalah rancangan sistem pengangkutan sampah otomatis pada pintu sungai berbasis IoT yang mencakup komponen utama khususnya NodeMCUESP8266 sebagai mikrokontroler dan konektor sistem ke Internet. Selain itu juga menggunakan sensor proximity fotolistrik sebagai alat pendeteksi sampah pada saat pengangkutan dan motor servo sebagai pengontrol alat pengangkut sampah. Rangka desain ini berbentuk seperti lengan robot.Kata kunci: Internet of Things, NodeMCU ESP8266, telegramAbstract. The accumulation of rubbish in the Meduri River, Pekalongan City, is an urgent problem. This is proven by the large number of people who throw their rubbish into the river in the hope that the rubbish will disappear by itself. This situation will also have an impact on health and environmental problems in the long term. Therefore, researchers will design a system called "Design of an automatic waste transportation system at river gates based on Internet of Things (IoT)". The aim of this research is to determine the design of an automatic waste transportation system at river gates based on the Internet of Things (IoT). This system design consists of several interconnected circuits and forms a system. The electronics in this research are controlled by several modules and components, including NodeMCU ESP8266, photoelectric proximity sensor, servo motor, and telegram. The result of the system design created is the design of an IoT-based automatic waste transportation system at river gates. includes the main components, especially the NodeMCUESP8266 as a microcontroller and system connector to the Internet. Apart from that, it also uses a photoelectric proximity sensor as a waste detection tool during transportation and a servo motor as a controller for waste transport equipment. This design frame is shaped like a dosing/robotic arm.Keywords: Internet of Things, NodeMCU ESP8266, telegra
Penguatan Kompetensi Profesional dan Pedagogik Guru MGMP Biologi dalam Mengembangkan Pembelajaran Inovatif untuk Mendukung Pemberdayaan Keterampilan Abad-21 Siswa
Paradigma pendidikan telah berubah menuju pendidikan abad-21 yang dikenal dengan masa pengetahuan (knowledge age). Pendidikan pada masa knowledge age tidak lagi didominasi dengan transfer pengetahuan namun telah diarahkan pada melibatkan siswa untuk mampu membangun dan mengembangkan keterampilan berpikir sehingga mampu mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya untuk meningkatkan penguasaan terhadap materi pelajaran. Guru abad-21 diharapkan memiliki lebih banyak pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi dan memahami tantangan perubahan masyarakat. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan soft skill dan hard skill guru dalam mengembangkan pembelajaran inovatif berbasis PBL, case based learning (CBL) dan PjbL dalam membangun keterampilan abad-21 siswa. Rencana kegiatan akan dilakukan dalam beberapa fase: (1) pendalaman materi biologi, (2) pembekalan keterampialan merancang pembelajaran PBL, CBL dan PjBL, (3) mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis PBL/CBL atau PjBL, (4) mengimplementasikan pembelajaran berbasis PBL/CBL atau PjBL. Seluruh kegiatan akan dinilai sebagai evakuasi terhadap pelaksanaan kegiatan
Sosialisasi Smart Parenting Melalui Gerakan Literasi Bersama Para Ibu PKK Desa Ngampungan
Seiring dengan perkembangan zaman peran orang tua dalam membantu tumbuh kembang anak agar mereka tumbuh menjadi anak yang cerdas menjadi sebuah tanggung jawab yang harus dilakukan. Namun, kesadaran dan pemahaman masyarakat khususnya para orang tua nyatanya tidak benar-benar tahu bagaimana memberikan parenting/pola asuh yang baik kepada anak-anak. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya perilaku anak yang tidak terarah dan tidak memiliki emosi yang stabil. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilakukan untuk mensosialisasikan bagaimana literasi parenting yang baik dan benar terhadap anak-anak. Sasaran utama dari kegiatan ini adalah orang tua/wali di Desa Ngampungan. Rencana kegiatan meliputi sosialisasi mengenai literasi parenting, edukasi mengenai pernikahan dini, serta dilakukannya sesi diskusi. Hasil dari pada kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dalam memberikan literasi parenting (pola asuh) yang benar dan yang tidak benar. Sehingga bisa dipraktikkan secara langsung oleh para ibu kepada para putra putrinya di rumah
Pelatihan AI Based Education untuk Pemberdayaan Guru SMAN 1 Kabupaten Blora
Dalam era digital yang berkembang pesat, integrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan menjadi sangat penting. SMA Negeri 1 Blora telah memelopori program pelatihan Pendidikan Berbasis AI yang bertujuan untuk memberdayakan guru dengan keterampilan dan literasi AI yang diperlukan untuk mendorong metodologi pengajaran yang inovatif. Program ini, yang secara strategis didukung oleh infrastruktur sekolah yang kuat, bertujuan meningkatkan pengalaman pendidikan melalui adopsi alat teknologi baru dan kurikulum integratif. Meskipun terdapat tantangan dalam adopsi teknologi karena beragamnya tingkat kesiapan di antara pendidik, program ini telah menunjukkan kemajuan substansial dalam meningkatkan penerimaan dan aplikasi teknik pembelajaran berbasis AI oleh guru. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 1 Blora tetapi juga berkontribusi pada pengembangan masyarakat dengan menyediakan akses ke pendidikan berkualitas tinggi yang canggih secara teknologi. Keberhasilan berkelanjutan dari program ini didukung oleh pelatihan berkelanjutan, pengembangan komunitas belajar, dan bimbingan terus menerus, memastikan adaptabilitas jangka panjang terhadap inovasi pendidikan
Optimalisasi Pemasaran Produk Kopi Kelompok Tani Desa Gunungsari Melalui Penerapan Platform Digital
Pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemasaran produk kopi dari Desa Gunungsari melalui platform digital. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan implementasi strategi pemasaran digital. Hasil menunjukkan peningkatan kehadiran online dan penjualan produk kopi sebesar 40%. Program ini menekankan efektivitas platform digital dalam meningkatkan visibilitas produk dan jangkauan pasar. Selain itu, program ini juga mengatasi keterbatasan akses informasi dan teknologi yang menjadi hambatan utama bagi kelompok tani kopi di Desa Gunungsari. Partisipasi aktif dari kelompok tani dan dukungan dari pemerintah desa sangat berperan dalam keberhasilan program ini
Pemberdayaan UKM Jenang Kudus Melalui Optimalisasi Kapasitas Produksi dan Pendampingan Manajemen Usaha
Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk mengeksplorasi pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UKM) sebagai produk unggulan Kabupaten Kudus melalui optimalisasi produksi dan manajemen usaha. Jenang, yang merupakan salah satu kuliner khas Kudus merupakan Industri di Kudus yang didominasi industri skala rumah tangga (UKM). Jenang Kudus menjadi salah satu makanan khas yang juga sebagai sumber penghasilan bagi sebagian masyarakat. Untuk itu, UKM industri Jenang diharapkan tetap maju membangun perekonomian daerah. memiliki potensi ekonomi yang besar namun seringkali dihadapkan pada berbagai kendala dalam proses produksinya, termasuk keterbatasan teknologi, modal, dan kemampuan manajerial. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk merencanakan dan menerapkan teknologi tepat guna (TTG) diharapkan mampu memberikan efisiensi, efektivitas serta kualitas produk UKM. Dengan peningkatan ini akan berimbas pula pada peningkatan ekonomi (omset) UKM selain itu juga dapat mengidentifikasi dan mengimplementasikan strategi-strategi yang dapat meningkatkan efisiensi produksi dan memperkuat manajemen usaha UKM Jenang. Tahapan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat terdiri dari sosialisasi, pelatihan, pendampingan, penerapan dan keberlanjutan. UKM Jenang di Kudus diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi dengan menggunakan teknologi tepat guna, memperluas pangsa pasar, serta meningkatkan daya saing produk. Dengan demikian, pemberdayaan UKM Jenang tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan pelaku usaha, tetapi juga berkontribusi terhadap perekonomian daerah secara keseluruhan
Gaya Bahasa dalam Novel Orang-Orang Biasa Karya Andrea Hirata sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Novel Kelas XII di Sekolah Menengah Atas
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan wujud campur kode dan alih kode serta menguraikan faktor penyebab campur kode dan alih kode dalam percakapan pembelajaran bahasa Indonesia kelas X SMA Negeri 1 Larangan Brebes tahun pelajaran 2020/2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu: a) campur kode ke luar, b) campur kode ke dalam, c) alih kode ke luar d) alih kode ke dalam. Faktor yang melatarbelakangi wujud campur kode yaitu: a) keterbatasan penggunaan kode, b) penggunaan istilah yang populer, c) pembicara dan pribadi pembicara. Faktor yang melatarbelakangi wujud alih kode yaitu: a) penutur, b) kehadiran orang ketiga, c) peralihan pokok pembicaraan