Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
6019 research outputs found
Sort by
PERAN STRATEGIS REMAJA, ORANGTUA DAN GURU DALAM MENCEGAH FEAR OF MISSING OUT (FOMO)
Abstrak Fear of missing out (FOMO) menjadi salah satu permasalahan yang sering dialami oleh remaja di era digital. FOMO merupakan bentuk kecemasan sosial yang muncul saat seseorang merasa tertinggal atau tidak ikut dalam pengalaman yang dijalani orang lain, khususnya melalui media sosial. Bagi para remaja yang membutuhkan eksistensi sosial, fomo berdampak serius terhadap kesehatan mental. Artikel ini menyajikan telaah literatur untuk memahami bagaimana fomo memengaruhi kondisi psikologis remaja dan bagaimana peran dari remaja, orangtua, guru dalam mencegah isu ini. Kajian ini berbasis studi kepustakaan pada jurnal nasional dan internasional yang peneliti akses mulai tahun 2020- 2025 untuk mendapatkan kebaruan data. Hasil temuan menunjukkan fomo berkaitan dengan kesehatan mental remaja dan diperburuk oleh penggunaan media sosial yang tidak terkontrol. Perlunya peran remaja, orang tua dan guru untuk mencegah agar remaja tidak terjebak dalam fomo. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya
SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DALAM PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (BOP PAUD) PADA TK AL IMAN KAUMAN SEMARANG
Sistem Pengendalian Internal dalam pengelolaan dana BOP PAUD di TK Al Iman berguna untuk memastikan bahwa dana BOP PAUD digunakan secara optimal dan mencegah adanya penyelewengan dana. Sistem pengendalian internal yang diterapkan di TK Al Iman dengan cara membuat struktur organisasi yang jelas serta sistem pencatatan yang memadai dengan aplikasi SIPLah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem pengendalian internal dalam pengelolaan dana BOP PAUD dan penggunaan dana BOP PAUD di TK Al Iman berdasarkan prinsip permendikbud no 9 tahun 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan menggunakan data berupa informasi untuk mendeskripsikan, meneliti, dan menjelaskannya. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu berdasarkan prinsip permendikbud no 9 tahun 2021 menunjukkan bahwa penggunaan dana BOP PAUD sudah digunakan sesuai dengan kebutuhan sekolah berupa menyusun rencana kegiatan dan anggaran sekolah. Selain itu juga untuk mengembangkan program sekolah (adanya bacaan buku cerita dan pengadaan alat permainan edukatif didalam kelas untuk menunjang motorik kasar dan motorik halus siswa
ANALYSIS OF CYBERSECURITY REGULATIONS IN ADDRESSING HACKING ACTIVITIES IN THE DIGITAL ERA BASED ON JUSTICE VALUE
The rapid advancement of information technology in the digital era has led to a significant increase in cybercrime in Indonesia. Among the most prominent forms of cybercrime is hacking, which poses a serious challenge to law enforcement due to limitations in human resources and the country's cybersecurity infrastructure. While the ITE Law and the Personal Data Protection Law provide a foundational legal framework to combat cybercrime, these regulations require continuous updates to keep pace with the rapidly evolving nature of digital threats. Furthermore, the vulnerability of the small business sector, stemming from a lack of technological sophistication and public awareness, further exacerbates the risks. To address these challenges effectively, a comprehensive approach is required, involving collaboration between government institutions, law enforcement agencies, the private sector, and the community. This article utilizes the normative legal method, focusing on the analysis of existing written regulations and secondary data from literature. The study concludes that an integrated and coordinated effort is necessary to enhance Indonesia's cyber resilience, including the strengthening of policies, improvement of cybersecurity infrastructure, and raising public awareness. Only through such measures can Indonesia effectively mitigate the growing threats in the digital er
ANALISIS LIFE CYCLE COST PERKERASAN KAKU DAN LENTUR JALAN PROVINSI (STUDI KASUS: JALAN RAYA PARE - KEDIRI)
Pare-Kediri Highway is a provincial road which is the main connecting road between Pare and Kediri City. On this road section is often bypassed by vehicles with large loads. However, in existing conditions there is damage that varies. Road planning is generally planned to be used for a certain period of time, for example 10 to 20 years depending on existing transportation needs, in the hope that the road will remain in good condition and suitable for traffic. Road maintenance measures are necessary to ensure good operating conditions throughout the planning period. Maintenance and repair of damaged roads also cost a lot. As a result evaluating road damage and choosing the right type of repair is very important. According to the results of research with the 2017 pavement Design Manual guidelines, flexible pavement thickness was obtained including AC-WC 4 cm, AC-BC 6 cm, AC-Base 16 cm and Class A aggregate foundation layer 15 cm. While the thickness of the rigid pavement using continuous concrete without reinforcement with 30 MPa quality concrete obtained plate thickness of 28.5 cm and a layer of thin concrete foundation (LMC) 10 cm. Based on data processing, the construction cost of flexible pavement amounted to Rp 12,958,812,587.00 while rigid pavement amounted to Rp 30,584,262,345. 00. The Total maintenance cost for flexible pavement is Rp 23,836,678,414.33 while for rigid pavement is Rp 3,208,462,265. 15. So that the results of life cycle cost analysis of this study obtained the total cost during the 20-year life cycle of flexible pavement of Rp 36,795,491,001.33 while rigid pavement of Rp 33,792,724,610. 15. In this case, rigid pavement has a life cycle cost (life cycle cost) which is 8.51% more efficient than flexible pavement
Teachers' efforts to develop entrepreneurial principles in students at UPGRIS Semarang Laboratory High School
he curriculum transition from "kurikulum-13" to "Kurikulum Merdeka" certainly brings a new paradigm in classroom learning. There is something new in the new curriculum at the high school level, namely entrepreneurship learning which is contained in one of the P5 themes (Pancasila Student Profile Strengthening Project). This study aims to determine the efforts of teachers in developing students' entrepreneurial principles on entrepreneurial projects. This study used qualitative research methods. The source of the research data is a high school teacher from the Semarang UPGRIS Laboratory School who teaches economics subjects. The results of the study found that teachers' efforts in developing entrepreneurial principles by providing knowledge in the form of deepening students' creativity towards new product innovations, providing knowledge about strategic management, providing knowledge related to marketing management and also motivating them to always innovate and not be satisfied with the results of their business achievements
Pemberdayaan Potensi Ibu Rumah Tangga dalam Manajemen Sampah Dapur
Sampah yang dihasilkan di pulau Pari jauh lebih tinggi saat musim liburan. Sampah organik dari sisa sayur dan makanan laut menimbulkan aroma tidak sedap. Sampah anorganik dari plastik dan sterofoam terlihat di pinggir pantai. Sampah tersebut harus bisa dikurangi dari bagian hulu yaitu rumah warga. Pulau Pari yang dikelilingi oleh laut mengharuskan warganya untuk mengelola sampah dengan bijak agar tidak berakhir di laut. Dengan demikian, warga memerlukan sistem manajemen pengelolaan sampah dapur sebagai solusi yang tepat untuk menanggulangi sampah dari bagian hulu. Dapur warga dijadikan sebagai tempat mengolah makanan katering oleh ibu rumah tangga sebagai pelaku usaha tersebut. Para ibu yang tentunya memiliki waktu luang di rumah perlu diberdayakan potensinya untuk melakukan manajemen sampah dari dapur rumahnya. Kegiatan pelatihan manajemen sampah dapur meliputi identifikasi sampah di rumah dan pemilihan penanganan sampah. Pengabdian ini difokuskan pada pembentukan pola pikir warga tentang pentingnya peran ibu rumah tangga dalam pengurangan dan penanganan sampah di daerah hulu yakni tidak lain di dapur rumahnya sendiri. Para ibu sangat antusias dengan kegiatan pemilahan serta pengolahan kulit udang menjadi bumbu masakan dan cangkang telur menjadi pupuk tanaman
Pendidikan Politik Generasi Muda dalam Meningkatkan Kesadaran dan Kecerdasan Politik Remaja di Pondok Pesantren Darurrohmah, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah
Data Indeks Demokrasi Indonesia menunjukkan bahwa untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada aspek terjaminnya hak memilih dan dipilih dalam pemilu masih rendah (47,59%). Rendahnya partisipasi pemilih dalam pemilu sangat disayangkan. Oleh karena itu, pengenalan dan pendidikan politik menjadi sangat krusial untuk memperbaiki tingkat kesadaran politik pada masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Generasi muda yang merupakan pemilih pemula menjadi subjek yang sangat penting untuk diberikan motivasi, semangat dan panduan untuk mengenal politik. Dengan diadakannya pendidikan politik bagi mitra penelitian, diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan dan partisipasi generasi muda dalam berpolitik dan juga dapat menjauhkan stigma dan penilaian bahwa pondok pesantren sering melahirkan bibit-bibit radikalisme dan cenderung kurang demokratis karena memandang pimpinan/kiai sebagai pengambil keputusan termasuk dalam kegiatan politik (pemilu). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan ketertarikan dan kesadaran berpolitik generasi muda dan faktor yang mendorong keterlibatan generasi muda untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Strategi Branding untuk PKK Bumi Sariwangi Mekar Kabupaten Bandung Barat
Mitra dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Bumi Sariwangi Mekar (BSM) yang menjalankan kegiatan bisnis dan belum optimal. Bentuk kegiatan bisnis yang dilakukan mitra di antaranya adalah kios makanan yang menjual makanan jadi dan bahan pokok. Dari seluruh kegiatan tersebut, mitra ingin fokus pada peningkatan kinerja penjualan dari kios makanannya di mana hasil pendapatannya masih fluktuatif dan cenderung menurun. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara mitra, tim PkM menemukan bahwa mitra mengalami masalah dari segi pemasaran dan manajerial. Dari segi pemasaran, mitra belum memiliki identitas yang kuat untuk kios makanannya sehingga tidak terdiferensiasi dengan baik dari pesaingnya. Oleh sebab itu, permasalahan marketing lebih diprioritaskan dibandingkan menyelesaikan masalah managerial. Solusi yang ditawarkan adalah strategi branding melalui pembuatan desain logo sebagai identitas pemasaran produk mitra. Dari hasil wawancara, observasi mitra serta strategi branding dari pesaing didapatkan berbagai masukan sebagai input untuk pembuatan konsep merek produk. Adapun nama merek yang dipilih adalah Teras Jajanan Sariwangi, dengan nuansa warna jingga yang menggambarkan keceriaan dan semangat
"Tilik Dewi Domas": Strategi Promosi Desa Wisata Silado Melalui Website
Desa Silado merupakan desa yang prospektif untuk pengembangan pariwisata karena letaknya yang strategis, sumber daya manusia yang memadai, dan aspek sosial budaya. Faktor-faktor ini sangat penting namun membutuhkan investasi besar, terutama dari sisi pendanaan. Desa tidak dapat mengalokasikan bantuan dana tersebut, yang pada akhirnya menghambat kemajuannya. Oleh karena itu, tim memanfaatkan kesempatan ini untuk memecahkan masalah dengan memfasilitasi warga desa melalui kegiatan diskusi kelompok yang bertujuan untuk menggali, mendiskusikan, mengklasifikasikan, dan mempromosikan potensi wisata melalui situs web. Penduduk desa yang terlibat dalam program ini adalah 16 anggota Kelompok Sadar Wisata Silado. Program berlangsung selama enam bulan dan terbagi dalam tiga kegiatan utama: (1) presentasi oleh tim pelaksana tentang pentingnya pengembangan desa wisata dan branding serta promosi desa wisata di era globalisasi; (2) diskusi kelompok untuk mendapatkan dan mengklasifikasikan data sumber daya pariwisata Silado; dan (3) desain web oleh tim pelaksana sebagai media promosi pariwisata. Hasil program menunjukkan bahwa Desa Silaso ternyata memiliki tiga objek wisata yang menjanjikan: alam, budaya, dan pendidikan. Di sisi lain, perancangan website diusulkan untuk mempromosikan keunikan dan elemen ikonik Silado sebagai desa wisata. Pengunjung website dapat dengan mudah menemukan elemen ini pada logo dan tagline desa wisata Silado yang bertuliskan "Tilik Dewi Domas: Desa Wisata Silado Banyumas". Tagline ini terutama bertujuan untuk mengajak pengunjung melihat, menjelajah, dan menikmati destinasi wisata di Silado
Strategi dalam Meningkatkan Hasil Panen Ikan Lele Melalui Inovasi Teknologi Alat Pemberi Pakan Otomatis di Kecamatan Wiyung
Inovasi teknologi telah membawa perubahan signifikan dalam sektor perikanan. Artikel ini membahas strategi yang mengeksplorasi pemanfaatan alat pemberi pakan otomatis sebagai upaya meningkatkan hasil panen ikan lele. Teknologi ini memberikan solusi efisien dan efektif dalam manajemen pakan, mengatasi kendala yang sering kali dihadapi petani dalam pemberian pakan secara manual. Dengan memanfaatkan alat pemberi pakan otomatis, petani dapat mengontrol pemberian pakan secara tepat waktu dan akurat, sesuai dengan kebutuhan ikan lele pada berbagai tahap pertumbuhannya. Keuntungan utama dari alat pemberi pakan otomatis, yaitu penghematan waktu dan usaha petani. Dengan menerapkan alat otomatis ini, petani dapat menjaga kualitas pakan dan mengoptimalkan pertumbuhan ikan dengan lebih baik dan juga dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Dengan menggabungkan pengetahuan tradisional petani dengan teknologi modern, strategi ini berpotensi membawa perubahan berkelanjutan dalam budidaya ikan lele. Diharapkan bahwa penerapan alat pemberi pakan otomatis akan mendukung upaya global dalam mencapai ketahanan pangan dan pengembangan sektor perikanan yang berkelanjutan