Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
6019 research outputs found
Sort by
From Degradation to Revitalization: The Existence of Macapat Songs Among Generation Z and Adaptive Strategies Based on Cultural Ecology in The Digital Era
The degradation of Macapat songs' existence among Generation Z represents an urgent cultural issue that has yet to be systematically examined through an integrative cultural ecology framework. This study aims to: (1) analyze the current existence of Macapat songs among Generation Z through a cultural ecology approach; (2) identify multidimensional factors causing degradation by constructing a new theoretical model; and (3) formulate adaptive revitalization strategies based on empirical research synthesis. The method employed is a Systematic Literature Review (SLR) following the PRISMA-P protocol, involving the analysis of 27 selected primary sources from 2018-2025, analyzed using Braun Clarke's (2006) thematic analysis model and synthesized through Neville's Cultural Ecology Framework. The novelty of this research lies in three contributions: (1) the construction of the Macapat Degradation-Revitalization Model (MDRM) integrating six systemic dimensions of degradation; (2) the formulation of a tiered revitalization strategy based on cultural ecology that differentiates interventions at micro, meso, and macro levels; and (3) the identification of the digital paradox as both an opportunity and a threat not yet mapped in previous literature. The findings show that the degradation of Macapat songs is multidimensional – encompassing structural-social, pedagogical, cultural-global, technology-media, policy-institutional, and family transmission dimensions – that interact synergistically to form a cultural degradation spiral. The formulated revitalization strategies comprise six adaptive components: contextual curriculum integration, creative digitalization, creative industry collaboration, local institution strengthening, policy engineering, and family transmission revitalization. This research confirms that successful revitalization of Macapat songs requires an ecological-systemic approach that moves beyond conventional preservation toward a co-evolution of tradition and modernity
Diksi, Gaya Bahasa, dan Citraan dalam Cerkak Pacarku Aneh Karya Lina Maisaroh (Kajian Stilistika)
This study discusses diction, language style, and imagery in a story entitled "Pacarku Aneh" by Lina Maisaroh. The theory used is a stylistic study. The purpose of this study is to: describe the diction, style, and imagery contained in the cerkak. The method used in this study is a qualitative descriptive method, with the analysis technique carried out as reading and understanding the contents of the ingenuity. The research data is in the form of a short text sourced from the kompasiana web published in 2021 with the theme of love. The data collection technique used is a reading and recording technique. Data analysis techniques use interactive descriptive techniques that include data reduction, data classification, and conclusion. The result of this study is in a story entitled My Strange Boyfriend by Lina Maisaroh using denotative diction, connotative diction, auditory imagery, visual imagery, motion imagery, allegory language style, and affirmative language style
SUPERVISI AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU
Profesionalisme guru menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas mutu pendidikan. Akan tetapi profesionalisme guru perlu terus ditingkatkan sesuai dengan dinamika kebutuhan. Salah satunya upaya peningkatan profesionalisme guru tersebut adalah dengan supervisi akademik.Sekolah Menengah Kejuruan Maarif NU Pecalungan Kabupaten Batang merupakan sekolah yang berdiri dan tumbuh atas inisiatif warga setempat, ada peningkatan dari hasil supervisi akademik disetiap tahunnya, dan ada keunikan langsung pilih jurusan ketika masuk di sekolah.Fokus penelitian ini adalah bagaimana perencanaan, pelaksanaan dan tindak lanjut supervisi akademik untuk meningkatkan profesionalisme guru di SMK NU Maarif Pecalungan.Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. bertempat di SMK Maarif NU Pecalungan. Dengan langkah penelitian yang dilakukan 1) melaksanakan pra penelitian, 2) menyusun instrumen dan melaksanakan pengumpulan data (data primer dan data sekunder), 3) menganalisis data, 4) mengecek keabsahan data menggunakan trianggulasi. Tehnik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teori Milles and Hubeman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.Temuan penelitian 1) perencanaan supervisi akademik di SMK Maarif NU Pecalungan (a) evaluasi hasil supervisi semester sebelumnya, (b) identifikasi masalah, (c) pembentukan tim supervisor, (d) pembuatan jadwal supervisi, (e) penyusunan instrumen supervisi, (f) penyusunan program supervisi. Beberapa kegiatan dalam perencanaan supervisi tersebut dibuat setiap awal semester dengan melibatkan guru dan stakeholder lainya seperti pengawas. 2) pelaksanaan supervisi kepala sekolah di SMK Maarif NU Pecalungan pertama, pra observasi, kemudian observasi melalui kunjungan kelas, penilaian, pemberian bimbingan dan pengarahan meskipun bimbingan dan pengarahan ini juga melalui beberapa cara baik secara langsung maupun maupun tidak langsung; 3) Evaluasi/ tindak lanjut supervisi akademik oleh kepala sekolah di SMK Maarif NU Pecalungan Kabupaten Batang atas hasil supervisi kepala sekolah adalah pembinaan secara langsung yaitu dengan bertatap muka antara guru dengan kepala sekolah atau secara tidak langsung dengan mendelegasikan ke kegiatan-kegiatan seperti MGMP, Workshop, Pelatihan, Seminar, PLPG.Rekomendasi pada penelitian ini adalah agar pelaksanaan supervisi akademik lebih maksimal dilaksanakan dengan pendekatan langsung melalui bimbingan individu sehingga profesionalisme guru bisa tumbuh sesuai kebutuhan pendidikan.Kata Kunci : Supervisi Akademik kepala sekolah, Profesionalisme gur
THE ROLE OF THE SCHOOL PRINCIPAL AS AN INTERNAL LEADER STRENGTHENING INDEPENDENT CHARACTER EDUCATION
Pendidikan karakter mandiri pentingnya untuk diajarkan sejak dini agar kedepannya menjadi pribadi yang berdikari. Kepala sekolah memiliki peran penting sebagai leader untuk mengsukseskan penguatan pendidikan karakter mandiri. Kepala sekolah sebagai pimpinan memiliki otonomi dalam satuan pendidikan untuk mengambil kebijakan dalam pengelolaan program. Fokus penelitian ini adalah (1) peran Kepala Sekolah sebagai Leader dalam menggerakkan dan memberikan dorongan / motivasi dalam penguatan pendidikan karakter Mandiri. (2) Peran Kepala Sekolah sebagai leader dalam memberikan bimbingan dan mengarahkan dalam penguatan pendidikan karakter Mandiri. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Penelitian ini bermaksud mengetahui Peran Kepala Sekolah Sebagai Leader Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Mandiri di MA Al Irsyad Gajah Demak. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumen. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian (1) peran kepala sekolah sebagai leader dalam menggerakan program Penguatan pendidikan karakter mandiri di MA Al Irsyad Gajah Demak meliputi a) peran kepala sekolah dalam menggerakan sumber daya anggaran; b) peran kapala sekolah dalam menggerakan komponen guru; c) peran kapala sekolah dalam menggerakan komponen siswa; d) peran kapala sekolah dalam menggerakan melalui aturan. (2) peran kepala sekolah sebagai leader dalam memberikan motivasi dalam pelaksanaan PPK Mandiri melalui motivasi. Motivasi yang diberikan adalah a) motivasi intern menguatkan hati dan menyadarkan pada diri guru dan siswa; b) motivasi ekstern. Menciptakan suasana semangat dari lingkungan Sekolah; c) Menciptakan semangat perubahan dimulai dari pembentukan karakter mandiri; d) membuat kebijakan reward dan punishment. (2) Peran kepala sekolah sebagai leader dalam bimbingan dan arahan guru dalam program penguatan pendidikan karakter mandiri di MA Al Irsyad Gajah Demak meliputi a) pembinaan mental, b) pembinaan moral, c) pembinaan fisik dan d) pembinaan teknis. Peran kepala sekolah sebagai leader dalam bimbingan dan arahan kepada siswa dalam program penguatan pendidikan karakter mandiri di MA Al-Irsyad Gajah Demak meliputi pembinaan individu, pembinaan kelompok. Saran pada penelitian ini adalah Kepala sekolah memiliki peran penting sebagai leader dalam mengawal penguatan pendidikan karakter mandiri oleh sebab itu maka kepala sekolah harus tegas sekaligus menjadi teladan dalam kemandirian bagi semua warga sekolah. Kata Kunci: Peran Kepala Sekolah Sebagai Leader, PPK Karakter Mandir
VALIDITY ANALYSIS OF EMOTIONAL STABILITY INSTRUMENT USING THE RASCH MODEL IN ADOLESCENTS
Alat ukur stabilitas emosi diperlukan supaya remaja mengetahui tingkat stabilitas emosi yang dimilikinya. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan instrumen yang valid sehingga dapat menguji tingkat stabilitas emosi remaja. Analisis validitas ini dilakukan untuk menguji apakah instrumen stabilitas emosi mampu mengungkap tingkat stabilitas emosi remaja secara akurat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei secara random sampling terhadap 152 responden terdiri dari 43 orang laki-laki dan 109 orang perempuan kelas XI pada salah satu sekolah di Sumedang, Jawa Barat. Analisis instrumen dilakukan menggunakan model RASCH dengan aplikasi winstep versi 3.73.0 dari John M. Linacre. Berdasarkan hasil analisis menunjukan bahwa instrumen stabilitas emosi cukup baik untuk mengukur kestabilan emosi pada remaja dengan nilai cronbach alpha yang mempresentasikan interaksi antara person dengan butir-butir item keseluruhan sebesar 0.62 termasuk kategori baik, nilai person realiability sebesar 0.57 sebagai indikator konsistensi jawaban responden, termasuk kategori cukup. Sedangkan item reability sebesar 0,98 sebagai indikator kualitas butir-butir item dalam instrumen, tergolong kategori istimewa
Increasing Science Literacy Using a Guided Inquiry Learning Model Assisted by Interactive Modules on Elasticity Materials
This research aims to increase literacy using a guided inquiry learning model assisted by interactive modules on elasticity material. The study was carried out over three lessons with each lesson carried out in one complete cycle consisting of observation, reflection, design, and treatment. Data collection was carried out using an evaluation instrument in the form of a test using a questionnaire at the end of each cycle before the next cycle was carried out. The test instrument used contains indicators of science content aspects, science context aspects, and science process aspects. The results of the research showed that cycle III had the highest increase in each scientific literacy indicator with the science content indicator being 69.7%, the science context indicator being 68.7% and the science process indicator being 74.3%. So it can be concluded that increasing scientific literacy using the guided inquiry learning model assisted by interactive modules on elasticity material results in improvements in the good category
Meta Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP dalam Pembelajaran IPA
Abstrak. Penelitian meta analisis ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa SMP dalam pembelajaran IPA, khususnya fisika. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling terkait dengan tahun terbit, latar belakang, dan temuan penelitian berdasarkan dua belas jurnal penelitian yang telah dikumpulkan. Kemampuan berpikir kritis termasuk ke dalam salah satu aspek penting dalam keterampilan abad 21 yang harus dimiliki oleh seseorang agar mampu mengikuti arus perkembangan. Namun, pada kenyataannya berdasarkan hasil penelitian-penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa SMP, khususnya dalam pembelajaran IPA di Indonesia masih berada pada kategori rendah hingga sedang. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama, khususnya bagi guru atau pendidik untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran agar dapat mendukung perkembangan berpikir kritis siswa.Kata kunci: Kemampuan berpikir kritis, Pembelajaran IPA, Pendidikan Abad 21.Abstract. This meta-analysis research aims to determine the critical thinking abilities of junior high school students in learning science, especially physics. The sampling technique in this research uses a sampling technique related to the year of publication, background and research findings based on the twelve research journals that have been collected. The ability to think critically is one of the important aspects of 21st century skills that a person must have in order to be able to follow the flow of development. However, in reality, based on the results of research that has been conducted, it shows that the critical thinking abilities of junior high school students, especially in science learning in Indonesia, are still in the low to medium category. This needs to be a common concern, especially for teachers or educators to innovate in learning so that it can support the development of student's critical thinking.Keywords: Critical thinking ability, Science learning, 21st Century Education
ANALISIS FILM ANIMASI TITIPO "TEMAN BARU KITA, LOCO" DALAM MENANAMKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA
Monika Sahnia Wulan Setiti . NPM 17120054 . "Analisis Film Animasi Titipo "Teman Baru Kita, Loco" Dalam Menanamkan Karakter Disiplin Siswa". Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas PGRI Semarang. Husni Wakhyudi, S.Pd M.Pd selaku Dosen Pembimbing I dan Mira Azizah, S.Pd M.Pd selaku Dosen Pembimbing II.Dalam menghadapi tantangan kehidupan diperlukan kekuatan sikap dan mental yang tangguh. Dampak dari perubahan zaman yang semakin maju membuat masyarakat melupakan Pendidikan karakter bangsa, padahal Pendidikan karakter merupakan pondasi dasar yang sangat penting dan harus ditanamkan sejak dini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana nilai karakter disiplin dalam tayangan film animasi Titipo "Teman Baru Kita,Loco"? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai karakter disiplin yang terdapat dalam film animasi Titipo "Teman Baru Kita,Loco" dan dapat memberikan gambaran karakter disiplin yang terkandung kepada penonton terutama siswa sekolah dasar.Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif ditulis dalam bentuk narasi untuk mengetahui tentang karakter disiplin yang tergambarkan dalam film animasi Titipo Si Kereta Kecil melalui adegan, percakapan atau dialog yang dapat terserap oleh siswa. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berasal dari wawancara guru, dokumentasi, dan angket yang ditujukan kepada siswa.Data yang diperoleh dari film animasi Titipo Si Kereta Kecil episode 16 "Teman Baru Kita, Loco" berupa kutipan-kutipan kata atau kalimat dalam percakapan, dialog dan tindakan dalam setiap adegan yang ditunjukkan dalam film dan dianalisis berdasarkan kriteria nilai karakter yang ditentukan.Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah nilai karakter disiplin dalam tayangan film animasi Titipo "Teman Baru Kita, Loco" Saran dari peneliti adalah guru diharapkan dapat menjadikan tayangan film animasi Titipo Si Kereta Kecil dalam kelas sebagai reward atau hiburan yang mengedukasi setelah siswa melaksanakan pembelajaran.Kata Kunci: karakter disiplin, animasi, titip
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERVISI SETS (Science, Environment, Tehnology, Society) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI BENCANA ALAM DI KELAS V SEKOLAH DASAR
Pembelajaran IPA di kelas V semester 1 khususnya materi Bencana Alam merupakan materi yang mempunyai tingkat pemahaman tinggi sehingga dirasa sulit oleh siswa. Karena materi ini sangat kompleks dan abstrak. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosedur pengembangan perangkat pembelajaran bervisi SETS, menganalisis validitas, kepraktisan, dan keefektifan model pembelajaran bervisi SETS dalam mata pelajaran IPA di SD untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Dalam pengembangan penelitian ini mengacu pada sistem instruksional Thiagarajan, Semmel and Semmel dikenal dengan model 4-D (dalam Trianto, 2012). Model ini terdiri dari empat tahap yaitu: define (Pendefinisian), design (Perancangan), develop (Pengembangan), dan disseminate (Penyebaran). Dengan metode perangkat pembelajaran yang dikembangkan dan bervisi SETS dalam mata pelajaran IPA di SD untuk meningkatkan pengetahuan terhadap bencana bagaimana mitigasi dilakukan dengan menyusun silabus, RPP, bahan ajar dan seperangkat alat pembelajaran, dilanjutkan dengan validasi oleh ahli dan dilakukan ujicoba lapangan. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan tergolong sangat valid, terbukti dari hasil validasi ahli dengan rata-rata skor penilaian pada interval 4,2-5,0. Pembelajaran bervisi SETS mudah dipahami dan penayangan materi yang lebih menarik perhatian siswa serta memberikan respon yang positif dari masing-masing siswa. Pembelajaran bervisi SETS dalam mata pelajaran IPA di SD untuk meningkatkan pengetahuan bencana dan mitigasinya dapat dikatakan berhasil dan terbukti adanya peningkatan pengetahuan kebencanaan, hingga taraf tuntas dan peserta didik mampu mengimplementasikan pada lingkungannya
IMPLEMENTASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER TERHADAP PERILAKU PROPOSIAL SISWA KELAS V SDN PANGGUNG LOR
Pembentukan karakter siswa umumnya terjadi di lingkungan sekolah dengan dukungan dari keluarga dan lingkungan masyarakat sekitar. Dalam konteks di SDN Panggung Lor, terdapat permasalahan dalam peningkatan perilaku prososial pada siswa kelas V, yang memerlukan upaya meningkatkan karakter prososial mereka melalui pembiasaan dan konseling dengan guru. Perilaku prososial yang berhubungan dengan interaksi sosial yang positif, akan memberikan dampak yang positif untuk karakter siswa saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan, memahami dampak, dan meningkatkan perilaku prososial pada siswa kelas V di SDN Panggung Lor. Memilih strategi yang tepat dalam mengimplementasikan perilaku prososial siswa. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pengumpulan data, menyusun catatan dan menganalisis siswa kelas V SDN Panggung Lor. Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa di SDN Panggung Lor mengimplementasikan pendidikan karakter dalam membentuk moralitas dan karakter perilaku prososial siswa yang dilakukan setiap pembiasaan dan dalam kegiatan pembelajaran, sehingga akan mengembangkan, membangun serta melatih berinteraksi sosial yang baik.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Perilaku Prososia