Jurnal Mikologi Indonesia (JMI - Perhimpunan Mikologi Indonesia, Mikoina)
Not a member yet
62 research outputs found
Sort by
Jamur Makro Berpotensi Pangan dan Obat di Kawasan Cagar Alam Lembah Anai dan Cagar Alam Batang Palupuh Sumatera
Telah dilakukan Penelitian di Kawasan Cagar Alam Lembah Anai dan Cagar Alam Batang Palupuh, Sumetera Barat, dengan tujuan mendapatkan data jenis-jenis jamur makro di kedua kawasan tersebut, dan data-data jenis jamur makro yang berpotensi baik sebaga bahan pangan dan obat, menggunakan metode koleksi langsung dengan memodifikasi jalur menggunakan plot. Dalam eksplorasi ini telah ditemukan sebanyak 112 jenis makrofungi (63 jenis di Ka-wasan Cagar Alam Lembah Anai, 58 jenis di Kawasan Cagar Alam Batang Palupuah). Jamur makro yang ditemukan didominasi dari bangsa Aphylloporales dengan jenis-jenisnya antara lain Amauroderma rugosum, Cymatoderma sp., Fomitopsis sp., Ganoderma spp., Hetero-basidion annosum, Microphorus spp., Polyporus spp., Rigidoporus spp., dan Trametes spp. Kelompok berikutnya yang mendominasi adalah dari bangsa Agaricales, dengan jenis-jenisnya antara lain Amanita spp., Agaricus spp., Clytocibe spp., Entoloma spp., Filoboletus spp., Hygrocybe spp., Lepiota spp., Omphalina spp., Marasmius spp., Marasmiellus spp., dan Russula spp. Jenis-jenis yang berpotensi sebagai sumber pangan dari kawasan ini adalah Auricularia auricula, Auricularia delicata, Agaricus spp., Boletellus spp., Calvatia excipu-liformis, Cantharellus cibarius, Cookeina speciosa, Fistulina sp., Hygrocybe sp., Lentinus sajor-caju, Marasmiellus ramealis, Russula fragilis, dan Pluteus cervinus. Sementara jenis-jenis yang berpotensi sebagai bahan obat adalah Amauroderma rugosum, Ganoderma lucidum, Ganoderma pfeifferi, Ganoderma resinaceum, Microphorus spp., Polyporus spp., Trametes spp., dan Xylaria spp
Keragaman dan Potensi Makrofungi di Obyek Ekowisata Kaki Dian, Gunung Klabat-Minahasa Utara
Keanekaragaman makrofungi sangat menarik untuk diamati, sayangnya informasi keragaman makrofungi di wilayah Wallacea sangat terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman makrofungi dan potensi peluang penggunaannya di kawasan ekowisata Kaki Dian Gunung Klabat, Minahasa Utara. Kawasan ekowisata Kaki Dian Gunung Klabat lebih
dipilih karena memiliki keanekaragaman hayati khas bioregion Wallacea dan memiliki banyak pengunjung yang datang untuk menikmati pemandangan alam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi di sepanjang jalur pendakiandi kawasan ekowisata Kaki Dian, Utara Minahasa, Sulawesi Utara. Pengamatan dan identifikasi dilakukan berdasarkan karakteristik macrofungi antara lain: warna, diameter, bentuk tudung, bentuk batang, panjang dan diameter batang, ada tidaknya lamella atau pori dan cincin, jenis lamella dan jenis volva, serta habitat dan potensi pemanfaatannya. Data dianalisis secara deskriptifkualitatif. Sebanyak 61 spesies jamur makroskopik yang termasuk ke dalam pembagian ascomycota dan basidiomycota. Spesies ini termasuk dalam 23 famili, 7 ordo. Berdasarkan tempat tumbuh, 92% ditemukan tumbuh pada kayu yang membusuk dan 8% ditemukan tumbuh di tanah atau sarasah. Berdasarkan potensi penggunaannya, 3 jenis memiliki potensi industri, 10 jenis diidentifikasi sebagai jamur pangan dan 11 jenis diidentifikasi sebagai jamur berpotensi obat
Pemanfaatan Kapang Rhizopus sp. sebagai Agen Hayati Pengapung Pakan Ikan
Rhizopus sp. dikenal sebagai kapang tempe kedelai, dan juga banyak digunakan dalam fermentasi substrat selain kedelai. Aktivitas metabolisme Rhizopus sp. memberikan sifat fisik baru pada substrat yang difermentasi, termasuk kemampuan mengapung pada permukaan air dan kekompakan dalam air karena miselianya merajut dan menyatukan butiran-butiran substrat. Sifat ini berpotensi diterapkan dalam pembuatan pakan ikan apung. Dalam penelitian ini, Rhizopus sp. digunakan sebagai agen pengapung hayati pada pakan ikan melalui fermentasi padat dimana pakan ikan tenggelam komersial digunakan sebagai substrat. Pakan fermentasi yang dihasilkan lalu dikeringkan di dalam oven dan diuji untuk mengetahui kualitas fisiknya dibandingkan dengan pakan ikan apung komersial (kontrol positif). Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik pakan ikan apung fermentasi dan pakan ikan apung komersial memiliki daya apung ≥ 95% selama 60 menit, dengan stabilitas dalam air tanpa aerasi masingmasing 80,3-87,1% dan 85,6%. Namun, dalam air beraerasi, daya apung pakan fermentasi menurun menjadi 0-2,5%, sedangkan pada pakan kontrol 82,5%. Daya serap air pakan fermentasi berkisar antara 108% sampai 144%, yakni lebih rendah dari pada pakan komersial (260%). Dapat disimpulkan bahwa fermentasi padat menggunakan Rhizopus sp. berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai agen pengapung hayati dalam pembuatan pakan ikan apung
Catatan Tentang Scleroderma pseudostipitatum Petch, Scleroderma verrucosum (Bull.) Pers., and Scleroderma nitidum Berk. (Gasteromycetes)
Jamur Scleroderma pseudostipitatum yang hidup di tropik dikukuhkan sebagai jenis sendiri, dibedakan dari Scleroderma verrucosum yang berasal dari daerah beriklim sedang karena memiliki basidiospora yang lebih besar ditutup oleh duri-duri yang lebih pendek tetapi lebih gemuk, serta juga oleh peridium lebih kuning yang dihias dengan sisik berbeda susunan dan warnanya. Sejumlah catatan, gambar, dan pertelaan Scleroderma pseudotipitatum dan Scle-roderma nitidum Berk. serta juga kunci untuk mendeterminasinya disajikan
Potensi Simbiosis Cendawan Endofit pada Beberapa Tanaman Pangan dan Hortikultura
Produktivitas tanaman pangan dan hortikultura seperti kedelai, sorgum manis, cabai, dan Chinese cabbage diduga dapat ditingkatkan melalui simbiosis dengan cendawan endofit. Cendawan endofit koleksi IPB Culture Collection strain IYT30, IYT50, IYT64, IYT65, dan IYT102 belum diketahui potensi endosimbiosisnya. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi simbiosis cendawan endofit tersebut terhadap tanaman pangan dan hortikultura yaitu kedelai, sorgum manis, cabai, dan Chinese cabbage pada sistem interaksi kultur aksenik. Endosimbiosis diamati dengan adanya kolonisasi cendawan endofit pada jaringan akar, serta pertumbuhan tanaman inangnya (tinggi tajuk, jumlah daun, panjang akar,
dan bobot kering biomassa). Hasil penelitian menunjukkan akar kedelai dan sorgum manis tidak dapat bersimbiosis dengan cendawan endofit pada kondisi uji. Oleh sebab itu pertumbuhan tanaman lebih dipengaruhi faktor-faktor selain simbiosis. Pada akar cabai dan Chinese cabbage, kolonisasi hanya mencapai ruang antar sel jaringan korteks, kecuali pada
perlakuan IYT64 pada tanaman cabai dimana kolonisasi sampai ke dalam sel. Tanaman yang diinteraksikan dengan cendawan menunjukkan respon yang tidak konsisten pada semua parameter pertumbuhan
Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit untuk Produksi Jamur Tiram (Pleurotus sp.) dan Enzim Ligninase
Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) berpotensi dimanfaatkan secara integratif dan simultan untuk menghasilkan produk bernilai ekonomis tinggi, antara lain jamur tiram (Pleurotus sp.) dan enzim ligninase (Li-P, Mn-P dan lakase). Sistem teknologi secara simultan menghasilkan jamur konsumsi dan enzim ligninolitik (enzim oksidatif) yang dapat dilakukan dengan sistem fermentasi substrat padat TKKS dengan jamur tiram yang merupakan kelompok jamur pelapuk putih/JPP. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan teknologi integratif pengolahan biomassa pertanian (TKKS) dari perkebunan kelapa sawit secara simultan, mengubah TKKS menjadi barang bernilai jual tinggi melalui produksi jamur tiram dan enzim
ligninase. Tahap pertama dilakukan pertumbuhan jamur tiram (putih, kuning, dan pink) pada media TKKS. Pertumbuhan jamur konsumsi dilaksanakan di tempat budidaya jamur tiram milik petani di Cianjur. Kemudian setelah pemanenan jamur tiram, seluruh limbah baglog diekstrak dan dianalisis aktivitas enzim ligninolitiknya. Pertumbuhan jamur tiram pink di media TKKS memiliki Biological Efficiency Ratio (BER) sebesar 52,08%, jamur tiram kuning memiliki BER sebesar 41,67%, dan jamur tiram putih memiliki BER 47,92%. Aktivitas enzim ligninolitik yang di ektraksi dari limbah baglog pertumbuhan jamur tiram meliputi aktivitas enzim Lignin peroksidase (Li-P) sebesar 0,57 U/mL, Mangan peroksidase (Mn-P) sebesar 34,22 U/mL, dan lakase sebesar 0,04 U/mL
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair dan Mikroorganisme terhadap Keasaman dan P-Tersedia pada Tanah Ultisol
Tanah Ultisol yang digunakan dalam penelitian ini merupakan salah satu jenis tanah yang bermasalah dengan ketersediaan unsur N, P dan K yang sangat rendah sampai rendah, Aluminium dapat ditukar (Al-dd) tinggi dan masam. Peningkatan produktivitas tanah dapat dilakukan melalui tindakan pemupukan dan penambahan mikroorganisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pupuk organik cair (POC) yang diberikan bersamasama dengan Trichoderma dan Azotobakter dalam meningkatkan pH dan P-tersedia tanah, serta menurunkan Al-dd tanah Ultisols. Penelitian ini adalah penelitian laboratorium yang dilakukan dari bulan Mei sampai September 2016. Penelitian ini dilakukan menggunakan percobaan faktorial dalam Rancangan Acak Lengkap, dimana POC terdiri dari 4 perlakuan: 0, 10, 20 dan 30 mL/L dan isolat mikroorganisme terdiri dari 3 perlakuan: tanpa isolat, jamur Trichoderma dan bakteri Azotobacter. Hasil peneltian ini menunjukkan bahwa pemberian POC bersama-sama dengan isolat mikroorganisme antagonis dapat meningkatkan pH tanah (dari 4,43 menjadi 6,02), P-tersedia tanah (dari 9,33 ppm menjadi 32,00 ppm) dan menurunkan Aluminium dapat ditukar (Al-dd) tanah (dari 1,67 menjadi 0,39 cmol/Kg)
Inventarisasi Penyakit Tanaman Pisang Koleksi Kebun Plasma Nutfah, Cibinong Science Center-BG
Kebun Plasma Nutfah Pisang Cibinong Science Center (CSC) merupakan koleksi pisang ha-sil dari eksplorasi ke seluruh wilayah Indonesia. Koleksi ini kemudian diperbanyak untuk pe-nelitian lebih lanjut. Dalam proses pengelolaannya monitoring kesehatan tanaman pisang per-lu dilakukan untuk meningkatkan kualitas koleksi tersebut. Untuk keperluan tersebut dilaku-kan inventarisasi terhadap jenis-jenis penyakit yang menyerang tanaman koleksi, dengan ha-rapan untuk mempertahankan kualitasnya sebagai bahan dasar penelitian lebih lanjut. Pe-nelitian diawali dengan (1) Identifikasi kerusakan tanaman pisang dengan menggunakan hasil modifikasi metode Forest Health Monitoring (FHM), kemudian dilanjutkan dengan (2) me-ngukur intensitas serangan dan luas serangan pada tanaman pisang. Hasil penelitian menun-jukkan bahwa koleksi pisang di kebun plasma nutfah CSC terserang penyakit Layu Fusarium (2,9%), penyakit bercak Cordana (2%), penyakit Black Sigatoka (5,62%) dan penyakit Yel-low Sigatoka (4,68%). Luas serangan terjadinya penyakit sebesar 30,89%
Identifikasi Jenis Cendawan pada Kelelawar (Ordo Chiroptera) di Kota Tangerang Selatan
Kelelawar merupakan salah satu spesies mamalia yang memiliki habitat cukup berdekatan dengan aktivitas manusia dan mampu terbang dalam jarak jauh. Habitat kelelawar dengan kondisi lembab, suhu rendah dan intensitas cahaya rendah berpotensi sebagai distribusi mikroba dan menyebabkan penyakit yang disebabkan oleh cendawan dan khamir yang ditemukan di kelelawar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis cendawan pada habitat kelelawar. Metode tangkapan menggunakan kelelawar untuk ditangkap dan dilepaskan dengan mist net dan sampel diambil secarapurposive sampling. Sampel yang dikumpulkan adalah rambut hidung dan air liur di mulut kelelawar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 jenis cendawan dan 2 spesies khamir diidentifikasi seperti Aspergillus niger, A. fumigatus, Fusarium sp., Mucor sp., Candida sp. dan Rhodotorula sp. Cendawan dan khamir yang ditemukan di kelelawar belum diketahu efek negatif terhadap kesehatan, namun beberapa genera cendawan memiliki patogen potensial pada organisme hidup lainnya