Jurnal Sains Teknologi dan Lingkungan (JSTL)
Not a member yet
335 research outputs found
Sort by
Penampilan Galur Harapan F9 Padi Beras Hitam Hasil Persilangan Baas Selem dan Situ Patenggang
Persilangan antara dua tetua dengan masing-masing keunggulan dan kemudian dilakukan seleksi akan menghasilkan galur harapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan galur harapan F9 padi beras hitam hasil persilangan “Baas Selem vs Situ Patenggang†yang berdaya hasil tinggi. Percobaan dilaksanakan di lahan sawah di desa Nyur Lembang, kabupaten Lombok Barat pada April–Agustus 2017. Percobaan ditata dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 genotipe padi sebagai perlakuan yang diulang tiga kali yaitu 7 galur harapan F9 padi beras hitam, 2 tetua (Situ Patenggang dan Baas Selem), dan 1 varietas pembanding peka kekeringan (IR20). Penanaman secara sistem gogo pada petak berukuran 3 x 4 m berjarak tanam 25 x 25 cm. Pengairan diberikan bila tanaman pembanding menunjukkan gejala daun menggulung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur G1(F9 2/1/1) relatif memiliki daya hasil tinggi yaitu 6.53 ton ha-1dengan karakter berat gabah per rumpun (55.68 gram), jumlah gabah berisi per malai (122.45 butir), panjang malai (24.08 cm) dan jumlah anakan produktif per rumpun sebanyak17.53 batang; dan galur G7 (F9 3/4/1) berdaya hasil 6.35 ton ha-1dengan karakter berat gabah per rumpun (50.47 gram), jumlah gabah berisi per malai (124.15 butir), panjang malai (24.02 cm) dan jumlah anakan produktif per rumpun sebanyak 18.30 batang.Kata kunci: gabah, bulk, seleksi, sistim gogo Crossing between two parents with each advantages and then selection will produce a elite line. The aim of this research is to know the appearance of F9 rice line of black rice from "Baas Selem vs Situ Patenggang" crossing which has high yield. The experiment was conducted on rice field in Nyur Lembang village, West Lombok district during April to August 2017. The experiment was arranged in Randomized Block Design of 10 rice genotypes treatment with three replications i.g F9 lines of black rice, 2 parents (Situ Patenggang and Baas Selem), and 1 varieties of drought-sensitive comparison (IR20). Gogo planting system in a plot of 3 x 4 m with spacing 25 x 25 cm. Watering was given when comparative plants (IR20) show symptoms of leaf curl. The results shows that the G1 line (F9 2/1/1) had relatively high yieldof 6.53 ton ha-1 with weight of grain per clump (55.68 gram), grain per panicle (122.45 grains ), panicle length (24.08 cm), and number of productive tillers per clump of 17.53 stalks; and G7 line (F9 3/4/1) yielded 6.35 ton ha-1 with grain weight per clump (50.47 gram), number of grains per panicle (124.15 grains), panicle length (24.02 cm), and number of productive tiller per clump as much as 18,30 stalks.Keywords: grain, bulk, selection, gogo syste
SISTEM KEAMANAN NILAI AKADEMIK ONLINE BERBASIS KODE HASH DENGAN IDENTITAS SERVER SEBAGAI PARAMETER VALIDASI STUDI KASUS: SISTEM DATA NILAI AKADEMIK FAKULTAS TEKNIK – UNIVERSITAS MATARAM
Pada Sistem Informasi Akademik Fakultas Teknik Universitas Mataram (SIA FT Unram) dimungkinkan adanya pihak tidak berwenang untuk mengubah data akademik mahasiswa. Hal ini dikarenakan data akademik mahasiswa disimpan dalam bentuk teks biasa pada basis data server SIA FT Unram. Pengubahan nilai akademik secara illegal ini tentunya dapat merugikan banyak pihak. Keamanan data yang disimpan pada basis data SIA FT Unram merupakan suatu aspek yang perlu dijaga. Keamanan data SIA FT Unram berguna untuk menciptakan system informasi yang dapat menjaga privasi dan validitas data yang disimpan. Pada penelitian ini dibangun system pengamanan informasi penting pada basis data SIA FT Unram menggunakan metode encryption of data in motion. Metode yang digunakan pada penelitian ini berbasis kode hash sebagai kode validasi keabsahan suatu nilai akademik .Metode ini memetakan data akademik mahasiswa menjadi string dengan panjang yang tetap. Pada metode ini dilakukan pengkodean terhadap suatu nilai akademik menggunakan identitas server dan beberapa variabel lain sebagai parameter. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengembangkan system pengamanan data nilai akademik yang cepat dan aman. Kode hash yang dihasilkan pada penelitian ini memiliki panjang 98 karakter. Waktu eksekusi pembuatan kode hash kurang dari 1 detik untuk 10 data nilai akademik mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa system keamanan yang dibangun telah dapat mengamankan data nilai akademik SIA FT Unram. Metode yang dikembangkan pada penelitian ini juga terbukti tidak mengurangi waktu kerja SIA FT Unram secara signifikan. Kata Kunci: Sistem keamanan, data akademik,enkripsi, has
ETEKSI WSSV (WHITE SPOT SYNDROM VIRUS) PADA LOBSTER AIR TAWAR (PROCAMBARUS CLARKII) MENGGUNAKAN METODE REAL TIME-PCR
Serangan virus White Spot Syndrome (WSSV) telah memberikan dampak finansial yang cukup besar sejak tahun 1992. Tingkat mortalitas yang mencapai 100% menyebabkan banyak pembudidaya udang dan lobster menderita kerugian. Untuk mengatasi permasalahan tersebut sangat diperlukan informasi tentang cara penyebaran virus WSSV sehingga dapat diketahui solusi yang tepat untuk menghentikan penyebarannya pada tambak-tambak udang maupun lobster. Pada penelitian ini, Lobster Air Tawar yang dibudidayakan di BBI Aik Bukak dijadikan kontrol negatif (belum terinfeksi virus WSSV). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penularan virus WSSV pada lobster air tawar dapat berlangsung melalui konsumsi udang yang telah terinfeksi virus WSSV serta melalui aliran air. Pleopod atau kaki renang yang dideteksi dengan teknologi Real Time Polimerase Chain Reaction (RT-PCR) mengandung virus WSSV yang lebih dominan dibandingkan insangKata kunci: White Spot Syndrome Virus, Lobster Air Tawar, RT-PC
Potensi Nilai Gizi Tumbuhan Pangan Lokal Pulau Lombok Sebagai Basis Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
Di pulau Lombok terdapat beberapa jenis tumbuhan lokal yang dahulunya sering dimanfaatkan oleh masayarakat sebagai pangan alternatif. Pengetahuan masyarakat tentang tumbuhan pangan tersebut biasanya berasal dari pengalaman hidup, pengetahuan dari turun temurun dan kearifan lokal masyarakat yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pemanfaatan yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan nilai gizi beberapa jenis tumbuhan pangan lokal yang dikenal dan sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pangan alternatif. Penelitian ini merupakan salah satu upaya pelestarian tumbuhan pangan lokal untuk penguatan ketahanan pangan nasional. Penelitian ini menggunakan enam jenis tumbuhan pangan lokal yang dipilih berdasarkan nilai skor dan bobot tertinggi terhadap pengetahuan serta aktifitas pemanfaatan tumbuhan pangan tersebut oleh masyarakat setempat. Metode yang digunakan untuk mengetahui kandungan gizi pada tumbuhan lokal tersebut diantaranya yaitu pemanasan untuk uji kadar air (AOAC, 1970, Renggana 1979), Kjeldhal untuk uji kandungan protein, spectrometri untuk uji karbohidrat, titrasi Yodium (Jacobs) untuk uji vitamin C dan AAS flame untuk uji Ca (kalsium). Hasil yang diproleh bahwa buah Juwet/Jamblang (Syzygium cumini) memiliki kadar air yang paling tinggi diantara keenam jenis tumbuhan lokal yang diuji, kondisi ini menyebabkan buah Juwet/Jamblang (Syzygium cumini) memiliki daya simpan yang paling rendah. Kandungan karbohidrat dan vitamin C tertinggi ditemukan pada buah Bune/Buni (Antidesma burnius), karbohidrat yang tinggi diduga berasal dari kadar glukosa hal ini ditandai dengan rasa yang sangat manis pada buah tersebut. Umbi sabrang (Coleus tuberosa) memiliki kadar protein dan kalsium yang paling tinggi sehingga umbi sabrang (Coleus tuberosa) sangat baik dikonsumsi sebagai cemilan maupun pengganti nasi.Kata kunci : Nilai gizi, pangan lokal, pulau Lombo
DETEKSI BAKTERI PATOGEN YANG BERASOSIASI DENGAN Kappaphycus alvarezii (Doty) BERGEJALA PENYAKIT ICE-ICE
Kappaphycus alvarezii merupakan salah satu spesies makro alga yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia. Penyakit utama yang menyerang budidaya rumput laut ini adalah penyakit ice-ice  yang  dapat menurunkan hasil panen hingga 70-80%.  Tujuan penelitian iniadalah  untuk mengetahui bakteri patogen yang berasosiasi dengan K. alvarezii bergejala penyakit ice-ice dan mengetahui agen penyebab penyakit ice-ice. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Sampel K. alvarezii yang bergejala ice-ice diambil dari lokasi budidaya di Teluk Bumbang Dusun Gerupuk Lombok Tengah. Sampel tersebut kemudian dibawa ke Laboratorium Biologi untuk diisolasi bakteri yang berasosiasi dengan K. alvarezii bergejala ice-ice. Terhadap isolat yang diperoleh dilakukan karakterisasi parsial. Selanjutnya dilakukan uji patogenisitas (postulat Koch) untuk mengetahui apakah bakteri yang diperoleh merupakan agen penyebab penyakit ice-ice. Hasil isolasi menunjukkan terdapat 28 isolat bakteri yang berasosiasi dengan K. alvarezii bergejala ice-ice. Selanjutnya, uji postulat Koch memperlihatkan hanya satu isolat yang mampu menyebabkan gejala ice-ice yaitu isolat K25Kata Kunci : Kappaphycus alvarezii, penyakit ice-ice, postulat Koc
KERUSAKAN LAHAN UNTUK PRODUKSI BIOMASSA DI KABUPATEN LOMBOK BARAT
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi (tingkat kerusakan) lahan di Lombok Barat saat ini, khususnya yang berkaitan dengan kemampuan lahan memproduksi biomasa, Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survai. Pekerjaan itu diawali dengan pembuatan peta dasar (skala 1:50.000) menggunakan citra satelit Alos Avnir-2, sebagai peta sementara; kemudian dioverlay dengan peta topografi dan landuse. Selanjutnya, dilakukan penentuan titik sample (sampling site), pengecekan kondisi lahan riil kelapang, dan pengambilan sample. Peta dasar dikoreksi berdasarkan hasil pengamatan lapang, dan selanjutnya dibuat peta sebaran lahan berdasarkan tingkat produktivitasnya sebagai penghasil biomassa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas penghasil biomassa, selain kawasan hutan konservasi, pemukiman, dan tubuh air di Kabupaten Lombok Barat adalah 96,050.43 ha atau 91.13 % dari luas wilayah secara keseluruhan 105392.00 Ha. Secara keseluruhan, tingkat kerusakan lahan berdasarkan produksi biomassa di Kab. Lombok Barat yang tergolong sangat baik dan baik (produktif) sebagai penghasil biomasa adalah 57,236 ha (54 %), tingkat kerusakan lahan yang tergolong sedang dan buruk adalah 47,594 ha (45 %), dan tingkat kerusakan lahan yang tergolong sangat buruk (tidak produktif sebagai penghasil biomasa) hanya seluas 561.21 ha (±1 %).  Persentase tutupan lahan oleh vegetasi dan kemiringan lereng merupakan faktor pembatas umum kekritisan lahan di kawasan lindung/hutan; sedangkan pada lahan usahatani, faktor pembatas utama berkaitan dengan keterbatasan sumberdaya air untuk usahatani.Kata Kunci : Kerusakan Lahan, Biomass
EVALUASI KEKUATAN ELEMEN STRUKTUR KOLOM MENGGUNAKAN PERALATAN NDT
Ketidaksesuaian saat pelaksanaan dan perencanaan yang telah dibuat terkait bahan dan fungsi bangunan mengakibatkan elemen struktur bangunan tersebut dipertanyakan kinerjanya. Untuk menjawab keraguan tersebut maka diperlukan suatu evaluasi guna memastikan kekuatan elemen struktur tersebut. Penelitian ini dimaksudkan untuk membangun model yang dapat memprediksi kuat tekan, diameter tulangan dan tebal selimut beton berdasarkan bacaan peralatan NDT yang selanjutnya digunakan sebagai alat analisa/evaluasi kapasitas tahanan struktur kolom. PUNDIT dan Bartracker Covermeter merupakan alat NDT utama selain peralatan standar yang digunakan dalam penelitian ini. Empat seri pengujian pendahuluan yang direncanakan. Seri I menggunakan benda uji silinder diameter 150 mm dengan tinggi 300 mm dan kubus 200x200x200 mm masing-masing 9 buah, yang mewakili 3 jenis mutu beton yang dibebani sampai hancur. Seri II merupakan pengujian pada 9 buah kubus beton dengan 3 variasi mutu. PUNDIT diaplikasikan pada peningkatan beban menerus secara bertahap yaitu 25%, 50%, 75% dan 100%. Seri III 27 buah kubus terdiri atas 9 buah yang mewakili 3 mutu beton diuji pada beban yang ditinjau yaitu 25%, 50% dan 75% hingga mencapai beban hancur 100%. Seri IV terdiri atas 1 kubus styrofoam ukuran 360x220x190 mm yang berisikan tulangan yang dapat diatur diameter dan posisi penempatannya. Seri ini dimaksudkan untuk memprediksi diameter tulangan dan tebal selimut beton aktual dilapangan. Selanjutnya pengujian untuk evaluasi kekuatan elemen struktur kolom menggunakan benda uji kolom 140x140x1500 mm sebanyak 6 buah. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi PUNDIT menghasilkan kuat tekan material kolom bervariasi sebesar 27, 29 dan 30 MPa untuk mutu bahan kolom yang direncanakan masing-masing 20, 30, dan 40 MPa. Pada aplikasi Bartracker Covermeter diperoleh rasio diameter tulangan dan tebal selimut terhadap nilai aktualnya sebesar 0,970 dan 1,010 dengan tingkat kesalahan deteksi sebesar 5,67% dan -1,06%. Rasio kapasitas tahanan penampang kolom Po sebesar 0,908 terhadap kapasitas Po aktual.Kata kunci : kolom, cepat rambat gelombang, tulangan, selimut, ND
ANALISIS HUBUNGAN KETERSEDIAAN INFRASTRUKTUR DENGAN TINGKAT KEPADATAN PERMUKIMAN DI KOTA MATARAM
Tingkat kepadatan permukiman di Kota Mataram tidak merata. Tingkat kepadatan yang terjadi pada pusat kota sangat tinggi, ini dilihat dari meningkatnya jumlah bangunan permukiman maupun pertumbuhan penduduk yang sangat pesat. Hal ini menyebabkan terjadinya penurunan kualitas infrastruktur karena jumlah permukiman tidak diimbangi dengan peningkatan infrastruktur, sedangkan kawasan permukiman di pinggiran kota yang diharapkan menjadi kota baru banyak yang akhirnya gagal karena kurangnya atau bahkan tidak adanya infrastruktur yang mendukung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi ketersediaan infrastruktur yang ada pada saat ini dan mengetahui hubungan antara ketersediaan infrastruktur dengan tingkat kepadatan permukiman. Metode pengambilan data adalah dengan menggunakan kuesioner. Sedangkan untuk menganalisis data, menggunakan analisis jalur yang berguna untuk mengetahui hubungan antara ketersediaan infrastruktur dengan tingkat kepadatan permukiman. Hasil identifikasi ketersediaan infrastruktur diketahui bahwa untuk ketersediaan infrastruktur pada saat ini masih tidak memperhatikan tingkat kepadatan permukiman. Dari hasil analisis data diketahui bahwa a) Ketersediaan infrastruktur jalan memiliki korelasi langsung dengan tingkat kepadatan permukiman; b) Ketersediaan infrastruktur sanitasi/ air limbah tidak memiliki korelasi langsung dengan tingkat kepadatan permukiman; c) Ketersediaan infrastruktur persampahan memiliki korelasi langsung dengan tingkat kepadatan permukiman; d) Ketersediaan infrastruktur drainase memiliki korelasi langsung dengan tingkat kepadatan permukiman.Kata Kunci : Ketersediaan infrastruktur, kepadatan permukiman, analisisjalur Ketersediaan infrastruktur, kepadatan permukiman, analisisjalu
PEMANFAATAN SERAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) DALAM PRODUKSI ETERNIT YANG RAMAH LINGKUNGAN
Penelitian mengenai sifat fisis dan mekanik eternit berbasis serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS) telah dilakukan. Pembuatan eternit berbasis serat TKKS merupakan usaha untuk mengeliminir bahaya dari serat asbes yang persediaanya terbatas. Metode penyusunan serat dengan variasi persentase serat 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30% dan 35% terhadap vulume CaCO3 dan sebuk marmer. Dalam penelitian ini digunakan campuran serat TKKS, semen, powder marmer dan batu kapur. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa eternit berbasis serat TKKS menghasilkan karakteristik beton serat pada kondisi optimum menghasilkan nilai daya hantar panas (λ) = 0,623 kkal/mhoC, kerapatan (Ï) = 1519 k g/cm3, daya serap air = 24,28 %, kekuatan lentur = 92,016 kg/cm2. Penggunaan serat TKSS pada produksi eternit memiliki potensi untuk diproduksi secara masal. Nilai daya hantar panas, kerapatan dan daya serap air telah memenuhi standar eternit, sedangkan kuat lentur belum memenuhi standar.Kata kunci : eternit,serat, TKK
ANALISIS DEGRADASI LAHAN DAN EVALUASI KESESUAIAN LAHAN HUTAN TANAMAN INDUSTRI DI DESA MARGA KARYA RESORT SEMAMUNG, KPHP BATULANTEH
Semamung, KPHP Batulanteh berdampak terhadap terjadinya degradasi hutan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelas degradasi lahan dan kesesuaian lahan tanaman industri kehutanan di wilayah tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan April 2015. Pendekatan kandungan C-Organik tanah digunakan untuk menganalisa tingkat degradasi lahan. Sedangkan pendekatan pencocokan matriks kesesuaian biofisik lahan dan operasi tumpang tindih terhadap karakteristik keruangan faktor/kriteria kesesuaian digunakan untuk mengetahui sebaran kelas kesesuaian lahan pada beberapa jenis tanaman kehutanan. Hasil penelitian menunjukan bahwa degradasi lahan di lokasi penelitian terbagi kedalam 5 kelas yaitu terdegradasi sangat berat seluas 1,53 ha, terdegradasi berat seluas 31,8 ha, terdegradasi sedang seluas 24,2 ha, terdegradasi ringan seluas 9,08 ha dan terdegradasi sangat ringan seluas 0,55 ha.Tanaman Akasia mangium memiliki sebaran lahan pada ordo sesuai yang tertinggi yaitu mencapai 59 ha atau sebesar 88,06% dari total luas area, yang terdistribusi kedalam kelas sangat sesuai (S1) seluas 2 ha, kelas cukup sesuai (S2) seluas 30 ha, kelas sesuai marjinal (S3) seluas 27 ha, kelas tidak sesuai saat ini (N1) seluas 6 ha, dan kelas tidak sesuai selamanya (N2) seluas 1 ha.Kata kunci: Degradasi lahan, Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Kelas Kesesuaian Laha