Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development
Not a member yet
1248 research outputs found
Sort by
Model Sinergi TNI dan POLRI dalam Mengatasi Ancaman Keamanan Nasional di Tengah Perang Berlarut
Penelitian ini didasari oleh belum adanya doktrin maupun prosedur operasional standar (SOP) yang terintegrasi antara TNI dan Polri dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman terhadap keamanan nasional, khususnya dalam konteks konflik berkepanjangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis ancaman tersebut, merancang model sinergi operasional yang tepat, serta mengevaluasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat efektivitas pelaksanaannya. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif dengan metode studi kasus yang berlokasi di wilayah Kompartemen Strategis Jawa Timur. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta dokumentasi dari instansi terkait seperti Kodam V/Brawijaya, Polda Jawa Timur, Lanal Malang, dan Lanud Abdul Rachman Saleh. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa meskipun telah terjadi koordinasi teknis antara instansi, belum terbentuk kerangka kerja yang mampu beradaptasi secara optimal dengan karakteristik perang berlarut. Oleh karena itu, diperlukan suatu model sinergi antara TNI dan Polri yang disusun berdasarkan karakteristik wilayah serta ancaman yang bersifat multidimensional, guna memperkuat sistem pertahanan nasional secara menyeluruh
Pemanfaatan Limbah Plastik Jenis HDPE (High Density Poly Ethylene) Sebagai Bahan Tambahan Pembuatan Paving Block Untuk Mengurangi Sampah di Universitas Pelita Bangsa
Plastik merupakan salah satu jenis limbah yang paling banyak di dunia dan merupakan limbah yanng sulit terurai. Menurut data SIPSN, timbulan sampah di Indonesia pada tahun 2023 sebesar 69,9 juta ton. Plastik merupakan limbah yang tidak dapat diuraikan oleh tanah sehingga keberadannya dapat mencemari lingkungan. Salah satu pemanfaatan limbah plastik HDPE adalah merubah bentuknya menjadi agregat kasar untuk pembuatan paving block. Metode kuantitatif dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui kualitas yang dihasilkan dari proses pembuatan paving block yang berdasarkan standar baku mutu kuat tekan paving block. Penggunaan campuran limbah plastik ini sebagai tambahan pembuatan paving block diharapkan dapat mengurangi timbunan sampah plastik di Universitas Pelita Bangsa. Penelitian ini menggunakan bahan plastik HDPE sebanyak 5 kg atau 10% dari total bahan dan dapat menghasilkan 56 paving blok. Hasil uji kuat tekan paving dengan campuran plastik 10 % dengan proses pengeringan selama 14 hari memiliki hasil yang bagus dan masuk dalam katagori B (minimal kuat tekan 17.0 MPa) sesuai dengan SNI 03-0691-1996 yang dapat digunakan untuk tempat parkir. Hasil uji tekan pada ketiga sampel paving block memiliki kuat tekan paling rendah di 12.51 MPa dan paling tinggi 22.04 MPa. Selain itu paving yang memiliki berat paling tinggi di 2654 gr dan paling rendah di 2352 gr, berat paving paling rendah mengindikasikan kepadatan yang tidak merata, sehingga tidak meratanya adonan bahan paving menciptakan ruang kosong yang mana ruang kosong tersebut dapat melemahkan ikatan antar partikel pasir, semen dan plastik
Analisis Teori Teknik Netralisasi pada Tindakan Penyalahgunaan Obat Lambung sebagai Alat Aborsi yang diperjualbelikan di Facebook
This study discusses the phenomenon of gastric drug abuse that is illegally traded through Facebook and used as an abortion aid by some individuals. This practice is carried out by utilizing social media as a distribution and promotion channel for peptic ulcer drugs containing the active substance misoprostol. The objective of this research is to analyze the social reasoning employed by gastric drug users in justifying the act of illegal abortion performed without medical supervision. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through semi-structured interviews, non-participatory observations, and literature studies. Informants consist of three abortion drug users and a midwife, as a medical professional. The technique of neutralization, which includes five strategies of moral justification, serves as a theoretical framework to analyze the phenomena according to the findings. The results show that perpetrators used techniques of denial of responsibility, denial of injury, denial of the victim, condemnation of the condemners, and appeal to higher loyalties to rationalize their actions. This phenomenon shows that the perpetrator is trying to maintain a moral self-image amid violations of the law and social norms that are committed. This study concludes that the use of social media has strengthened the space for justification for illegal practices and shows the weak supervision of the distribution of medication in the digital realm
Manajemen Pelaksanaan Pertunjukan Barongan Risang Guntur Seto dalam Meningkatkan Daya Tarik Dan Ketahanan Budaya Lokal
This study aims to analyze the management of Barongan performances by the Risang Guntur Seto Studio to understand its role in increasing public appeal and strengthening local cultural resilience in Blora Regency, Central Java. Amidst the challenges of globalization, Barongan art in Blora faces declining interest from younger generations and the influx of foreign cultures, necessitating strategic preservation efforts. Employing a descriptive qualitative research method, this study involved in-depth observation, interviews with the studio head and choreographer, and documentation. Primary and secondary data were collected from the research location at the Barongan Risang Guntur Seto Studio in Kunden Village, Blora. The findings indicate that the Risang Guntur Seto Studio has successfully maintained its existence by implementing management functions encompassing planning, organizing, actuating, and controlling. The performances, presented as staged dance dramas with distinctive movements, traditional makeup, costumes, a blend of gamelan and modern musical accompaniment, and audience management through both direct viewing and live streaming, have effectively attracted a wide audience. Consequently, the effective management applied by this studio significantly contributes to the preservation and development of Barongan art as a regional cultural heritage
Penyalahgunaan dan Pengedaran Narkotika di Kelurahan Johar Baru: Tinjauan dari Teori Differential Association
This article examines drug abuse and distribution in Johar Baru Village, Central Jakarta based on the Differential Association theory developed by Edwin Sutherland. Through qualitative, this research uses descriptive methods for qualitative research identifies how social interactions in the Johar Baru neighborhood can facilitate the process of individual learning techniques into criminal behavior, namely drug abuse and distribution, as well as prevention efforts involving the community and agencies. From this research, it can be concluded that 9 main principles of Differential Association theory are very instrumental in the learning process of drug abuse. The learning process of criminal behavior such as interaction with friends, family and the environment that supports and introduces drug use techniques is the main factor that encourages individuals to fall into this behavior. This phenomenon is consistent with the concept of Differential Association theory which states that deviant behavior such as drug abuse and distribution is learned through association with individuals or groups that have norms that support such behavior
Perancangan Alat Pengasapan Ikan Ergonomis Berbasis Antropometri dengan Simulasi Desain Menggunakan Software Autodesk Fusion pada UMKM Mak Kum Kendal
UMKM Ikan Asap Mak Kum memproduksi ikan asap di Kendal, Jawa Tengah. Proses pengasapan yang masih dilakukan secara tradisional dengan peralatan sederhana menyebabkan hasil yang tidak konsisten, baik dari segi rasa, warna, maupun tekstur. Selain itu, pekerja mengalami keluhan fisik akibat paparan panas, dan kondisi cuaca lembap menghambat aliran asap, mengurangi efisiensi pengasapan. Oleh karena itu diperlukan alat pengasapan ikan yang lebih efisien, ergonomis, dan mampu meningkatkan kapasitas produksi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat pengasapan ikan dengan kapasitas lebih besar, pengurangan asap berlebih, serta dilengkapi dengan tuas rotasi untuk mempermudah pekerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan antropometri untuk menentukan dimensi yang ergonomis dan dilakukan simulasi alat menggunakan software Autodesk Fusion untuk menguji kekuatan dan ketahanan struktur alat. Hasil rancangan alat pengasapan ikan UMKM Mak Kum memiliki dimensi tinggi 162 cm, kedudukan rak 104 cm, lebar 61 cm, dan panjang 110 cm, dengan kapasitas rak dari 47 menjadi 78 potong per proses. Pada simulasi analisis tegangan menunjukkan tegangan maksimum 0,4852 Mpa, simulasi perpindahan menunjukkan pergeseran maksimum 0,0039 mm, dan simulasi faktor keamanan dengan nilai 15. Berdasarkan simulasi faktor keamanan dihasilkan warna biru tua yang berarti rangka tersebut aman untuk dibebani gaya sebesar 300 N
Deteksi Kontaminasi Toxoplasma gondii Pada Daging Kambing di Bali dengan Primer BAG1
Toxoplasmosis is an infection caused by the protozoan parasite Toxoplasma gondii. One of the transmission routes of T. gondii infection is the consumption of undercooked meat. Goats are an important source of income for farmers in Bali and have been reported to have the potential to carry T. gondii. The aim of this study was to detect the presence of Toxoplasma gondii contamination in goat meat in Kuta and Ubud, Bali, using molecular methods with BAG1 primers. Meat samples obtained from markets in Kuta and Ubud were sectioned, followed by extraction of T. gondii DNA, amplified by PCR, and electrophoresed on a 1% agarose gel. The resulting amplification products were approximately 470 base pairs in size. The study results indicated that goat meat was only successfully obtained from the Kuta market. Examination for the presence of T. gondii parasite in goat meat from the Kuta market targeting the BAG1 gene yielded all negative results (100%). Hygiene in goat husbandry should be maintained and even improved. Meat sold in markets or stores must be routinely inspected to ensure safety. Additionally, meat should be cooked at sufficiently high temperatures, and consumption of undercooked or rare meat should be avoide
Analisis Perbandingan Metode Gaussian Mixture Model dan Logika Fuzzy untuk Deteksi dan Penghitungan Objek Bergerak pada Sistem Surveilans Video Malam Hari
Object detection and counting in video surveillance is a crucial task with various applications, yet it faces significant challenges due to dynamic environmental conditions such as varying illumination, occlusions, and noise. This research evaluates and compares the performance of two prominent background subtraction techniques: Gaussian Mixture Model (GMM) and Fuzzy Logic, for moving object segmentation and counting. The methodology involves image preprocessing (grayscale conversion, Gaussian blur, normalization), background model generation using the median of initial frames, object segmentation with both GMM and Fuzzy Logic enhanced by Region of Interest (ROI) and morphological operations, and object tracking using a simple Centroid Tracker. Performance was evaluated using segmentation metrics (Precision, Recall, F1-score, Percentage of Wrong Classifications (PWC)) and counting accuracy metrics (Mean Absolute Error (MAE), Accuracy). Results indicate that GMM achieved a slightly better F1-score (0.23 vs 0.18) for segmentation, while Fuzzy Logic demonstrated marginally higher Precision (0.37 vs 0.33). For object counting, both methods yielded an identical average MAE of 0.94, with Fuzzy Logic showing a slightly higher average accuracy (9.88% vs 9.41%). The study highlights that both GMM and Fuzzy Logic are viable for moving object detection and counting, each with distinct strengths and weaknesses, but performance remains sensitive to dynamic scene conditions. The dataset utilized, CDnet's "night videos" category, specifically the "busyBoulvard" sequence, presented unique challenges due to low light and dense traffic, which were central to the evaluation
Predator and Pollinator Insect Density in Different Mangrove Composition and Structure in Sungsang, Banyuasin Regency
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui densitas serangga predator dan polinator pada komposisi dan struktur vegetasi mangrove yang berbeda di kawasan ekosistem mangrove Desa Marga Sungsang dan Desa Sungsang IV, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik survei in-situ melalui observasi langsung terhadap vegetasi mangrove serta pengambilan sampel serangga menggunakan tiga teknik yaitu hand collecting, chemical knockdown, dan yellow trap. Titik sampling ditentukan secara purposive sampling dengan plot berukuran 10 x 10 m² pada transek 100 x 50 m² di setiap lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangga predator lebih dominan dan bervariasi dibandingkan serangga polinator. Terdapat hubungan timbal balik antara vegetasi mangrove dan serangga, di mana mangrove menyediakan habitat dan sumber makanan, sementara serangga membantu proses penyerbukan dan predasi. Struktur dan komposisi vegetasi berpengaruh signifikan terhadap kerapatan serangga, di mana vegetasi yang lebih kompleks mendukung keanekaragaman dan kepadatan serangga yang lebih tinggi
Penerapan Metode QFD untuk Redesain Rak Jig pada Proses Die Change di Perusahaan Produksi Otomotif
Perusahaan Produksi Otomotif Indonesia sebagai perusahaan manufaktur otomotif yang berfokus pada efisiensi dan mutu terus meningkatkan produktivitas melalui inovasi proses produksi, salah satunya penggunaan mesin performance tester untuk memastikan kualitas produk. Namun, jarak rak jig dengan area pergantian die di salah satu perusahaan produksi otomotif menyebabkan gerakan berlebih (motion waste) dan peningkatan beban kerja operator. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan redesain rak jig menggunakan pendekatan sistematis melalui kombinasi metode Quality Function Deployment (QFD), Brainstorming , dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Metode QFD digunakan untuk menerjemahkan kebutuhan operator menjadi spesifikasi teknis melalui penyusunan House of Quality (HOQ), sementara Brainstorming menghasilkan alternatif desain yang ergonomis dan sesuai kondisi lapangan. Selanjutnya, AHP digunakan untuk mengevaluasi bobot prioritas tiap kriteria, yaitu Ergonomi (65,5%), Stabilitas (20,75%), Efisiensi Ruang (9%), dan Kemudahan Akses (4,75%). Hasil uji konsistensi menunjukkan nilai Consistency Ratio (CR) sebesar 1,86%, yang berarti penilaian responden konsisten. Semua responden sepakat bahwa Desain Baru lebih unggul dalam memenuhi semua kriteria evaluasi. Hal ini membuktikan bahwa Desain Baru lebih ergonomis, stabil, efisien, dan mudah diakses oleh operator. Pendekatan yang digunakan memberikan hasil objektif dan dapat diandalkan, sehingga kombinasi ketiga metode tersebut terbukti efektif dalam menciptakan solusi yang responsif terhadap kebutuhan operator serta meningkatkan efisiensi proses produksi secara keseluruhan