Universitas Sriwijaya (UNSRI): E-Journal
Not a member yet
5999 research outputs found
Sort by
EXTRA CRANIAL FACIAL NERVE ANATOMICAL DISSECTION: FRESH TISSUE VS EMBALMED TISSUE
Pengetahuan dasar topografi anatomi dari nervus fasialis sangat penting untuk pada aplikasi klinis. Ukuran nervus fasialis yang sangat kecil dan kurang nya penanda struktur saraf tersebut padadaerah wajah menjadikan cabang ekstra kranial dari nervus fasialis sulit untuk diidentifikasi. Untuk itu pentingnya kemampuan ketrampilan diseksi pada beberapa jaringan seperti jaringan yang segar dan jaringan yang sudah dilakukan preservasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan diseksi anatomi dari nervus fasialis preaparat dari jaringan yang segar dan dari jaringan yang sudah dilakukan preservasi. Metode yang digunakan untuk menentukan topografi ekstra kranial nervus fasialis dilakukan dengan diseksi anatomi pada daerah kepala dari 3 jenazah yang berasal dari Departemen Forensik dan 3 kadaver laboratorium. Garis insisi dimulai dari garis tengah melewati glabela,menuju puncak hidung dan sampai pada lekukan vertikal antara hidung dan mulut. Kemudian dengan menyusuri bagian-bagian kulit, lapisan demi lapisan akan dipisahkan untuk mengidentifikasi cabang dari nervus fasialis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada diseksi anatomi dengan menggunakan jaringan yang sudah dipreservasi, nervus fasialis dan cabang-cabangnya mudah untuk diidentifikasi, tetapi sulit untuk memisahkan lapisan-lapisan kulit daerah wajah dari lapisan Superfisial Musculo Aponeurotic System (SMAS).Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa identifikasi ekstra kanial nervus fasialis lebih mudah dilakukan pada jaringan yang sudah terpreservasi. Sedangkan untuk mengidentifikasi lapisan lapisan kulit pada bagian wajah lebih mudah dilakukan pada jaringan yang masih segar
Pengujian Usabilitas User Experience Website Ubiquitous Based Learning Cloud Menggunakan Nielsen Model
Produk PT Polaris Edu Partners yang menjadi platform penunjang kegiatan pembelajaran bagi institusi dan kampus partner adalah website Ubiquitous Based Learning (UBL) Cloud, dengan jumlah pengguna student portal per 16 April 2021 sebanyak 4331 mahasiswa dari 4 kampus dan institusi berbeda yaitu Universitas Pasundan, Akamigas Balongan, STKIP Pasundan, dan Politeknik Bhakti Kartini. Website UBL Cloud memiliki 4331 users student portal, saat ini tampilan website belum memenuhi standar desain yang user friendly, selain itu PT Polaris Edu Partners belum pernah melakukan evaluasi user interface untuk meningkatkan user experience sehingga diperlukan pengujian usabilitas terhadap pengguna dilakukan dengan pengujian hipotesis berdasarkan indikator Nielsen Model yang terdiri dari variabel terikat yaitu usability dan variabel bebas yang terdiri dari learnability, efficiency, memorability, errors, dan user’s satisfaction. Hasil analisis didapatkan usabilitas website UBL Cloud bagi pengguna terpenuhi dengan nilai rata-rata sebesar 77,08%. Serta didapatkan bahwa antara variabel learnability, efficiency, memorability, errors, dan user’s satisfaction saling berpengaruh secara simultan. Variabel efficiency, memorability, dan user’s satisfaction berpengaruh secara parsial terhadap variabel usability, sedangkan variabel learnability dan errors tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel usability.
Penggunaan Learning Management System (LMS) Sebagai Media Sharing Materi Pelatihan Di Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan Learning Management System sebagai media sharing materi pelatihan di Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat. Adanya keterbatasan kuota peserta, ataupun memiliki kendala dalam mengikuti pelatihan online/webinar sementara tenaga lini lapangan memerlukan akses kembali materi-materi pelatihan khususnya terkait program Bangga Kencana. Sehingga dibutuhkan sebuah wadah digital yang menyediakan berbagai media pembelajaran dan materi-materi terkait Program Bangga Kencana yang dapat diakses dengan cepat, kapan pun, dan di mana pun oleh tenaga lini lapangan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode Research and Development (R&D). Terdapat 5 langkah-langkah pengembangan LMS yang dilakukan yaitu (1) pra pengembangan produk, (2) pengembangan produk, (3) uji coba produk, (4) penerapan produk, dan (5) revisi produk. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan angket (kuesioner) dan teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif adalah, dengan cara memaparkan produk (website e-learning) yang sudah dirancang dan diaplikasikan berbentuk produk jadi dan mengevaluasi kelayakan produk. Berdasarkan hasil evaluasi penggunaan TelSulbar, menunjukkan rata-rata total skor penilaian responden terhadap penggunaan TelSulbar secara keseluruhan sebesar 66,84 atau dapat dikatakan bahwa Penggunaan TelSulbar sangat baik
Mediating Roles of Helping Behavior Between Self-Efficacy and Work Engagement Towards Technical and Social Performance
Several empirical studies have shown that helping behavior results in dysfunctional employees, such as stress, role overload, and the emergence of work-family conflict because of the time and energy that is allocated to helping others. However, other literature shows that helping behavior is considered an act of kindness that can result in high performance evaluations. This study aims to examine whether the helping behavior variable has a mediating role in the relationship between self-efficacy and work engagement towards technical and social performance. This study involved 261 widyaiswara (trainer) in Indonesia. Data analysis using bootstrapping technique. The results showed that helping behavior mediate in the relationship between: (1) self-efficacy and technical performance, (2) self-efficacy and social performance, (3) work engagement and technical performance, (4) work engagement and social performance. These findings validate and provide new empirical evidence that helping behavior has a positive impact on performance. Based on these findings, future research is recommended to explore further the influence of helping behavior in reducing relationship conflict, because conflict-free organizations never exist. These findings, practically can be a guide for leaders in improving performance, both technical performance and social performance, namely by increasing work engagement and self-efficacy, so that helping behavior can contribute to the achievement of employee performance and organizational goals
Mampukah Persepsi Nilai, Resiko dan Kepercayaan Mempengaruhi Minat Beli Makanan Online di Masa Pandemik Covid-19?
Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan secara empirik kemampuan variabel persepsi nilai, persepsi resiko dan kepercayaan dalam mempengaruhi niat beli konsumen terhadap makanan online selama masa pandemic Covid-19. Penelitian ini adalah penelitian kausalitas dimana akan dilihat hubungan sebab akibat diantara persepsi nilai, persepsi resiko dan kepercayaan dalam mempengaruhi minat beli makanan online konsumen. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat kota Palembang yang berminat melakukan pembelian produk makanan dari web secara online. Penelitian menggunakan data primer dengan membagikan kuesioner kepada 200 responden yang memenuhi karakteristik responden yang telah ditetapkan. Teknik pengambilan sampel adalah non probability sampling dengan purposive sampling. Hasil data menunjukkan bahwa minat konsumen untuk membeli makanan secara online meningkat selama pandemic Covid-19. Persepsi nilai dapat mempengaruhi minat konsumen untuk membeli makanan online selama pandemic Covid-19. Kepercayaan dapat mempengaruhi minat pelanggan untuk membeli makanan secara online selama pandemic Covid-19. Persepsi resiko konsumen juga mempunyai pengaruh terhadap kepercayaan konsumen tetapi kepercayaan tidak dapat mempengaruhi persepsi resiko konsumen. Penelitian ini hanya melingkupi area kota Palembang. Penelitian berikutnya diharapkan dapat menjangkau area yang lebih luas atau kota lain. Faktor lain yang mungkin tidak dimasukkan didalam penelitian dapat dikembangkan berdasarkan teori dan penelitian lain yang relevan. Penelitian ini meneliti fenomena terbaru yang terjadi setelah adanya pandemic Covid-19 yang belum ditulis oleh peneliti sebelumnya
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA REKSA DANA SAHAM KONVENSIONAL DAN REKSA DANA SAHAM SYARIAH PADA REKSA DANA YANG TERDAFTAR DI OTORITAS JASA KEUANGAN
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara kinerja reksa dana saham konvensional dengan kinerja reksa dana saham syariah yang diukur berdasarkan return reksa dana, return pasar, tingkat investasi bebas risiko, dan tingkat risiko reksa dana dengan menggunakan analisis perbandingan kinerja metode Sharpe, metode Treynor, dan metode Jensen. Metode analisis yang digunakan adalah metode uji beda dua rata-rata independent sample t-test dan man-whiteney test. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif komparatif. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, jumlah sampel yang diteliti adalah sebanyak 22 reksa dana saham konvensional dan 11 reksa dana saham syariah. Hasil penelitian setelah dilakukan uji beda dengan alpha 5% menunjukkan hipotesis yang diuji dengan metode Sharpe, Treynor, dan Jensen menunjukkan bahwa kinerja reksa dana saham konvensional dan kinerja reksa dana saham syariah tidak ada perbedaan signifikan jika diukur dengan rasio Sharpe, Treynor dan Jensen.
Interval Pemberian dan Jenis Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pembibitan Utama pada Media Gambut
Pemupukan merupakan tindakan yang dapat dilakukan untuk menghasilkan tanaman yang berkualitas. Penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan dapat berdampak pada kerusakan lingkungan, solusi yang ditawarkan yaitumenggunakan Mikro Organisme Lokal (MOL) sebagai pupuk organik cair. Tujuan penelitian yaitu mengevaluasi pengaruh interval pemberian dan jenis pupuk organik cair (POC) pada pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di pembibitan utama pada media gambut. Penelitian dilaksanakan di Karyajaya Kecamatan Kertapati Sumatera Selatan dari bulan Juli 2018 sampai November 2018. Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yaitu Faktor P (POC) dan W (waktu pemberian). Faktor P terdiri dari P1 (EM4), P2 (Mol Bonggol Pisang), P3 (Mol sampah sayur). Faktor W terdiri dari W1 (1 kali seminggu) dan W2 (2 minggu sekali), dari kedua faktor diperoleh 6 kombinasi perlakuan, dengan 4 ulangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbagai pupuk organik cair, waktu pemberian dan interaksi berpengaruh tidak nyata terhadap peubah jumlah daun, tinggi tanaman, diameter batang dan tingkat kehijauan. Pemberian pupuk organik cair MOL asal bonggol pisang dan MOL sawi tidak berbeda nyata bila dibandingkan dengan pupuk organik cair komersih (EM-4) dilihat dari semua peubah yang diamati. Pemberian pupuk organik cair dua minggu satu kali lebih baik bila dibandingkan dengan seminggu satu kali
INTERNALISASI NILAI-NILAI NASIONALISME DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN KABUPATEN PESISIR BARAT
Indonesia is a country with various types of uniqueness, ranging from ethnicity, religion, culture, and race. Indonesia is a place of diversity wrapped in great unity and integrity and full of meaning in real life. Of course, this diversity must be maintained properly and should not just fade away. Therefore, a greatly nationalist attitude is needed. The spirit of Nationalism is the more significant implication that the Indonesian nation must have in facing challenges, threats, obstacles, and disturbances both within and outside the country. The aim of this research was as a way or method to fight radicalism not only in Islamic boarding schools in Pesisir Barat Regency but in all Islamic boarding schools in Indonesia by developing activities in Islamic boarding schools that can internalize the values of Nationalism. Pondok Pesantren Pesiisr Barat Regency does not have a especially program of activities for internalizing the values of nationalism, but only through daily activities in the pesantren, in instilling the norms of nationalism. The form of these activities consists of intracurricular activities, namely; the Koran, and rihlah ilmiyah and extracurricular activities, namely; khitobah and hadroh.Keywords: Diversity, Nationalism, RadicalismIndonesia merupakan Negara dengan berbagai macam keunikan di dalamnya, mulai dari suku, agama, budaya, dan ras. Indonesia menjadi tempat keberagaman yang dibungkus dengan persatuan dan kesatuan yang kuat dan penuh dengan makna dikehidupan kenyataan. Tentu adanya keberagaman ini harus dijaga dengan baik dan tidak boleh luntur begitu saja. Maka dari itu dibutuhkanya sikap nasionalisme yang kuat. Jiwa Nasionalisme merupakan implikasi penting yang harus dimiliki oleh bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan baik yang datang dari dalam dan luar negeri. Namun, muncul berbagai masalah sosial yang mengganggu keutuhan bangsa Indonesia. Salah satu masalah yang berkembang di masyarakat Indonesia saat ini adalah penyebaran radikalisme. Paham ini berpotensi besar diterapkan pada generasi muda di lingkungan akademik terutama di lembaga pendidikan pondok pesantren di Indonesia. Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah sebagai cara atau metode untuk melawan radikalisme tidak hanya di pondok pesantren Kabupaten Pesisir Barat tetapi di seluruh lembaga pendidikan pesantren di Indonesia dengan mengembangkan kegiatan-kegiatan di pondok pesantren yang dapat menginternalisasi nilai-nilai Nasionalisme.Kata Kunci: Keberagaman, Nasionalisme, Radikalisme
KEMAMPUAN PESERTA DIDIK DALAM MENENTUKAN UNSUR INTRINSIK DONGENG DI KELAS III SD NEGERI 1 MUARA ENIM
Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis deskriptif kuantiatif. Data dikumpulkan melalui wawancara kepada guru dan tes berupa soal pilihan ganda dan uraian kepada peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan sebagian besar peserta didik berada pada kategori cukup, dengan rincian terdapat 1 orang dengan persentase 5% berada pada kategori baik sekali. Selanjutnya terdapat 6 orang dengan persentase 30% dalam kategori baik. 10 orang dengan persentase 50% berada pada kategori cukup. Kemudian 3 orang dengan persentase 15% berada pada kategori kurang. Dengan demikian secara keseluruhan, kemampuan peserta didik dalam menentukan unsur intrinsik dongeng pada Subtema Manfaat Hewan bagi Kehidupan Manusia di Kelas III SD Negeri 1 Muara Enim berada pada kategori cukup. Selanjutnya untuk mengurangi kesulitan peserta didik dalam menganalisis unsur intrinsik sekolah harus menambah buku-buku bacaan khususnya dongeng, guru dalam mengajarkan materi unsur intrinsik dongeng harus menggunakan berbagai metode pembelajaran ataupun media yang menarik agar peserta didik bisa lebih mengerti unsur intrinsik dari dongeng
KREATIVITAS MENGAJAR GURU DAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MASA PANDEMI
This study aims to determine the effect of teacher creativity and parent attention contributions to learning motivation of students, teacher creativity on the learning motivation, and the effect of parent attention to the learning motivation. This research is a descriptive quantitative with the pupulation is student from SMKN in Sukoharjo regency, with number of sample was 343 student. The results of this study obtained that the F-count is higher than the F-table (67.068 > 3.00), so that the two independent variables have a simultaneous effect. The results of the T-count variables for teacher instructional creativity and parental attention were 3.802 and 8.434, respectively. Both are above the T-table (1.966). So that the two independent variables have a partial effect on students' learning motivationTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kreativitas mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa, mengetahui pengaruh perhatian orang tua terhadap motivasi belajar siswa, mengetahui pengaruh perhatian orang tua terhadap motivasi belajar siswa, dan mengetahui pengaruh kreativitas mengajar guru dan perhatian orang tua terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan populasinya adalah siswa SMK Negeri se kabupaten Sukoharjo. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini sejumlah 343 siswa. Pengumpulan datanya adalah menggunakan kuisioner, dengan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini didapatkan kreativitas mengajar guru dan perhatian orang tua berpengaruh secara positif dan signifikan yang ditunjukkan dari nilai F hitung (67,068) lebih besar dari F tabel (3,00). Signifikan diperoleh dari uji hipotesis dengan uji F yang bernilai 0,00 yang mana lebih kecil dari pada 0,05. Analisis koefisien determinasi vaiabel kreativitas mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa diperoleh hasil sebesar 6,97%, perhatian orang tua terhadap motivasi belajar siswa diperoleh hasil sebesar 21,28% dan sebesar 77,3% dipengaruhi variabel di luar penelitian