Universitas Sriwijaya (UNSRI): E-Journal
Not a member yet
    5999 research outputs found

    PENDIDIKAN POLITIK GENERASI Z DI ERA DISTRUPSI

    Get PDF
    The younger generation is aware that politics is an investment for the development of a nation in the future. This is because the younger generation is the spearhead of change in a nation. Today, the development of the times has led us to an era of disruption in which all changes occur erratically in all basic aspects of life, so that they cannot predict future political developments. This study aims to describe political education that is in accordance with the characteristics of generation Z in the midst of the era of disruption to create political awareness in generation Z. The research approach used is qualitative with descriptive methods. The results of this study indicate that generation Z is a critical generation and has high adaptability but related to politics cannot use conventional methods to be able to teach about political education to generation Z in this era of disruption. The approach taken must be based on technology that is close to their daily lives, especially by developing content on social media in addition to conventional education. This is to attract the interest of Generation Z to the world of politics so that they can continue the nation's leadership relay in the future.Keywords: Political Education, Generation Z, Era of DisruptionGenerasi muda sadar politik merupakan investasi bagi perkembangan suatu bangsa di masa depan. Hal ini dikarenakan generasi muda merupakan ujung tombak perubahan suatu bangsa. Dewasa ini perkembangan zaman mengantarkan kita pada era distrubsi dimana segala perubahan terjadi tidak menentu dalam semua aspek kehidupan yang mendasar, sehingga tidak dapat memprediksi perkembangan politik masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pendidikan politik yang sesuai dengan karakteristik generasi Z di tengah era distrubsi untuk mewujudkan kesadaran politik pada generasi Z. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode diskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa generasi Z merupakan generasi yang kritis dan memiliki daya adaptasi yang tinggi namun terkait dengan hal politik tidak bisa menggunakan cara-cara konvensional untuk dapat membelajarkan tentang pendidikan politik pada generasi Z di era distrupsi ini. Pendeketan yang dilakukan harus berbasis teknologi yang dekat dengan keseharian mereka dapat terlebih dengan mengembangkan konten-konten di media sosial selain dengan pendidikan secara konvensional. Hal ini untuk menarik ketertarikan generasi Z terhadap dunia politik sehingga dapat meneruskan estafet kepemimpinan bangsa dimasa depan.Katakunci: Pendidikan Politik, Generasi Z, Era Distrups

    PENGARUH RUMAH BACA RAMBUTAN TERHADAP PENGEMBANGAN KARAKTER ANAK DI BANDAR SELAMAT KOTA MEDAN

    Get PDF
    Rumah Baca Rambutan dibentuk untuk dapat melayani masyarakat dimulai dari anak anak yang rentan mudah terpengaruh dari lingkungan serta meningkatkan ilmu keagamaan dan kemampuan anak dalam program yang disediakan Rumah Baca Rambutan. Nanda Fauzi Matondang, Pemilik sekaligus pendiri meyakini bahwa kekuatan spiritualitas dapat membuat seseorang terkhususnya anak anak dapat mencegah tingginya penyalahgunaan narkoba. Penelitian ini bertujuan mendeksripsikan bagaimana berdirinya suatu program Rumah Baca Rambutan di saat lingkungannya sedang marak narkoba. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, studi dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Rumah Baca Rambutan di Desa Bandar Selamat yang dilakukan menimbulkan dampak yang positif serta perubahan yang lebih baik dalam masyarakat. namun hambatan yang ditemui aadalah pandangan beberapa masyarakat lain akan berdirinya Rumah Baca Rambutan, Serta masih kurangnya relawan dan perhatian dari pemerintah untuk meningkatkan eksistensi dari Rumah Baca Rambutan

    PEMANFAATAN PLATFORM GOOGLE BISNISKU PADA PEMASARAN JASA MAKE UP ARTIST OMAH RIAS CANTIKA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengetahui : cara, dampak, dan kendala pemanfaatan pemanfaatan Google Bisnisku pada pemasaran jasa make up artist Omah Rias Cantika. Metode sampel yang digunakan adalah  purposive sampling dan teknik pengumpulan data diperoleh dari data primer yang bersumber dari wawancara dan observasi serta data sekunder yang bersumber pada riset kepustakaan dan dokumentasi. Teknis analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulanJenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai pemanfaatan platform Google Bisnisku  sebagai sarana pemasaran jasa Make up artist di Omah Rias Cantika milik Program Studi D4 Tata Rias dan Kecantikan, Universitas Negeri Yogyakarta yang dilakukan pada bulan April – Agustus 2020. Lokasi yang digunakan untuk menerapkan platform Google Bisnisku  adalah Unit Usaha Kecantikan Omah Rias Cantika milik Program Studi D4 Tata Rias dan Kecantikan, Universitas Negeri Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit usaha Omah Rias Cantika menggunakan Platform Google Bisnisku bermanfaat sebagai sarana promosi dengan baik. Konten yang dipromosikan berupa informasi dan kegiatan terkait jasa make up artist. Fitur-fitur Google Bisnisku  hampir seluruhnya dimanfaatkan oleh Omah Rias Cantika. Dampak yang diperoleh melalui promosi adalah bertambahnya pengunjung dan kerjasama antara unit usaha Omah Rias Cantika dengan unit usaha berbasiskan kecantikan lainnya, diantaranya: saling mention akun Omah Rias Cantika dengan akun Google Bisnisku lainnya untuk saling mempromosikan dan mention bila terdapat program promo make up. Kendala yang disebabkan wabah COVID 19 adalah Omah Rias Cantika belum mendapatkan konsumen yang valid dan adanya potensi kejahatan elektronik seperti peretas akun

    PROSES PEMBELAJARAN PAKET A DI MASA PANDEMI COVID 19 DI SANGGAR KEGIATAN BELAJAR KABUPATEN MERANGIN

    Get PDF
    Penelitian ini dilator belakangi oleh proses pembelajaran paket Ayang dilakukan di SKB Merangin pada masa pandemi covid 19. Permasalahan dalam pembelajaran pada umumnya yaitu terletak pada metode yang digunakan, terutama pada program paket A dimana usia warga belajar berbeda-beda dan karakteristik warga belajar yang juga berbeda-beda membuat tutor harus tepat dalam memilih metode pembelajaran. Berdasarkan observasi, kegiatan pembelajaran program Paket A di SKB masih banyak dijumpai peserta didik yang berperilaku kurang disiplin banyaknya peserta didik yang datang terlambat peserta didik yang mengikuti pembelajaran program paket A hanya termotivasi untuk sekedar mendapatkan ijazah. Selain itu penggunaan media pembelajaran yang digunakan pada situasi pandemi Covid 19, terhadap rendahnya motivasi peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran..Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Dalam pengambilan data peneliti menggunakan beberapa tehnik, yaitu: observasi,wawancara dan dokumentasi. Adapun informan penelitian meliputi kepala dan tenaga pendidik di SKB Merangin..Teknik yang digunakan dalam penjaminan keabsahan data adalah tehnik Triangulasi.. Sedangkan untukkendala dalam proses pembelajaran kejar paket A di SKB Merangin, disebabkan masih kuatnya tradisi melangun yang dilakukan warga terutama suku SAD, kurangnya fasilitas berupa ruang kelas atau bangunan untuk tempat belajar dan kurangnya peralatan tulis atau media pembelajaran yang digunakan. Untuk itu diperlukan pemahaman tutor dalam mempersiapkan media pembelajaran yang menarik agar tercipta proses pembelajaran yang menarik dan mengupayakan untuk memenuhi kebutuhan alat tulis yang diperlukan warga belajar.

    KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR PADA PEMBELAJARAN DARING ERA PANDEMI COVID-19

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter disiplin peserta didik kelas tinggi, dan menyajikan persentase tingkat kedisiplinan peserta didik kelas tinggi pada pembelajaran daring di SD Negeri 04 Palembang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Sampel dalam penelitian ini adalah 39 peserta didik kelas tinggi dan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan kedisiplinan peserta didik kelas tinggi pada pembelajaran daring di SD Negeri 04 Palembang berada pada kategori cukup dengan persentase 62%. Dari 39 peserta didik, 24 peserta didik (62%) ada pada kategori sangat baik, 9 orang (23%) berada pada kategori baik, 2 peserta didik (5%) pada kategori cukup, 3 peserta didik (8%) kategori kurang dan 1 peserta didik (2%) sangat kurang

    PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL BERBASIS STUDENT CENTERED LEARNING

    Get PDF
    This study aims to develop a Student-Centered Learning (SCL) based learning video on Social Science subjects at the Raudhatul Ulum Integrated Islamic Junior High School that is valid, practical, and effective on student learning outcomes. This research is a development research using the Hannafin Peck model. Data collection techniques used in this study were interviews, walkthroughs, questionnaires, and tests of student learning outcomes against the developed video media. This research was declared valid because it was obtained through a validation process from experts. For practicality obtained from student responses at the small group stage obtained by 65.5% indicating that this multimedia has been tested for practicality because the video media produced is attractive to students, easy to understand, and students master the competencies to be achieved faster, while the effectiveness of student learning outcomes seen from the results of the N-gain 0.36 in the medium category. Based on the results of the study, it can be concluded that the video media based on student centered learning that was developed proved to be valid, practical, and effective on student learning outcomes.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran berbasis student centered learning (SCL) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Raudhatul Ulum yang valid, praktis, dan efektif terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model Hannafin Peck. Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, walkthrough, angket atau kuesioner, dan tes hasil belajar peserta didik terhadap media video yang dikembangkan. Penelitian ini dinyatakan valid karena didapatkan melalui proses validasi dari para ahli. Untuk kepraktisan didapat dari tanggapan siswa pada tahap kelompok kecil diperoleh sebesar 65,5% menunjukkan bahwa multimedia ini telah teruji kepraktisannya karena media video yang dihasilkan menarik bagi siswa, mudah dipahami, dan siswa lebih cepat menguasai kompetensi yang akan dicapai, sedangkan efektifitas hasil belajar siswa terlihat dari hasil N-gain 0,36 dengan kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media video berbasis SCL yang dikembangkan terbukti valid, praktis, dan efektif terhadap hasil belajar peserta didi

    MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK GROUP EXERCISE

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi adanya permasalahan siswa terkait dengan rendahnya konsentrasi dalam belajar, seperti pada kemampuan fokus, kemampuan sambutan lisan dan kemampuan sambutan psikomotor. Konsentrasi belajar sangat dibutuhkan siswa, karena konsentrasi merupakan salah satu aspek pendukung siswa untuk mencapai prestasi yang baik. Apabila konsentrasi berkurang maka dalam kegiatan mengikuti pembelajaran di kelas maupun belajar secara pribadi dapat terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi belajar siswa setelah dilaksanakannya layanan bimbingan kelompok dengan teknik group exercise. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Tindakan Bimbingan Konseling (PT-BK) dengan dua siklus. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XII SMK Shailendra Palembang berjumlah 10 orang. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) Observasi, (2) Dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian tindakan bimbingan konseling (PT-BK) ini menunjukkan bahwa, melalui bimbingan kelompok dengan teknik group exercise dapat meningkatkan konsentrasi belajar. Peningkatan tersebut diketahui dari peningkatan indikator disetiap siklusnya, pada siklus I kemampuan fokus 50%, cukup baik kemampuan sambutan lisan 40%, cukup baik dan kemampuan sambutan psikomotor 50%, cukup baik sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan yang signifikan yaitu, kemampuan fokus 80%, baik kemampuan sambutan lisan 70% baik dan kemampuan sambutan psikomotor 90%, baik

    EFIKASI DIRI GURU BK DALAM MELAKSANAKAN KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN REALITAS DI SMP INDRALAYA KABUPATEN OGAN ILIR

    Get PDF
    This study aims to determine the self-efficacy of BK teachers in implementing group counseling with a reality approach at Indralaya Middle School, Ogan Ilir Regency. This research method uses descriptive quantitative, the subject of this research is 20 BK teachers, namely the MGBK SMP/MTS group in Indralaya, Ogan Ilir Regency who participated in training in community service activities carried out by Guidance and Counseling Study Program Lecturers. The data was taken using a self-efficacy questionnaire distributed via google form. Data were analyzed using percentages. The results of this study indicate that in general, self-efficacy in implementing group counseling with a reality approach to BK teachers is included in the medium category, which tends to be high, there are 12 teachers (60%). Meanwhile, there are 5 teachers in the high category (25%), and there are 3 teachers in the low category (15%). While the results of the research specifically on the dimensions of self-efficacy of BK teachers on the dimension of difficulty level (level) there are 12 teachers (60%) with a moderate category tending to be high, in addition to 4 teachers with a high category (20%), then there are 4 teachers (20%) ), then on the strength dimension there are 5 teachers (25%) in the high category, there are 12 teachers (60%) in the moderate category tending to high, and there are 3 teachers (15%) in the low category. And then on the generalization dimension, there are 4 teachers (20%) in the high category, there are 11 teachers (55%) in the moderate category tending to be high, and there are 5 teachers (25%) in the low category

    EFL PRE-SERVICE TEACHERS’ EXPERIENCES DOING PRACTICUM DURING COVID-19 PANDEMIC

    Get PDF
    This study aims to identify the experiences of EFL pre-service teachers doing practicum during the COVID-19 pandemic. Six participants in this case study. They were the eighth-semester students of English education study program at the University of Tanjungpura. They have spent three years studying in the English department and have finished micro-teaching and Introduction to School Field (PLP) II course. Data from this study were collected using semi-structured interviews and document analysis. The data were analyzed based on Miles and Huberman’s model, including data reduction, and the gained data were displayed and concluded. The result showed that EFL pre-service teachers admitted that although it is easy to use the online system, they sometimes have problems in terms of internet connection and electronic devices. External factor, such as lack of motivation during the teaching practicum, hindered the pre-service teachers. Pre-service teachers can overcome their problems by having preparation before teaching practice and using various learning strategies to stimulate the students, such as games, icebreakers, or quizzes. The EFL pre-service teachers also consulted with their supervisors and in-service teachers to solve their problems during teaching practicum progres

    Pengawasan Orde Baru Terhadap Eks-Tahanan Politik PKI Di Sumatera Barat

    Get PDF
    Abstrak: Artikel ini membahas tentang pengawasan Pemerintah Orde Baru Indonesia terhadap eks-tahanan politik PKI di Provinsi Sumatera Barat. Para eks-tapol itu ditangkap setelah peristiwa G30S dan dilepaskan pada secara bertahap pada 1970-an. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjelaskan mengapa Orde Baru mengawasi mereka dan bagaimana pola pengawasan pemerintah Orde Baru terhadap para eks-tahanan politik itu di Provinsi ini. Artikel ini menggunakan metode sejarah, yaitu; heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini menunjukan bahwa terdapat lebih dari 40.000 orang tahanan politik di provinsi ini. Pengawasan terhadap mereka dilaksanakan oleh berbagai instansi pemerintahan dan dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Otoritas memegang semua data eks-tapol tersebut agar memudahkan proses pemantauan mereka. Dengan begitu, Orde Baru dapat mencegah kebangkitan kembali PKI dan komunisme di Indonesia. Sebagai rezim yang berkuasa, Orde Baru dapat menjalankan program karena ia memiliki otoritas. Namun pengawasan ini juga memberikan dampak bagi kehidupan eks-tahanan politik itu karena membatasi ruang gerak mereka.Kata Kunci: PKI, eks-Tahanan, Politik, Sumatera, Barat, Orde, Baru. Abstract: This article examines the New Order's supervision of ex-PKI political prisoners in West Sumatra. They were arrested after the G30S incident and were released in the 1970s. The purpose of this paper is to explain why the New Order supervised them and how the New Order government's supervision patterns of the ex-political prisoners in West Sumatra Province. This paper historical method. There are four steps in this method; heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. This research shows that there are more than 40,000 political prisoners in this province. This Surveillance had carried out by various government agencies and carried out in a structured and systematic manner. The authorities held all the data of the ex-political prisoners. Thus it made it easier for the process to monitor them. The New Order could prevent the revival of the PKI and communism in Indonesia. As the governing regime, the New Order had the authority to run its programs. However, this policy affected the ex-political prisoner's lives because it the limitation that resulted from that policy. Keywords: PKI, ex-Political, Prisoner, West, Sumatera, Orde, Baru

    5,492

    full texts

    5,999

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Sriwijaya (UNSRI): E-Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇