Universitas Sriwijaya (UNSRI): E-Journal
Not a member yet
5999 research outputs found
Sort by
Learning Design of Sphere using Realistic Mathematics Education Assisted by Interactive Video
Numerous studies, particularly in sphere material, have highlighted students' challenges in grasping the notion of geometry. Typically, the teacher only teaches the subject using the formula, omitting the notion altogether. Moreover, this study intends to create a hypothetical learning trajectory for the sphere material by incorporating the Syawalan tradition from Pekalongan into the learning process through the Indonesian Realistic Mathematics Education approach, or PMRI. The methodology employed is design research, divided into three stages: preliminary design, design experiment, and retrospective analysis. As a result, this study focuses exclusively on the outcomes of the design experiment process, namely the pilot experiment. Video recordings, photographs, observations, deep interviews, documentation, field memos, and student activity sheets were all used to collect and analyze data to improve HLT. The outcome of this study is a hypothetical learning trajectory for sphere material in the context of the Syawalan tradition. The student learning sequence comprises four series, which include observing an interactive video of the syawalan tradition context to characterize sphere elements, utilizing orange fruit to find the sphere's surface area, discovering the sphere's volume through the cylinder and magic seeds, and resolving sphere-related contextual problems. Additionally, the activities devised in this study can potentially develop students' interest and conception of sphere material in the ninth grade
Sistem Informasi Geografis Pemetaan Destinasi Wisata di Kabupaten Sukabumi Berbasis Web
Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikenal memiliki berbagai destinasi wisata yang sangat terkenal dan menjadi pilihan utama bagi para wisatawan. Keindahan alam merupakan fokus utama dari destinasi wisata ini, mulai dari pantai pasir putih, air terjun yang memukau, perbukitan yang menawan, goa-goa alam yang menyimpan sejarah, dan masih banyak lagi. Keunikan setiap destinasi wisata ini akan membuat para wisatawan merasa terpana dan ingin kembali lagi. Namun, terdapat keterbatasan dalam ketersediaan informasi mengenai tempat wisata di Kabupaten Sukabumi yang membuatnya kurang memadai bagi wisatawan. Keadaan tersebut bisa membuat para wisatawan menghadapi kesulitan dalam mendapatkan informasi tentang lokasi wisata yang ingin mereka kunjungi saat berada di Kabupaten Sukabumi. Sebuah jenis Sistem Informasi Geografis (SIG) Pemetaan Tempat Wisata harus didirikan oleh pemerintah lokal untuk membantu pengunjung mempelajari resort di Sukabumi. SIG ini menyediakan informasi seperti lokasi, fasilitas, dan informasi kontak dari tempat wisata yang tersedia. Selain itu, SIG ini juga menyediakan fitur peta interaktif yang memungkinkan wisatawan untuk menemukan lokasi tempat wisata dengan mudah. Sistem ini dibuat berbasis web dengan menggunakan JavaScript sebagai Bahasa pemogramannya, React JS sebagai framework dan Leaflet Js untuk menampilkan peta interaktif. Dengan pengembangan sistem informasi geografis, diharapkan pengguna dapat dengan mudah menemukan tempat wisata secara lebih akurat serta mendapatkan informasi yang lebih akurat pula
Rancang Bangun Perangkat Lunak Penghitung Tekno-Ekonomi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Berbasis Web
Perkembangan teknologi energi terbarukan, khususnya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), semakin penting dalam mengatasi masalah energi dan lingkungan. Dalam konteks ini, perangkat lunak penghitung tekno-ekonomi PLTS menjadi alat yang sangat diperlukan untuk memperkirakan kinerja dan manfaat finansial dari instalasi PLTS. Dalam penelitian ini, kami merancang dan mengimplementasikan perangkat lunak penghitung tekno-ekonomi PLTS berbasis web. Perangkat lunak ini dirancang untuk memudahkan pengguna dalam melakukan perhitungan dan simulasi berbagai sistem PLTS, seperti off-grid, on-grid, dan hybrid. Kami menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript sebagai teknologi utama untuk membangun antarmuka pengguna yang responsif dan mengimplementasikan logika perhitungan. Setelah implementasi, perangkat lunak diuji untuk memastikan fungsionalitasnya dan mengumpulkan umpan balik pengguna. Hasilnya menunjukkan bahwa perangkat lunak penghitung tekno-ekonomi PLTS ini dapat memberikan estimasi kinerja dan manfaat finansial yang akurat. Perangkat lunak ini dapat digunakan sebagai panduan dalam pengambilan keputusan untuk investasi PLTS
MODEL PEMBELAJARAN LITERASI KEUANGAN UNTUK PRODUKTIVITAS EKONOMI PEDESAAN : PENDEKATAN TEORI KRITIS
Literaci keuangan membantu pengambilan keputusan efektif untuk produktivitas ekonomi termasuk bagi para petani pedesaan. Namun akses para petani untuk memperoleh pengetahuan literaci keuangan masih sulit diperoleh. Pendekatan yang sesuai dengan karakteristik dan lingkungan sosial para petani diperlukan agar para petani memiliki literaci keuangan. Tujuan penelitian: menganalisis learning financial literacy through communicative from farmer in rural for productivity. Metode penelitian menggunakan pendekatan deep fenomenologi untuk mendorong emansipatoris financial literacy dan produktivitas dalam situasi pandemic. penelitian pendekatan berorientasi pada kepentingan emancipatory dengan partisipan adalah para petani dan peternak di pedesaan Pandeglang Indonesia. Komunikasi Intersubjektivitas tentang financial literacy di kalangan sumber data yang dipilih berdasarkan teknik purposive. Analisis data menggunakan metode dialektik ganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses untuk memperoleh literaci keuangan adalah proses sosial yang didasarkan pada ide tentang kerja dan komunikasi. Interaksi di antara para petani maupun dengan sumber belajar diperlukan agar para petani dapat memahami fungsi literaci keuangan serta menjadikannya praktik sehari-hari. Pengalaman tersebut mendorong berkembangnya kemampuan literaci keuangan dan mengarahkan pada emansipatoris meskipun masih perlu arahan dan penguatan terutama berkaitan dengan perubahan-perubahan yang terjadi termasuk pada sistem keuangan yang ada. Komunikasi sebagai pendekatan penting untuk meningkatkan financial literacy. Komunikasi diantara para petani dan sumber belajar literaci keuangan didukung oleh praktik yang langsung aktivitas produktif ekonomi yang berkelanjutan
Evaluasi Sistem Informasi Sekolah Terintegrasi Instagram dan WhatsApp Berdasarkan Pengujian ISO 25010
Sistem informasi sangat diperlukan pada sebuah instansi pendidikan dalam menyebarkan informasi. SMK PGRI 1 Bangkalan merupakan salah satu sekolah kejuruan di Kabupaten Bangkalan yang memiliki sistem informasi berbasis website dan diintegrasikan dengan WhatsApp dan Instagram. Namun, website ini belum dievaluasi kualitasnya agar sesuai dengan standar kualitas website pada umumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur kualitas dari website SMK PGRI 1 Bangkalan dengan ISO 25010. Pengukuran ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan metode pengujian yang digunakan adalah ISO 25010. Hasil dari penelitian ini adalah kualitas website pada aspek functional suitability, portability, performance efficiency, dan usability. Pengujian pertama pada aspek functional suitability, sistem ini dinyatakan 100% sangat baik dari seluruh fungsionalitas yang disediakan pada sistem. Pengujian kedua pada aspek portability, sistem ini juga dinyatakan 100% sangat baik dalam beradaptasi dengan browser yang berbeda. Selanjutnya aspek performance efficiency memiliki rata-rata kecepatan waktu yang sangat baik yakni 1,192s, serta mendapatkan persentase sebesar 85,89% dengan grade B pada pengujian Yslow. Pengujian yang terakhir adalah aspek usability, pengujian menyatakan bahwa sistem ini dinyatakan 90% sangat layak untuk dioperasikan setelah diujikan kepada 20 subjek uji coba
Deteksi Objek Serupa Menggunakan You Only Look Once (YOLO3.0)
Saat ini deteksi objek yang digabungkan dengan sistem AI sering digunakan untuk mendeteksi (objek dalam sebuah gambar. Hal ini telah diaplikasikan dalam dikehidupan sehari sehari diantaranya di bidang pertahanan, sistem pengawasan suatu kota maupun dipakai pada fitur mobil untuk meminimumkan kecelakaan. Dalam paper ini fokus membahas deteksi objek menggunakan YOLO3. Objek yang dideteksi dalam paper ini adalah truk dan bus, kedua kendraaan tersebut merupakan kendaraan beroda empat berbentuk persegi panjang yang sering ditemukan dijalan. Kedua kendaraan ini merupakan objek berbentuk mirip dan kadang keliru untuk identifikasi kedua objek tersebut. Sistem ini dimulai dari membuat dataset gambar truk dan bus, dimana dataset ini terdiri dari data training dan dataset. Kemudian dilanjutkan dengan proses ekstrasi fitur yang menggunakan metode Darknet-53 dan deteksi objek menggunakan Feature Pyramid Network (FPN), akhirnya jika dikenali maka objeknya akan diberikan bounding box. Tujuan dari proses ini mendapatkan nilai akurasi dengan objek yang memiliki bentuk yang mirip dan mencari faktor yang mempengaruhi nilai akurasi tersebut. Hasil proses deteksi objek menggunakan YOLO3 dapat menaikkan nilai akurasi pada objek dengan bentuk serupa, walaupun terdapat beberapa kelemahan. Faktor yang mempengaruhi nilai akurasi yaitu nilai threshold yang sangat mempemgaruhi dalam membedakan bentuk objek yang satu dengan objek yang lain terutama jika objek tersebut memiliki bentuk yang miri
PEMBENTUKAN KARAKTER KEBANGSAAN BERBASIS NILAI-NILAI KENUSANTARAAN
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menemukan metode dalam pembentukan karakter warga negara muda agar memiliki semangat kebangsaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini berlokasi di SMA Taruna Nusantara Magelang, Jawa Tengah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian ini yaitu: 1) pembentukan karakter warga negara muda melalui pembelajaran wawasan kebangsaan yang meliputi cinta tanah air, nasionalisme dan pentingnya rasa persatuan dan kesatuan. 2) penanaman wawasan kejuangan berupa sikap pantang menyerah, patriotis dan rela berkorban. 3) wawasan kebudayaan yang merupakan sikap menjunjung tinggi nilai-nilai adiluhung bangsa Indonesia dan menghargai kebudayaan yang multikultural. 4) pembentukan karakter juga didukung oleh guru yang berperan sebagai pamong yang menerapkan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara yaitu pengayoman, pengajaran, pengasuhan, dan keteladanan. Proses pembentukan karakter kebangsaan berbasis nilai-nilai kenusantaraan membentuk pribadi warga negara muda di SMA Taruna Nusantara Magelang, Jawa Tengah menjadi lebih nasionalis, dan patriotik. ABSTRACTThis study aims to find methods in building the character of young citizens so that they have a national spirit. This study uses a qualitative method with a case study approach. This research is located at SMA Taruna Nusantara Magelang, Central Java. Data was collected through interviews, observation, and documentation. Data were analyzed using data triangulation techniques. The results of this study are: 1) the formation of the character of young citizens through learning national insight which includes love for the motherland, nationalism and the importance of a sense of unity and oneness. 2) the cultivation of fighting insights in the form of unyielding, patriotic and self-sacrifice attitudes. 3) cultural insight which is an attitude of upholding the noble values of the Indonesian nation and respecting multicultural culture. 4) character building is also supported by teachers who act as tutors who apply Ki Hajar Dewantara's educational philosophy, namely protection, teaching, nurturing, and exemplary. The process of forming a national character based on archipelagic values forms the personality of young citizens at SMA Taruna Nusantara Magelang, Central Java, to become more nationalist and patriotic
Eksplorasi Bakat Siswa dengan konsep Multi Intelligences dan Pelaksanaaan Layanan BK sebagai Upaya Pengembangan dan Pemeliharaannya di MTsN 1 Sijunjung
Penelitian ini mencakup 68 siswa berprestasi yang mengikuti tes bakat, dengan fokus pada identifikasi kecerdasan dominan mereka; metode penelitian melibatkan perencanaan dan pelaksanaan program bimbingan konseling individu, kelompok, dan konselor sebaya. Tujuan penelitian adalah untuk mengoptimalkan pengembangan bakat siswa melalui program bimbingan konseling di madrasah. Menurut hasil penelitian, mayoritas siswa memiliki kecerdasan interpersonal (82.34 persen), diikuti oleh kecerdasan kinestetik-musik (5.9 persen), kecerdasan spasial (4.4 persen), dan kecerdasan natural (1.6%). Program ini meningkatkan kepercayaan diri dan hubungan sosial siswa selain membantu mereka mengembangkan potensi mereka sesuai dengan jenis kecerdasan mereka.Penelitian ini menekankan bahwa guru BK harus mendapatkan pelatihan profesional, berbagai jenis kegiatan ekstrakurikuler yang inklusif, dan kolaborasi antara guru BK dan mata pelajaran lainnya untuk mendukung pengembangan bakat siswa secara menyeluruh. Hasilnya dapat digunakan untuk merancang program pendampingan yang lebih sesuai bagi siswa dengan berbagai jenis kecerdasan.
The East Coast of Sumatra in the Spice Trade Network in the 19th Century
This article discusses the dynamics of the spice trade that occurred on the east coast of Sumatra, to be precise in the areas of Singapore and Palembang in the 19th century. The spice trade on the east coast of Sumatra in the 19th century was inseparable from the involvement of many nations in the spice commodity produced in the archipelago. In addition, this article also aims to analyze the impact of the spice trade on the formation of inter-ethnic networks. This study uses historical research methods, starting from heuristics, source criticism, interpretation and writing of history. Analysis of the results of research using the Islamic Maritime Civilization approach by K.N Chaudhuri and the Trade Network approach by J.C Van Leur, these two theories argue that maritime civilization is inseparable from the influence of agrarian civilization which has an impact on the formation of a network. The results of this study are; first, in the 19th century, Singapore and Palembang were areas that still existed as a place for the spice trade, and these two areas were not only a place for trade interactions, but also a spice producer. Second, the spice trade in this century has also formed networks between nations and ethnicities, such as local networks involving ethnic groups in Nusantara and international networks involving various ethnic groups and ethnic groups in the world.Keywords: Trade Network, Maritime Civilization, East Coast Of Sumatra, Spice.Artikel ini membahas dinamika perdagangan rempah yang terjadi di pantai timur Sumatera, tepatnya di wilayah Singapura dan Palembang pada abad ke-19. Perdagangan rempah di pantai timur Sumatera pada abad ke-19 tidak terlepas dari keterlibatan banyak bangsa terhadap komuditas rempah yang dihasilkan di wilayah Nusantara. Selain itu, artikel ini juga bertujuan untuk menganalisis dampak dari perdagangan rempah terhadap terbentuknya jaringan jaringan antar suku bangsa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yang dimulai dari heuristik, kritik sumber, interpretasi dan penulisan sejarah. Hasil penelitian kemudian dianalisa dengan pendekatan peradaban bahari Islam oleh K.N Chaudhuri serta jaringan perdagangan oleh J.C Van Leur, kedua teori ini berpendapat bahwa peradaban maritim tidak terlepas dari pengaruh peradaban agraris yang berdampak pada terbentuknya sebuah jaringan. Beberapa hasil kajian ini dapat dirumuskan sebagai berikut; pertama, pada abad ke-19, Singapura dan Palembang merupakan kawasan yang masih eksis sebagai tempat terjadinya perdagangan rempah, dan dua daerah ini tidak hanya sebagai tempat terjadinya interaksi perdagangan, tapi juga menjadi penghasil rempah. Kedua, Perdagangan rempah masa ini juga membentuk jaringan antar bangsa dan etnis, seperti jaringan lokal yang melibatkan etnis-etnis di Nusantara serta jaringan internasional yang melibatkan berbagai etnis dan suku bangsa di dunia.Kata Kunci: Jaringan Perdagangan, Peradaban Maritim, Pantai Timur Sumatera, Rempah
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KEJADIAN ANEMIA
Abstrak Anemia merupakan masalah gizi di dunia, khususnya negara berkembang yakni salah satunya Indonesia. Anemia sering terjadi pada remaja yang dapat dipengaruhi oleh pola makan. Pola makan merupakan cara memperoleh makanan (berapa kali dalam satu hari), jenis makanan, dan frekuensi makan. Pola makan tidak sesuai dapat mengakibatkan asupan gizi (makronutrien dan mikronutrien) yang berlebih atau berkurang. Selain pola makan, IMT juga memengaruhi kejadian anemia. IMT merupakan pengukuran dalam pemantauan status gizi yang sederhana. Untuk mengetahui hubungan pola makan dan indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian anemia pada mahasiswa/i angkatan 2019 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Pendekatan cross-sectional, data diambil satu kali pada waktu yang sama. Pengambilan data menggunakan data primer berupa kuesioner, antropometri, dan pengecekan kadar Hb. Uji T independent untuk pola makan dengan anemia diperoleh hasil P0.05, Terdapat hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada mahasiswa/i dan tidak terdapat hubungan IMT dengan kejadian anemia pada mahasiswa/i. Kata Kunci : Anemia, Pola Makan, Indeks Massa Tubuh Abstract The Relationship Between Eating and BMI With The Incidence of Anemia in FK UMSU 2019 Students.Anemia is a nutritional problem in the world, especially developing countries, one of which is Indonesia. Anemia often occurs in adolescents which can be influenced by diet. Diet is a way of obtaining food (how many times a day), the type of food, and the frequency of eating. Inappropriate eating patterns can result in excessive or reduced intake of nutrients (macronutrients and micronutrients). In addition to diet, BMI also affects the incidence of anemia. BMI is a measurement in monitoring simple nutritional status. To find out the relationship between diet and body mass index (BMI) with the incidence of anemia in class 2019 students at the Faculty of Medicine, Muhammadiyah University, North Sumatra. Cross-sectional approach, data is taken once at the same time. Data collection used primary data in the form of questionnaires, anthropometry, and checking Hb levels. Independent T-test for eating patterns with anemia obtained P 0.05, there was a relationship between diet and the incidence of anemia in college students and there was no relationship between BMI and the incidence of anemia in college students.