Jurnal Universitas Muhammadiyah Bengkulu (Jurnal UMB)
Not a member yet
234 research outputs found
Sort by
Tinjauan Yuridis Penegakan Hukum terhadap Kejahatan Tindak Pidana Pencucian Uang Menurut Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 (Studi Kasus Tindak Pidana Pencucian Uang di Pengadilan Negeri Bengkulu)
Kejahatan merupakan prilaku dan perbuatan manusia yang di lakukan pada orang lain atau pihak-pihak atau lembaga-lembaga yang pada prinsipnya mengutungkan bagi yang melakukannya kejahatan. Indonesia merupakan salah satu negara yang cukup terbuka menjadi sasaran pemutihan uang, dalam tindak pidana pencucian uang terdapat lembaga khusus yang berfungsi sebagai perantara untuk memberikan data transaksi mencurigakan kepada aparat penyidik yaitu Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Penelitian hukum ini mengunakan metode penelitian empiris, Dalam konsep ini anti pencucian uang, pelaku dan hasil tindak pidana dapat diketahui melalui penelusuran untuk selanjutnya hasil tindak pidana tersebut dirampas untuk negara atau dikembalikan kepada yang berhak. Apabila harta kekayaan hasil tindak pidana yang dikuasai oleh pelaku atau organisasikejahatan dapat disita atau dirampas, dengan sendirinya dapat menurunkantingkat kriminalitas. Untuk itu upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana Pencucian Uang memerlukan landasan hukum yang kuat untukmenjamin kepastian hukum, efektivitas penegakan hukum serta penelusurandan pengembalian harta kekayaan hasil tindak pidana. faktor penghambat penegak hukum dalam perkara tindak pidana pencucian uang di Indonesia yaitu belum tercapainya kesamaan pemahaman aparat penegak hukum tentang tindak pidana pencucian uang, pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mempersulit deteksi pencucian uang dan ketidakpatuhan penyedia jasa keuangan dalam mendukung rezim anti-pencucian uang. Kata Kunci : Pencucian Uang, Penegakan Huku
ANALISIS HUKUM PIDANA DENDA PELANGGARAN LALU LINTAS Di KOTA BENGKULU (DITINJAU Dari UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN)
Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui penerapan denda terhadap pelanggar berlalu lintas di kota Bengkulu ditinjau dari Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009, serta untuk mengetahui faktor penghambat dalam penerapan pidana denda terhadap pelanggar barlalu lintas di Kota Bengkulu. Penelitian dilaksanakan disatuan lalu lintas Polres dan Polda Kota Bengkulu. Adapun data yang didapatkan adalah data primer dan data sekunder melalui penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan, kemudian data dianalisis dengan cara deskriptif. Peraturan yang tertera pada undang-undang yang tertera sepenuhnya untuk meningkatkan kesadaran untuk setiap pelanggar yang melakukan pelanggaran, tetapi pada kota Bengkulu undang-undang tersebut tidak sepenuhnya berjalan efektif. Menurut pandangan Undang-undang 22 Tahun 2009, penerapan pidana denda masuk dalam kategori pidana pokok (sesuai Pasal 10 KUHP) sebagai urutan terakhir atau keempat, sesudah pidana mati, pidana penjara dan pidana kurungan. Selain dari itu, faktor penghambat keefektifan Undang-undang seperti faktor ekonomi, faktor kedekatan emosional dan faktor kekebalan institusional.Kata Kunci: Tindak Pidana, Hukum Pidana dan dend
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN NARKOBA PADA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS II PEKANBARU
Narkoba adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Di Provinsi Riau, jumlah kasus penyalahgunaan narkoba meningkat setiap tahunnya, yaitu 488 kasus pada tahun 2013, 601 kasus pada tahun 2014 dan 650 kasus pada tahun 2015. Survei awal dengan mewawancarai Kepala Lembaga Pemasyarakatan Dewasa Kelas II Kota Pekanbaru mengatakan jumlah narapidana yang saat ini menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) merupakan narapidana kasus narkotika dengan terpidana sebagai pengedar, penyalahgunaan atau pengguna narkotik. Penelitian ini bertujuan Diketahuinya Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Narkoba Pada Narapidana di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Pekanbaru. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian studi cross sectional. Populasi narapidana kasus narkoba di Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Pekanbaru berjumlah 320 orang sehingga jumlah sampel yang diperlukan setelah ditambahkan 10% untuk menghindari dropout sampel adalah 75 orang. Analisis data dengan menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan hasil terdapat hubungan antara kepribadian, keluarga dan lingkungan dengan penggunaan narkoba pada narapidana di lembaga pembinaan khusus anak kelas II Pekanbaru. Variabel yang paling berpengaruh pada penelitian ini adalah variabel lingkungan dengan OR 14,2 (95% CI = 6,542-30,820) artinya responden dengan lingkungan masyarakat yang kurang baik berisiko sebesar 14,2 kali lebih tinggi untuk menggunakan narkoba. Saran diharapkan kepada pihak lapas agar memberikan edukasi dan keterampilan bagi para pengguna kasus narkoba sehingga jika mereka sudah keluar dari lapas tidak mengulangi kasus yang sama.Kata Kunci : Narkoba, Narapidana Khusus Anak Kelas II Pekanbar
Analisis Karya Cipta Motif Sarung Donggala Serta Perlindungan Tentang Pemajuan Kebudayaan Sulawesi Tengah
Sarung Donggala seperti sarung daerah lain yang menunjukkan tempat yang bersifat caracteristic, proses pembuatannya di tenun oleh ibu rumah tangga dan anak perempuannya, dengan cara tradisional dan turun-temurun. Sekarang dipakai sebagai seragam publik dan lembaga swasta, juga kain wajib pada ritual adat di Wilayah Sulawesi Tengah. Dalam Undang-Undang Hak Cipta Sarung motif Donggala yang perlu mendapatkan perlindungan Hak Moral dan Hak Ekonomi, hingga saat ini belum menjadi prioritas pemerintah daerah untuk karya seni motifnya sehingga daya saing untuk membuat motif baru bukanlah hal yang utama. Sarong of Donggala juga merupakan kearifan lokal tempat tinggal dan berkembang, tentunya harus dijaga kelestariannya dan di perkenalkan secara lebih luas, sebagai ciptaan budaya bangsa dan juga mendapat perlindungan sebagaimana diatur dalam UU No. 5 tahun 2017 tentang Kemajuan Budaya.Kata Kunci: Sarung Motif Donggala, Hak Cipta, Buday
Perjanjian terhadap Kontrak Perdagangan melalui Internet
Kontrak Perdagangan melalui internet telah memenuhi beberapa aspek hukum perjanjian dalam Buku III Kitab Undang-Undang Hukum Perdata mengenai syarat sahnya perjanjian yaitu kesepakatan para pihak, suatu hal tertentu dan sebab yang halal, meskipun pemenuhan terhadap unsur kedewasaan sebagai syarat kecakapan untuk mengadakan suatu perjanjian tidak dapat terpenuhi, kontrak dalam e-commerce tetap sah dan mengikat serta menjadi undang-undang bagi para pihak yang membuatnya sepanjang para pihak tidak mempermasalahkannya. Para pihak yang terjadi perselisihan bisa menyelesaikan dengan cara jalur pengadilan maupun jalur non pengadilan. Dengan demikian pemerintah yang terkait bisa mensosialisasikan adanya jalur penyelesaian tentang masalah perdagangan melalui internet. Kata Kunci : Perjanjian, Kontrak Perdagangan, Internet
Punisment bagi Pelaku Nikah Dibawah Tanggan dalam Tinjauan Ilmu Ushul Fiqh
Kajian ini fokus mambahas persoalan pemberian hukuman bagi para pelaku nikah dibawah tanggan dalam kaca mata ilmu ushul fiqh. Setelah melakukan kajian yang mendalam, diperoleh temuan bahwasanya dalam memberikan hukuman bagi pelaku nikah dibawah tangan tidak bisa dilakukan sembarangan, melainkan harus mempertimbangkan faktor pendorong terjadinya nikah dibawah tanggan dan jenis nikah dibawah tanggan yang dipraktekan. Pelaku nikah dibawah tanggan dengan alasan faktor umur dan ortu diberi hukuman ringan, pelaku nikah dibawah tanggan dengan alasan faktor niat tak terpuji dan faktor beda agama diberi hukuman berat, sedangkan pelaku nikah dibawah tanggan dengan alasan faktor hamil diluar nikah, faktor keyakinan, faktor penolakan, faktor halangan berpoligami, faktor ekonomi, faktor kekayaan, faktor beda strata sosial, faktor masa depan, faktor kemudahan, faktor jarak dan faktor pendidikan diberi hukuman sedang. Kemudian nikah dibawah tanggan yang tidak memiliki wali dan saksi, maka diberi hukuman berat. Jika nikah dibawah tanggan memiliki wali tapi tidak ada saksinya, maka diberi hukuman sedang. Sedangkan nikah dibawah tanggan yang lengkap syarat dan rukunnya tapi tidak dicatatkan diberi hukuman ringan.Kata kunci: Punisment, Ilmu Ushul Fiqh, Nikah dibawah tangga
PENERAPAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR POKOK BAHASAN STATISTIKA
ABSTRACTThe purpose of this study was to improve the activities and learning outcomes of the subject matter of statistics in SMAN 7 Bengkulu city. Student learning outcomes regarding the subject matter of statistics still have not reached KKM, which is 75. This is because some students still consider that mathematics lessons are boring. Therefore, the researchers concluded that the learning process carried out must have variations to improve student learning activities through the application of the Student Teams Achievement Division learning model. This research is a classroom action research carried out in several cycles. Each cycle consists of four stages, namely planning, implementing actions, observing and reflecting. The study was conducted in SMAN 7 Bengkulu city with the research subjects being students of class XII IPA 5. Data collection techniques carried out in this study were observation and test of learning outcomes. The instruments used are student observation sheets and test questions. The indicator of success used is the activity of students said to increase if the results of observations of student activeness in general achieve active, ie achieving a score between 24-30 and completeness of learning in a classical manner will be achieved if 75% of students get a value of ≥75. Based on the results of the study, it was found that the mathematics learning outcomes of class XII IPA 5 students of SMA N 7 Bengkulu City increased with the application of the learning model of the student teams achievement division. This can be seen based on the results of the final test of each cycle, namely the average value in the first cycle is 71.77 with classical learning completeness 43.33%, in the second cycle increased to 76.64 with classical learning completeness 60.61%, and at cycle III increased to 83.24 with classical learning completeness 82.35%. Keywords:Model Student Teams Achievement Divis
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMP NEGERI 3 PAGARALAM
ABSTRAKThis research is an experimental research, while the problem formulation in this study is the Problem Posing learning model is effective against the results of learning straight line equation material in class VIII of SMP Negeri 3 Pagaralam. This study aims to determine the effectiveness of the Problem Posing model for student learning outcomes in the material of Straight Line Equations in Class VIII of SMP Negeri 3 agaralam, with a sample of students including 21 experimental class students and 21 control class students, to measure student mathematics learning outcomes in research This is a written test in the form of essays which amounts to 5 questions. The hypothesis of this research is that the Problem Posing learning model is effective on the learning outcomes of straight-line equations in class VIII of SMP Negeri 3 Pagaralam. The results of students' mathematical test data with the Problem Posing learning model obtained an average of 70.5 and the average mathematics learning outcomes of students not with the Problem posing model of 65.08. By using the t-test statistical formula, we obtained a tcount of 3.50 and a table price of 1.725 with a significance level of 5%. So it can be concluded that the hypothesis formulated by researchers proved to be accepted, namely the Effective Problem Posing learning model for solving straight line equation problems in class VIII of SMP Negeri 3 Pagaralam. Keywords: Problem Posing learning model, Student Learnin
ANALISA DAN PERANCANGAN APLIKASI SISTEM INVENTORY (STUDI KASUS: PT. CAKRA MEDIKA UTAMA)
PT. Cakra Medika Utama merupakan perusahaan yang bergerak dibidang distributor alat kesehatan. Adapun masalah yang sering dihadapi pada sistem yang sedang berjalan saat ini yaitu proses pendataan dan pelaporan persediaan barang masuk dan keluar masih dilakukan secara pencatatan di buku besar yang memerlukan waktu yang cukup lama dalam menyelesaikan setiap informasi yang dibutuhkan. Adanya barang yang kadaluarsa tidak cepat di ketahui karena tidak adanya pemberitahuan. Tujuan penelitian ini adalah membuat perancangan sistem informasi inventory barang yang dapat meminimalisir kerugian atas barang yang melewati batas minimal tanggal kadaluarsa dan meningkatkan efisiensi pencatatan persediaan barang masuk dan keluar dengan menggunakan metode pengembangan sistem Rapid Application Development (RAD). Pada perancangan sistem informasi inventory ini dapat membantu meningkatkan efisiensi waktu dalam memberikan informasi ketersediaan stok barang yang ada di gudang secara cepat dan akuratKeywords— Perancangan Sistem Informasi Inventory, PIECES, RAD
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Dengan Metode Simple Additive Weighting
Pada setiap Perguruan Tinggi selalu ada Organisasi Kemahasiswaan yang diberi nama Badan Eksekutif mahasiswa yang dipimpin oleh seorang ketua dan pengurus lainnya. Dalam pemilihan ketua, seringkali terjadi kekurangan karena penilaian calon ketua Badan Eksekutif Mahasiswa yang masih dilakukan secara manual. Itulah yang melatarbelakangi penulis membuat aplikasi ini untuk membantu pemilih dalam menentukan calon ketua yang tepat, Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana metode Simple Addetive Weighting (SAW) dapat digunakan pada sebuah aplikasi Sistem Pendukung Keputusan pemilihan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa dengan studi kasus di Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Agar pembahasan masalah tidak menyimpang, maka ada beberapa batasan yang dibuat, yaitu: Aplikasi sistem pendukung keputusan dibuat dengan berbasiskan Simple Additive Weighting (SAW), Sistem yang dibuat merupakan pendukung keputusan saja, sehingga keputusan sesungguhnya yang diambil tetap berada pada mahasiswa sebagai pemilih, Kriteria yang digunakan dalam penelitian menyesuaikan dengan internal Universitas, serta data yang digunakan pada penelitian ini adalah data tahun 2014-2015.Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan sebuah softwere Sistem Pendukung Keputusan (SPK) pemilihan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa dengan metode Simple Additive Weighting (SAW), studi kasus di Universitas Muhammadiyah Bengkul