Jurnal Poltekkes Kemenkes Aceh
Not a member yet
926 research outputs found
Sort by
Status gizi, pengetahuan dan kecukupan konsumsi air pada siswa SMA Negeri 12 Kota Banda Aceh
Fluid requirements increased in adolescents is caused by increased physical activity so that the body needs water to complied of body fluids. Adequacy of fluids is related to the level of knowledge and nutritional status of adolescents. Knowledge affects the act of consuming water. This study aims to related nutritional status, knowledge to the adequacy of water consumption. This research was conducted at Senior Hight School 12 Banda Aceh city. This research is descriptive analytic with crossectional design. The total sample was 64 people with stratified random sampling and data collection methods using questionnaires. Results: normal of nutritional status (92,2%), knowledge level of drinking water consumption is quite good (54,7%), inadequate water consumption (70,3%). There is no relationship between nutritional status (p= 0,318), knowledge (p= 0,149) with adequate water consumption. Conclusion: nutritional status and knowledge are not related to the adequacy of water consumption. adolescents need information about water consumption needs so that dehydration does not occur during daily activities.Peningkatan kebutuhan cairan pada remaja disebabkan karena meningkatnya aktifitas fisik sehingga tubuh memerlukan air untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Kecukupan cairan berkaitan dengan tingkat pengetahuan dan status gizi remaja. Pengetahuan mempengaruhi tindakan mengkonsumsi air. Penelitian bertujuan untuk hubungan status gizi, pengetahuan dengan kecukupan konsumsi air. Penelitian ini di lakukan di SMAN 12 kota Banda Aceh. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain crossectional. Total sampel sebanyak 64 orang dengan metode pengambilan sampel stratified random sampling dan pengumpulan data di lakukan menggunakan kuasioner.Hasil :status gizi remaja normal (92.2%), tingkat pengetahuan konsumsi air minum cukup baik (54.7%), ketidakcukupan konsumsi air ( 70.3%). Tidak ada hubungan antara status gizi (p= 0,318), pengetahuan (p=0,149) dengan kecukupan konsumsi air. Kesimpulan: status gizi dan pengetahuan tidak berhubungan dengan kecukupan konsumsi air. Remaja membutuhkan informasi tentang kebutuhan konsumsi air agar tidak terjadi dehidrasi saat melakukan aktifitas
Pengaruh pemberian telur ayam broiler terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas
Perineal injury is a predisposing factor for postpartum infections. This form of infection varies and is local until sepsis and postpartum death occur. One of the risk factors for perineal infection is healing of old perineal wounds. The study aims to measure the effect of broiler chicken eggs on healing of perineal wounds in puerperal mothers. The study was used a quasi experimental design method with a control group approach. Conducted for postpartum mothers in the district of Ingin Jaya from July to November 2018. The sample consisted of 15 intervention group mothers (receiving broiler eggs) and 15 control group mothers. Data collection by interview, 24 hour recall. Analysis using the Man Whitney test. The results showed that mothers who were given broiler eggs had a faster healing process in perineal wounds (p <0,05) with an average healing of 5-6 days. Mothers who were not given eggs had an average wound healing of 10-12 days in postpartum mothers. Conclusion, giving broiler chicken eggs significantly influence the healing of perineal wounds in puerperal mothers in district of Ingin Jaya. It is recommended, that the puerperal woman with perineal wounds to be able to consume 2 boiled eggs/day in an effort to accelerate wound healing and to avoid postpartum infections.Luka perineum merupakan faktor predisposisi terjadinya infeksi masa nifas. Bentuk infeksi ini bervariasi dan bersifat lokal sampai terjadi sepsis dan kematian masa nifas. Salah satu faktor resiko terjadinya infeksi perineum adalah penyembuhan luka perineum yang lama. Penelitian bertujuan untuk mengukur pengaruh pemberian telur ayam broiler terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Penelitian menggunakan metode quasi experimental design dengan pendekatan control group. Dilakukan pada ibu nifas di Kecamatan Ingin Jaya mulai Juli – Nopember 2018. Sampel terdiri 15 ibu kelompok intervensi (mendapat pemberian telur broiler) dan 15 ibu kelompok kontrol. Pengumpulan data secara wawancara, recall 24 jam. Analisis menggunakan uji Man Whitney. Hasil penelitian menunjukkan ibu yang diberikan telur broiler lebih cepat proses penyembuhan pada luka perineum (p< 0,05) dengan rata-rata penyembuhan yaitu 5-6 hari. Ibu yang tidak diberikan telur mempunyai rata-rata penyembuhan luka yaitu 10-12 hari pada ibu nifas. Kesimpulan, pemberian telur ayam broiler berpengaruh signifikan terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu-ibu nifas di Kecamatan Ingin Jaya. Disarankan, supaya ibu nifas dengan luka perineum untuk dapat mengkonsumsi telur rebus 2 butir per hari dalam upaya percepatan penyembuhan luka serta menghindari infeksi masa nifas
Effectiveness of students mentoring in exclusive breastfeeding in the districts Aceh Besar and West Aceh
Breast milk was a food source to meet all the baby's needs for nutrients. Early initiation of breastfeeding may improve survival of children, improve health status, and improve brain development and motoric. Efforts to improve the health of infants with exclusive breastfeeding can be done by involving students with the mentoring process. This studied aims to find out the level of success of mentoring by students on the provision of breastfeeding exclusive in Aceh Province. The project design was cross-sectional study with a number of subjects were 86 infant under two years. The sampling technique uses cluster sampling. Data analyses using Chi-Square test. The results of the studied found that of 43 respondents who received a breastmilk income, 76,7% gave exclusive breastfeeding and 23,3% did not give exclusive breastfeeding. Then of 43 respondents who did not get the assistance, as 53,5% gave exclusive breastfeeding, and 46,5% did not give exclusive breastfeeding. Results known to have a significant relationship between mentoring with exclusive breastfeeding (p= 0,020). Students mentoring is effective in increasing the provision of exclusive breastfeeding to infant under two years of age. ASI merupakan sumber makanan untuk memenuhi semua kebutuhan nutrisi pada bayi. Inisiasi menyusui dini dapat meningkatkan kelangsungan hidup anak-anak, meningkatkan status kesehatan, dan meningkatkan perkembangan otak dan motorik. Upaya meningkatkan kesehatan bayi dengan pemberian ASI eksklusif dapat dilakukan dengan melibatkan siswa dengan proses pendampingan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pendampingan oleh siswa tentang pemberian ASI eksklusif di Provinsi Aceh. Desain penelitian adalah studi cross-sectional dengan jumlah subjek 86 anak di bawah dua tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menujukkan bahwa dari hasil pendampingan oleh siswa terdapat 76,7% yang telah memberikan ASI eksklusif. Sedangkan tidak mendapatkan pendampingan hanya sebesar 53,5% yang memberikan ASI eksklusif. Terdapat hubungan signifikan antara pendampingan dengan pemberian ASI eksklusif (p= 0,020). Kesimpulan, pendampingan siswa efektif dalam meningkatkan pemberian ASI eksklusif untuk bayi di bawah usia dua tahun. Saran, perlu penguatan kepada dinas pendidikan bahwa lintas sektor ini sangat bagus dalam meningkatkan kesehatan masyarakat
Efektifitas deteksi stunting menggunakan KMS dinding indeks TB/U pada anak usia 4 – 5 tahun di Sekolah PAUD
Stunted was condition failured growth in children under five did chronic malnutrition. Child of preschool did not gone to posyandu monitor growth. This study aimed used wall growth chart to detected stunted in preschool. This tool has 92% of sensitivity dan 91% of specifitive. This research to determine the prevalence stunted for preschoolers Children using wall growth chart in Aceh Besar district. This research is descriptive with crossectional design, has been carried out for 2 months (April-June 2018). The sample are 355 children across 40 prescholl and anthropometry data were collected used wall growth chart. The results based on screening with wall growth chart it turned out that 38% of children were detected stunted and 62% children not stunted. Conclusion, the wall growth chart was eased to detected stunted in preschooler. It was expected that the role of the school can monitor growth every month used wall growth chart. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek usianya. Anak yang sudah memasuki PAUD jarang melakukan pemantauan pertumbuhan di posyandu. Pada penelitian ini menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS) dinding sebagai media untuk mendeteksi stunting pada anak PAUD. Alat ini memiliki sensititas 92% dan spesifitas 91%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi stunting anak paud menggunakan KMS Dinding di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain crossectional, telah dilakukan selama 2 bulan (April-Juni 2018). Sampel sebanyak 355 anak yang tersebar di 40 sekolah PAUD dan pengumpulan data antropometri dilakukan menggunakan KMS Dinding. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan skrining dengan KMS dinding ternyata sebesar 38% anak PAUD mengalami stunting dan 62% normal. Kesimpulan, KMS Dinding lebih mudah mendeteksi stunting pada anak PAUD. Saran, diharapkan kepada pengelola PAUD untuk melakukan pengukuran dengan menggunakan KMS dinding
Program Gastizi 1000 dalam meningkatkan kapasitas kader Posyandu
Posyandu cadres are the main actor of UKBM. "Prevention of Stunting with Nutritional Improvement on the 1000 days of life (GASTIZI 1000)” program has purpose to increase the posyandu cadre capasity at Ngarap-arap Village. This research aims to analyze the effectivity of GASTIZI 1000 program to improve the capacity of the posyandu cadres. This research uses a quasi experimental approach with one group pre test-post test design. This research was conducted during July – August 2018. Topics presenting in the GASTIZI 1000 program are about Stunting and the nutritional improvement at the 1000 days of life. Subjects are chosen by the total sampling method (All of posyandu cadre at Ngarap-arap village that are willingness to join the GASTIZI 1000 program), 22 people from 6 Hamlet in Ngarap-arap village. Characteristic and cadre knowledge were collected by pre test-post test questionnaire. Skill of cadre to monitor the nutritional status of children was collected by observation and interview. Data were compiled by SPSS software. Then analyzed by univariate and bivariate test with related samples wilcoxon signed rank test. The results showed the averaged score of cadres knowledge before the GASTIZI 1000 program is 51,8 and after program is 61,5. Bivariate test shows an increased in cadres knowledge after program (p = 0,001). Conclusions, there was an increased in knowledge and skills of cadres about stunting and nutrition during 1000 days of life after following the program. Kader Posyandu merupakan penggerak utama Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM). Program “Cegah Stunting dengan Perbaikan Gizi pada 1000 HPK (GASTIZI 1000)” bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dari kader Posyandu di Desa Ngarap-arap. Penelitian bertujuan untuk menganalisis efektifitas Program GASTIZI 1000 dalam meningkatkan kapasitas kader posyandu. Penelitian berdesain quasi experimental, dengan rancangan one group pre test-post test design. Penelitian dilakukan selama bulan Juli – Agustus 2018. Topik yang disampaikan dalam program GASTIZI 1000 yaitu mengenai Stunting dan pentingnya gizi pada periode 1000 HPK. Subjek dipilih dengan metode total sampling yaitu seluruh kader posyandu di Desa Ngarap-arap yang bersedia mengikuti program GASTIZI 1000 HPK sebanyak 22 orang. Pengumpulan data karakteristik dan pengetahuan kader dilakukan dengan instrumen kuesioner pre test-post test. Data keterampilan kader dalam pemantauan status gizi stunting pada balita dikumpulkan dengan observasi dan wawancara terhadap subjek. Data diolah dengan software SPSS. Selanjutnya data dianalisis dengan uji univariat dan bivariat dengan related samples wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian menunjukkan terdapatnya peningkatan pengetahuan kader setelah diberikan program GASTIZI 1000 (p=0,001). Kesimpulan, terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader mengenai stunting dan gizi 1000 HPK setelah mengikuti program GASTIZI
Examining the nutrition levels and stunting problem in Indonesian children
Stunting is recognised as a critical issue in the developing countries like Indonesia that arises due to nutritional deficiencies. The present research paper is aimed at examining the problem of stunting among the Indonesian children of age group 0 to 5 years. Methods, qualitative study with interpretivism philosophy and descriptive research design. Data analysing is using meta-analysis method. Results, the level of nutrition among the children belonging to poor and rural families is lower as compared to the children belonging to urban and rich families in Indonesia. The key reasons behind increasing rate of stunting problem among the children are insufficient nutrition level, low paternal education and less hygienic living conditions. Conclusions, the major reason for stunting is found to be the low level of proper nutrition provision to the children of 0-5 years within Indonesia. It is proposed that proper nutrition should be provided to the Indonesian children and for this purpose, the rural and low-income families should be provided with proper education, employment and financial support. Stunting harus diakui sebagai masalah kritis pada negara berkembang seperti Indonesia yang muncul akibat kekurangan gizi. Penelitian bertujuan untuk meneliti masalah stunting pada anak-anak Indonesia dari kelompok umur 0 hingga 5 tahun. Metode, penelitian kualitatif dengan filosofi interpretivisme dan desain penelitian deskriptif. Analisis data menggunakan metode meta-analisis. Hasil penelitian menemukan, status gizi pada anak-anak dari keluarga miskin dan pedesaan lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak dari keluarga perkotaan dan kaya di Indonesia. Alasan utama dibalik meningkatnya masalah stunting di pada anak-anak adalah asupan gizi yang tidak memadai, rendahnya pendidikan orang tua dan lingkungan yang kurang higienis. Kesimpulan, alasan utama banyak stunting ditemukan karena rendahnya tingkat pemberian nutrisi yang tepat untuk anak-anak 0-5 tahun di Indonesia. Saran, nutrisi yang tepat harus diberikan kepada anak-anak Indonesia supaya permasalahan stunting teratasi, selain itu masyarakat di pedesaan dan berpenghasilan rendah harus diberikan pendidikan yang layak, pekerjaan dan dukungan ekonomi yang memadai
Hubungan aktifitas fisik dengan kejadian kegemukan pada remaja di Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Mataram
Overweight becomes a problem in young women, because in general they want to look perfect by having an ideal body, slim and slim. Teenagers who lack physical activities, such as sports and activities that require a lot of body movement are things to watch out for obesity. This research is a correlational study that aims to determine the relationship of physical activity with the incidence of obesity in adolescents in the Department of Nutrition Health Polytechnic Mataram. The study population was all students of the Nutrition Department. The sample that was selected randomly as many as 62 students from the Department of Nutrition. Data collected were physical activities obtained from the recall of 2x24 hours of physical activity conducted over two days, namely college days and holiday days (weekends). Measurement of physical activity using the PAL instrument (Physical Activity Level). Data analysis used chi-square test and OR at 95% CI. The results showed that adolescents have moderate physical activity, but BMI tends to be obese (28,2), and there is a significant relationship (p value = 0,048; OR= 3,3) between physical activity and BMI of adolescent students. Mild physical activity has a 3.3-fold chance of obesity compared to moderate physical activity. In conclusion, adolescent physical activity shows a significant relationship with body mass index. Kegemukan menjadi suatu permasalahan pada remaja putri, karena pada umumnya mereka ingin tampil sempurna dengan memiliki tubuh yang ideal, langsing dan ramping. Remaja yang kurang melakukan aktifitas fisik, seperti olahraga dan kegiatan-kegiatan yang membutuhkan banyak gerak tubuh merupakan hal yang harus diwaspadai terhadap terjadinya obesitas. Penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan aktifitas fisik dengan kejadian obesitas pada remaja di Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Mataram. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Gizi yang terpilih secara acak sebanyak 62 orang. Data yang dikumpulkan yaitu aktivitas fisik yang diperoleh dari hasil recall aktivitas fisik selama 2x24 jam yang dilakukan selama dua hari yaitu hari kuliah dan hari libur kuliah (weekend). Pengukuran aktivitas fisik tersebut dengan menggunakan instrument PAL (Physical Activity Level). Analisis data menggunakan uji chi-square dan OR pada CI 95%. Hasil penelitian diketahui remaja mempunyai aktifitas fisik yang sedang, namun IMT cenderung gemuk (28,2), dan terdapat hubungan signfikan (nilai p= 0,048; OR= 3,3) antara aktifitas fisik dengan IMT remaja mahasiswa. Aktifitas fisik ringan berpeluang sebesar 3,3 kali mengakibatkan obesitas dibandingkan aktifitas fisik sedang. Kesimpulan, aktifitas fisik remaja menunjukkan hubungan secara signifikan dengan indeks masa tubuh
Dampak kecemasan terhadap pemenuhan pola istirahat tidur pada pasien pre-operasi di ruang rawat inap RSUD Kota Langsa
Background: Rest and sleep are basic needs of all people. Normally, everyone needs adequate rest and sleep. Factors that influence this pattern are feelings of anxiety. Fear of the unknown and surgical procedures will be the most common cause for inpatients to feel as a form of anxiety.Objectives: Study aims to measure the level of anxiety level relationship with the fulfillment of restful sleep patterns in patients with pre-surgery in the inpatient room of Langsa City Hospital.Methods: The study was used analytic research design with cross sectional approach. The population in this study were all pre-operative patients with a total sample of 43 respondents taken using accidental sampling techniques. Processing is done computerized with the stages of editing, coding, tabulating and cleaning. Data analysis used chi-square test with the desired confidence level of 95%. Research data is presented in tabular and textular forms.Results: Most of the patients (53.5%) had moderate anxiety level and amounted to only 30.2% who experience mild anxiety. Statistically significant correlation (p < 0.05) between the level of anxiety to the fulfillment of restful sleep patterns in patients with preoperative hospitalization diruang Hospital Langsa, with p = 0.001.Conclusion: Anxiety inpatients have a significant impact on fulfilling sleep rest patterns in pre-operative patients in the inpatient room of Langsa City Hospital. Suggestion, it is necessary to provide a specific explanation by nurses about the surgical actions to be performed pre-operative patients
Variasi pengolahan daya terima dan kandungan zat gizi keripik tempe rasa bawang
Soybeans (glycine max) are important food crops as vegetable protein sums in Indonesia. Tempe has a short shelf life and will immediately decompose during storage. P engolahan further in order to extend the shelf-life needs to be done. The research objective is to find out the acceptability, the nutrient content of onion flavored tempeh chips with a variety of processing. In this study using 3 treatment variations,namely A1 roasted, A2 steamed and A3 dioven. This research is an experimental research. Total Project ah panelists 30 people. Analysis of nutrient content using proximate tests. The data received was analyzed using the One Way Anova test. Research shows the protein quality obtained similar results for the three variations, namely 10,7%. The highest fat content is A2 variation, which is 30,9%. The highest carbohydrate content is on A3 in58,2% . In color, flavor, texture and aroma were no differences signif fish in each treatment, a third variation is done, the oven A3 variety most widely preferred by the panelists.Kacang kedelai (glycine max) merupakan tanaman pangan penting sebagai sumber protein nabati di Indonesia. Tempe sendiri mempunyai daya simpan yang singkat dan akan segara membusuk selama penyimpanan. Pengolahan lebih lanjut agar memperpanjang masa simpannya perlu dilakukan. Tujuan penelitian untuk mengetahui daya terima, kandungan zat gizi keripik tempe rasa bawang dengan berbagai variasi pengolahan. Pada penelitian ini menggunakan 3 perlakuan variasi pengolahan yaitu A1 disangrai, A2 dikukus dan A3 dioven. Jumlah panelis 30 orang. Analisis kandungan zat gizi menggunakan uji proksimat. Daya terima data dianalisis menggunakan uji One Way Anova. Penelitian menunjukkan pada mutu protein didapatkan hasil yang sama untuk ketiga variasi yaitu 10,7%. Kandungan lemak paling tinggi yaitu variasi A2 yaitu 30,9%. Kandungan karbohidrat paling tinggi yaitu pada A3 dioven 58,2%. Pada warna, rasa, tesktur dan aroma tidak ada perbedaan signifikan pada setiap perlakuan, ketiga variasi yang dilakukan, variasi A3 dioven paling banyak disukai oleh panelis