Publications of Research Center for Geotechnology, Indonesian Institute of Sciences
Not a member yet
    310 research outputs found

    STRATIGRAFI DAN SEDIMENTASI ENDAPAN KUARTER DAERAH PURING DAN SEKITARNYA. GOMBONG SELATAN

    Get PDF
    Penelitian lapangan dan laboratorium telah dilakukan untuk mempelajari stratigrafi dan sedimentasi endapan Kuarter di daerah Puring, Gombong Selatan. Penelitian lapangan dilakukan dengan pemboran inti, sedangkan laboratorium terdiri dari paleontologi dan granulometri.Hasil analisa stratigrafi menunjukkan bahwa sedimen Kuarter diendapkan diatas endapan Tersier Formasi Halang yang dapat dibedakan menjadi 4 satuan litologi dari bawah keatas yaitu satuan pasir- lempung, satuan pasir I, satuan lempung dan satuan pasir II.Hasil analisis granulometri menunjukkan bahwa satuan pasir I dan II diperkirakan sebagai pematang pantai,  yang diendapkan pada lingkungan pantai yang dipengaruhi oleh sungai. Berdasarkan analisa paleontologi satuan pasir lempung dan satuan lempung diendapkan pada lingkungan laut dangkal

    SOIL WATER RETENTION CURVE DETERMINATION of ARTIFICIAL SOIL USING TENSIOMETER

    Get PDF
    Soil water retention curve possesses a significant importance in unsaturated soils engineering. The emergence of high capacity tensiometer has provided an alternative technique for the determination of the soil water retention curve.  In this study soil water retention curve was obtained by stage drying technique. Possible factors affecting the accuracy of this technique were discussed

    STRUKTUR LAPISAN BUMI DI BAWAH G. TANGKUBAN PARAHU BERDASARKAN STUDI SEISMIK STASIUN TUNGGAL

    Get PDF
    Stasiun seismograf tunggal pita lebar (broadband) di G. Tangkubanparahu telah merekam sejumlah gempa jarak jauh. Gelombang gempa yang terekam telah di analisa dengan menggunakan pendekatan fungsi penerima untuk mempelajari struktur bawah permukaan di bawah stasiun. Hasil awal, berdasarkan metode pemodelan kedepan (forward) dan inversi fungsi penerima menunjukkan ketebalan kerak di bawah Tangkubanparahu adalah sekitar 30-35 km. Juga ada kemungkinan adanya dua zona kecepatan rendah di bawah G. Tangkubanparahu yang boleh jadi merupakan dua kantung magma pada kedalaman sekitar 5 km dan 25 km

    TINJAUAN ULANG REKONSTRUKSI LEMPENG LAUT FILIPINA

    Get PDF
    Proses terbentuknya lempeng Laut Filipina sebenarnya cukup dapat dimengerti dengan adanya beberapa sistem punggungan dan palung yang telah diketahui umurnya. Yang menjadi permasalahan adalah adanya beberapa pendapat tentang perubahan posisi lempeng ini sejak terbentuk (sekitar 50 juta tahun yang lalu) hingga posisinya saat ini. Tomografi dari data seismik yang dapat memetakan lempeng-lempeng yang terkubur di dalam mantel menunjukkan bahwa posisi lempeng tidak banyak berubah sejak saat lempeng ini terbentuk  

    SISTEM INFORMASI KEBUMIAN SEBAGAI SARANA PENYEDIAAN INFORMASI GEOLOGI DAERAH KARANGSAMBUNG

    Get PDF
    Daerah Karangsambung merupakan daerah kompleks geologi yang unik, dimana tersingkap beraneka ragam jenis batuan yang berasal dari berbagai proses kejadian. Ada 30 titik lokasi batuan yang tersebar di daerah tersebut ditetapkan sebagai batuan yang dilindungi. Secara umum daerah Karangsambung ditujukan untuk studi ilmu kebumian bagi para peneliti, mahasiswa, pelajar dan umum. Untuk keperluan tersebut UPT Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambung - LIPI mendokumentasikan keanekaragaman jenis batuan dan keunikan aspek geologi melalui salah satu bentuk sistem informasi yang diberi nama “Sistem Informasi Kebumian” disingkat SIK. Sistem ini dibuat dalam bahasa MapBasic yang dijalankan melalui MapInfo (Software SIG). Melalui SIK ini, data dan informasi geologi daerah Karangsambung dapat langsung diperoleh dalam bentuk peta maupun tabulasinya, hanya dengan memilih objek peta atau melalui pencarian dengan kriteria yang diminta, sehingga sangat berguna sebagai salah satu alat bantu yang dapat menyebar-luasan informasi geologi daerah Karangsambung secara visual untuk tujuan pendidikan atau penelitian ilmu kebumia

    Geochemical Signatures of Volcanic Rocks Related to Gold Mineralization: a case of volcanic rocks in Pasaman area, West Sumatera, Indonesia

    Get PDF
    Gold deposit is always related to volcanic activities. They occur usually in areas characterized by multi magmatic activities, indicated by occurrences various volcanic rocks with wide range composition. The source of the gold metal is believed to be magma, but not all magmatic activity related to gold mineralization. However, among different volcanic rocks in a multi magmatic activities area, only a certain magmatic or volcanic activity that related to the mineralization while the other products should be classified as barren type. It should give an important contribution for mining exploration in effort to discover new deposits in the future, if the volcanic rocks related to mineralization can be recognized easily and separated from the barren ones.Pasaman area located in west flank of Bukit Barisan Mountain within West Sumatera Province is reported since Japanese time to nowadays having indications of gold mineralization. Small scale mining by the local people was running in Tambang Pambaluan and area near Simpang Dingin in Dua Koto Sub-District during Japanese time, but now is not active anymore. At Bonjol, in Bonjol Sub-District, local people are still doing mining activity using amalgamation method and this activity has been running for a few decades since the Dutch time. The locations are situated in a wide area that covered by so called undifferentiated volcanic rocks without any trace of its eruption center. Major elements have been failed to separate volcanic rocks related to mineralization from the barren ones, but trace elements and REE signatures can be used effectively for the purpose. Analytical data of the rocks collected from the undifferentiated volcanic area show clear and different character of the rocks related to mineralization compared to the barren ones. The rocks related to mineralization contain Ytrium less than 10 ppm, while the barren rocks have more than 20 ppm Ytrium content. Furthermore, the rocks related to mineralization are slightly enriched on Rb. More specific character for the rocks related to mineralization is observed on REE diagrams. REE pattern of the rocks related to mineralization shows a clear and significant depletion on medium to HREE (from Gd to Lu), although the depletion can be recognized from Sm and Eu elements. The specific geochemical signatures of the rocks are interpreted to be caused by the presence of gold metal in the magma. The aim of this paper is to demonstrate that the rocks related to mineralization have specific geochemical signatures and different from the barren rocks. The specific signatures have been found out through comparison of trace elements and REE pattern between rocks related to mineralization collected from Tambang Pambaluan, Simpang Dingin dan Bonjol with the barren rocks collected in other locations in the undifferentiated volcanic area in Pasama

    SEDIMENTASI DAN MODEL TERUMBU FORMASI RAJAMANDALA DI DAERAH PADALARANG - JAWA BARAT

    Get PDF
    Formasi Rajamandala yang tersebar di daerah Cikamuning – Sangiangtikoro sebelah barat Bandung dibagi menjadi dua satuan batuan yaitu Anggota Batugamping dan Anggota Lempung-Napal. Formasi ini terbentuk pada Oligosen Akhir sampai Miosen Awal. Anggota Batugamping memperlihatkan singkapan yang sangat bagus dan beberapa fasies yang berkaitan dengan terumbu koral dapat dikenali dalam batuan karbonat ini. Tiga fasies yaitu fasies planktonic packstone – wackestone, fasies Lepidocyclina packstone dan fasies rudstone berkembang di lingkungan muka terumbu (toe of slope dan reef slope). Fasies boundstone membentuk inti terumbu dalam mana tiga subfasies seperti subfasies framestone, subfasies bafflestone dan subfasies bindstone ditemukan. Fasies boundstone diendapkan pada reef crest sampai reef flat. Fasies Milliolid packstone diendapkan pada beberapa lingkungan termasuk surge channel, lagoon dan back reef. Batuan karbonat Formasi Rajamandala ditafsirkan sebagai barrier reef  berarah ENE – WSE dengan bagian muka terumbu dan cekungan berada di bagian utara

    ALTERASI DAN MINERALISASI DI SAYAP BARAT PEGUNUNGAN BUKIT BARISAN: KASUS DAERAH KOTA AGUNG DAN SEKITARNYA KABUPATEN TANGGAMUS - PROPINSI LAMPUNG

    Get PDF
    Analisis petrografi dan mineragrafi telah dilakukan pada sekitar 30 contoh batuan yang dikumpulkan dari daerah Kota Agung di sayap barat Pegunungan Bukit Barisan, Sumatera. Sebagian besar daerah penelitian ditutupi oleh Formasi Hulusimpang yang dikenal berasosiasi dengan alterasi dan mineralisasi. Analisis petrografi dari batuan-batuan menunjukkan variasi komposisi mineralogi dari asam sampai basa. Proses alterasi yang terjadi di daerah penelitian dicirikan oleh kehadiran dari klorit, karbonat, epidot, silika dan mineral lempung. Mineral-mineral alterasi ini berasosiasi dengan mineral logam seperti pirit, kalkopirit, sfalerit, magnetit, tetrahidrit dan emas. Kelompok asosiasi ini dapat disebandingkan dengan zona propilitik dan argilik dengan kisaran suhu dari sekitar 200°C ke 250°C atau sebanding dengan sistem epithermal tipe sulfidasi rendah. Mineralisasi di sebagian besar daerah penelitian dicirikan oleh tipe alterasi propilitik yang digantikan oleh argilik, dan tipe argilik. Fenomena ini dapat diamati melalui pemunculan kristal-kristal atau urat-urat yang mengalami overprint dan pergeseran atau bukaan dari urat-urat tipis kuarsa. Dan juga pengendapan dari pirit, magnetit dan sfalerit menunjukkan tekstur penggantian; sedangkan pirit dan galena menunjukkan tekstur penguncian sederhana seperti yang teramati pada conto dari Way Kerap. Kedua asosiasi memiliki kisaran temperatur kristalisasi yang berbeda. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa lebih dari dua kali proses hidrotermal telah terjadi di daerah penelitian

    FENOMENA GEOLOGI DAN SEDIMENTASI GUA DARI SITUS LIANG BUA – FLORES

    Get PDF
    Penemuan sejumlah rangka manusia purba, fosil vertebrata dan artefak berupa alat batu kreasi manusia di lokasi gua, sangat menarik untuk dikaji, tidak hanya berkaitan dengan keberadaan manusia prasejarah, tetapi juga menyangkut proses geologi yang berkembang dalam gua dan lingkungan di sekitarnya.SitusLiang Bua yang merupakan suatu gua gamping besar dengan ukuran luas lebih dari 1300 m2, memperlihatkan proses perkembangan yang cukup panjang, dimulai dari proses pembentukan gua, sedimentasi sungai yang masuk ke dalam lingkungan gua, dan  gua sebagai hunian. Peristiwa tektonik berupa proses pengangkatan daerah secara menyeluruh mengakibatkan berpindahnya aliran sungai purba.Indikasi endapan sungai terungkap dengan baik pada lubang galian 1 yang memperlihatkan urutan perlapisan pasir, lanau, ataupun lempung dengan sejumlah struktur sedimen yang diakibatkan oleh arus dan proses pengerosiannya.Berdasarkan urut-urutan stratigrafi, terdapat beberapa lapisan yang memperlihatkan terjadinya sebagian runtuhan atap gua yang ditandai dengan bongkah-bongkah batugamping dan pecahan stalaktit yang ditutupi lapisan sinter (“flowstone”).

    Studi Potensi Batuan Induk pada Sub Cekungan Banyumas dan Serayu Utara

    Get PDF
    Kajian yang dilakukan di daerah Banjarnegara, Wonosobo dan Kebumen bertujuan  untuk memperoleh data permukaan endapan klastik berbutir halus serta karakteristik litofasiesnya yang diduga berpotensi sebagai batuan induk. Sebanyak 9 conto dianalisa kandungan material organik karbonnya (TOC). Hasil analisa tersebut memperlihatkan bahwa nilai TOCnya berkisar antara   0,08 % dan 1,42 %. Berdasarkan hasil tersebut, didapatkan 2 conto berpotensi baik dan 3 conto berpotensi sedang  untuk dapat membentuk hidrokarbon, sedangkan  4 conto lainnya tidak berpotensi untuk membentuk hidrokarbon. Pyrolisis rock-eval dilakukan terhadap 5 conto yang berpotensi membentuk hidrokarbon, dan mempunyai nilai HI berkisar antara 26 dan 95 mgHC/gTOC. Berdasarkan nilai parameter evaluasi batuan induk HI (Waples, 1985), conto tersebut  berada dalam fasies organik CD dan D. Batuan induk tersebut dapat menghasilkan gas dalam kuantitas kecil. Hasil sementara dari pengamatan singkapan menunjukkan bahwa batuan klastik berbutir halus di daerah Banjarnegara diduga diendapkan dalam lingkungan dysaero

    265

    full texts

    310

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Publications of Research Center for Geotechnology, Indonesian Institute of Sciences
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇