Universitas Muhammadiyah Metro: E-Journals
Not a member yet
881 research outputs found
Sort by
REVIEW PENGARUH JENIS ALKALI AKTIVATOR TERHADAP SIFAT BETON GEOPOLIMER
Paper ini meninjau pengaruh jenis aktivator alkali terhadap sifat mekanik dan durabilitas beton geopolimer. Material ini dikembangkan sebagai alternatif ramah lingkungan pengganti semen Portland dengan memanfaatkan sumber aluminosilikat seperti abu terbang dan slag yang diaktivasi oleh larutan alkali. Aktivator yang umum digunakan meliputi NaOH, KOH, serta kombinasi dengan natrium atau kalium silikat. Hasil kajian dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa jenis dan konsentrasi aktivator sangat memengaruhi reaksi geopolisasi dan pembentukan gel N–A–S–H maupun C–A–S–H. Kombinasi NaOH dan Na₂SiO₃ dengan rasio optimal menghasilkan kekuatan tekan dan ketahanan kimia lebih tinggi, sedangkan rasio silikat/hidroksida berlebih menurunkan workability dan stabilitas mikrostruktur. Tantangan utama meliputi sifat korosif aktivator, variasi bahan baku, dan belum adanya standar formulasi yang baku. Secara keseluruhan, pemilihan jenis aktivator yang tepat berperan penting dalam meningkatkan kinerja dan keberlanjutan beton geopolimer, sekaligus membuka peluang penerapan luas pada konstruksi hijau masa depa
KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL PADA RUAS JALAN PEMUDA-HAYAM WURUK-KAMBOJA KOTA BANDAR LAMPUNG
Simpang tak bersinyal sering menimbulkan konflik lalu lintas, khususnya pada kawasan dengan aktivitas tinggi. Penelitian ini menganalisis kinerja simpang tak bersinyal di ruas Jalan Pemuda–Hayam Wuruk–Kamboja, Kota Bandar Lampung menggunakan MKJI 1997 dengan parameter kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan, dan peluang antrian. Data diperoleh melalui survei geometrik dan volume lalu lintas selama tujuh hari pada tiga periode jam puncak. Hasil analisis menunjukkan kinerja terpadat pada periode sore, pukul 17.00-18.00 WIB dengan kapasitas (C) 2.125,800 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) 0,703, tundaan simpang (D) 11,773 det/smp, dan peluang antrian (QP%) 20,142%–40,962%. Dengan DS < 0,75, tingkat pelayanan termasuk kategori C, artinya simpang masih mampu menampung arus lalu lintas. Perlintasan sebidang kereta api dekat simpang diperoleh tundaan terlama 10,34 det/kend dan panjang antrian 150 meter, jarak sisa dari panjang antrian terakhir menuju simpang sekitar 0–20 meter menunjukkan simpang berada pada kategori pengaruh tinggi akibat keberadaan perlintasan sebidang kereta ap
Changes in Colonial Labor Policy Post-Chinese Workers' Uprising in Wanayasa 1832
This article explores the transformation of colonial labor policy in the Dutch East Indies following the rebellion of Chinese workers at the Wanayasa tea plantation in 1832. Triggered by exploitative labor practices, including irregular wages, forced labor, and the absence of formal contracts, the uprising marked a turning point in labor governance under colonial rule. The research employs a historical-sociological method, supported by Ted Robert Gurr’s theory of Relative Deprivation, to examine the structural inequalities that led to collective resistance. Primary sources include colonial archives, local manuscripts, and autobiographical reports from colonial officials. The study finds that the rebellion pressured the colonial government to issue the Governor-General’s Decree of 1833, introducing formal labor contracts and a more structured wage system. While implementation remained inconsistent, this marked the beginning of a shift from informal exploitation to regulated labor relations. The article contributes a novel perspective by combining historical narrative with social theory to highlight the agency of marginalized labor groups in shaping colonial policy. It also offers new insights into the roots of labor consciousness and early worker mobilization in Indonesia’s colonial context
From History to Architecture: Speelwijk Fort: A Symbol of Dutch Dominance Over Banten
This article examines the historical establishment of Fort Speelwijk as a symbol of Dutch and Banten Sultanate relations. The study aims to explore cultural acculturation and shifts in governance arising from their interaction. This research uses the historical method, including heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Built in Dutch architectural style by Hendrik Lucaz Cardeel and named after Governor-General Cornelis Janszoon Speelman, the fort functioned as the VOC's representative office in Banten. The findings reveal cultural acculturation in construction techniques, including brick and coral stone reinforced with lime, reflecting the local concept of “Gawe Kuta Baluwarti Bata Kalawan Kawis.†Economically, the VOC’s tax imposition led to rising commodity prices, burdening locals and weakening the Sultanate’s economic sovereignty. Additionally, the study explores local myths surrounding the fort, such as the story of Catharina Maria Van Doorn. After its 1994 restoration, Fort Speelwijk emerged as a prominent historical and educational tourism site
INTEGRASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DAN STRATEGI MANAJERIAL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL DAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR
Advances in digital technology have had a significant impact on education, particularly on the Indonesian language learning process at the elementary school level. The use of technology in learning activities not only requires teachers to be able to use digital media effectively, but also requires the role of school management in creating a learning atmosphere that can adapt to the era of digital transformation. Based on this, this study aims to examine the relationship between the use of technology-based learning media and school managerial strategies to improve digital literacy and Indonesian language learning outcomes. This study applies a qualitative descriptive approach through a literature review sourced from various scientific publications, such as journals, books, and research reports published between 2019 and 2024. The results of the study revealed that the collaboration between the use of interactive digital media and the implementation of appropriate managerial strategies can increase student participation, creativity, and understanding in the Indonesian language learning process. Therefore, the integration of technological aspects and educational management is an important foundation in realizing innovative, collaborative learning, and focusing on improving students' digital literacy at the elementary school level
Pelatihan Literasi Digital untuk Menjawab Tantangan Dakwah di era Digital pada Pesantren Asy-Syifa Muhammadiyah Bantul
Tim pengabdian UAD, Safika Maranti, S.H.I., M.E. (Prodi Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi Terapan) dan Tri Yaumil Falikha (Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam) beserta mahasiswa dari Prodi Matematika FAST, Najwa Azzahra, Lisa Nessa Safitri, dan  harni Oktasari mengadakan Pelatihan Literasi Digital untuk menjawab tantangan dakwah di Era Digital di Pondok Pesantren Asy-Syifa Muhammadiyah Bantul. Kegiatan ini merupakan hibah Pengabdian kepada Masyarakat RisetMu Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.“Pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan santri dalam berdakwah khususnya literasi dakwah pada media digitalâ€, ujar Safika Maranti. Sejalan dengan yang disampaikan oleh Mudir Pondok Pesantren Asy-Syifa, Yusuf Ade Pamungkas, S.Ag. melalui pelatihan ini diharapkan para santri memiliki kecakapan dalam berdakwah kususnya dakwah melalui media internet. Sehingga setelah lulus dari pesantren, santri diharapkan dapat memanfaatkan media digital untuk aktivitas produktif dan pengembangan diri dan bukan untuk tindakan konsumtif bahkan destruktif.“Peserta yang terlibat dalam pelatihan ini adalah santri yang menduduki bangku kelas 12 sebagai peluang santri dalam menjawab tantangan dakwah di era modern. Untuk tataran kelas 12 kami mengenalkan berbagai macam hal yang harus dipersiapkan dalam litersi berdakwah digital, salah satunya kemampuan membaca dan mengolah wacana dengan baik ketika berhadapan dengan media/perangkat digital†ujar Safika Maranti.Tri Yaumil Falikha menambahkan bahwa dakwah litersi digital selain sebagai sarana hiburan yang postif juga merupakan sumber belajar untuk menumbuhkan daya kreativitas anak didik. Terlebih santri sudah memiliki bekal ilmu dan agama yang diharapkan dapat menjdi santri yang ideal dan mampun memprioritaskan karakter yang baik dan sopan santun saat menggunkan media sosial serta mampu memilah muatan media sosial yang penuh dengan hoaks, konflik penghinaan dan kemaran
PKM Kader Posyandu dalam percepatan penurunan stunting melalui ketrampilan pengolahan snack bar
 ABSTRAK Stunting merupakan bentuk kekurangan gizi yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi sebelum lahir dan awal setelah lahir. Pemberian nutrisi yang baik pada ibu selama hamil maupun pada saat 1000 hari pertama setelah kelahiran dapat mencegah terjadinya stunting. Kegiatan pelatihan pada program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam ketrampilan pengolahan snack bar berbahan labu kuning untuk mencegah stunting.Metode pelaksanaan kegiatan adalah pelatihan pada 15 kader posyandu di Kecamatan Sukorambi yang dipilih secara purposive sampling, dengan kriteria kader aktif dalam kegiatan posyandu, menguasai teknik pengolahan makanan ringan, memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu bekerja sama secara tim. Tahapan kegiatan diawali dengan memberikan edukasi tentang manfaat labu kuning untuk mencegah stunting dan dilanjutkan dengan pelatihan proses pembuatan snack bar. Untuk menilai keberhasilan program pelatihan kader ini maka dilakukan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan. Hasil pelaksanaan kegiatan diperoleh bahwa kegiatan pelatihan dapat mempengaruhi kemampuan kader tentang manfaat labu kuning, kandungan gizinya dan proses pengolahan snack bar pada CI 95% (-0,60450; -1,26207), dengan p value 0,00.Kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat dasar harus memiliki wawasan dan kompetensi yang luas untuk membantu masyarakat dalam percepatan penurunan stunting. Kata kunci: labu kuning, pelatihan kader, stunting.  ABSTRAKStunting merupakan salah satu bentuk kekurangan gizi yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi sebelum lahir dan setelah lahir. Pemberian gizi yang baik kepada ibu selama masa kehamilan dan 1000 hari pertama setelah lahir dapat mencegah terjadinya stunting. Kegiatan pelatihan dalam program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam keterampilan mengolah camilan labu kuning untuk mencegah terjadinya stunting.Metode pelaksanaan kegiatan adalah pelatihan kepada 15 kader posyandu di Kecamatan Sukorambi yang dipilih secara purposive sampling, dengan kriteria kader aktif dalam kegiatan posyandu, menguasai teknik pengolahan makanan ringan, memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu bekerja sama dalam tim. Tahapan kegiatan diawali dengan pemberian edukasi tentang manfaat labu kuning untuk mencegah stunting dan dilanjutkan dengan pelatihan proses pembuatan snack bar. Untuk menilai keberhasilan program pelatihan kader ini, dilakukan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan.Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan dapat mempengaruhi kemampuan kader tentang manfaat labu kuning, kandungan gizinya dan proses pengolahan snack bar pada 95% CI (-0.60450; -1.26207), dengan nilai p sebesar 0,00.Kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat dasar harus memiliki wawasan dan kompetensi yang luas untuk membantu masyarakat dalam mempercepat penurunan angka stunting. Kata kunci: labu, pelatihan kader, stuntin
HUBUNGAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN DAN KETERSEDIAAN SARANA BELAJAR TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Apakah terdapat hubungan teknologi pembelajaran dengan efektifitas pembelajaran bahasa arab. (2) Apakah terdapat hubungan sarana prasarana dengan efektifitas pembelajaran bahasa Arab. (3) Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara teknologi pembelajaran dan sarana prasarana terhadap efektifitas pembelajaran bahasa Arab. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian ini sebanyak 100 mahasiswa PBA Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan berupa angket tertutup. Teknik analisa data untuk hipotesis satu dan hipotesis dua menggunakan pearson product moment dan untuk hipotesis tiga menggunakan uji korelasi ganda. Dari hasil analisa data dapat disimpulkan: (1) Terdapat hubungan yang cukup kuat antara teknologi pembelajaran terhadap efektifitas pembelajaran bahasa arab dengan nilai korelasi 0,565 (2) Terdapat hubungan yang cukup kuat antara sarana prasarana terhadap efektifitas pembelajaran bahasa Arab dengan nilai korelasi 0,516. (3) Terdapat hubungan yang kuat antara teknologi pembelajaran dan sarana prasarana terhadap efektifitas pembelajaran bahasa Arab dengan nilai = 0,614.  This study aims to determine: (1) Whether there is a relationship between educational technology and the effectiveness of Arabic language learning. (2) Whether there is a relationship between facilities and infrastructure and the effectiveness of Arabic language learning. (3) Whether there is a significant relationship between educational technology and facilities and infrastructure on the effectiveness of Arabic language learning. This research uses a quantitative method with a correlational approach. The sample consists of 100 graduate students from the Arabic Language Education program at UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. The sampling technique used is saturated sampling. The instrument employed is a closed-ended questionnaire. Data analysis for hypotheses one and two uses Pearson’s product-moment correlation, while hypothesis three uses multiple correlation tests. The results of the data analysis indicate: (1) There is a moderately strong relationship between educational technology and the effectiveness of Arabic language learning, with a correlation coefficient of 0.565. (2) There is a moderately strong relationship between facilities and infrastructure and the effectiveness of Arabic language learning, with a correlation coefficient of 0.516. (3) There is a strong relationship between educational technology and facilities and infrastructure on the effectiveness of Arabic language learning, with a correlation coefficient of 0.614
Identifikasi Penyebab vibrasi yang Mengindikasikan Blade Pass Frequency (BPF) DI PT XX
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki penyebab vibrasi tinggi pada pompa sentrifugal 211-PM-9B PT. XX. Terutama setelah perbaikan bearing. Pengukuran setelah perbaikan menunjukkan puncak tertinggi 3P DE V-VEL (9,77mm/s) pada 4 november 2024. Melalui pengumpulan data vibrasi menggunakan Accelerometer SKF Microlog Analyzer dan analisis spektrum Fast Fourier Transform (FFT),serta data operasional dari DCS dan pressure gauge, penelitian ini mengidentifikasi Blade Pass Frequency (BPF) sebagai indikator utama. Analisi lebih lanjut mengungkapkan ketidakseimbangan impeller sebagai penyebab signifikan, didukung oleh perhitungan gaya (1453,85 N)dan korelasi kuat RPM-amplitudo (k = 1,244 mm/s per RPM) efektivitas dynamic balancing (54,45%reduksi vibrasi) memperkuat temuan ini. Meskipun NPSH memadai,potensi kavitasi lokal dan faktor operasional. Rekomendasi meliputi balancing impeller presisi sesuai standar ISO 1940 dan inpeksi bilah impeller untuk mitigasi vibrasi
Ketaatan Masyarakat terhadap Hukum Internasional dalam Perspekti Filsafat Hukum
The research is aimed to figure out whether the International Law is a genuine law. This concerns with why the international community is willing to obey the international law though it lacks of formal institutions that are in charge of empowering the law. This is a normative legal research. The data used in this research are the secondary data along with the secondary law material that is in the form of research result. Through this research, it can be concluded that the nature of coordinative relationship among international community - not having a supranational institution that has an authority in making and forcing the validity of certain international regulation at once to the citizens of nations that are breaking the international law – will not decrease the existence and the essence of the international law as a legal norm. The most major factor emerging the acceptance and the obedience of the international community towards its regulation is the awareness and the needs of all people towards which regulation that can offer the law and order, justice, and law enforcement that can be done and of which can not be done in the practice of the international law. The internally emerged obedience will offer a better result that the one emerged by the punishment