Universitas Muhammadiyah Metro: E-Journals
Not a member yet
    881 research outputs found

    VARIASI JUMLAH LUBANG DAN UKURAN DIAMETER BURNER KOMPOR PREMIUM TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR

    Get PDF
    Komsumsi bahan bakar pada suatu kompor sangat dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya burnernya, khususnya ukuran diameter lubang barner dan jumlah lubangnya. Pada kompor dengan bahan bakar premium tentu ini akan berbeda hasil pembakarannya, seperti nyala api, waktu, temperatur dan jumlah panas yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi jumlah lubang dan diameter burner kompor terhadap konsumsi bahan bakar premium dan jumlah panas yang di hasilkan. Metode penelitian ini yaitu dengan memvariasikan diameter burner 5, dan 6,5 cm, dengan jumlah lubang burner 16, 18 dan 20 buah. Ukuran diameter lubang burner 2 mm, tingi burner 44 mm, dan bahan bakar mengunakan premium. Diuji dengan memanaskan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk diameter burner 5 cm dengan jumlah lubang 16 menghabiskan bahan bakar 160 ml, memiliki jumlah panas 1331,3 kJ. Pada jumlah lubang 18 menghabiskan bahan bakar 130 ml, dengan jumlah panas yaitu sebesar 1435,8 kJ. Pada jumlah lubang 20 menghabiskan bahan bakar 120 ml. dengan jumlah panas 1414,9 kJ. Sedangkan untuk diameter burner 6,5 cm pada jumlah lubang 16 menghabiskan bahan bakar 120 ml dengan jumlah panas 996,9 kJ. Jumlah lubang 18 menghabiskan bahan bakar 100 ml, dengan jumlah panas 1080,5 kJ. Pada jumlah lubang 20, sisa bahan bakar 80 ml, dengan jumlah panas 1128,6 kJ

    KAJIAN PERMEABILITAS AIR HUJAN TERHADAP PENGOLAHAN AIR SUMUR

    Get PDF
    Air merupakan unsur yang sangat penting dan begitu besar peranannya bagi kehidupan semua makhluk di bumi. Oleh sebab itu makhluk hidup tersebut berhak mendapatkan air untuk kelangsungan hidupnya. Air juga merupakan sumber daya alam yang sangat penting dalam kehidupan manusia dan digunakan masyarakat untuk berbagai kegiatan sehari-hari, termasuk kegiatan pertanian, perikanan, peternakan, dan sebagainya. Studi mengenai aliran air melalui pori-pori tanah diperlukan dan sangat berguna di dalam memperkirakan jumlah rembesan air di dalam tanah. Sifat tanah yang memungkinkan air melewatinya pada berbagai laju alir tertentu disebut permeabilitas tanah. Pengujian permeabilitas di lapangan akan dilakukan dengan cara membuat sumur uji yang akan dibuat di sekitar sumur galian dengan menggunakan alat permeabilitas lapangan. Sehingga dapat diketahui bagaimana daya serap air pada tanah pada Kelurahan Rejomulyo Kecamatan Metro Selatan serta nilai koefesien permeabiltas lapangan pada daerah tersebut.Dalam penelitian ini menggunakan alat uji permeabilitas di lapangan yang telah dimodifikasi menjadi lebih sederhana dan mudah penggunaannya. Alat ini bertujuan mempermudah pembacaan laju penurunan air dalam waktu tertentu. Alat modifikasi ini menggunakan pelampung yang dapat bergerak naik turun sesuai dengan ketinggian permukaan air dalam tabung (sumur) uji. Sehingga dapat diperoleh nilai koefisien permeabilitas yang akurat. Prinsip kerja alat modifikasi uji permeabilitas di lapangan ini cukup mudah dan sederhana. Mengisi tabung dengan air yang kemudian dilakukan pembacaan penurunan ketinggian air.Dari hasil pengujian permeabilitas di lapangan di 5 titik lokasi pengujian secara acak di daerah Kelurahan Rejomulyo didapatkan nilai permeabilitas yang berbeda-beda. Pada titik lokasi ke-5 dengan nilai rata-rata peremabilitasnya adalah 1,67427 x 10-5 cm/dtk menunjukan nilai permeabilitas yang lebih besar dari titik 3 dengan nilai rata-rata 1,23959 x 10-6 cm/dtk, hal ini menunjukan bahwa daya serap air pada tanah di Kelurahan Rejomulyo sedang pada saat musim penghujan. Dikarenakan tanah didaerah Rejomulyo mempunyai kandungan liat tanah, sehingga pori-pori tanahnya kecil dan permeabilitasnya sedang, yang menyebabkan air mengalir tidak terlalu cepa

    PENGARUH TAMBAHAN SERAT POLYPROPYLENE TERHADAP CAMPURAN ASPAL BETON AC-WC

    Get PDF
    Jalan merupakan sarana yang sangat penting digunakan untuk transportasi bagi masayarakat. Di Indonesia, konstruksi jalan sudah banyak menggunakan campuran laston, karena dalam campuran ini akan menghasilkan lapisan perkerasan yang kedap air dan tahan lama, harga relatif lebih murah dibandingkan dengan konstruksi jalan beton. Dalam penelitian ini dicoba menggunakan serat polypropylene (PP) berupa plastik gelas air mineral sebagai alternatif bahan tambahan lapisan aspal beton AC-WC. Kemasan plastik gelas air mineral yang susah terurai dan terbuang tidak dimanfaatkan menyebabkan sampah ini berserakan dimana-mana. Jenis penelitian ini adalah penambahan campuran serat polypropylene ke dalam aspal Shell Pen 60/70 (As-Pp) dengan komposisi penambahan campuran sebesar 0 % (tanpa bahan tambahan), 1 %, 2 % dan 3 % dari kadar aspal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik Marshall seperti nilai Density, VIM, VFA, Stabilitas, Flow dan MQ cenderung meningkat atau naik karena pengaruh penggunaan plastik. Sedangkan pada VFA mengalami penurunan. Di dapat KAO sebesar 5,6 %, 5,8 %, 5,8 % dan 6,2 %. Berdasarkan spesifikasi Bina Marga 2010 di dapat penambahan serat polypropylene yang sesuai pada campuran As-Pp 1 % dengan KAO 5,8 %

    EFFECTIVENESS OF LIFE SKILLS COUNSELING WITH BIBLIOTHERAPY INCREASE THE QUALITY OF LIFE

    Get PDF
    This study the effectiveness of life skills counseling with bibliotherapy technique to increase clients’ quality of life in Rumah Damping BNNP Central Borneo. This study uses Pre Experimental Design approach with one group pre-test and posts test design. Clients of Rumah Damping BNNP Central Borneo can increase the quality of life after following life skills counseling with bibliotherapy technique. Group counseling service with bibliotherapy technique can increase the quality of life BNNP Central Borneo with the increasing clients’ life after following the services than before follows skills counseling services with bibliotherapy technique

    IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SMA NEGERI 1 RAMAN UTARA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

    Get PDF
    School-Based Management is a management where the school is an important decision-making unit on the provision of education independently, by providing greater control opportunities for schools for education in their respective schools. With the implementation of School Based Management (MBS), making schools more independent in managing schools, and can create school creativity by utilizing resources, resources, and learning resources available to improve the quality of education in schools. The goal in this research are: (1) To describe the implementation of MBS in SMA Negeri 1 Raman Utara East Lampung regency. (2) To describe the obstacles in the implementation of MBS in improving the quality of education in SMA Negeri 1 Raman Utara East Lampung Regency. (3) To describe which is done in overcoming obstacles in the implementation of MBS in SMA Negeri 1 Raman Utara East Lampung regency. This research was conducted at SMA Negeri 1 Raman Utara East Lampung regency on May 3, 2017 until May 27, 2017. This research uses qualitative research approach with field research. As for the subject of research as a source of data is the principal, Vice principal in the field of infrastructure facilities, teachers, and school treasurer. Using interview and observation data collection technique. And analyzed by using triangulation method. From the research results can be concluded that the implementation of school-based management implemented by the head of SMAN 1 Raman Utara is the Management of teacher empowerment, Management of school infrastructure, and Management of education funds.School-Based Management is a management where the school is an important decision-making unit on the provision of education independently, by providing greater control opportunities for schools for education in their respective schools. With the implementation of School Based Management (MBS), making schools more independent in managing schools, and can create school creativity by utilizing resources, resources, and learning resources available to improve the quality of education in schools. The goal in this research are: (1) To describe the implementation of MBS in SMA Negeri 1 Raman Utara East Lampung regency. (2) To describe the obstacles in the implementation of MBS in improving the quality of education in SMA Negeri 1 Raman Utara East Lampung Regency. (3) To describe which is done in overcoming obstacles in the implementation of MBS in SMA Negeri 1 Raman Utara East Lampung regency. This research was conducted at SMA Negeri 1 Raman Utara East Lampung regency on May 3, 2017 until May 27, 2017. This research uses qualitative research approach with field research. As for the subject of research as a source of data is the principal, Vice principal in the field of infrastructure facilities, teachers, and school treasurer. Using interview and observation data collection technique. And analyzed by using triangulation method. From the research results can be concluded that the implementation of school-based management implemented by the head of SMAN 1 Raman Utara is the Management of teacher empowerment, Management of school infrastructure, and Management of education funds

    MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TEKNIK JIGSAW PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 3 METRO PUSAT TAHUN PELAJARAN 2014/2015

    Get PDF
    This study aims to improve motivation and learning outcomes of Civics Education subjects of third grade students of Elementary School 3 Metro Center by applying cooperative model of jigsaw technique. This study uses classroom action research conducted in 2 cycles, each cycle consists of planning, implementation, observation, and reflection with data analysis techniques in the form of qualitative and quantitative analysis. The object of research is the third grade students of Elementary School Negeri 3 Metro Center as many as 25 students. The percentage of students' learning motivation in cycle I is 74,52% and cycle II is 88,74%. This shows an increase from cycle I to cycle II of 13.9%. Average student learning outcomes in cycle I of 61.2 with the percentage of students complete learning 64%, while the average cycle II of 84 with the percentage of students complete 100% learning. Teachers should always try to improve the professionalism as an educator so that the quality resulting from the learning process the better. Teachers should always try the various learning media and learning methods in accordance with the material, in order to avoid learning that keeps children because learning does not attract the attention of children

    Konfigurasi Server Cloud Storage pada Jaringan LAN pada LAB Diploma III Manajemen Informatika UM Metro

    Get PDF
    Saat ini, penggunaan penyimpanan data di cloud storage sedang marak-maraknya menjadi kampanye utama dari beberapa perusahaan teknologi seperti Microsoft dengan SkyDrive, Google dengan GoogleDrive, dan Apple dengan iCloud. Namun, sepertinya banyak orang belum menggunakan layanan cloud storage tersebut. Padahal, banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari penggunaannya. Beberapa diantaranya yaitu untuk kolaborasi dan backup data penting serta sebagi alat berbagi. Sehubungan dengan hal tersebut perlu adanya server cloud storange yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna jaringan private.Hasil penelitian ini adalah sebuah perangkat server cloud storange yang berfungsi sebagai model penyimpanan jaringan intranet. Selain itu Data yang disimpan di cloud, akan disimpan di server penyedia layanan, dan bisa diakses dengan menggunakan koneksi intranet. Berdasarkan hasil pengujian sistem dapat disimpulkan bahwa Konfigurasi Server Cloud Storage pada Jaringan LAN ini dapat  menjadi alat bantu Penyimpanan data bisa diakses dan dilakukan melalui folder di komputer atau aplikasi yang terikat dengan pemilik akun di layanan yang bersangkutan.Kata Kunci--- Konfigurasi Server Cloud Storage ; Cloud Storange pada Jaringan LAN; Cloud Storange

    ANALISIS DAN PENYADAPAN TRANSMISI PAKET DATA JARINGAN KOMPUTER MENGGUNAKAN WIRESHARK

    Get PDF
    Menurut Committee on National Security Systems (sebuah departemen di negara Amerika yang bertanggung jawab terhadap sistem keamanan dunia maya), information security atau keamanan sistem informasi adalah perlindungan informasi dan elemen elemennya termasuk sistem dan perangkat kerasnya. Saat ini permasalahan keamanan informasi menjadi penting, khususnya proses penyadapan informasi (Sniffing) pada jaringan komputer menjadi semakin biasa dilakukan, baik untuk kegunaan yang bersifat positif maupun yang bersifat sebaliknya. Dalam penelitian ini, proses sniffing digunakan untuk mendapatkan informasi username dan password. Proses sniffing dilakukan menggunakan perangkat lunak Wireshark. Software Wireshark melakukan proses capturing data pada interface Wireless, lalu mengamati hasil capture-an yang berisikan data POST yang berisi username dan password pada HTTP. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa dengan menggunakan Wireshark dapat melakukan penyadapan data yang dilakukan pada jaringan komputer, hal ini mengakibatkan hilangnya salah satu sifat keamanan yaitu privacy dan confidentiality

    PENGARUH TEMPERATUR CETAKAN DAN LAMA PENGEMPAAN TERHADAP KETEGUHAN REKAT PADA KAYU LAPIS SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN DRUM SHELL

    Get PDF
    Drum shell (selongsong drum) secara garis besar terdiri dari 2 jenis, yaitu ply by ply shell dan solid shell. Penelitian ini ditujukan untuk proses pembuatan drum shell jenis ply by ply shell. Yang dimaksud dengan ply by ply adalah shell-nya terbuat dari kayu yang berlapis-lapis, seperti teak block atau triplek. Semakin banyak lapisannya maka suara yang dihasilkan semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur cetakan dan lama pengempaan terhadap keteguhan rekat kayu lapis dan prosentase kerusakan kayu. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 variasi temperatur (85oC, 90oC, 95oC) dan 3 variasi lama pengempaan (2 jam, 3 jam dan 4 jam). Pengambilan data dilakukan dalam dua tahap yaitu data keteguhan rekat (KR) yang diperoleh dengan menggunakan metode pengujian kekuatan geser rekat yang dilakukan menurut standar ASTM D-905-49 tahun 1981 serta data prosentase kerusakan kayu (KK) yang dihitung menggunakan software Autocad 2007. Selanjutnya data dianalisa dan dibuat grafik yang akan digunakan untuk mengetahui pengaruh temperatur cetakan dan lama pengempaan terhadap keteguhan rekat dan prosentase kerusakan kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur cetakan dan lama pengempaan berbanding lurus dengan keteguhan rekat dan prosentase kerusakan kayu dan temperatur cetakan tidak berpengaruh terhadap kapasitas produksi sedangkan lama pengempaan berbanding terbalik dengan kapasitas produksi drum shell per hari. Dalam penelitian ini, nilai keteguhan rekat terbesar terjadi pada temperatur cetakan 90oC dan lama pengempaan 4 jam dengan nilai keteguhan rekat sebesar 23,25 kg/cm2. Dan nilai keteguhan rekat terkecil terjadi pada temperatur cetakan 85oC dan lama pengempaan 2 jam dengan nilai keteguhan rekat sebesar 19,25 kg/cm2.Kata kunci : Temperatur, Lama Pengempaan, Keteguhan Rekat, Kayu Lapis, Drum Shell

    PENDIDIKAN KARAKTERMELALUI PENDEKATAN PENANAMAN NILAI DANPENDEKATAN PERKEMBANGAN MORAL KOGNITIF

    Get PDF
    Internalization approach is a value investment technique which has the target at the stage of ownership value that blends into the personality of the student, or to the extent of characterization. The stages of this internalization technique are (1) the stage of value transformation(2) the stage of the value transaction and (3) the stage of trans-internalization. This Cognitive Moral Development Approach is aimed to encourage students to think actively about moral issues and make moral decisions. According to this approach, moral development was seen as a development of level of thinking in making moral judgments, from a lower level to the higher level of thinking. This approach was done in several stages, those were through: (1) presenting moral dilemmas. (2) after the problematic moral dilemmas presented, followed by deviding group discussions. After that, (3) bring the results of group discussions to the class discussions, with the aim of clarifying values, creating alternatives and consequences; (4) after students discussing intensively and selecting some of selected values based on the alternative proposed, then they can organize the values selected into themselves.Keywords:Character, Education, Cognitive ,Moral, Development

    819

    full texts

    881

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Muhammadiyah Metro: E-Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇