Universitas Muhammadiyah Metro: E-Journals
Not a member yet
881 research outputs found
Sort by
CRITICAL THINKING SKILLS IN LEARNING PHYSICS: A BIBLIOMETRIC ANALYSIS USING VOSVIEWER
Kemampuan menyampaikan kritik atau saran merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh siswa. Pembelajaran fisika merupakan salah satu yang dapat mengasah kemampuan berpikir kritis siswa. Critical Thinking Skills (CTS) telah menjadi salah satu tren penelitian dalam pembelajaran fisika. Penelitian ini akan difokuskan untuk membangun profil CTS pada pembelajaran fisika dalam lima tahun terakhir berdasarkan analisis bibliometrik menggunakan VOSViewer. Temuan menunjukkan bahwa ada beberapa parameter atau keterkaitan antara variabel yang menangkap tren CTS saat ini dan masa depan dalam pembelajaran fisika, seperti kemampuan kritis siswa, penelitian, pembelajaran fisika. Implikasi penelitian ini didukung dengan penelitian terkini, memberikan landasan empiris bagi pengembangan penelitian pendidikan, kemampuan berpikir kritis masih dapat menjadi trend penelitian terkini, digitalisasi pembelajaran fisika menjadi trend yang dapat dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan
ANALISIS KEBUTUHAN GURU TERHADAP PENGEMBANGAN MODUL AJAR IPA KELAS IV BERBASIS KONTEKSTUAL TERINTEGRASI KEARIFAN LOKAL TORAJA
The independent curriculum gives teachers the flexibility to adapt their instruction to the requirements and learning environment of their pupils. The program includes instructional modules as one of its parts. Teachers should incorporate local knowledge from the area into their modules. Therefore, research is done to examine the demands of teachers about the construction of contextual-based Grade IV Science teaching modules integrated with local wisdom in order to build a module integrated with Toraja local wisdom. A preliminary investigation is conducted for the research using descriptive research methods. Interviews and observations are used to gather data. According to the research's findings, the instructional materials currently being used by teachers do not match the learning objectives with the learning outcomes. Observations also show that Toraja's traditional knowledge has not been included in the teacher's lesson plans. Therefore, it is essential to create science teaching modules for grade four that are focused on contextual learning that is combined with local knowledge. These instructional materials are not only crucial for the learning process in the classroom but may also educate students about Indonesian culture, particularly Toraja culture, strengthening their passion for the country and inspiring them to protect their culture
KONTINUITAS PEMBELAJARAN E-LEARNING DALAM MENDUKUNG REVOLUSI BELAJAR PADA WARGA BELAJAR PROGRAM KESETARAAN PAKET C DI PKBM BANGUN REJO SAMARINDA
The passing of the pandemic has brought changes in the world of education, especially in the implementation of Package C learning continuity at PKBM Bangun Rejo. This e-learning lesson was attended by tutors and residents who studied Package C from their respective homes via online media. Good learning continuity is expected to obtain good learning achievement. At PKBM Bangun Rejo to find out the learning success of Package C students in mastering subject matter, especially in disciplined learning continuity, including how to follow lessons, how to study independently, how to study in groups, how to study textbooks, and how to face exams. The aim of this research is to analyze the Continuity of E-Learning Learning in Supporting the Learning Revolution in Citizens Learning the Package C Equality Program at PKBM Bangun Rejo Samarinda. This research uses qualitative research with the objects of this research being the PKBM chairman, managers or tutors, and learning residents. The data collection techniques used are: interviews, observation and documentation studies. Data validity uses source triangulation and technical triangulation. The results of the research carried out by researchers based on understanding the knowledge of package c students during E-Learning learning are as follows: individual needs, the concept of independent learning, learning experiences, learning readiness, learning orientation and learning motivation. Continuity of e- learning in supporting the learning revolution among learning citizens is supported by Package C subjects, facilities and time availability
Keterlibatan Amerika Serikat di Bidang Ekonomi dan Militer Dalam Perang Teluk I Antara Irak-Iran (1980-1988)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Keterlibatan Amerika Serikat di Bidang Ekonomi dan Militer Dalam Perang Teluk I Antara Irak-Iran (1980-1988). Penelitian ini menggunakan metode Historis dengan prosedur penelitian melalui lima tahap yaitu: pemilihan topik, kritik ekstern maupun intern, interpretasi, dan tahap terakhir serta historiografi. Analisis kajian literatur yang dilakukan untuk mengumpulkan sumber data dengan mengkaji beberapa sumber berupa buku cetak, e-book dari internet, artikel ilmiah dalam penelitian berupa jurnal dari internet. Hasil penelitian menjelaskan bahwa latar belakang terjadinya perang teluk I disebabkan oleh berbagai sebab dan faktor baik faktor internal maupun eksternal, baik dari negara Irak maupun Iran. Namun faktor utama penyebab meletusnya perang teluk I adalah adanya keinginan menjadi negara dominan di kawasan tersebut dan adanya Revolusi Islam di Iran yang menyebabkan pergolakan di daerah kawasan terutama bagi negara Irak dan Iran
Inventarisasi Potensi Cagar Budaya Peninggalan Masa Penjajahan Belanda sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal di Kecamatan Bekri Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2019
Cagar Budaya adalah warisan peninggalan sejarah yang perlu dilestarikan, akan tetapi pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang belum memiliki kesadaran untuk menjaga dan merawat potensi cagar budaya sebagai warisan budaya bangsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan potensi cagar budaya peninggalan masa penjajahan Belanda dan mendeskripsikan inventarisasi peninggalan masa penjajahan Belanda dapat dijadikan sumber sejarah lokal. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di PTPN VII Kecamatan Bekri Kabupaten Lampung Tengah. Data dalam penelitian diperoleh melalui metode wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini bahwa potensi cagar budaya merupakan segala daya yang dapat dikembangkan dari objek/benda. Potensi cagar budaya tersebut dapat dijadikan sumber sejarah lokal yang merupakan peninggalan pada masa penjajahan Belanda. Hal tersebut mengandung nilai penting dalam kehidupan masyarakat Bekri dan sekitarnya
Peranan Raden Intan II Dalam Usaha Menghadapi Penjajahan Belanda di Lampung 1835-1856
Permasalahan dalam penelitian ini dalam usaha menghadapi penjajahan Belanda di Lampung Raden Intan II banyak mengalami rintangan. Tujuan penelitian ini: 1) Untuk mendeskripsikan kondisi politik dan ekonomi di Lampung pada saat kedatangan Belanda 1816-1856; 2) Untuk mendeskripsikan peranan Raden Intan II dalam usaha menghadapi perlawanan Belanda 1835-1856; 3) Untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat Raden Intan II dalam usaha menghadapi perlawanan Belanda 1835-1856. Metode penelitian menggunakan metode historis dengan tahapan heuristik, studi kepustakaan, kritik sumber, interpetasi dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa pada abad ke 19 kondisi Lampung melalui besluit tanggal 22 November 1808 dijadikan daerah yang langsung dibawah gubernur Belanda. Hal tersebut ditentang oleh rakyat Lampung, dan terjadi perlawanan yang dimulai oleh pangeran Indra Kusuma hingga puncaknya yang di pimpin oleh Raden Intan II
Perkembangan Pendidikan Sekolah Kautamaan Istri di Bandung Tahun 1904-1947
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Perkembangan Pendidikan Sekolah Kautamaan Istri di Bandung Tahun 1904-1947. Jenis Penelitian ini menggunakan metode historis dengan prosedur penelitian dilakukan melalui 5 tahap yaitu: pemilihan topik, heuristik, kritik, interpetasi, dan historiografi. Hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Kondisi pendidikan Sebelum terbentuknya Sekolah Kautamaan Istri di Bandung tahun 1900-1904 didominasi oleh pendidikan bagi kaum laki-laki dan golongan elit bangsawan dan golongan kulit putih dimasa kolonial Belanda (2) Biografi Dewi Sartika sangat dipengaruhi oleh keluarga lingkungan masyarakat pendidikan serta pengalaman (3) Terbentuknya Sekolah Kautamaan Istri di Bandung Tahun 1904-1947 dilatar belakangi oleh faktor kegigihan Dewi Sartika yang sebelumnya mendirikan sekolah istri dan dukungan berbagai pihak eksternal seperti keluarga dan golongan pribumi dan non pribumi yang memberikan sumbangan dana sehingga sekolah Kautamaan istri dapat berkembang (4) Implikasi Sekolah Kautamaan Istri bagi pendidikan perempuan di Bandung Tahun 1904-1947 sangatlah besar bagi pendidikan kewanitaan karena sekolah Kautamaan istri memberikan pengaruh positif terhadap pendidikan kewanitaan dengan membekali perempuan ketrampilan
Pengaruh Variasi Urutan Lapisan terhadap Sifat Akustik dan Termal Komposit Ramah Lingkungan berpenguat Serat Ampas Tebu dan Getah Pinus
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variasi urutan lapisan terhadap sifat akustik dan termal komposit ramah lingkungan. Pada penelitian ini, serat tebu digunakan sebagai bahan penguat dan getah pinus sebagai bahan perekat. Serat tebu dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu serat besar (diameter sekitar 0,37-0,32 mm) dan serat kecil (diameter sekitar 0,12-0,17 mm). Komposit dicetak dengan perbandingan fraksi volume serat tebu dan getah pinus sebesar 70%:30%, ketebalan 0,5 cm. Papan komposit serat tebu berdimeter berbeda tadi disusun dengan urutan diameter serat tebu besar – besar (b-b), besar – kecil (b-k), kecil – besar (k-b) dan kecil – kecil (k-k). Sifat akustik dan termal terbatas pada uji koefisien penyerapan suara, impedansi akustik dan konduktivitas termal. Pengukuran sifat akustik dilakukan dengan menggunakan metode Tabung Impedansi satu mikrofon. Sementara, pengukuran sifat termal menggunakan apparatus konduktivitas termal. Hasil pengujian menyatakan semua variasi lapisan mengasilkan komposit dengan kemampuan penyerapan bunyi dan insulasi panas yang baik. Komposit dengan variasi lapisan berdiameter kecil-kecil memiliki kemampuan penyerapan bunyi dan insulasi panas yang lebih baik dibandingkan dengan variasi urutan lainnya. Sementara, untuk komposit dengan susunan layer b-k dan k-b, kemampuan penyerapan bunyi dan insulasi panasnya tidak jauh berbeda
Analisa Kinerja Reaktor Pirolysis Tanpa Menggunakan Bahan Bakar dalam Menghasilkan Bio-Arang Dan Asap Cair
The combustion process of pyrolysis needs fuel as a heat source. The pyrolysis process can be performed without fuel, which reduces costs and increases process efficiency. The quantity of charcoal and liquid smoke, as well as the duration of the pyrolysis process, are the main objectives of this study. The research technique that uses rubber wood as a raw material and pyrolysis combustion in a reactor devoid of fuel or heat source. According to study findings, the yield of charcoal products was 33.0%, while that of liquid smoke was 7.3%. The pyrolysis combustion process lasted for 270 minutes, during which time the reactor's maximum raw material flame combustion temperature reached 447°C. The results of the pyrolysis of charcoal have the following characteristics: 9.19% water content, 4.52% ash content, and 7475.87 cal/gr heat content. Burning pyrolysis without fuel can save three times as much biomass as burning pyrolysis with fuel.Keywords: Pyrolysis, Combustion, Biomass, Charcoal, Liquid smoke
Peningkatan Kepresisian dan Kehalusan Permukaan Baut Ulir Kortikal Ti-6Al-4V ELI Menggunakan Metode Polishing
Abstrak        Pada komponen medis harus memiliki bentuk presisi, produk presisi pada dunia medis harus memiliki ketahan korosi dan kuat, salah satu jenis material yang digunakan dalam pembuatan komponen medis adalah titanium. Titanium dan paduannya merupakan jenis material yang digunakan dalam implan tulang dikarenakan memiliki sifat biocompatible dan resistensi korosi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh dari polishing terhadap kepresisian dan kehalusan permukaan ulir kortikal. Polishing merupakan jenis metode pemolesan yang dipilih dalam penelitian ini dan material yang digunakan adalah Ti-6Al-4V ELI. Parameter pemolesan yang digunakan adalah putaran spindel 1000, 1200, dan 1400 rpm, waktu sebesar 90, 100, dan 110 menit, dan serbuk yaitu porang, pasir silika,  dan abu gosok. Kepresisian geometri ulir dapat dilihat melalui pengukuran kesalahan sudut α dan kesalahan sudut β menggunakan profile projector dan kehalusan permukaan ulir dapat dilihat melalui scanning electron microscope. Pada penelitian ini menunjukan bahwa polishing berpengaruh pada parameter putaran spindel terhadap kesalahan sudut β dan serbuk berpengaruh terhadap kesalahan sudut α. Hasil scanning electron microscope menampilkan bahwa polishing dapat meningkatkan kehalusan permukaan ulir serta pengurangan dimensi pada baut ulir. Penggunaan serbuk dengan kesalahan terkecil dalam penelitian ini adalah abu gosok, abu gosok terbukti memiliki pengaruh kecil terhadap pemolesan. Selain itu abu gosok lebih ekonomis dibandingkan dengan porang dan pasir silika