Scripta - Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Not a member yet
60 research outputs found
Sort by
EKOWISATA DI AREA TAMBANG: TANTANGAN PENGEMBANGAN KAWASAN EKOWISATA DI PESISIR LAUT DESA BATU BELUBANG KABUPATEN BANGKA TENGAH
Studi dalam penelitian ini membahas mengenai tantangan pengembangan kawasan ekowisata di pesisir laut Desa Batu Belubang Kabupaten Bangka Tengah yang menjadi perhatian khusus oleh pemerintah dan masyarakat. Namun belum bisa menjadi kawasan ekowisata perikanan karena beberapa persoalan yang terjadi dalam proses pengembangannya. Hal ini berpengaruh pada kondisi lingkungan yang disebabkan oleh tambang laut di wilayah pesisir laut Desa Batu Belubang menjadi rusak akibat penambagan timah laut seperti TI apung dan kapal hisap milik PT. Timah. Pertambangan ini tidak hanya dilakukan di daratan saja, melainkan juga dilakukan di perairan, baik itu sungai maupun laut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengindentifikasi desain pengembangan ekowisata di area tambang pesisir laut Desa Batu Belubang Kabupaten Bangka Tengah dan untuk mendeskripsikan tantangan dalam pengembangan ekowisata di pesisir laut Desa Batu Belubang tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Gerakan sosial baru oleh Rajendra Singh dan teori ekologi politik dari Paul Robbins. Adapun metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Sedangkan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tantangan yang terjadi dalam pengelolaan ekowisata dapat memunculkan berbagai persoalan unik, di satu sisi ditemukan masyarakat menjadi perusak lingkungan akibat Ti apung yang dilakukan masyarakat dengan cara pengambilan timah di laut. Justru di sisi lain masyarakat berlomba-lomba untuk pengelolaan ekowisata laut di sepanjang pesisir laut desa batu belubang tersebut. namun aktivitas pertambangan yang dilakukan, khusunya oleh ponton isap produksi (PIP) merupakan aktivitas yang jelas memiliki izinnya karena bermitra dengan PT. Timah selaku pemilik IUP, sedangkan pengelolaan ekowisata dalam hal ini ekowisata pesisir laut desa batu belubang juga memiliki izinnya, hal ini terdapat perbedaan di dalam masyarakat terkait adanya aktivitas pertambangan di kawasan ekowisata pesisir laut desa batu belubang. Dari kedua aktivitas ekowisata dan pertambangan ini justru harus melibatkan masyarakat dan pemerintah untuk pengambilan keputusan dalam memilih pengembangan potensi daerah pesisir laut desa batu belubang dengan secara tegas. Sehingga memunculkan perbaikian-perbaikan lingkungan untuk kedepannya agar lingkungan wilayah pesisir laut desa batu belubang bisa menunjukan potensi ekologi yang baik dan memberikan contoh terhadap wilayah lain dalam menunjukan lingkungan yang konsisten dalam pengelolaannya
SEMANTICS ANALYSIS OF CONTEXTUAL MEANING IN PART OF YOUR WORLD’S SONG LYRICS
This research investigates the contextual meaning in the lyrics of Part of Your World song from The Little Mermaid movie. This research specifically analyzes the types of contextual meaning by using the theory from John Lyons. Descriptive qualitative was employed as the research method in accordance to research analysis. The result of this research exposed that there were five types of contextual meaning found in the lyrics of Part of Your World song; (1) context of person, (2) context of place, (3) context of time, (4) context of mood, and (5) context of subject-matter. In addition, the meaning found shows that the Part of Your World song tells about the storyline of The Little Mermaid movie where the main character of the movie, Ariel the little mermaid has a dream to be able to live in the human world
ANALYSIS OF UTTERANCES IN CRUELLA MOVIE: YULE’S PRESUPPOSITIONAL THEORY
Cruella is one of Disney’s movie that is directed by Craig Gillipse and was released in 2021. This movie chronicles about an adventure of a women named Cruella who has a big dream of becoming a fashion designer. The setting of the time in this movie is in the late of 1970s. This movie is different with other Disney’s movie, it is because this movie is categorized as Crime-thriller which is different with most Disney’s movie. This study is using presupposition types based on Yule’s theory to analyze the presupposition types used in Cruella movie. Those types are Existential presupposition, Factive presupposition, Structural presupposition, Lexical presupposition , Non- factive presupposition , and Counter-factual Presupposition. Therefore, this study is using descriptive qualitative method in order to analyze the data. Based on the result of the analysis, the characters in Cruella movie is using presupposition in some of the conversation according to Yule’s theory of presupposition
POLITIK TATA KELOLA APBDES BERBASIS KEPULAUAN : STUDI TERHADAP ALOKASI ANGGARAN DI LEPAR PONGOK
Wilayah pesisir atau kepulauan merupakan sebuah wilayah perbatasan antara darat dan laut. Salah satu daerah kepulauan di Bangka Belitung adalah Kecamatan Lepar Pongok Kabupaten Bangka Selatan. Bangka Selatan menjadi kabupaten terluas yang ada di Bangka Belitung. Lepar Pongok merupakan kawasan yang memiliki sumber daya dan ekosistem laut yang produktif. Sehingga, anggaran yang diberikan oleh pemerintah daerah pun memiliki keistimewaan. Corak dari anggaran bagi kawasan kepulauan memiliki ciri tersendiri. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang dimiliki oleh daerah kepulauan. Anggaran yang dimiliki oleh setiap desa pun berbeda. Tetapi dalam melakukan tata kelola anggaran (APBDes) masih terdapat beberapa kendala seperti terlambatnya dalam mengumpulan SPJ. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses dari tata kelola serta alokasi anggaran APBDes dan corak APBDES berbasis kepulauan yang dilakukan oleh Kecamatan Lepar Pongok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yang berfokus pada pengelolaan APBDES di Kecamatan Lepar Pongok. Penelitian dilakukan dengan wawancara melalui metode purposive sampling, yang mewawancarai kepala desa serta pemerintah desa yang ada di Lepar Pongok dan juga dinas pemberdayaan masayarakat dan desa Kabupaten Bangka Selatan. Tata kelola dan alokasi APBDES di Kecamatan Lepar Pongok sangat beragam. Selain itu memiliki corak tersendiri yang menjadi ciri dalam melakukan tata kelola dan alokasi anggaran sebagai daerah kepulauan.
Kata kunci: Anggaran, APBDes, Desa, KepulauanCoastal areas or islands are a border area between land and sea. One of the islands in Bangka Belitung is Lepar Pongok Sub-district, South Bangka Regency. South Bangka is the largest district in Bangka Belitung. Lepar Pongok is an area that has productive marine resources and ecosystems. Thus, the budget provided by the local government is also special. The style of the budget for the islands has its own characteristics. This is due to several factors owned by the islands. The budget for each village is different. But in carrying out budget governance (APBDes) there are still some obstacles such as delays in collecting SPJ. This study aims to find out how the process of governance and budget allocation of APBDes and island-based APBDES patterns carried out by Lepar Pongok District. This research uses qualitative research methods with the type of case study research that focuses on APBDES management in Lepar Pongok District. The research was conducted with interviews through a purposive sampling method, which interviewed the village heads and village governments in Lepar Pongok and also the community and village empowerment office of South Bangka Regency. The governance and allocation of APBDES in Lepar Pongok sub-district is very diverse. In addition, it has its own style that characterizes the governance and budget allocation as an archipelago.
Keywords: Budget, APBDes, Village, Island
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PASANGAN CALON KEPALA DAERAH (ANALISIS BERITA KAMPANYE PASANGAN SUKIRMAN – BONG MING-MING PADA PILKADA DI BANGKA BARAT 2020
Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi politik pasangan Sukirman-Bong Ming-Ming dalam Pilkada Bangka Barat 2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data dari berita-berita kampanye yang dipublikasikan oleh media lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi politik pasangan Sukirman-Bong Ming-Ming terdiri dari kampanye langsung dan kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan partai politik. Pasangan ini memiliki citra dan kredibilitas yang positif sebagai pemimpin yang dapat dipercaya oleh masyarakat. Pemberitaan kampanye yang dimuat oleh media lokal sangat efektif dalam menyebarkan citra positif terhadap program kerja dan pasangan Sukirman-Bong Ming-Ming. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penelitian komunikasi politik lainnya yang berkaitan dengan pemilihan kepala daerah. menggunakan teori 5W Lasswell untuk memahami bagaimana media massa mempengaruhi opini publik dan pandangan pasangan calon. Penelitian ini menunjukkan bahwa media massa mempengaruhi persepsi publik terhadap dirinya dan Bong Ming-Ming. Media massa memilih topik-topik yang dianggap penting dan mendapat perhatian publik. Teknik triangulasi sumber juga digunakan dalam penelitian ini untuk memastikan keakuratan data dan informasi yang diperoleh. digunakan untuk membandingkan informasi dari berbagai sumber dan menggunakan penelitian untuk mendapatkan data dan sumber yang akurat dan otoritatif.This research analyzes the political communication strategy of the Sukirman-Bong Ming-Ming pair in the 2020 West Bangka Regional Election. This research uses a qualitative approach with data collection techniques from campaign news published by local media. The findings show that the Sukirman-Bong Ming-Ming pair's political communication strategy consists of direct campaigning and collaboration with community leaders and political parties. The pair has a positive image and credibility as leaders who can be trusted by the community. Campaign coverage published by local media was very effective in spreading a positive image of the work program and the Sukirman-Bong Ming-Ming pair. This research is expected to contribute to other political communication research related to regional head elections. uses Lasswell's 5W theory to understand how mass media influences public opinion and the views of candidate pairs. This research shows that the media influenced the public's perception of her and Bong Ming-Ming. The mass media selected topics that were considered important and received public attention. The source triangulation technique was also used in this research to ensure the accuracy of the data and information obtained. used to compare information from various sources and use research to obtain accurate and authoritative data and sources
AGENDA SETTING KEBIJAKAN PENGEMBANGAN DESTINASI DESA BATU BETUMPANG (STUDI TERHADAP PEMBANGUNAN DESA BATU BETUMPANG SEBAGAI WISATA BARU DI BANGKA SELATAN)
This study discusses the development of Batu Betumpang Village as a new tourism destination in South Bangka. In the area of Batu Betumpang Village, Pulau Besar District, South Bangka Regency, there are many potential tourist villages that have not been optimallydeveloped. So far, there have been many natural tourist destinations that still rely on the natural attractiveness of their beaches, but have been able to invite many tourists to come. The purpose of this research is basically to dig in depth about how the actual agenda setting is, especially in terms of how the policy design for planning and developing a coastal tourism village in Batu Betumpang Village is. While the natural data collection techniques of this research are interviews, observation and documentation. This study will also examine the obstacles and challenges faced by the government, both the Village government and the South Bangka Regency Government. The theory used in this study is the agenda setting theory by Anderson. The method used is descriptive qualitative. While the data collection techniques in this research, namely interviews, observation, and documentation. The results of this study are being able to see the beach development process in Batu Betumpang Village by using agenda setting theory by means of development policies that have been carried out by the Batu Petumpang Village government, one of which is policy making for the construction of gazebos and others. In this case, the development of the beach in Batu Betumpang Village can be seen as the challenges and obstacles in developing the beach in Batu Betumpang Village, namely differences of opinion, community awareness and awareness of managers who lack communication between managers. This is a form of agenda setting carried out by the community and the government
DARI TINDAKAN SOSIAL KE DOMINASI OTORITAS : EKSPLOITASI PEKERJA ANAK PENAMBANG DI KECAMATAN AIR GEGAS
Studi dalam penelitian ini membahas mengenai fenomena pekerja anak sebagai penambang timah di Kecamatan Air Gegas. Anak merupakan anugerah dari tuhan yang maha esa yang harus mendapatkan perlindungan demi masa depan anak, bangsa dan negara. Di Indonesia banyak di antara anak-anak yang tidak mendapatkan sebagaimana hak semestinya. Fenomena pekerja anak yang berakibat eksploitasi salah satu masalah sosial anak yang masih terus berkembang dan sulit diatasi baik di bidang informal, perdagangan maupun pertambangan. Seperti halnya pekerja anak sebagai penambang timah di Kecamatan Air Gegas. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisis Bagaimana tindakan sosial pekerja anak dan melihat bagaimana peran dominasi otoritas orang tua terhadap pekerja anak dalam aktivitas tambang di Kecamatan Air Gegas, serta bentuk-bentuk dan faktor penyebabnya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori tindakan social oleh Max Weber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pemilihan informan melalui teknik purposive sampling. Jenis data adalah primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumen. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada eksploitasi pekerja anak salah satunya dilihat dari tindakan sosial dan adanya dominasi otoritas orang tua serta disebabkan bebarapa faktor yang melatarbelakangi anak bekerja sebagai penambang timah yakni faktor ekonomi, dominasi orang tua, faktor lingkungan tempat tinggal dan fakor keinginan diri sendiri sedangkan bentuk-bentuk dari ekploitasi pekerja anak yaitu: Kerja penuh waktu (full time) dan Kerja paruh waktu (part time)
THE PORTRAYAL OF THE INDEPENDENT WOMAN OF AMY ELLIOT IN GONE GIRL MOVIE: DE BEAUVOIR’S FEMINISM PERSPECTIVE
Gone Girl is one of David Fincher’s directed movies that was released in 2014. This movie was based on a novel with the same title written by Gillian Flynn. Gone Girl told the story of Amy Elliot’s life as the main character who felt upset in her marriage and went somewhere, planning a lot of false evidence to blame her husband as the culprit. Thereof, Amy Elliot becomes a quite polemical character through this movie. Nevertheless, by utilizing narrative qualitative method, this study aims to analyze the existence of Amy Elliot as an independent married woman through the theory of Existentialist Feminism by Simone de Beauvoir. This study specifically utilized the concept of Independent Woman in Existentialist Feminism theory which is a roundup of four characteristics; go to work, be intellectual, achieve a socialist transformation of society, and transcend its boundaries. To sum up, based on the result of analysis, it can be concluded that Amy Elliot character point out her existence as the Independent Married Woman through Gone Girl movie
suci ayu
ABSTRACTSUCI AYU MEILANY PUTRI. REPRESENTATION OF FEMINISM IN THE ENOLA HOLMES MOVIE (2020): SEMIOTIC ANALYSIS OF C.S PEIRCE.Advised by Diana Anggraeni and Bob Morison Sigalingging.A movie is a mass media that is closest to people's lives. The movie serves as a medium that is entertaining and interesting to watch. In a movie, there is usually a hidden sign or message to be conveyed to the audience. This study aims to describe the representation of feminism that appears in the movie entitled Enola Holmes. The movie was released in 2020 and based on the novel Sherlock Holmes by Nancy Springer. This study applied a descriptive qualitative method that describes information in the form of text or transcripts and images from movies as objects of research. This research used C.S Peirce's semiotic theory to analyze data and the feminism approach as an analysis method. The results of this study indicated that there are 15 data classified in the part of triangle meaning to support the representation of feminism found in the Enola Holmes movie. The existence of signs is projected through the appearance of signs in the form of 14 qualisigns and 1 legisign. The existence of the Object in the form 14 indexes and 1 symbol, and the presence of the Interpretant in the form of 14 arguments and 1 dicent sign resulting in 4 types of representation of Enola Holmes' feminism as the main character in the movie, namely intelligent woman, brave woman, independent woman, and tough woman.Key words : Enola Holmes, Movie, Representation of Feminism, Semiotics.ABSTRAKSUCI AYU MEILANY PUTRI. REPRESENTATION OF FEMINISM IN THE ENOLA HOLMES MOVIE (2020): SEMIOTIC ANALYSIS OF C.S PEIRCE.Dibimbing oleh Diana Anggraeni dan Bob Morison Sigalingging.Film adalah sebuah media massa yang keadaannya paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Film berfungsi sebagai media yang menghibur dan menarik untuk ditonton. Dalam sebuah film biasanya terdapat tanda atau pesan tersembunyi yang ingin disampaikan kepada penonton.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi feminisme yang muncul dalam film berjudul Enola Holmes. Film inidirilis pada tahun 2020 dan diangkat dari novel Sherlock Holmes karya Nancy Springer. Kajian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif yang menguraikan informasi dalam bentuk teks atau transkrip dan gambar dari film sebagai objek penelitian. Penelitian ini menggunakan teori semiotika C.S Peirce untuk menganalisis data dan pendekatan feminisme sebagai metode analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 15 data yang diklasifikasikan dalam part of triangle meaning untuk mendukungrepresentasi feminisme yang yang ditemukan dalam film Enola Holmes. Keberadaan tanda diproyeksikan melalui kemunculan sign dalam bentuk 14 qualisign dan 1 legisign. Keberadaanobject dalam bentuk 14 index dan 1 symbol, dan kehadiranInterpretant dalam bentuk 14 argument dan 1 dicent sign yang menghasilkan 4 jenis representasi feminismeEnola Holmes sebagai karakter utama dalam film,yaitu wanita cerdas, wanita pemberani, wanita mandiri, dan wanita tangguh.Kata Kunci : Enola Holmes, Film,Representasi Feminisme, Semiotika
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERATURAN GUBERNUR NO. 47 TAHUN 2020 ( STUDI TERHADAP TATA KELOLA PENANGANAN PANDEMI COVID-19 DI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
COVID-19 mewabah ke seluruh dunia juga dirasakan masyarakat Bangka Belitung, dampak kesehatan, sosial, ekonomi, serta politik merupakan hal yang harus diselesaikan bersama baik pemerintah dan masyarakat. dalam penyelesaian masalah pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menangani permasalahan ini. Berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung No. 47 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Protokol Kesehatan Dalam Penanganan COVID-19, pemerintah menetapkan kebijakan bertujuan untuk menciptakan tertibnya masyarakat mematuhi protokol kesehatan dengan peraturan yang telah ditentukan untuk mencegah dampak negatif dari COVID-19. Penelitian yang berjudul Implementasi Kebijakan Peraturan Gubernur No. 47 Tahun 2020 ( Studi Terhadap Tata Kelola Penanganan Pandemi COVID-19 Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung) Bertujuan mengetahui bagaimana pelaksanaan implementasi penanganan pandemi COVID-19 dan mengetahui bagaimana kendala yang dihadapi pemerintah dalam mengatasi permasalahan ini. teori yang digunakan untuk mendukung analisis implementasi kebijakan penanganan COVID-19 ini yaitu, model implementasi kebijakan yang dikembangkan oleh Edward III. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif pendekatan deskriptif. Pemilihan informan menggunakan metode purposive sampling. Teknik yang digunakan untuk mengumpul data yaitu dengan wawancara dan studi dokumentasi. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa kebijakan tersebut sudah efektif dalam pelaksanaannya, terlihat bahwa masyarakat mematuhi protokol kesehatan serta pemerintah sudah mengoptimalkan kinerja dalam menangani COVID-19 yaitu; komunikasi yang diberikan berupa sosialisasi mengedukasi masyarakat bahayanya COVID-19, struktur birokrasi yang sudah teratur dan penggunaan sumber daya berupa tenaga kesehatan maupun fasilitas yang sudah memadai dalam menangani permasalahan ini