Journal of Science and Application Technology (JSAT - Institut Teknologi Sumatera)
Not a member yet
656 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN SMART INFRASTRUCTURE PADA ASPEK PRASARANA PERKOTAAN DI KOTA BANDARLAMPUNG
The city of Bandar Lampung, which is the capital of Lampung Province, which is currently not included in the 100 smart city movement in Indonesia, has tried to keep up with and make Bandar Lampung a smart city. Marked by the vision of the City of Bandar Lampung, namely "Bandar Lampung is healthy, intelligent, faithful, cultured, superior and competitive based on the people's economy" (RPJMD Bandar Lampung City, 2016-2021). The increasing number of residents in Bandar Lampung City causes basic infrastructure services to be improved in order to meet the needs of the community. The concept of smart infrastructure that has been implemented in various countries has been able to help fulfill and maximize city infrastructure services to be effective and efficient. Research on smart infrastructure in Bandar Lampung City is still new and relatively early, so it is very important to know the position of smart infrastructure development in Bandar Lampung City. This development can be identified by examining the stages of the city's smart infrastructure (Royal Academy of Engineering, 2017 in Ogie et al, 2019). The purpose of this study is to examine the development of smart infrastructure in urban infrastructure aspects in Bandar Lampung City. This research was conducted using a qualitative deductive approach, while the research data were analyzed using content analysis techniques and qualitative descriptive analysis. The result of this research is that the urban infrastructure of Bandar Lampung City is at an early stage towards the concept of smart infrastructure, which is still between the traditional stage and the semi-intelligent stage
EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM NEIGHBORHOOD UPGRADING AND SHELTER PROJECT PHASE 2 (NUSP-2) DI KOTA BANDAR LAMPUNG (STUDI KASUS: KELURAHAN KOTA KARANG RAYA KECAMATAN TELUK BETUNG TIMUR)
One form of implementation of the mandate of the Law of the Republic of Indonesia No. 1 of 2011 concerning Housing and Settlement Areas is explicitly stated in the Presidential Regulation of the Republic of Indonesia No. 2 of 2015 concerning the National Medium Term Development Plan for 2015-2019 and implemented in the form of Kep. Director of DJCK No. 110/KPTS/DC/2016 concerning Determination of City Locations Without Slums. The decision of the Directorate General of Human Settlements became the basis for determining the location of the area that was determined to receive a program to improve the quality of slums, one of which was the NUSP-2 program. NUSP-2 as one of the slum settlement programs needs to be evaluated as a form of assessing the results of the programs that have been implemented. The evaluation carried out focused on the impact side with the scope of Physical and Non-Physical (Social and Economic) impacts and sustainability with the scope of economic, social/community and environmental sustainability, where the impact evaluation resulted in a value of 0.692 or was in the moderately impactful class, while the sustainability evaluation was at a value of 0.692. 0.43 or is in the less sustainable class. However, what is of concern is that based on the results of the analysis carried out, the side that has a large influence on the evaluation value is the side that is in direct contact with the NUSP-2 program, with examples for evaluation of physical impacts having a greater influence than non-physical and social sustainability having the greatest influence compared to sustainability environment and economy
Pemberdayaan Ekonomi Remaja Desa Cekok Babadan Ponorogo Melalui Produksi Wedang Uwuh di Masa Pandemi Covid-19
Penelitian ini dilatar belakangi karena adanya pandemic covid-19 sehingga perekonomian menjadi menurun, oleh karena itu peneliti mencoba melakukan kegiatan pemberdayaan ekonomi kepada remaja Desa Cekok Babadan Ponorogo melaui produksi wedang uwuh. hal tersebut dapat dilihat berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti. Pemberdayaan ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas serta membantu perekonomian remaja di Desa Cekok Babadan Ponorogo di masa pandemic covid-19. Pemberdayaan ini menggunakan pendekatan (ABCD) Asset Based Community Development. Metode kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan praktek langsung pembuatan wedang uwuh yang dilakukan bersama remaja Desa Cekok Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo. Dan hasil dari pemberdayan melalui kegiatan ini remaja Desa Cekok Babadan Ponorogo sebagai pelaku perubahan mengetahui cara memproduksi wedang uwuh dengan bahan-bahan yang sudah peneliti ajarkan. Melalui kegiatan ini remaja mengetahui cara pengemasan dengan menggunakan kemasan plastic ziplock yang sudah diberi label atau logo agar menarik minat pembeli. Dan yang terakhir kegiatan pemasaran, dimana remaja memilih untuk menitipkan di warung milik warga sekitar dan menawarkan produk mereka
Pemanfaatan Sampah Organik dan Pembuatan Lubang Biopori untuk Peningkatan Resapan Air Tanah
Tingkat pendidikan masyarakat yang relatif rendah serta sarana dan prasarana pengelolaan sampah yang tidak memadai merupakan faktor yang mempengaruhi penurunan kualitas lingkungan. Pelatihan mengenai pemilahan sampah organik, anorganik, B3, dan pembuatan lubang resapan biopori merupakan upaya transfer ilmu pengetahuan mengenai pengelolaan lingkungan dalam rangka peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Pelatihan ini memberikan informasi kepada masyarakat mengenai klasifikasi sampah menurut sifat fisika dan kimianya, pengelolaan sampah menurut klasifikasinya, dan dampak buruk pengelolaan sampah yang tidak benar. Selain itu, pada kegiatan pengabdian masyarakat ini warga ditunjukkan cara membuat lubang resapan biopori di halaman rumah untuk meningkatkan resapan air dan mengurangi genangan air di musim hujan dan sarana pemanfaatab sampah organic menjadi kompos. Hasil pre-test dan post test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan pengetahuan masyarakat mengenai pemilahan sampah organik, anorganik, B3 dan pembuatan lubang resapan biopori
Analisis Nilai pH dan Sensori Yoghurt dan Soyghurt dengan Proses Fermentasi yang Berbeda
Yoghurt is a milk product that lactic acid bacteria have fermented. Soyghurt drinks have gained popularity in recent years. Soyghurt is a fermented soymilk drink that tastes similar to yoghurt. Commercial starter cultures or back-sloping methods can make yoghurt and soyghurt. The purpose of this study was to compare the pH and sensory characteristics of yoghurt and soyghurt made using different production methods. Back-slope yoghurt, commercial yoghurt starter, back-slope soyghurt, and commercial starter soyghurt were the four treatments used in this study. The fermentation process was carried out at room temperature (27-30 °C) for 24 hours. Color, aroma, taste, and texture were all measured, as well as the pH value. The sample shows the product has a pH value between 4 and 5. The low pH value in yoghurt and soyghurt is due to the growth of lactic acid bacteria. Based on sensory analysis, commercial starter culture produced the best yoghurt and soyghurt rather than the back-slope method in sensory attributes of taste, aroma, and texture. In addition, the color of soyghurt products appeared to be darker than yoghurt products
Analisis Perbandingan Kehandalan Data Hujan GSMaP, TRMM, GPM dan PERSIANN Terhadap Data Obsevasi Dalam Rentang Waktu Penelitian 2020 - 2021: Comparative Analysis of GSMaP, TRMM, GPM and PERSIANN Rain Data Reliability Against Observation Data in the 2020 - 2021 Research Time Range
Abstract: The utilization of rain data from satellites can be used at points that are not caught by the observation rainfall measuring station. By comparing satellite rain data and observational rain data from previous studies from 2020 to 2021 in every region in Indonesia, the effectiveness of satellite data can be known. From the studies that have been carried out, it was found that rainfall data from GSMaP has a significant advantage in global research locations over observation data. With 7 (seven) studies using the Pearson correlation method, K-means clustering on blending data, RMSE, direct visual analysis on maps, Standardized Precipitation Index (SPI), descriptive analysis method with reference, field data with statistical average rainfall variability and simulation. Weather Research and Forecasting Advance Research (WRF-ARW) version 4.0 proves the reliability of the data. In addition, research using TRMM data shows the accuracy of observation data in the Central Java area, and also West Papua, while the GPM and PERSIANN rainfall data have accuracy in the East Nusa Tenggara area on a monthly scale. Although it has a fairly good spatial, no research represents the superiority of CHIRPS rainfall data in the range of years from observation.
Keywords: BMKG, Rain data, GSMaP, Indonesia, Satellite
Abstrak: Pemanfaatan data hujan dari satelit dapat digunakan pada titik-titik yang tidak tertangkap oleh stasiun pengukur curah hujan observasi. Dengan dilakukannya perbandingan antara data hujan satelit terhadap data hujan observasi dari penelitian terdahulu dalam rentang waktu tahun 2020 hingga 2021 pada setiap daerah di Indonesia, maka keefektifan data satelit dapat diketahui. Dari kajian yang telah dilakukan, didapatkan bahwa data hujan dari GSMaP memiliki keunggulan yang cukup signifikan pada lokasi penelitian global terhadap data observasi. Dengan 7 (tujuh) penelitian yang menggunakan metode korelasi pearson, K-means clustering pada data blending, RMSE, analisis penglihatan langsung pada peta, Standardized Precipitation Index (SPI), metode analisis deskriptif dengan referensi, data lapangan dengan variabilitas curah hujan statistik rata-rata dan Simulasi Weather Research and Forecasting Advance Research (WRF-ARW) versi 4.0 membuktikan kehandalan data tersebut. Selain itu penelitian yang menggunakan data TRMM menunjukkan keakuratan terhadap data observasi di daerah Jawa Tengah, dan juga Papua Barat, sedangkan data curah hujan GPM dan PERSIANN memiliki keakuratan pada daerah Nusa Tenggara Timur pada skala bulanan. Meskipun memiliki spasial yang cukup baik, namun belum ada penelitian yang mewakili keunggulan data curah hujan CHIRPS pada rentang tahun pengamatan.
Kata Kunci : BMKG, Data hujan, GSMaP, Indonesia, Sateli
KARAKTERISTIK AGROINDUSTRI KERIPIK DAN MINIATUR MOBIL-MOBILAN DI DESA SUNGAI LANGKA
Agroindustrial activities have an important role to support the agricultural sector both from an economic and social perspective. This is supported by the superior characteristics possessed by agroindustry, namely the use of raw materials from natural resources available locally. Sungai Langka Village is one of the villages that has agricultural potential that can support the development of agro-industrial areas. The purpose of this study was to determine the characteristics of agro-industry activities in Sungai Langka Village. This research uses descriptive qualitative method which is supported by quantitative method. The results reveals that there are two types of agro-industry activities that developed in Sungai Langka Village, namely chips agro-industry and mini-cars agro-industry. Agroindustry in Sungai Langka Village is dominated by small scale and households, with the highest participation being dominated by men at 89 percent, but it is also inseparable from the contribution of women, the majority of business actors have low to moderate levels of education, and raw materials are mostly obtained from local and a small number of non-local, the scope of marketing has reached national level, and there are several institutions that play a role in the development of agro-industry in Sungai Langka Village such as the government, organizational human initiatives, Bank BRI, and et
Studi Awal Kualitas Cekungan Air Tanah (CAT) Bandar Lampung dalam Pemenuhan Kebutuhan Air untuk Masyarakat
Bandar Lampung merupakan salah satu kota besar di Indonesia. Kebutuhan air bersih Bandar Lampung meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan kegiatan industri. Suplai air yang dilakukan oleh PDAM Way Rilau hanya dapat melayani 32% dari total penduduk Bandar Lampung. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar penduduk Bandar Lampung mengambil air tanah untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi air tanah di CAT Bandar Lampung, baik kuantitas maupun kualitas. Jumlah sampel yang digunakan yaitu sebanyak 15 sampel. Berdasarkan hasil analisis kimia air tanah yang diplotkan dalam diagram piper, diketahui bahwa fasies hidrogeokimia pada daerah penelitian terdiri dari dua jenis yaitu berjenis natrium bikarbonat dan magnesium bikarbonat. Tipe air bikarbonat mengindikasikan air tanah berasal dari air tanah yang dangkal. Sedangkan kation berupa magnesium dan natrium mengindikasikan air tanah tersebut mengalir melalui jenis batuan yang berbeda. Kandungan nitrat hasil analisis memiliki nilai maksimal sebesar 0,85 mg/L, sedangkan nilai minimal sebesar 0,24 mg/L, dan nilai rata-rata sebesar 0,6 mg/L. Berdasarkan nilai kandungan nitrat tersebut, air tanah pada sample yang diambil berada di bawah nilai baku mutu mengacu pada Permenkes No. 492/MENKES/PER/IV/2010 sebesar 50 mg/L
Karakteristik Geodinamika Periodik Di Provinsi Lampung Dari Pengukuran GNSS Kontinu Selama Satu Bulan Pada Tahun 2018
Geodinamika periodik merupakan fenomena yang diamati untuk mempelajari perilaku bumi. GNSS dapat digunakan untuk mengamati fenomena periodik tersebut. Fenomena periodik diteliti karena memiliki kegunaan dalam hal sistem referensi dan menjadi koreksi agar dapat memperoleh pergerakan fenomena sekuler dan episodik yang lebih akurat. Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik geodinamika periodik di Provinsi Lampung. Data GNSS yang digunakan pada penelitian ini adalah data kontinu selama satu bulan pada Januari 2018 pada titik TJKG di Natar dan titik KRUI di Krui yang berada pada pesisir yang menghadap samudra. Pengolahan data GNSS menghasilkan solusi koordinat titik untuk setiap menit dengan strategi Precise Point Positioning (PPP) dan metode absolut kinematik dengan tidak menggunakan model geodinamika periodik. Hasil pengolahan dilakukan analisis data 24 jam dan analisis data 31 hari, serta analisis pada domain frekuensi yang didapatkan dari hasil transformasi Fourier. Kekuatan fenomena periodik di KRUI lebih besar dibandingkan titik TJKG yang disebabkan posisi titik KRUI yang lebih dekat dengan samudra. Fenomena geodinamika periodik yang teridentifikasi pada kedua titik tersebut adalah fenomena diurnal dengan periode 24 jam, fenomena semidiurnal dengan periode 12 jam, dan fenomena fortnightly dengan periode 15 hari
Analisis Sensori Varian Minuman Pala (Myristica argentea Warb) yang dikombinasikan dengan Ekstrak Kopi (Coffea Canephora) dan Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum burmannii)
Minuman herbal seperti minuman daging buah pala memiliki khasiat dan berguna bagi tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesukaan masyarakat kabupaten Fakfak terhadap minuman pala yang dikombinasikan dengan ekstrak kopi dan juga ekstrak kayu manis. Penelitian ini meliputi uji pH, uji konsentrasi gula, dan uji organoleptik (rasa, aroma, warna, dan kemanisan). Formulasi varian minuman pala terdiri dari 4 varian, yaitu minuman pala original pekat (A), original encer (B), minuman pala ekstrak kopi (C), dan minuman pala ekstrak kayu manis (D). Rancangan penelitian menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL). Hasil sidik ragam (ANOVA) uji organoleptik menunjukkan tidak ada beda nyata antara semua varian minuman pala. Akan tetapi, formula penambahan ekstrak kopi (C) merupakan formula terbaik dimana skor rasa, aroma, warna dan kemanisan secara berturut-turut adalah 4,14; 4,04; 4,00; dan 4,00 (suka). Formulasi terbaik selanjutnya yaitu formulasi minuman pala original pekat (A) dengan skor rerata untuk rasa, aroma, warna, dan kemanisan adalah 4,00; 3,96; 3,72; dan 3,83 (mendekati suka). Varian minuman pala ekstrak kayu manis merupakan formulasi paling tidak disukai oleh penelis untuk semua parameter, skor penilaian panelis untuk parameter rasa, aroma, warna, dan kemanisan secara berturut-turut adalah 3,81; 3,68; 3,63; dan 3,71 (mendekati suka)