UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam
Not a member yet
    1356 research outputs found

    Perawi Non-Sunnnnī dalam S}ah}īh} Al-Bukhārī (Menemukan Nilai-nilai Toleransi dalam Ketatnya Kajian tentang Hadis Nabi)

    Get PDF
    S}ah}i>h} al-Bukha>ri> is a masterpiece in hadith’s field that known as the most authentic among others (beside Koran). There are some reasons for the extraordinary. One of them is the tight of the author (al-Bukhārī) on sorting out the sanads between him and the other narrators (ruwāh) who are related to the Prophet. However, it can’t be denied that apparently, some of the narrators follow the different sect (Shiah etc.) with the sect that al-Bukhārī do (Sunnī). Therefore, it can be understood that there are still some tolerance on the tight of his study for hadith. If we deepen, it can be concluded that this tolerance basically could be applied in the early context, that is in the plural life- the awareness of plurality, the field separation (secred and profane) and credibelity of each person.Keywords: Nilai-nilai Toleransi, Non-Sunnī, S}ah}i>h} al-Bukhārī

    KERJASAMA EKONOMI LINTAS IMAN: Studi terhadap Peran Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB) Yogyakarta dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Lereng Merapi

    Get PDF
    Indonesia adalah negara multi religi. Ada beragam agama yang hidup dantumbuh di bumi nusantara. Realitas keagamaan yang beragam ini tentu sajasangat rentan terhadap munculnya konflik dan kekerasan berbasis agama.Untuk itu, dialog agama merupakan sebuah keniscayaan untuk membangunharmoni antarumat beragama. Dialog antarumat beragama tidak sematamataberupa dialog teologis (theological dialogue), namun juga dapat berwujuddialog aksi bersama (dialogue in action). Salah satu contoh masyarakatyang telah melakukan dialog aksi adalah masyarakat Desa Girikerto, Sleman,Yogyakarta. Meskipun berbeda agama dan keyakinan, mereka dapat hidupdengan rukun, harmonis, dan damai. Kehidupan beragama yang harmonistersebut antara lain disebabkan oleh terselenggaranya dialog aksi, yaitukerjasama ekonomi lintas iman yang diinisiasi oleh Forum Persaudaraan UmatBeriman (FPUB).Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kualitatif denganpendekatan sosiologis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalahobservasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menemukan bahwa FPUB memiliki peran dan kontribusiyang cukup besar dalam membangun budaya damai di lereng Merapi. Perandan kontribusi tersebut tidak terbatas hanya dalam hal toleransi dan dialogantarumat beragama an sich, tetapi juga menginisiasi kerjasama ekonomilintas iman. Kerjasama ekonomi lintas iman yang paling menonjol yang diinisiasioleh FPUB adalah usaha peternakan kambing etawa di Dukuh Kemirikebo,Desa Girikerto. Selain itu, FPUB bersama Gereja Somohitan juga menginisiasisejumlah kegiatan untuk memperbaiki ekonomi masyarakat dengan mengadakanpelatihan penanaman cabe dan sayuran, pembuatan kolam lele dari terpal,penggadhuhan kambing gulir, pembesaran anak itik untuk menjadi bebekpedaging

    The Concept of Muzāra‘ah and Its Implications on Socio-Economic of Society in Cianjur, West Java

    Get PDF
    Indonesia is an agricultural country because most of the population has a livelihood in agriculture. In addition, agriculture is the second largest contributor to national economic growth and Gross Domestic Product (GDP). Rural areas have vast agricultural land, but not all communities have land so most farmers work on land owned by other people and then get a share of the results by a variety of methods. The research objective is to analyze the implementation of muẓāraʻah contract based on Law No. 2 of 1960 and Islamic law and It’s implications for the socio-economic life of the society in Cianjur. Data collection was carried out using the method of observation, interview and documentation (library) and data analysis deductively, inductively and comparatively, then presented in a qualitative descriptive manner. The population in this study was 120 people, and the study sample was 12 people (10%) who were selected by purposive sampling method. The results of the research are (1) the implementation of muẓāraʻah contract in Cianjur, West Java is not fully in accordance with Law No. 2 of 1960 and Islamic law, (2) The implications of muẓāraʻah on the economic life of farmers are the fulfillment of ḍarūriyyah needs, namely consumption and secondary education, while landowners can meet more complex needs., including fulfillment of ḍarūriyyah, can allocate part of the funds to go on pilgrimage, charity to other people in need. And (3) The Implications of muẓāraʻah contract on the social life of society is a concern between landowners and farmers that is realized by helping each other when in trouble. However, attention from the government is still needed to ensure good relations between the two parties that are cooperating.[Indonesia merupakan negara agraris karena sebagian besar penduduk mempunyai pencaharian di bidang pertanian. Selain itu, pertanian merupakan kontributor kedua terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan Produk Domestik Bruto (PDB). Daerah pedesaan mempunyai lahan pertanian yang sangat luas, namun tidak semua masyarakat mempunyai lahan sehingga sebagian besar petani menggarap lahan milik orang lain kemudian mendapatkan bagi hasil dengan metode yang beragam. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pelaksanaan konsep muẓāraʻah berdasarkan UU No. 2 Tahun 1960 dan hukum Islam dan implikasinya terhadap kehidupan social ekonomi masyarakat di Cianjur. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi (perpustakaan) dan analisis data secara deduktif, induktif dan komparatif, kemudian disajikan secara deskriptif kualitatif. Jumlah populasi dalam penelitian ini 120 orang, dan sampel penelitian sebanyak 12 orang (10%) yang dipilih dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian adalah (1) pelaksanaan perjanjian bagi hasil akad muẓāraʻah di Cianjur belum sepenuhnya sesuai dengan UU No. 2 Tahun 1960 tentang perjanjian bagi hasil lahan pertanian dan hukum Islam dalam kerjasama pertanian. Hambatan dalam melaksanakan peraturan No 2 Tahun 1960 dan hukum Islam dalam kerjasama pertanian adalah tidak ada sosialisasi dari pihak manapun terkait UU No. 2 Tahun 1960 tentang perjanjian bagi hasil tanah pertanian dan hukum Islam dalam kerjasama pertanian. Adanya kebiasaan-kebiasaan yang telah berlangsung turun temurun. (2) Implikasi akad muẓāraʻah terhadap kehidupan ekonomi petani adalah pemenuhan kebutuhan ḍarūriyyah yaitu konsumsi dan pendidikan keturunanya, sedangkan pemilik lahan dapat memenuhi kebutuhan yang lebih kompleks, antaranya pemenuhan ḍarūriyyah, dapat mengalokasikan sebagian dana untuk pergi haji, bersedekah dan zakat kepada orang lain yang membutuhkan. Dan (3) Implikasi akad muẓāraʻah kehidupan sosial adalah adanya kepedulian antara pemilik lahan dan petani yang diwujudkan dengan saling membantu ketika dalam kesulitan. Namun demikian, perhatian dari pemerintah tetap diperlukan untuk menjamin hubungan baik antara kedua belah pihak yang bekerjasama.

    DISTINGSI KEILMUAN SOSIOLOGI AGAMA (Sejarah Perkembangan, Epistemologi, dan Kontribusi Praksis)

    Get PDF
    Sociology studies of religion today have developed in various Islamic colleges in Indonesia. As a science developed in universities, the sociology of religion is built with a strong epistemological foundation. Unlike the sociology of religion developed from sociology in public universities, the sociology of religion in Islamic higher education is also influenced by the Comparative Science of Religion or the Study of Religions. The following article describes the development of religious sociology studies at the UIN Sunan Kalijaga which is distinctive. The distinction of the study of the sociology of religion is influenced by the history of the development of religious sociology study programs and the praxis of religious sociology to solve social and religious problems in Indonesia. Studi sosiologi agama dewasa ini telah berkembang di berbagai perguruan tinggi agama Islam di Indonesia. Sebagai ilmu pengetahuan yang dikembangkan di perguruan tinggi,  maka sosiologi agama dibangun dengan landasan  epistemologi yang kuat. Berbeda dengan sosiologi agama yang dikembangkan dari ilmu sosiologi yang ada di perguruan tinggi umum, sosiologi agama di perguruan tinggi agama Islam juga dipengaruhi oleh Ilmu Perbandingan Agama atau Studi Agama-agama. Tulisan berikut mendeskripsikan tentang perkembangan studi sosiologi agama di UIN Sunan Kalijaga yang bersifat distingtif. Distingsi kajian sosiologi agama tersebut dipengaruhi oleh sejarah perkembangan program studi sosiologi agama dan kebutuhan praksis sosiologi agama untuk menyelesaikan problem sosial keagamaan di Indonesia

    Back Matter

    No full text

    KEARIFAN LINGKUNGAN BERBASIS AGAMA (Studi Etnoekologi Komunitas Nelayan Di Pesisir Banyutowo Dukuhseti Pati)

    No full text
    Kondisi ekologis pesisir Banyutowo saat ini mengkhawatirkan. Krisis yang dialami di antaranya berupa pencemaran limbah rumah tangga, penumpukan sampah, dan sedimentasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kearifan lingkungan pada komunitas nelayan dan masyarakat di pesisir Banyutowo dalam menumbuhkan tanggung jawab terhadap lingkungan. Desa banyutowo merupakan salah satu desa di Dukuhseti Pati Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berorientasi pada hasil observasi, dokumentasi, dan interview mendalam dengan para informan di Banyutowo. Data kemudian diklasifikasikan dan dianalisis menggunakan pendekatan etnoekologi, yang bertujuan untuk mengkaji pengetahuan lokal mengenai interaksi masyarakat lokal dengan lingkungannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kearifan lingkungan pada komunitas nelayan dan masyarakat pesisir Banyutowo terbentuk dengan adanya solidaritas sosial, ritual sedekah laut, dan tradisi lokal lainnya. Tradisi tersebut diyakini sebagai tradisi lokal yang tidak bisa dihilangkan. Adapun makna sedekah laut bagi orang-orang pesisir Banyutowo tidak hanya ritual kebudayaan saja, tetapi sebagai sarana untuk memperoleh keselamatan dan menjaga keseimbangan alam. Selain itu,  nilai-nilai yang terkandung dalam ritual sedekah laut, meliputi  nilai-nilai agama, sosial kemasyarakatan, ekonomi, dan pendidikan.Key Words: Kearifan lingkungan, Komunitas Nelayan, Etnoekologi, Pesisir Banyutow

    KEDUDUKAN YESUS DALAM AJARAN KRISTEN SAKSI YEHUWA

    Get PDF
    Abstrak:Ajaran Kristen mainstream mengimani dogma Tritunggal, di mana Allah, Yesus Kristus, dan Roh Kudus adalah sama-sama Allah. Ketiga pribadi itu adalah pribadi Allah, dan ketiga pribadi tersebut adalah Allah. Terdapat aliran Kristen yang bernama Saksi-Saksi Yehuwa yang menolak dogma Tritunggal, yang berarti menolak ketuhanan Yesus. Menurut Saksi-Saksi Yehuwa, Tuhan itu Satu bernama Yehuwa. Hanya Yehuwa Yang Maha Kuasa dan Pencipta. Konsekwensinya, Yesus bukanlah Tuhan karena ia diciptakan atau makhluk. Yesus adalah seorang messiah. Ia pada awalnya adalah makhluk roh (malaikat) dan ciptaan Yehuwa pertama yang hidup sangat lama di surga. Yesus kemudian diutus Yehuwa dan menjadi manusia di dunia, untuk melaksanakan misi-penebusan dosa asal manusia, karenanya ia adalah tebusan. Dalam matinya sebagai tebusan, Yesus mati bukan di salib. Akan tetapi, ia dibunuh pada tiang kayu. Tiga hari setelah mati, Yesus dibangkitkan kembali ke surga dan menjadi Raja dari Kerajaan Allah yang sudah memerintah kembali pada tahun 1914, setelah terhentu selama tujuh masa. Kata Kunci: Saksi-Saksi Yehuwa, Tritunggal, Yesus

    Kesejarahan Hadis dalam Tinjauan Teori Common Link

    Get PDF
    This study entitled Kesejarahan Hadis Tinjauan Teori Common Link. The background of the study is study of authenticity, origin, and history of hadith has become an interesting topic and even a debate from the beginning of Islam until now. Interesting and a debate because it concerns the authenticity of Islamic teachings. Among the new theories and worldviews in contemporary criticism of contemporary hadith are the common link theory. For it is formulated the purpose of this study is to find out how to work and understand the implications of the theory of common links to the historic Hadith of the Prophet. The results of this study indicate that the common link theory impacts on the source or origin of hadith based on whom. Differences in interpreting common links determine which hadith comes from whom. Penelitian ini berjudul "Kesejarahan Hadis Hadiah Teori Common Link". Latar belakang penelitian untuk mengetahui keaslian, asal, dan sejarah hadis telah menjadi topik yang menarik dan bahkan menjadi perdebatan sejak awal Islam hingga sekarang. Menarik dan menjadi perdebatan karena menyangkut keaslian ajaran Islam. Di antara teori-teori baru dan pandangan dunia dalam kritik kontemporer hadis  adalah teori common link. Oleh karena itu dirumuskan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara kerja dan memahami implikasi dari teori common link dengan historisitas hadis Nabi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teori common link berdampak pada sumber atau asal-usul hadis yang didasarkan pada siapa (rawi atau nabi). Perbedaan dalam menafsirkan common link menentukan sebuah hadis berasal dari siapa.

    Menyikapi Fenomena Labelling Olok-olok Politik di Media Sosial Perspektif Hadis Nabi

    Get PDF
    This article discusses the case of social labelling in social media in relation to recent political issues. This case is increasing among Indonesian people since 2014 general election up to date which gives bad effects to society. This article explains the case in more detail by using social sciences theories. Then it takes hadith as inspiration to solve the case by using paradigm method which is introduced by Kuntowijoyo. Users of netizen, practically, collaborates both of hadith and alquran to get comprehensive argument. In short, this article finds some ways to face the case of labelling in social media in relation to politic issues, people are communicating respectly with others; keeping good attitude in social media includes avoiding to give bad titles (labelling) to others; saying or doing nothing for unable to say or do good things; and supporting the candidates wisely to reject “fanaticsm”.  AbstrakArtikel ini mendiskusikan problem sosial tentang labelling olok-olok politik di media sosial yang massif terjadi dewasa ini di tengah-tengah hiruk pikuk menyambut pesta demokrasi akbar Indonesia 2019. Gegap gempita masyarakat Indonesia dalam menjamu momentum “gadang” tersebut sangat luar biasa. Antusiasme tersebut patut diacungkan jempol. Namun di sisi lain, antusiasme berlebihan tersebut justru menimbulkan kegaduhan di media sosial yang berdampak di kehidupan nyata. Sebut saja perilaku labelling olok-olok politik antara simpatisan pendukung dari partai dan calon pemimpin. Perilaku labelling ini pada gilirannya menimbulkan gesekan dan perpecahan di masyarakat. Artikel inimeninjau fenomena tersebut dari perspektif ilmu sosial (labelling theory, sensate culture theory dan tindakan sosial). Kemudian tulisan ini menggali inspirasi-inspirasi hadis nabi untuk menyikapi fenomena ini dengan pendekatan teori Paradigma Kuntowijoyo di mana hadis dijadikan sebagai paradigma. Dalam menyikapi labelling olok-olok politik di media social artikel ini menemukanetika baik dalam berkomunikasi seperti memberikan label atau julukan yang baik, berkata positif, diam, dan mendukung (mencintai calon pemimpin) sewajaranya agar tidak jatuh ke dalam sikap fanatisme buta

    KEBEBASAN EKSPRESI KEAGAMAAN DI JOGJA CITY OF TOLERANCE (STUDI KASUS TOLERANSI DAN INTOLERANSI DI BALIK PLANK “TERIMA KOST PUTRA MUSLIM/PUTRI MUSLIMAH”)

    Get PDF
    Jogja City of Tolerance proceed approximately twelve years. But, discriminate based on religion still happen. On the one side it was human rights, but in the other side it taked another human rights. In the case of some boarding houses sometimes the owner put sentence such as “kost putri muslimah” in front of the homestay to informate someone who will rent. It can be assumtion that different religion couldn’t be the tenant for this boarding houses. Whereas city of tolerance could be assumed that the member of city had multiculturalism perspective. Parekh affirmed that significant aspect of multikulturalism was politic of recognition. Accordingly, this paper will answer two question: firstly, why sentence such as “kost putri muslimah” put in some boarding houses; secondly, how tolerance means in this context. The answer explanation of two questions above was got from interview and photo documentation of boarding houses in Sleman and Kota Yogyakarta. It analyzed using Parekh’s theory, politic of recognition in multiculturalism. Based on the research, result was got that the owner of boarding houses have several reasons put the sentence. Firstly, they had trauma with different etnicity. So, sensitivity of religion was used to safe. Secondly, they lived together with the tenant and they had education vision to the them. Therefore, tolerance has its context. The recognition to the other depends on their interest as the owner to keep their environtment. In this context human rights relates to other human rights in togetherness. Human right could do in general

    1,021

    full texts

    1,356

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!