Indonesian Journal of Oil Palm Research / Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Not a member yet
    150 research outputs found

    Analisis Single Nucleotide Polymorphism (SNP) Gen Laccase-24 (EgLCC24) dalam Ketahanan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) terhadap Ganoderma boninense

    Full text link
    Ganoderma boninense attack and its rapid spread in oil palm plantations have caused significant economic losses. The use of Ganoderma resistant plant materials can be a solution, but the allelic segregation that occurs causes not all DxP progeny obtained have the nature of resistance to Ganoderma. The role of molecular markers is needed to assist initial selection of Ganoderma resistant DxP progenies in nurseries. This study aims to identify targeted SNP markers from the Laccase-24 gene (EgLCC24), which is thought to play a role in oil palm resistance to Ganoderma. Three oil palm DxP populations were used in this study, namely populations A, B, and C. Ganoderma screening in nurseries was carried out on these three populations to obtain progeny samples with resistant and susceptible phenotypes, which were then further analyzed. The methods used include SNP analysis and the use of SNAP primers for marker development. The SNP differences obtained from this study led to amino acid changes, but did not cause stop codons. The validation results using SNAP primers on the Laccase-24 gene showed that DxP progeny from populations A, B, and C relatively have moderate allele characteristics of Ganoderma resistance.Serangan Ganoderma boninense dan penyebarannya yang cepat di perkebunan kelapa sawit telah menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan. Penggunaan bahan tanaman tahan Ganoderma dapat menjadi solusi, tetapi segregasi alel yang terjadi menyebabkan tidak semua progeni DxP yang diperoleh memiliki sifat ketahanan terhadap Ganoderma. Peran marka molekuler diperlukan untuk membantu seleksi awal progeni DxP yang tahan Ganoderma di pembibitan. Penelitian ini bertujuan mencari marka SNP tertarget dari gen Laccase-24 (EgLCC24), yang sebelumnya diduga berperan dalam ketahanan kelapa sawit terhadap Ganoderma. Penelitian ini menggunakan tiga populasi DxP kelapa sawit, yaitu populasi A, B, dan C. Penapisan Ganoderma di pembibitan dilakukan pada ketiga populasi ini untuk meperoleh sampel progeni dengan fenotipe tahan dan fenotipe rentan, yang kemudian dianalisis lebih lanjut. Metode yang digunakan mencakup analisis SNP hingga pemanfaatan primer SNAP untuk pengembangan marka. Perbedaan SNP yang diperoleh dari penelitian ini menyebabkan perubahan asam amino, namun tidak sampai menyebabkan stop kodon. Hasil validasi menggunakan primer SNAP pada gen Laccase-24 menunjukkan bahwa progeni DxP populasi A, B, dan C relatif memiliki karakteristik alel moderat tahan Ganoderma

    The Impact of Enhancing CPO Productivity and Production Capacity in the CPO Downstream Industry on Indonesian Biodiesel Production

    Full text link
    Biodiesel adalah bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari pengolahan minyak sawit. Berdasarkan kapasitas produksi, biodiesel menempati posisi kedua tertinggi produk turunan minyak sawit setelah minyak goreng, yaitu sebesar 11.4 juta ton, minyak goreng sebesar 15.3 juta ton, sabun dan detergen sebesar 3.6 juta ton, oleokimia dasar sebesar 1.7 ton dan margarin/shortening sebesar 0.8 juta ton (Ditjenbun, 2019). Dengan kapasitas industri hilir yang demikian, industri hilir minyak sawit domestik diperkirakan sudah mampu mengolah sekitar 32 juta ton CPO. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi, produktivitas dan supply demand CPO serta supply demand Biodiesel; (2) Menganalisis dampak harga permintaan minyak mentah Indonesia terhadap industri biodiesel Indonesia; (3) Menganalisis dampak peningkatan produktivitas dan kapasitas produksi CPO pada industri hilir CPO terhadap produksi biodiesel Indonesia. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penerapan kebijakan DMO melalui peningkatan permintaan minyak sawit oleh industri biodiesel sebesar 10% berdampak terhadap meningkatnya harga riil domestik minyak sawit sebesar 0.006% sehingga menyebabkan peningkatan terhadap permintaan domestik minyak sawit Indonesia sebesar 0.05% dengan peningkatan permintaan minyak sawit oleh industri biodiesel sebesar 0.007%, permintaan minyak sawit oleh industri lain sebesar 0.001%. Peningkatan kebijakan DMO berdampak juga terhadap peningkatan produksi biodiesel sebesar 0.85% sehingga penawaran domestik biodiesel Indonesia meningkat sebesar 16.7%, ekspor biodiesel meningkat sebesar 6.88% dan terjadi penurunan harga riil domestik biodiesel sebesar 2.34%. Dampak peningkatan kapasitas produksi biodiesel maka permintaan terhadap biodiesel akan meningkat sehingga produksi bahan baku biodiesel yaitu minyak sawit akan meningkat. Dengan peningkatan produksi minyak sawit tersebut maka akan berdampak terhadap penawaran minyak sawit dan pemerintah akan melakukan ekspor yang lebih tinggi lagi.Biodiesel is an alternative fuel produced from palm oil processing. Based on production capacity, biodiesel is the second highest palm oil-derived product after cooking oil, at 11.4 million tons, cooking oil at 15.3 million tons, soap and detergent at 3.6 million tons, basic oleochemicals at 1.7 tons and margarine/shortening at 0.8 million tons (Ditjenbun 2019). With such downstream industry capacity, the domestic palm oil downstream industry is estimated to be able to process around 32 million tons of CPO. The simulation results show that the implementation of the DMO policy through an increase in palm oil demand by the biodiesel industry by 10% has an impact on increasing the domestic real price of palm oil by 0.006%, causing an increase in the domestic demand for Indonesian palm oil by 0.05% with an increase in palm oil demand by the biodiesel industry by 0.007%, palm oil demand by other industries by 0.001%. The increase in the DMO policy also impacts biodiesel production by 0.85% so that Indonesia's domestic biodiesel supply increases by 16.7%, biodiesel exports increase by 6.88% and there is a decrease in the domestic real price of biodiesel by 2.34%. The impact of increasing biodiesel production capacity is that the demand for biodiesel will increase so that the production of biodiesel raw materials, namely palm oil, will increase. With the increase in palm oil production, it will have an impact on the supply of palm oil and the government will export even higher

    Pengeluaran R&D dan Kinerja PerusahPengeluaran R&D dan Kinerja Perusahaan Perkebunan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), 2019–2023aan Perkebunan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), 2019–2023

    No full text
    This study investigates the impact of R&D expenditure and firm characteristics on the financial performance of Indonesian plantation companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2019 to 2023, using quantile regression analysis. Return on Equity (ROE) serves as the performance metric across the 25th, 50th, and 75th quantiles. The results show that R&D expenditure has a significantly negative effect at the median quantile, while Debt to Equity Ratio (DER) negatively affects ROE at both lower and median quantiles. Capital Intensity and Firm Size do not show significant effects, whereas Firm Age has a slight positive effect in the upper quantile. These findings suggest that while R&D investments may burden short-term profitability, they remain essential for long-term performance if managed strategically. The study highlights the importance of partnerships with credible R&D institutions, technological adoption, and government support to overcome sector-specific limitations. Limitations include the sector-specific focus and lack of qualitative dimensions, indicating the need for broader and mixed-method research in the future. Moreover, given the five-year observation period and limited sample size, the findings should be interpreted cautiously and are not intended to be generalized beyond the observed context.Penelitian ini menganalisis pengaruh pengeluaran R&D dan karakteristik perusahaan terhadap kinerja keuangan perusahaan perkebunan Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019 hingga 2023 dengan menggunakan analisis regresi kuantil. Return on Equity (ROE) digunakan sebagai indikator kinerja pada kuantil ke-25, ke-50, dan ke-75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran R&D memiliki pengaruh negatif yang signifikan pada kuantil median, sementara Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif terhadap ROE pada kuantil bawah dan median. Capital Intensity dan Ukuran Perusahaan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, sedangkan Umur Perusahaan memberikan pengaruh positif kecil pada kuantil atas. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun investasi R&D dapat membebani profitabilitas jangka pendek, investasi tersebut tetap penting untuk kinerja jangka panjang jika dikelola secara strategis. Studi ini menekankan pentingnya kemitraan dengan lembaga R&D yang kredibel, adopsi teknologi, dan dukungan pemerintah untuk mengatasi keterbatasan sektoral. Keterbatasan studi ini mencakup fokus sektoral dan tidak digunakannya pendekatan kualitatif, sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan pendekatan yang lebih luas dan metode campuran. Selain itu, mengingat periode observasi yang hanya lima tahun dan ukuran sampel yang terbatas, temuan penelitian ini sebaiknya ditafsirkan secara hati-hati dan tidak dimaksudkan untuk digeneralisasi di luar konteks yang diamati

    Microorganism Identification of Contaminant on Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq.) Tissue Culture

    Full text link
    Salah satu kendala kultur jaringan kelapa sawit yaitu adanya risiko kontaminasi mikroorganisme pada setiap prosesnya. Kontaminasi mikroorganisme pada proses kultur dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan eksplan bahkan kegagalan tumbuh. Jenis – jenis kontaminasi yang sering ditemukan dalam kultur jaringan adalah bakteri dan jamur. Mikroorganisme kontaminan dapat tumbuh dengan baik pada media kultur jaringan karena terdapat kandungan nutrisi didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kontaminasi mikroorganisme pada kultur jaringan kelapa sawit sehingga dapat ditentukan pengendalian kontaminasi yang sesuai dan tepat sasaran. Metode penelitian menggunakan metode purposive samping yang meliputi kriteria sampel, seleksi sampel, verifikasi sampel yang selanjutnya dilakukan isolasi, pemurnian, serta identifikasi dan pengamatan mikroskopik/makroskopik. Hasil penelitian menunjukan dua genus teridentifikasi dari isolat fungi yaitu Aspergillus sp. dan Penicillium sp. melalui pengamatan mikroskop dengan perbesaran 1000x. Selain itu, isolat bakteri teridentifikasi 4 isolat Gram negatif dan 1 isolat Gram positif melalui uji gram menggunakan KOH 3%. Kelimpahan tertinggi isolat bakteri terdapat pada sampel 3 dengan nilai 2,9 x 105 CFU/mL. Morfologi mikroskopik teridentifikasi bulat (coccus), batang (basil) dan spiral. Pengendalian mikroorganisme dilakukan dengan penggunaan antibiotik yaitu Tetracycline, Ciprofloxacin, dan Kanamycin serta penggunaan antifungal yaitu fluconazole dan ketoconazole. Pencegahan mikroorganisme dilakukan dengan sterilisasi alat dan bahan, pemilihan zat sterilan, teknik sterilisasi, kondisi ruang kultur yang bersih, pemantauan dan pemisahan kultur terkontaminasi secara berkala.The issue of oil palm tissue culture is that the risk of microorganism contamination in its every process. Microorganism contamination can hinder the growth and development of explants, even causing them to fail to grow. The mostly types of contamination found in tissue culture are bacteria and fungi. Contaminating microorganisms can thrive in tissue culture media due to the presence of nutrients. This research aims to determine the type of contamination in oil palm tissue culture and, if necessary in the future, determine the use of antibiotics as a preventive measure against contamination in the tissue culture process. The research methods used purvosive sampling which included sample criteria, sample selection, sample verification followed by isolation, purification, and microscopic/macroscopic observation. The results revealed two genera from fungal isolates, namely Aspergillus sp. and Penicillium sp. through microscope observation with 1000x magnification. Additionally, four bacterial isolates were identified as gram-negative and one as gram-positive through the gram test using 3% KOH. The highest abundance of bacterial isolates was shown in sample 3, with 2,9 x 105 CFU/mL. Microscopic morphology included round (coccus), rod-shaped (bacillus), and spiral shapes. To control the microorganisms, antibiotics such as Tetracycline, Ciprofloxacin, and Kanamycin, as well as antifungals like fluconazole and ketoconazole. To prevent microorganisms is managed by sterilizing tools and materials, selecting sterilant substances, sterilization techniques, clean culture room conditions, monitoring and periodically removing contaminated cultures

    Penilaian Tingkat Keberlanjutan Usaha Perkebunan Sawit Rakyat dengan Aplikasi Metode RAPPO di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara

    Full text link
    The existence of smallholder oil palm plantations plays a central role in the growth of oil palm plantation area in Indonesia. However, smallholder oil palm plantations still face major challenges related to productivity and sustainability. This study aims to assess the sustainability level of certified and non-certified smallholder oil palm plantations in Simalungun District, North Sumatra, using the Rapid Appraisal for Palm Oil (RAPPO) method. The analysis was based on four dimensions of sustainability: economic, social, ecological and institutional. The results show that certified smallholders have a better level of sustainability compared to non-certified smallholders. The cumulative sustainability score for certified smallholders is 67.71 (moderately sustainable), while non-certified smallholders only reach 47.45 (less sustainable). The institutional dimension is a differentiating factor, where certified smallholders benefit from farmer groups and cooperatives in the form of counseling, market access, and the application of sustainable cultivation techniques. Therefore, efforts to strengthen institutions through increased participation in farmer groups and cooperatives, as well as continuous counseling, are strategic steps in improving the sustainability of smallholder oil palm plantation businesses in Simalungun District.Eksistensi perkebunan sawit rakyat memegang peran sentral dalam pertumbuhan luas lahan perkebunan sawit di Indonesia. Namun, perkebunan sawit rakyat masih menghadapi tantangan besar terkait produktivitas dan keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat keberlanjutan pekebun sawit rakyat bersertifikasi dan non-sertifikasi di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, dengan menggunakan metode Rapid Appraisal for Palm Oil (RAPPO). Analisis dilakukan berdasarkan empat dimensi keberlanjutan, yaitu ekonomi, sosial, ekologi, dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekebun bersertifikasi memiliki tingkat keberlanjutan yang lebih baik dibandingkan dengan pekebun non-sertifikasi. Skor keberlanjutan kumulatif untuk pekebun bersertifikasi adalah 67,71 (kategori cukup berkelanjutan), sedangkan pekebun non-sertifikasi hanya mencapai 47,45 (kategori kurang berkelanjutan). Dimensi kelembagaan menjadi faktor pembeda, di mana pekebun bersertifikasi mendapatkan manfaat dari kelompok tani dan koperasi dalam bentuk penyuluhan, akses pasar, dan penerapan teknik budidaya berkelanjutan. Oleh karena itu, upaya penguatan kelembagaan melalui peningkatan partisipasi dalam kelompok tani dan koperasi, serta penyuluhan berkelanjutan, menjadi langkah strategis dalam meningkatkan keberlanjutan usaha perkebunan sawit rakyat di Kabupaten Simalungun

    More Effective and Efficient Method to Measure Moisture Content of Oil Palm (Elaeis guineensis L. Jacq) Seeds

    Full text link
    Metode gravimetri oven dalam penentuan kadar air (KA) benih kelapa sawit membutuhkan waktu yang lama (48 jam pemanasan) dan bersifat destruktif menyebabkan benih uji tidak dapat dimanfaatkan, sehingga menentukan waktu pengovenan pada metode gravimetri dan penggunaan alat pengukur KA yang lebih praktis menjadi suatu kebutuhan. Penelitian ini bertujuan mencari waktu yang efektif untuk penetapan KA dengan metode gravimetri oven dan mencari metode yang lebih praktis sebagai alternatif gravimetri oven. Penelitian dilaksanakan di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Marihat, Sumatera Utara pada Mei 2023 dengan menggunakan benih kelapa sawit varietas DxP PPKS 540. Perancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal dengan 14 taraf (GMM P1 – P8, MT P10, MT P13, MT P14, MT P19, gravimetri oven dengan benih pecah dan gravimetri oven dengan benih utuh sebagai kontrol) masing-masing diulang 6 kali. Hasil percobaan memperlihatkan bahwa waktu yang efisien untuk penetapan KA benih kelapa sawit dengan metode gravimetri adalah 22 jam, jauh lebih cepat dibanding 48 jam yang biasanya diterapkan oleh produsen benih kelapa sawit. Selain itu, MT P10 dan MT P19 berpotensi untuk menjadi alternatif dalam pengukuran KA secara cepat dan praktis. Penelitian selanjutnya disarankan untuk meningkatkan kuantitas pengukuran yang lebih banyak pada berbagai tingkat KA benih agar menghasilkan model pengukuran KA benih dengan menggunakan moisture tester (MT) untuk menggantikan gravimetri oven yang memerlukan waktu lebih lama.The gravimetric oven method in determining oil palm seeds' moisture content (MC) requires a long time (48 hours of heating). It is destructive, causing the test seeds not to be utilized, so determining the oven time using the gravimetric method and using a more practical MC measuring device is necessary. This study aims to find an adequate time for MC determination using the oven gravimetry method and to find a more practical method as an alternative to oven gravimetry. The research was conducted at the Indonesian Oil Palm Research Institute (IOPRI) Marihat Unit, North Sumatra, in May 2023 using oil palm seeds of the DxP PPKS 540 variety. The experimental design used was a completely randomized design with 14 levels (GMM P1 - P8, MT P10, MT P13, MT P14, MT P19, oven gravimetry with broken seeds, and oven gravimetry with intact seeds as control), each repeated six times. The experiment results showed that the efficient time for determining the KA of oil palm seeds by the gravimetric method was 22 hours, much faster than the 48 hours that oil palm seed producers usually apply. In addition, MT P10 and MT P19 have the potential to be an alternative in measuring KA quickly and practically. Further research is recommended to increase the number of measurements at various levels of seed KA in order to produce a seed KA measurement model using a moisture tester (MT) to replace oven gravimetry, which takes a longer time

    Potential of Combination of Garlic Extract and Polyphenols as a Curative Method for Controlling Ganoderma boninense

    Full text link
    Pengendalian penyakit busuk pangkal batang (BPB) hingga saat ini berfokus kepada kegiatan preventif, sehingga diperlukan teknik pengendalian secara kuratif untuk melengkapi teknik pengendalian yang sudah ada. Penggunaan fungisida organik merupakan salah satu solusi yang ramah lingkungan. Ekstrak bawang putih (GE) dan polifenol (P) memiliki aktivitas antifungal terhadap berbagai jenis cendawan. Kombinasi kedua senyawa ini diharapkan mampu membentuk interaksi sinergistik yang efektif mengendalikan G. boninense secara kuratif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi aktivitas antifungal kombinasi GE dan P (GE+P) terhadap G. boninense, menentukan konsentrasi optimum yang dapat mematikan G. boninense secara in vitro, serta membuat formulasi fungisida organik dari GE+P. Pengujian in vitro menggunakan teknik peracunan media, sedangkan untuk uji kompatibilitas menggunakan metode checkerboard assay. Evaluasi kapasitas pertumbuhan inokulum G. boninense yang diuji dilakukan dengan Bavendamm test. Sedangkan untuk evaluasi efek kuratif kombinasi GE+P dilakukan dengan uji tetes dan semprot pada koloni G. boninense. Pengamatan kerusakan miselium akibat pengujian kontak dilakukan dengan scanning electron microscope (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi GE+P memiliki interaksi sinergistik dan mampu merusak jaringan miselium G. boninense pada konsentrasi minimum 0,4%. Pengamatan SEM menunjukkan kerusakan parah jaringan miselium G. boninense pada aplikasi dengan konsentrasi 1,6%. Formulasi fungisida organik kombinasi GE+P berhasil membentuk larutan yang homogen dan stabil dengan penambahan surfaktan sodium lauryl sulfate (SLS). Pengujian daya simpan formulasi fungisida organik menunjukkan kestabilan dan tidak adanya penurunan efektivitas setelah disimpan selama enam bulan.Basal stem rot (BSR) disease control is currently focused on preventive activities, and curative control techniques are needed to complement existing preventive methods. The use of organic fungicides is an environmentally friendly solution. Garlic extract (GE) and polyphenols (P) have antifungal activities against various types of fungi. Combining these two mixtures was expected to create a synergistic interaction that effectively controls G. boninense curatively. This research aimed to evaluate the antifungal activity of the combination of GE and P (GE+P) against G. boninense, determine the optimum concentration for killing G. boninense in vitro, and formulate an organic fungicide from GE+P. In vitro assay was conducted using a poisoned food technique, and the compatibility test was done using a checkerboard assay method. Evaluation of growth capacity of treated G. boninense inoculum was evaluated through the Bavendamm test. The curative effect of GE+P combination was assessed by droplet and spraying assay on the colony of G. boninense. The destruction of G. boninense mycelium was observed with a scanning electron microscope (SEM). The research results indicate that the combination of GE+P exhibits a synergistic interaction and can damage G. boninense mycelium tissue at a minimum concentration of 0.4%. SEM observations reveal severe damage to G. boninense mycelium tissue at a concentration of 1.6%. The formulation of organic fungicide combination of GE+P successfully produces a homogenous and stable solution with the addition of sodium lauryl sulfate (SLS) surfactant. Shelf-life testing of the organic fungicide formulation shows stability and no reduction of effectiveness after being stored for six months

    Infectiveness And Effectiveness Tests Of Arbuscula Mycorrhizal Fungi (AMF) In Increasing The Availability Of Nutrient P, Total Microbes, And Soil Respiration In Palm Oil (Elaeis guineensis Jacq.) Seeds

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis infeksi akar dan jenis spora oleh mikoriza serta mengkaji pengaruh pemberian pupuk hayati dan kombinasi pupuk NPK terhadap sifat biologi dan kimia tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 10 ulangan. Perlakuan pengujian pupuk hayati yaitu Kontrol (A); Pupuk NPK standar (15-15-15) 2,5 g (B); 20 g pupuk hayati (C); 1 NPK standar+20 g pupuk hayati (D); 3/4 NPK standar+20 g pupuk hayati (E); dan 1/2 NPK standar+20 g pupuk hayati (F). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan 3/4 NPK standar+20 g pupuk hayati (E) mampu membentuk kolonisasi pada akar bibit kelapa sawit sebesar 100%. Jumlah spora paling tinggi yaitu 94 spora/10 gr terdapat pada perlakuan 1 NPK standar+20 g pupuk hayati (D) dengan 6 jenis spora yaitu; Glomus sp1, Glomus sp2, Glomus sp3, Acaulospora sp1, Acaulospora sp2, dan Acaulospora sp3. Pemberian mikoriza dan berbagai dosis NPK pada bibit kelapa sawit menunjukkan adanya peningkatan ketersediaan fosfor, total mikrob, dan respirasi di dalam tanah. Perlakuan 1 NPK standar+20 g pupuk hayati (D) merupakan perlakuan paling baik dalam meningkatkan ketersediaan P, yaitu 68,98 ppm. Total populasi mikrob tertinggi terdapat pada perlakuan pupuk hayati mikoriza 1/2 NPK + 20 g pupuk hayati (E), yaitu 31,76 x 105 SPK/g. Respirasi tertinggi terdapat pada perlakuan 3/4 NPK + 20 g pupuk hayati (F), yaitu 7,94 g C/hari.This study aims to analyze root infection and spore types by mycorrhiza and examine the effect of biofertilizers on soil biological and soil chemical properties. The study used a single-factor Randomized Blok Design (RBD) with 6 treatment levels and 10 replications. Biofertilizer test treatments are control (A); standard NPK fertilizer (15-15-15) 2,5 g (B); 20 gr biofertilizer (C); 1 standard NPK+20 g biofertilizer (D); 3/4 standard NPK+20 g biofertilizer (E); and 1/2 standard NPK+20 g biofertilizer (F). The results showed that treatment with 3/4 standard NPK + 20 g of biological fertilizer (E) was able to colonize the roots of oil palm seedlings by 100%. The highest number of spores 94 spores/10 g, was found in the treatment of 1 standard NPK + 20 g of biological fertilizer with 6 types of spores, they were; Glomus sp1, Glomus sp2, Glomus sp3, Acaulospora sp1, Acaulospora sp2, and Acaulospora sp3. Application of mycorrhiza and various doses of NPK to oil palm seedlings showed an increase in the availability of phosphorus, total microbes, and respiration in the soil. Treatment of 1 standard NPK + 20 g of biological fertilizer was the best treatment in increasing the availability of P, which was 68,98 ppm. The highest total microbial population was found in the treatment of mycorrhizal biofertilizer 1/2 NPK + 20 g of biofertilizer, which was 31,76 x 105 SPK/g. The highest respiration was found in the treatment of 3/4 NPK + 20 g of biological fertilize, which was 7,94 g C/day

    Application Of Multi-Criteria Decision Analysis using The PROMETHEE Method in Initial Selection of Dura Mother Palm Trees: A Case Study of Field Observation Data in The IOPRI BJ43S (DxD) Experimental Estate, Bah Jambi, North Sumatra

    Full text link
    Pengambilan keputusan yang didasarkan pada multi-kriteria memerlukan metode yang komprehensif agar dapat diambil keputusan yang tepat. Salah satu cara yang digunakan adalah mengaplikasikan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA). Metode Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluations (PROMETHEE) adalah salah satu metode dalam MCDA yang sudah umum digunakan di bidang bisnis, finansial, teknologi, dan lain-lain, namun masih sangat jarang digunakan di bidang pemuliaan tanaman. Pada tulisan ini, metode PROMETHEE digunakan untuk seleksi awal calon pohon induk melalui pemeringkatan pohon-pohon yang diuji pada kebun percobaan PPKS BJ43S (DxD), Kebun Bah Jambi, Sumatera Utara. Analisis ini menggunakan data pengamatan lapangan dari 1.395 pohon yang diuji, dan dipilih 10% atau sekitar 140 pohon terbaik berdasarkan metode PROMETHEE. Pemilihan pohon-pohon tersebut telah mempertimbangkan banyak kriteria antara lain bobot tandan, rasio buah per tandan, rasio mesokarp per buah, dan juga karakter minyak. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode ini terbukti cukup efektif digunakan dalam seleksi awal calon pohon induk karena mampu memberikan wawasan mengenai kontribusi relatif masing-masing kriteria yang mempengaruhi pemeringkatan (ranking) pohon. Urutan pohon-pohon berdasarkan hasil analisis ini dapat menjadi pertimbangan dalam memilih pohon-pohon sebagai tetua berdasarkan banyak karakter untuk tujuan pengembangan bahan tanaman maupun komersial.Decision-making based on multiple criteria requires a comprehensive method to ensure accurate decisions. One such approach is the application of Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA). The Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluations (PROMETHEE) is a well-known method within MCDA, commonly used in fields such as business, finance, and technology, but it remains rarely utilized in the field of plant breeding. In this paper, the PROMETHEE method is employed for the initial selection of potential parent palm trees through the ranking of trees tested in the PPKS BJ43S (DxD) experimental estate, Bah Jambi, North Sumatra. This analysis utilizes field observation data from 1,395 tested palms, selecting the top 10%, or approximately 140 trees, based on the PROMETHEE method. The selection of these trees considers various criteria, including bunch weight, fruit-to-bunch ratio, mesocarp-to-fruit ratio, and oil characteristics. The analysis results indicate that this method is effective in the initial selection of potential mother palm trees, as it provides insights into the relative contribution of each criterion influencing the ranking of the palms. The ranking of the palms based on this analysis can serve as a basis for selecting mother palms considering multiple characteristics for the purpose of developing planting materials or for commercial applications

    Low-Cost In vitro Propagation of Oil Palm Through the Use of Bulk/Commercial Agar and Sugar

    Full text link
    Aplikasi perbanyakan secara in vitro pada kelapa sawit memiliki berbagai tujuan, seperti perbanyakan varietas klon tenera elit, penyediaan pohon induk dura dan pohon bapak pisifera untuk varietas semi klon dan bi-klon, serta konservasi plasma nutfah. Namun, metode ini memerlukan biaya tinggi terutama untuk media kultur, termasuk sumber karbon (gula), pemadat (agar), dan zat pengatur tumbuh. Upaya untuk mengurangi biaya melibatkan penggunaan gula dan agar komersil yang harganya lebih terjangkau daripada mutu analitik. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan agar dan gula komersil pada media perkembangan kultur menghasilkan pertambahan bobot embrio terbaik sebesar 9,76 gram atau 4,6 kali bobot awal. Perbedaan signifikan terlihat pada faktor tunggal agar dan gula komersil, dengan pertambahan bobot masing-masing sebesar 9,00 dan 8,56 gram. Tidak ada perbedaan pada tingkat nekrosis pada penggunaan agar dan gula analitik maupun komersil, dengan tingkat nekrosis kultur < 25%. Pada kultur tunas, kombinasi agar analitik dan gula komersil menghasilkan pertambahan bobot tunas terbesar, yaitu 10,6 gram atau 5 kali bobot awal. Pertambahan tinggi tunas yang paling signifikan berasal dari penggunaan agar analitik dan gula komersil sebesar 6,39 cm dan pertambahan jumlah helai daun yang paling banyak dicapai dengan menggunakan agar analitik sebanyak 14,7 daun (2,6 kali jumlah awal daun). Penggunaan agar dan gula komersil sebagai pengganti agar dan gula analitik mampu mengurangi biaya hingga 45,49% untuk agar dan 98,54% untuk gula per liter media. Penerapan agar dan gula komersil secara potensial dapat mereduksi biaya produksi dalam skala massal atau komersial pada upaya perbanyakan in vitro tanaman kelapa sawit.The in vitro propagation application in oil palm serves various purposes, such as the multiplication of elite tenera clone varieties, the provision of dura and pisifera parent trees for semi-clonal and bi-clonal varieties, and the conservation of germplasm. However, this method incurs high costs, especially for culture media, including carbon sources (sugar), solidifying agents (agar), and growth regulators. Efforts to reduce costs involve commercial sugar and agar, which are more affordable than their analytical-grade counterparts. This research indicates that commercial agar and sugar use in culture development media results in the best embryo weight increase of 9.76 grams or 4.6 times the initial weight. Significant differences are observed in the individual factors of commercial agar and sugar, with weight increases of 9.00 and 8.56 grams, respectively. There is no difference in necrosis rates between analytical and commercial agar and sugar, with a culture necrosis rate of < 25%. Combining analytical agar and commercial sugar in shoot cultures produces the most significant shoot weight increase, 10.6 grams or five times the initial weight. The most significant increase in shoot height comes from using analytical agar and commercial sugar, with an increase of 6.39 cm. The highest leaf count increase is achieved using analytical agar, with 14.7 leaves (2.6 times the initial count). Using commercial agar and sugar as substitutes for analytical agar and sugar can reduce costs by up to 45.49% for agar and 98.54% for sugar per liter of media. The implementation of commercial agar and sugar has the potential to significantly reduce production costs on a mass or commercial scale in vitro propagation efforts for oil palm plants

    135

    full texts

    150

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Journal of Oil Palm Research / Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇