Indonesian Journal of Oil Palm Research / Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Not a member yet
    150 research outputs found

    Optimization of Microcrystalline Cellulose Production from Oil Palm Empty Fruit Bunch Cellulose Using Response Surface Methodology

    Full text link
    Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan limbah biomassa yang melimpah dengan kandungan selulosa tinggi, namun pemanfaatannya masih terbatas pada aplikasi konvensional seperti sebagai mulsa di perkebunan kelapa sawit. Padahal, TKKS berpotensi dikembangkan menjadi produk turunannya yang bernilai tinggi, seperti mikrokristalin selulosa (mycrocrystalline cellulose/MCC) yang memiliki aplikasi luas di berbagai industri, termasuk farmasi, makanan, dan material komposit. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi produksi MCC dari selulosa TKKS melalui hidrolisis asam menggunakan pendekatan Response Surface Methodology (RSM) untuk mencapai yield tertinggi. Optimasi dilakukan terhadap tiga variabel utama, yaitu konsentrasi asam klorida/HCl (1,2,3 M), waktu hidrolisis (20, 40, 60 menit), dan rasio massa selulosa terhadap volume HCl (25, 50, 75 g/L), dengan rancangan eksperimen Box-Behnken. Hasil menunjukkan bahwa yield MCC tertinggi sebesar 84,41% tercapai pada konsentrasi HCl 1,77 M, waktu hidrolisis 36,57 menit, dan rasio massa selulosa terhadap volume HCl 58,33 g/L. MCC yang diperoleh berdasarkan kondisi optimum memiliki kandungan alpha selulosa 71,42%; hemiselulosa 14,36%; dan lignin 0,59%. Analisis Forier Transform Infrared (FT-IR) dan X-Ray Diffraction (XRD) mengkonfirmasi profil spektral dan kristalinitas yang sesuai dengan tipikal MCC. Hasil yang diperoleh membuktikan bahwa optimasi produksi menggunakan RSM berhasil meningkatkan efisiensi produksi MCC dengan yield dan kandungan selulosa yang tinggi.Oil palm empty fruit bunches (OPEFB) are abundant biomass waste with high cellulose content, yet their utilization is limited to conventional applications such as mulch in palm oil plantations. However, OPEFB can be potentially developed into high-value derivative products, such as microcrystalline cellulose (MCC), which has widespread applications across various industries, including pharmaceuticals, food, and composite materials. This study aims to optimize MCC production from OPEFB cellulose through acid hydrolysis using the Response Surface Methodology (RSM) approach to achieve the highest yield. Optimization was conducted on three main variables: hydrochloric acid (HCl) concentration (1, 2, 3 M), hydrolysis time (20, 40, 60 minutes), and the mass ratio of cellulose to HCl volume (25, 50, 75 g/L), using a Box-Behnken experimental design. The results showed that the highest MCC yield of 84.41% was achieved at an HCl concentration of 1.77 M, a hydrolysis time of 36.57 minutes, and a cellulose mass ratio to the HCl volume of 58.33 g/L. The MCC obtained under optimal conditions has an alpha cellulose content of 71.42%; hemicellulose 14.36%; and lignin 0.59%. Fourier Transform Infrared (FT-IR) and X-Ray Diffraction (XRD) analyses confirmed spectral profiles and crystallinity consistent with typical MCC. The results demonstrate that production optimization using RSM successfully improved MCC production efficiency with high yield and cellulose content

    Bird Diversity in Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq.) Plantation Landscapes as a Conservation Model

    Full text link
    Data dan informasi mengenai keanekaragaman jenis burung di perkebunan kelapa sawit di Sulawesi Barat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mempelajari keanekaragaman jenis burung yang ditemukan di perkebunan kelapa sawit yang terletak di Daerah Aliran Sungai (DAS) Minti, Pasangkayu, Sulawesi Barat. Komunitas burung diamati dengan metode point count pada 126 titik yang tersebar di delapan lokasi yang mewakili tipe habitat berbeda: hutan sekunder (4 lokasi), kebun kelapa sawit (2 lokasi; dikelola perusahaan dan masyarakat), dan riparian (2 lokasi). Kemiripan komposisi spesies antar titik pengamatan dianalisis menggunakan indeks Bray-Curtis, dan hasilnya divisualisasikan melalui Non-metric Multidimensional Scaling (NMDS). Uji Kruskal-Wallis digunakan untuk membandingkan jumlah individu dan spesies antar lokasi. Sebanyak 82 spesies burung dari 36 famili teridentifikasi di lanskap perkebunan kelapa sawit DAS Minti. Hutan sekunder memiliki keanekaragaman spesies dan jumlah individu tertinggi, sedangkan kebun kelapa sawit didominasi oleh spesies burung pemakan serangga. Analisis klaster dan NMDS menunjukkan bahwa tipe habitat mempengaruhi komposisi spesies burung. Kepingan hutan dan habitat riparian memiliki peran penting dalam mendukung keanekaragaman burung di lanskap perkebunan DAS Minti. Oleh karena itu, strategi konservasi burung di wilayah ini perlu melibatkan pendekatan multi-habitat yang mengintegrasikan pengelolaan hutan sekunder, kebun kelapa sawit, dan riparian.Data and information on avian species diversity in oil palm plantations in West Sulawesi remain limited. This study aimed to investigate the diversity of bird species found in an oil palm plantation landscape located in the Minti Watershed, Pasangkayu, West Sulawesi. The bird community was surveyed using the point count method at 126 stations distributed across eight sites representing different habitat types: secondary forest (4 sites), oil palm plantations (2 sites; managed by a company and local communities), and riparian areas (2 sites). The similarity in species composition among the survey stations was analyzed using the Bray-Curtis similarity index and visualized with Non-metric Multidimensional Scaling (NMDS). A Kruskal-Wallis test was employed to compare the number of individuals and species among the sites. A total of 82 bird species from 36 families were identified within the Minti Watershed's oil palm landscape. Secondary forests exhibited the highest species diversity and abundance, while oil palm plantations were dominated by insectivorous bird species. Cluster analysis and NMDS results indicated that habitat type significantly influences bird species composition. Forest fragments and riparian habitats are crucial for supporting bird diversity in the Minti Watershed's plantation landscape. Therefore, bird conservation strategies in this region should adopt a multi-habitat approach that integrates the management of secondary forests, oil palm plantations, and riparian zones

    The Role of Media in Agenda Setting: Environmental Impact Discourse of Indonesian Palm Oil Industry

    Full text link
    Pengelolaan dampak lingkungan pada industri kelapa sawit di Indonesia telah menjadi topik diskursus publik yang signifikan. Di satu sisi, industri ini memainkan peran penting bagi perekonomian nasional melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan, serta Pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Namun, di sisi lain, industri ini kerap dikaitkan dengan degradasi lingkungan. Media memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi publik dan menetapkan agenda kebijakan melalui framing isu. Studi ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan framing isu lingkungan terkait industri kelapa sawit di berbagai tingkat media (internasional, nasional, lokal, dan media LSM). Penelitian menggunakan metode analisis konten terhadap 470 artikel berita yang dipublikasikan dalam rentang waktu 2014–2023, dengan pendekatan Media Coverage Review dan sistem kategorisasi berbasis tema isu dan atribusi penyebab. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam penyebab dan penekanan isu antar jenis media. Media internasional dan LSM cenderung mengaitkan industri kelapa sawit dengan deforestasi, sementara media nasional lebih menyoroti kontribusi sektor lain terhadap degradasi lingkungan. Diskrepansi ini mencerminkan ketimpangan informasi yang dapat memengaruhi proses perumusan kebijakan berbasis bukti. Temuan ini menekankan pentingnya harmonisasi informasi media untuk mendukung pengambilan kebijakan yang adil dan berkelanjutan di sektor kelapa sawit.Environmental management in Indonesia's palm oil industry has long been a topic of public discourse. While the industry contributes significantly to the national economy through economic growth, job creation, and rural development, it is often associated with environmental degradation. The media plays a critical role in shaping public perception and influencing policy agendas through issue framing. This study aims to analyze the differences in the framing of environmental issues related to the palm oil industry at various media levels (international, national, local, and NGO media). The study used a content analysis method on 470 news articles published between 2014-2023, using the Media Coverage Review approach and a categorization system based on issue themes and cause attribution. The results of the analysis show that there are significant differences in the causes and emphasis of issues between media types. International media and NGOs tend to associate the palm oil industry with deforestation, while national media highlight other sectors' contributions to environmental degradation. This discrepancy reflects an information gap that can influence the process of evidence-based policy formulation. These findings emphasize the importance of harmonizing media information to support fair and sustainable policy-making in the palm oil sector

    (Prediction of Combining Ability and DxT Progeny Keragaannce of Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq.))

    Full text link
    Best linear unbiased prediction (BLUP) adalah metode yang dirancang untuk menduga nilai genetik dari data yang tidak seimbang. Analisis BLUP yang memanfaatkan informasi kekerabatan dapat mengurangi bias akibat ketidakseimbangan data. Penelitian ini bertujuan untuk estimasi parameter genetik dan daya gabung umum tetua melalui pengujian progeni dan validasi model prediksi persilangan-persilangan yang tidak diuji (untested crosses). Progeni ditanam tahun 2008 dalam rancangan kelompok lengkap teracak dengan 5 ulangan. Pengamatan dilakukan pada 10 karakter pada tahun 2015 - 2017. Hasil analisis ragam menunjukkan karakter mesokarp/buah dan inti/buah lebih dikendalikan oleh tetua tenera. Berdasarkan pendugaan nilai daya gabung tetua dura, BJ5686D dan BJ5678D dapat digunakan untuk merakit varietas dengan karakter unggul produktivitas dan rendemen yang baik.  Tetua tenera AP141T dapat digunakan untuk merakit varietas unggul yang memiliki kandungan oil related trait yang baik. Tetua BJ5819T dan BJ5817T dapat digunakan untuk menghasilkan varietas dengan laju pertumbuhan meninggi yang lambat dan oil related trait tinggi. Daya gabung khusus tidak nyata untuk semua karakter. Hasil 2-fold cross-validation menunjukkan ketepatan  untuk  jumlah tandan, tandan buah segar, hasil  CPO, panjang rachis, inti/buah, minyak/mesokarp kering, dan minyak/tandan sebesar 0,52 – 0,88. Informasi ini dapat dimanfaatkan dalam program pemuliaan berikutnya.Best linear unbiased prediction (BLUP) is a method designed to predict genetic values ​​from imbalanced data. BLUP analysis that utilizes kinship information can reduce bias due to data imbalance. This study aimed to estimate genetic parameters and general combining ability of parents through progeny testing and validation of prediction models for untested crosses.  A progeny testing was planted in 2008 in a randomized complete block design with 5 replications. Observations were made on 10 characteristics observed in 2015 - 2017. The results showed that mesocarp/fruit and kernel/fruit characteristics were more controlled by tenera parents. Based on the estimation of the general combining ability of dura parents, BJ5686D and BJ5678D can be used to produce varieties with superior characteristics of productivity and oil yield.  Tenera parent, AP141T can be used to produce superior varieties with good oil-related traits. The BJ5819T and BJ5817T parents can be used to produce varieties with slow height increment and high oil-related traits. Special combining abilities were not significant for all characteristics. The results of the 2-fold cross-validation showed that the accuracy for number of bunch , fresh fruit bunches, CPO production, rachis length, core/fruit, dry oil/mesocarp, and oil/bunches was 0.52 – 0.88.  This information can be utilized in subsequent breeding programs

    Growth Response of OiI PaIm (EIaeis guineensis Jacq.) in the First Year of Mature Phase to the AppIication of OiI PaIm Empty Fruit Bunch Compost and Humic Acid

    Full text link
    Penggunaan pupuk kimiawi yang berlebihan dapat merusak ekosistem dan menurunkan kesuburan tanah sehingga berdampak negatif pada produksi tanaman. Penambahan bahan organik ke tanah seperti kompos tandan kosong dan asam humat dapat meminimalisir dampak negatif tersebut. Kandungan hara pada kompos tankos dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, sedangkan asam humat dapat meningkatkan penyerapan hara oleh tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi dosis kompos tankos kelapa sawit dan asam humat yang optimal untuk menghasilkan pertumbuhan terbaik kelapa sawit di fase TM 1. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Ciparanje Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, pada Februari - Juni 2024, menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diuji meliputi: pupuk NPKMg (12:12:17:2) 2,5 kg/tanaman; kompos tankos 50 kg/tanaman; kompos tankos 30 kg/tanaman + 300 mL asam humat/tanaman; dan kompos tankos 10 kg/tanaman + 300 mL asam humat/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tidak ada beda nyata pada sebagian besar parameter pertumbuhan yang diamati. Perbedaan nyata hanya terjadi pada jumlah pelepah kelapa sawit, khususnya pada 2 dan 4 MSP, dengan perlakuan 10 kg/tanaman kompos tankos + 300 mL/tanaman asam humat memberikan hasil terbaik.The excessive use of chemical fertilizers can damage ecosystems and reduce soil fertility, negatively impacting crop production. The addition of organic materials to the soil, such as empty fruit bunch (EFB) compost and humic acid, can mitigate these negative effects. The nutrient content in EFB compost can enhance plant growth, while humic acid can improve nutrient absorption by plants. This study aimed to determine the optimal combination of EFB compost and humic acid doses for achieving the best growth of mature phase oil palm in its first year of production. The research was conducted at the Ciparanje Experimental Farm, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, from February to June 2024, using a randomized block design (RBD) with four treatments and six replications. The treatments tested were: 2.5 kg/plant of NPKMg fertilizer (12:12:17:2); 50 kg/plant of EFB compost; 30 kg/plant of EFB compost + 300 mL/plant of humic acid; and 10 kg/plant of EFB compost + 300 mL/plant of humic acid. The results showed that, in general, there were no significant differences in most growth parameters observed. Significant differences were only found in the number of fronds, particularly at 2 and 4 weeks after treatment (WAT), with the application of 10 kg/plant of EFB compost + 300 mL/plant of humic acid yielding the best results

    Effect of Drought Stress on Vegetative Growth and Curvularia oryzae Leaf Spot Disease Severity on Oil Palm (Elaeis guineensis) Seedlings

    Full text link
    Cekaman kekeringan merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi pertumbuhan bibit kelapa sawit. Kekeringan dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan kerentanan kelapa sawit terhadap penyakit tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kekeringan terhadap pertumbuhan vegetatif dan keparahan penyakit bercak daun Curvularia. Cekaman kekeringan disimulasikan dengan membatasi pemberian air terhadap bibit kelapa sawit berumur tiga bulan pada level kapasitas lapang (KL), 75% KL, 50% KL, dan 25% KL. Perlakuan penyiraman dengan standar pembibitan digunakan sebagai pembanding (K). Pada masing-masing perlakuan, inokulasi Curvularia oryzae dilakukan dengan cara menyemprotkan suspensi spora (1 x 105 konidia/mL) secara merata pada permukaan daun. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa bibit terinfeksi bercak daun yang mengalami cekaman kekeringan berat (25% KL) memiliki tinggi dan lebar bonggol yang lebih rendah dibandingkan perlakuan K dan KL. Tingkat keparahan penyakit bercak daun Curvularia pada tanaman yang mengalami cekaman air berat (25% KL) lebih rendah dibandingkan perlakuan standar pembibitan, KL dan 75% KL. Secara umum dapat disimpulkan bahwa cekaman kekeringan memberikan dampak yang bertolak belakang antara variabel pertumbuhan tanaman dan keparahan penyakit bercak daun.Drought stress is one of the factors that may influence the growth of oil palm seedlings. In long term, drought can potentially increase the susceptibility of oil palm to plant diseases. This study aims to analyze the effect of drought on vegetative growth and the severity of Curvularia leaf spot disease. Drought stress was simulated by limiting water application to three-month-old oil palm seedlings at field capacity (KL), 75% KL, 50% KL, and 25% KL levels. In each treatment, inoculation of Curvularia oryzae was conducted by spraying a spore suspension (1 x 105 conidia/mL) evenly on the leaf surface. The results showed that infected seedlings under severe drought stress (25% KL) had lower height and crown width compared to treatments KL. The severity of Curvularia leaf spot disease in plants experiencing severe water stress (25% KL) was lower than in the standard nursery treatment, KL, and 75% KL. In general, it can be concluded that drought stress has contrasting effects on plant growth variables and the severity of Curvularia leaf spot disease

    Analysis of Consumer Attitudes, Preferences, and Satisfaction Towards Germinated Oil Palm Seeds Indonesian Oil Palm Research Institute

    Full text link
    Kecambah unggul merupakan hal yang sangat penting dalam upaya untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit di Indonesia, khususnya petani rakyat. Produsen yang menghasilkan bahan tanam kelapa sawit sangat berperan penting dalam menyediakan benih yang berkualitas dan dapat dilegitimasi kemurniannya. Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) adalah satu-satunya produsen benih kelapa sawit milik negara. Varietas unggul yang dihasilkan PPKS dalam upaya meningkatkan produksi kelapa sawit, akan berdampak terhadap perilaku konsumen dalam pemilihan benih kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap, preferensi dan kepuasan konsumen terhadap penggunaan kecambah kelapa sawit varietas unggul PPKS. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, dengan jumlah sampel sebanyak 44 petani. Metode analisis yang digunakan adalah metode Fishbein, Konjoin, Importance and Performance Analysis (IPA), dan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil penelitian menunjukkan sikap konsumen terhadap keseluruhan atribut kecambah varietas unggul PPKS dengan metode Fishbein, berada pada kategori sangat suka dengan skor 24.04. Sementara preferensi petani dengan analisis konjoin yang sangat disukai yaitu pada atribut potensi produksi Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 38 ton/ha/tahun, laju pertumbuhan meninggi sebesar 62.5 – 65 cm/tahun, toleran terhadap Ganoderma sp., kerapatan tanaman 130 pohon/ha, kemasan kardus, pembelian dengan datang langsung, diskon 10%, dan harga Rp.8000. Analisis IPA menunjukkan kesesuaian varietas dengan kerapatan tanaman dan kesesuaian varietas dengan tipe lahan masuk dalam kaudran I, maka kedua atribut tersebut belum memuaskan petani, dan menjadi prioritas utama dalam melakukan perbaikan. Sementara kepuasan konsumen terhadap keseluruhan atribut pada varietas unggul PPKS menunjukkan nilai CSI sebesar 81%. Hal ini menunjukkan bahwa indeks kepuasan petani terhadap kecambah PPKS berada pada kategori sangat puas.Superior seeds are critical in increasing oil palm productivity in Indonesia, especially for smallholder farmers. Producers who produce oil palm planting materials play a vital role in providing quality seeds whose purity can be guaranteed (legitimized). The Indonesian Oil Palm Research Institute (IOPRI) is the only state-owned palm oil seed producer. The superior varieties of IOPRI, which are produced to increase palm oil production, will impact consumer behavior in selecting palm oil seeds. This research analyzes consumer attitudes, preferences, and satisfaction regarding using superior varieties of IOPRI germinated oil palm seeds. The data used in this research is primary data, with a total sample of 44 farmers. The analytical methods used are the Fishbein, Konjoin, Importance, and Performance Analysis (IPA) methods and the Customer Satisfaction Index (CSI). The research results show consumer attitudes towards the overall attributes of PPKS superior seed using the Fishbein method are in the very like category with a score of 24.04. Meanwhile, the preferences of farmers using conjoint analysis are very favorable, namely for Fresh Fruit Bunches (FFB) production potential of 38 tonnes/ha/year, high growth rate of 62.5 – 65 cm/year, tolerance to Ganoderma sp., planting density of 130 trees/ha, cardboard packaging, purchase by coming in person, 10% discount, and price Rp. 8000. IPA analysis shows that the suitability of varieties with planting density and the suitability of varieties with land type are included in quadrant I, so these two attributes do not satisfy farmers and are the main priority in making improvements. Meanwhile, consumer satisfaction with all attributes of the superior IOPRI variety shows a CSI value of 81%. The result shows that the farmer satisfaction index for IOPRI germinated oil palms seeds is very satisfied

    Morphological Response of Oil Palm Seedlings to Fertilizer Application

    Full text link
    Kelapa sawit memerlukan pasokan nutrisi yang seimbang dan cukup untuk mencapai hasil yang optimal. Unsur-unsur seperti nitrogen (N) dan kalium (K) adalah makronutrien yang paling penting dibutuhkan oleh tanaman. Biaya aplikasi pupuk relatif tinggi, yang menimbulkan peluang dan tantangan dalam merakit bahan tanaman yang efisien dalam pemanfaatan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati respons berbagai populasi tanaman kelapa sawit terhadap perlakuan aplikasi pupuk. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan split-split plot dengan tiga faktor: jenis pupuk [nitrogen (N1) dan kalium (N2)], dosis pupuk [0% (P0), 100% (P1), 75% (P2), dan 50% (P3) dari dosis yang dianjurkan], dan bahan tanaman [populasi 1-6 (V1-V6)], diulang sebanyak enam kali. Perlakuan dengan rata-rata tinggi tanaman tertinggi diamati pada P2, dimana pupuk diaplikasikan sebesar 75% dari dosis yang dianjurkan. Sebaliknya, kombinasi jenis pupuk dan dosis terbaik diperoleh dari N1, yang mengacu pada tanaman yang diperlakukan dengan 75% pupuk nitrogen yang dianjurkan. Berdasarkan populasi yang digunakan, populasi V1 menunjukkan rata-rata tinggi tanaman terendah, berbeda signifikan dari populasi lainnya. Ketika mengamati populasi, rata-rata jumlah daun populasi V2 dan V6 berbeda signifikan dari yang lain dan memiliki rata-rata tertinggi. Namun, ketika mengamati interaksi dengan jenis pupuk, interaksi N2V6 yang melibatkan populasi enam yang diperlakukan dengan pupuk kalium menunjukkan rata-rata jumlah daun tertinggi dan berbeda signifikan dari interaksi lainnya. Mengenai diameter batang, populasi V3, V2, V4, dan V6 memiliki rata-rata diameter batang terbesar dan berbeda signifikan dari V5 dan V1. Kombinasi perlakuan N2P2V6 (populasi enam yang diperlakukan dengan 75% pupuk kalium) dan N1P3V2 (populasi dua yang diperlakukan dengan 50% pupuk nitrogen) memiliki rata-rata diameter batang terbesar, masing-masing 8,14 cm dan 8,07 cm, dan berbeda signifikan dari 46 interaksi lainnya. Di sisi lain, rata-rata diameter batang terkecil ditemukan pada tanaman dengan interaksi N2P3V1, yang berukuran 5,33 cm, dan berbeda signifikan dari 47 interaksi lainnya.Oil palm requires a balanced and sufficient supply of nutrients to achieve optimal results. Elements such as nitrogen (N) and potassium (K) are the most essential macronutrients needed by the plant. The cost of fertilizer application is relatively high, which presents opportunities and challenges in assembling plant materials that are efficient in nutrient utilization. This research aims to investigate the responses of various populations of oil palm plants to fertilizer application treatments. The study was organized using a split-split plot design with three factors: fertilizer type [nitrogen (N1) and potassium (N2)], fertilizer dosage [0% (P0), 100% (P1), 75% (P2), and 50% (P3) of the recommended dosage], and plant material [populations 1-6 (V1-V6)], repeated six times. The treatment with the highest average plant height was observed in P2, where the fertilizer was applied at 75% of the recommended dosage. In contrast, the best fertilizer type and dosage combination was obtained from N1:P2, referring to plants treated with 75% of the recommended nitrogen fertilizer. Regarding the populations used, population V1 exhibited the lowest average plant height, significantly differing from other populations. When considering populations, the average leaf count of populations V2 and V6 significantly differed from others and had the highest averages. However, when considering the interaction with fertilizer type, the N2V6 interaction involving population six treated with potassium fertilizer showed the highest average leaf count and significantly differed from other interactions. Regarding stem diameter, populations V3, V2, V4, and V6 had the largest average stem diameters and significantly differed from V5 and V1. The treatment combinations N2P2V6 (crossing six treated with 75% potassium fertilizer) and N1P3V2 (population two treated with 50% nitrogen fertilizer) had the largest average stem diameters, measuring 8.14 cm and 8.07 cm, respectively. Both significantly differed from the other 46 interactions. On the other hand, the smallest average stem diameter was found in plants with the N2P3V1 interaction, measuring 5.33 cm, and significantly differed from the other 47 interactions

    Utilization of Mechanization in the Process of Yield Transporting in Oil Palm Plantations

    Full text link
    Luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia meningkat dari 14,0 juta ha pada tahun 2017 menjadi 16,8 juta ha pada tahun 2022, yang berimplikasi pada bertambahnya kebutuhan tenaga kerja panen dan pemeliharaan. Saat ini, di Indonesia semakin sulit mencari tenaga kerja lapangan yang terlatih khususnya pada kegiatan panen dan muat Tandan Buah Segar (TBS) di industri kelapa sawit. Pada masa industri 4.0, pemanfaatan mekanisasi menjadi solusi potensial untuk mengatasi kelangkaan tenaga kerja di sektor pertanian dan perkebunan. Mekanisasi dalam manajemen panen melibatkan penggunaan alat-alat seperti: tractor scissor lift grabber, quick tractor, crawller dump, along-along, wintor dan truck bin system yang berfungsi mengevakuasi TBS dari Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) hingga pengiriman ke pabrik kelapa sawit (PKS). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelebihan dan kekurangan dari penggunaan mekanisasi dalam proses pengangkutan hasil produksi serta menganalisis kelayakannya dari segi finansial melalui metode analisis NPV, IRR, B/C dan PP. Hasil perhitungan menunjukkan truck bin system memperoleh nilai NPV Rp 424 juta, IRR 21,38%, B/C 1,21, PP 5 tahun. tractor scissor lift grabber memperoleh NPV Rp 433 Juta, IRR 22,5%, B/C 1,28, PP 5 tahun, quick tractor memperoleh NPV Rp 39 juta, IRR 23,91%, B/C 1,11, PP 3 tahun, wintor mencapai NPV Rp 45 juta, IRR 26,05%, B/C 1,27, PP 3 tahun, dan Along-along mencatat NPV Rp 78 juta, IRR 212,1%, B/C 1,49, PP 1 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara teknis dan ekonomi, mekanisasi layak untuk diterapkan pada perkebunan kelapa sawit.The area of oil palm plantations in Indonesia is increasing from 14.0 million ha in 2017 to 16.8 million ha in 2022, which implies an increase in the need for harvesting and maintenance labour. Currently, in Indonesia, it is increasingly difficult to find trained field labour, especially in harvesting and loading Fresh Fruit Bunches (FFB) in the palm oil industry. In the industrial era 4.0, the use of mechanisation is a potential solution to overcome labour scarcity in the agriculture and plantation sectors. Mechanisation in harvest management involves the use of tools such as: tractor scissor lift grabber, quick tractor, crawller dump, along-along, wintor and truck bin system which functions to evacuate FFB from the collection point (TPH) to delivery to the palm oil mill (PKS).  This study aims to evaluate the advantages and disadvantages of the use of mechanisation in the process of transporting production and analyse its financial feasibility through the NPV, IRR, B/C and PP analysis methods. The calculation results showed that the truck bin system obtained an NPV value of Rp 424 million, IRR 21.38%, B/C 1.21, PP 5 years. tractor scissor lift grabber obtained NPV IDR 433 million, IRR 22.5%, B/C 1.28, PP 5 years, quick tractor obtained NPV IDR 39 million, IRR 23.91%, B/C 1.11, PP 3 years, wintor reached NPV IDR 45 million, IRR 26.05%, B/C 1.27, PP 3 years, and Along-along recorded NPV IDR 78 million, IRR 212.1%, B/C 1.49, PP 1 year. The results of this study show that mechanisation is technically and economically feasible in oil palm plantations

    The Effect of Application of Mycorhyza and Inorganic Fertilizers on The Growth of Palm Seedlings in Pre and Main Nursery

    Full text link
    Pemupukan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas kelapa sawit. Terdapat 3 jenis pupuk yang biasa digunakan untuk budidaya kelapa sawit, yaitu pupuk organik, pupuk anorganik, dan pupuk hayati. Salah satu jenis pupuk hayati adalah mikoriza, yaitu pupuk yang terbuat dari jamur/fungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran mikoriza dan berbagai dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit. Metode penelitian pada pre nursery menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan; kontrol (A), 100% pupuk NPK (B), 30 g mikoriza (C), 30 g mikoriza + 25% pupuk NPK (D), 30 g mikoriza + 50% pupuk NPK (E) 30 g mikoriza + 75% pupuk NPK  dengan 25 ulangan. Metode penelitian di main nursery menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan; kontrol (A), 100% pupuk NPK (B), 40 g mikoriza (C), 40 g mikoriza + 25% pupuk NPK (D), 40 g mikoriza + 50% pupuk NPK (E) 40 g mikoriza + 75 pupuk NPK % dengan 20 pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi mikoriza 30 g pada bibit kelapa sawit pre-nursery dapat meningkatkan tinggi bibit sebesar 73,75% lebih baik dari kontrol dan aplikasi mikoriza 30 g + pupuk NPK 50% dapat meningkatkan tinggi bibit sebesar 59,57%.  Pada bibit kelapa sawit main-nursery, aplikasi mikoriza 40 g + pupuk NPK 75% dapat meningkatkan tinggi sebesar 71,97% dan diameter sebesar 54,26% terhadap kontrol. Aplikasi mikoriza 30 g di pre nursery mampu mengefisiensi pupuk NPK sebesar 50% dan aplikasi mikoriza 40 g di main nursery mampu mengefisiensikan pupuk NPK sebesar 25%.Fertilization is one of the factors that affect oil palm productivity. Three types of fertilizers are commonly used for oil palm cultivation, namely organic, inorganic, and biological. One type of biological fertilizer is mycorrhiza, a fertilizer made from fungi. This study aims to determine the role of mycorrhiza and various doses of NPK fertilizer on the vegetative growth of oil palm seedlings. The research method in the pre-nursery used a completely randomized design (CRD) with treatments; control (A), 100% NPK fertilizer (B), 30 g mycorrhiza (C), 30 g mycorrhiza + 25% NPK fertilizer (D), 30 g mycorrhiza + 50% NPK fertilizer (E) 30 g mycorrhiza + 75% NPK fertilizer with 25 replications. The research method in the main nursery used a completely randomized design (CRD) with treatments: control (A), 100% NPK fertilizer (B), 40 g mycorrhiza (C), 40 g mycorrhiza + 25% NPK fertilizer (D), 40 g mycorrhiza + 50% NPK fertilizer (E) 40 g mycorrhiza + 75% NPK fertilizer with 20 repetitions. The results showed that the application of 30 g mycorrhiza to pre-nursery oil palm seedlings could increase seedling height by 73.75% better than the control, and the application of 30 g mycorrhiza + 50% NPK fertilizer could increase seedling height by 59.57%. Applying 40 g mycorrhiza + 75% NPK fertilizer could increase height by 71.97% and diameter by 54.26% compared to the control in main-nursery oil palm seedlings. The application of 30 g of mycorrhiza in the pre-nursery can increase the efficiency of NPK fertilizer by 50%, and the application of 40 g of mycorrhiza in the main nursery can increase the efficiency of NPK fertilizer by 25%

    135

    full texts

    150

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Journal of Oil Palm Research / Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇