E-Journal Universitas Subang
Not a member yet
1292 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENENTUAN MITRA KERJA PADA BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN SUBANG
Mitra merupakan sumber daya manusia yang merupakan salah satu aspek yang berperan penting dalam perkembangan sebuah perusahaan maupun lembaga struktural lainnya. Dalam hal penentuan mitra kerja pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Subang mengalami kesulitan untuk menentukan mitra kerja yang kompeten. Oleh karena itu penulis melakukan penelitian mengenai pengelolaan mitra kerja langsung ke lokasi penelitian yang bertujuan untuk melihat langsung proses yang berjalan. Proses pengelolaan mitra masih dilakukan manual dan sering terjadi kesalahan terlebih lagi mitra sering mendapatkan pekerjaan lebih dari satu pekerjaan pada saat yang bersamaan tentunya itu menghambat pekerjaan mitra itu sendiri.Pada penelitian ini penulis mengembangkan Sistem Informasi Penentuan Mitra Kerja untuk membantu proses penentuan mitra kerja dari melakukan pengelolaan data mitra, membuat status mitra bekerja, menentukan mitra kerja. Sehingga mitra tidak akan bisa menerima pekerjaan lebih dari satu dan pekerjaan mitra bisa lebih optimal berdasarkan kemempuannya. Dalam pengembangan Sistem Informasi Penentuan Mitra Kerja ini menggunakan beberapa diagram pemodelan diantaranya diagram use case, activity diagram, class diagram, dan squance diagram.Dalam melakukan pengambilan keputusan menggunakan penilaian pada setiap mitra berdasarkan kriteria-kriteria yang ada, dengan begitu mitra yang kompeten adalah mitra yang memiliki nilai tertinggi.Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat membantu dalam proses penentuan mitra kerja pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Subang
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MEMAHAMI MATERI HAK ASASI MANUSIA: (Penelitian Tindakan Kelas Terhadap Siswa Kelas VI SD Negeri Ekanugraha Semester Genap Tahun Pelajaran 2017/2018)
Hasil ulangan pada materi Hak Asasi Manusia yang hanya 5 (31,25%) siswa yang memenuhi nilai KKM sekolah 69, sementara 11 (68,75%) siswa belum lulus KKM karena kurang memahami dan memanfaatkan nilai-nilai Hak Asasi Manusia dalam kehidupannya di sekolah. Rumusan permasalahan pada penelitian ini adalah kemampuan siswa kelas VI dalam memahami materi Hak Asasi Manusia masih rendah. Dengan demikian : “Bagaimanakah penerapan model pembelajaran mind mapping dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VI SD Negeri Ekanugraha semester genap tahun pelajaran 2017/2018 dalam memahami materi hak asasi manusia?”. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas VI SD Negeri Ekanugraha semester genap tahun pelajaran 2017/2018 dalam memahami materi hak asasi manusia melalui penerapan model pembelajaran mind mapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan siswa dalam memahami materi hak asasi manusia dapat dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran mind mapping. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan prestasi belajar dari siklus 1 ke siklus 2. Hasil post test siklus 1 mencapai nilai rata-rata 69,69 pada kategori cukup dengan prosentase kelulusan 56,25% dan pada siklus 2 meningkat nilai rata-rata post test menjadi 88,75 pada kategori baik dengan tingkat prosentase kelulusan 87,50%. Jadi prestasi belajar mengalami peningkatan sebesar 12,50
PENGARUH DOSIS PUPUK NPK 16-16-16 MUTIARA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L) VARIETAS BANDANA F1: PENGARUH DOSIS PUPUK NPK 16-16-16 MUTIARA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L) VARIETAS BANDANA F1
Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh dosis pupuk NPK 16-16-16Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.) VarietasBandana F1 dan mendapatkan dosis pupuk terbaik. Percobaan dilakukan di Dusun Batang Rt02/03 Desa Mandalawangi Kecamatan Sukasari Kabupaten Subang–Jawa Barat, dari bulanJuni 2017 sampai bulan September 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalahRancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yaitu Dosis NPK 16-16-16 padaperlakuan p1 275 kg/ha (6,875 g/tanaman), p2 280 kg/ha (7g/tanaman), p3 285 kg/ha(7,125g/tanaman) dan perlakuan di ulang 9 kali. Hasil percobaan menunjukan bahwapemberian dosis pupuk p3 285 kg/ha (7,125g/tanaman) memberikan hasil terbaik. Namunpemberian dosis pupuk NPK mutiara 16-16-16 pada pelakuan p2 280 kg/ha (7g/tanaman)memberikan hasil yang lebih efisien dibandingkan dengan p3 285 kg/ha (7,125g/tanaman)
PENGARUH KOMBINASI PENYIANGAN DAN JARAK TANAM YANG BERBEDATERHADAP PRODUKSI TANAMAN PADI ( Oryza sativa L. ) KULTIVAR CIHERANG: PENGARUH KOMBINASI PENYIANGAN DAN JARAK TANAM YANG BERBEDATERHADAP PRODUKSI TANAMAN PADI ( Oryza sativa L. ) KULTIVAR CIHERANG
Benih padi merupakan gabah yang dihasilkan dengan cara dan tujuan khusus untuk disemaikan menjadi tanaman padi. Kualitas benih itu sendiri akan ditentukan dalam proses perkembangan dan kemasan benih, panen, perontokan, pembersihan, pengeringan, penyimpanan benih sampai fase pertumbuhan pada saat persemaian. Sehingga untuk menghasilkan kualitas benih padi yang bermutu maka dilakukan beberapa proses salah satunya adalah penyiangan dan pengaturan jarak tanam. Pelaksanaan penelitian dilakukan di areal pesawahan PT. Sang Hyang Seri (persero) pada 14 Nopember 2016 sampai dengan 28 Januari 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi penyiangan dan jarak tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil padi pada kultivar Ciherang. Metode percobaan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan Sembilan perlakuan dan tiga ulangan, sebagai faktor utama yaitu kombinasi waktu penyiangan (S) terdiri dari tiga taraf : S1,S2, dan S3 setelah tanam dan sebagai faktor kedua yaitu jarak tanam (J) yang terdiri tiga taraf : J1,J2, dan J3. Pada penelitian faktor yang diamati meliputi ; a. Tinggi tanaman, b. Jumlah anakan, c. Jumlah malai, d. Jumlah gabah per malai, e. Bobot 1000 butir. Lokasi percobaan yang dipakai termasuk jenis tanah Aluvial. Tinggi tempat kurang lebih 12 m dari permukaan laut. Hasil percobaan ini memberikan pengaruh nyata yang baik kepada pertumbuhan jumlah anakan karena penyinaran matahari dan penyerapan unsur hara serta nutrisi makanan sangatlah baik sehingga memberikan peningkatan bobot 1000 butir gabah isi dan bobot gabah kering bersih, sehingga memberikan produktifitas padi yang maksimal dan meningkat
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK BOKASHI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SEMANGKA (Citrullus vulgaris Schard) VARIETAS Tafuma F1: Fakultas Agrobisnis dan Rekayasa Pertanian, Universitas Subang;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk bokashi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman semangka (Citrullus vulgaris Schard) Varietas Tafuma F1. Percobaan dilakukan pada bulan Februari 2018 di Kebun Percobaan Fakultas Agrobisnis dan Rekayasa Pertanian Universitas Subang dengan ketinggian tempat 118 m dpl. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 ulangan. Perlakuan pemberian Bokashi terdiri dari lima taraf antara lain; A (75 g), B (87,5 g), C (100 g), D (112,5 g), dan E (125 g). Variabel pengamatan meliputi pengamatan utama dan pengamatan penunjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Pupuk Bokashi berpengaruh terhadap pengamatan tinggi tanaman dan bobot kering tanaman yang menghasilkan nilai rata-rata berbeda, sedangkan pada bobot buah, diameter buah, dan tingkat kemanisan buah menghasilkan nilai rata-rata yang sama, dari seluruh perlakuan yang diberikan, perlakuan D dengan dosis pupuk (112,5 g) merupakan perlakuan yang direkomendasikan, karenamenghasilkan rata-rata tinggi tanaman umur 14 HST sebesar 60,48 cm dan umur 21 HST sebesar 104,34 cm, sedangkan pada pengamatan bobot kering tanaman dan bobot buah menghasilkan rata-rata bobot kering 7,30 g dan rata-rata bobot buah 887 g/polybag atau sebanding dengan 177,4 ton/ha
PENGARUH MULSA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L) VARIETAS BANDANA: Fakultas Agrobisnis dan Rekayasa Pertanian, Universitas Subang
Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh mulsa organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L) varietas bandana. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang, penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 sampai dengan bulan Januari 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 kali ulangan. Faktor perlakuan adalah mulsa organik yang terdiri dari M0 kontrol, M1 mulsa jerami, M2 mulsa alang-alang, M3 mulsa orok-orok. Kriteria yang diamati meliputi tinggi tanaman, bobot kering tanaman, jumlah buah pertanaman, panjang mentimun, diameter buah pertanaman dan bobot buah pertanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa Mulsa organik yang berbeda berpengaruh terhadap parameter tinggi tanaman pada 7 dan 14 HST, jumlah buah pertanaman, panjang mentimun dan bobot buah pertanaman, tetapi tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman pada 21 HST, diameter buah dan bobot kering pertanaman. Perlakuan mulsa alang-alang dan mulsa orok-orok memberikan hasil dan tanggapan yang terbaik pada tinggi tanaman 7 dan 14 HST, jumlah buah pertanaman, dan bobot buah pertanama
PENGARUH DOSIS PUPUK FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA JENIS TERUNG JENO F1 DAN LAGUNA F1 (Solanum melongena L.): Fakultas Agrobisnis dan Rekayasa Pertanian, Universitas Subang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh dosis pupuk posfat terhadap pertumbuhan dan hasil dua jenis terung jeno F1 dan laguna F1 (Solanum melongena L.). Percobaan dilakukan dari bulan Desember 2018 hingga Februari 2019 di Kebun Percobaan SMKN1 Pusakanagara, desa Pusakajaya, kecamatan Pusakajaya, kabupaten Subang, dengan ketinggian tempat ±50 m dpl dan suhu rata-rata 27°C-33°C. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana yang terdiri dari enam perlakuan dan empat ulangan yaitu: A (100 kg SP36 - P1 ), B (100 kg SP-36–P1), C(125kgSP36–P2), D (125 kg SP-36–P2),E(150 kg SP36–P3), F (150 kg SP36 – P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh pupuk fosfat terhadap dua jenis terung Jeno F1 dan Laguna F1 pada pengamatan tinggi tanaman, bobot kering. (2) dosis pada perlakuan F (Pupuk Fosfor 0,75 g/polybag) memberikan hasil yang paling baik dibandingkan dengan perlakuan lainny
PENERAPAN METODE LATIHAN KETERAMPILAN PSIKOLOGIS BERUPA RILEKSASI UNTUK MENINGKATAN KINERJA WASIT DALAM MEMIMPIN PERTANDINGAN FUTSAL
Latar belakang penelitian dilatar belakangi oleh media massa yang sering kali memberitakan wasit dalam memimpin jalannya suatu pertandingan, bahkan menjadikan pokok pemberitaan hangat terkait dengan sikap wasit dalam pertandingan. Wasit seringkali dijadikan sasaran ketidak puasan pemain, ofisial, dan penonton ketika mereka merasa tidak puas dengan kinerja wasit, terutama ketika kondisi kesebelasan ada pada posisi kalah. Lebih-lebih dalam kondisi tersebut wasit sering tidak terkontrol emosinya ketika diperlakukan tidak sewajarnya. Akibat dari seringnya pemain, ofisial dan penonton memberikan protes berlebihan dan seakan-akan melecehkan wasit dalam suatu pertandingan, tidak jarang pula membuat wasit semakin tidak bisa mengontrol emosinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui apakah penerapan metode latihan keterampilan psikologis berupa latihan Rileksasi dapat memberi pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kinerja wasit dalam memimpin pertandingan futsal. Penelitian dilakukan terhadap wasit AFK Kabupaten Subang, luaran yang ditargetkan adalah dipublikasikan di jurnal BIORMATIKA Universitas Subang. Metode eksperimen dan desain One Group Pretest-Postest Desaign dipilih pada penelitian ini untuk melihat sejauh mana pengaruh latihan keterampilan Rileksasi terhadap kepemimpinan wasit futsal. Adapun uraian TKT penelitian yang diusulkan dalam penelitian ini adalah Rancangan dan Metodologi Penelitian tersusun komplit.
MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU MELALUI PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK DENGAN TEKNIK SUPERVISI KELOMPOK DI SD NEGERI EKANUGRAHA KABUPATEN SUBANG
Kenyataan yang terjadi di SD Negeri Ekanugraha, ditemukan fenomena, Guru yang sudah lulus sertifikasi dan mendapatkan gelar guru professional belum meningkatkan kinerjanya dan belum bisa merealisasikan gelarnya tersebut. Guru belum mengoptimalkan media teknologi informasi untuk mendukung kegiatan belajar dan masih menggunakan metode konvensional yaitu ceramah. Jarangnya guru yang melakukan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas dan penyusunan perangkat pembelajaran yang belum baik. Guru belum menerapkan model pembelajaran yang inovatif, menarik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan profesionalisme guru melalui penerapan supervisi akademik dengan teknik supervisi kelompok di SD Negeri Ekanugraha Kabupaten Subang. Subjek penelitian adalah guru SD Negeri Ekanugraha yang berjumlah 12 orang. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan analisis dokumentasi. Aspek-aspek yang disupervisi adalah Kemampuan merencanakan program belajar mengajar, Menguasai bahan pelajaran, Melaksanakan/mengelola proses belajar mengajar, Menilai kemajuan proses belajar mengajar (Kunandar, 2007:45), 2). Berdasarkan pengolahan data dan pembahasan didapatkan kesimpulan sebagai berikut: Pada aspek profesionalisme guru didapatkan pada siklus I sebesar 60% dengan kategori dukup baik dan pada siklus II meningkat menjadi 89% dengan kategori sangat baik
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMAHAMI MATERI IBADAH PUASA MEMBENTUK PRIBADI YANG BERTAKWA MELALUI PENERAPAN METODE INQUIRY LEARNING DI KELAS VIII-D SMP NEGERI 1 KALIJATI
Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi ibadah puasa membentuk pribadi yang bertakwa melalui penerapan metode inquiry learning di kelas VIII-D SMP Negeri 1 Kalijati. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2018-2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan siswa dalam memahami materi ibadah puasa membentuk pribadi yang bertakwa dapat dilakukan dengan menerapkan metode inquiry learning. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II. Dimana hasil post test siklus I mencapai rata-rata sebesar 71,41 dengan tingkat persentase kelulusan 53,13% dan pada siklus II meningkat menjadi 85,78 dengan tingkat persentase kelulusan 90,63%