E-Journal Universitas Subang
Not a member yet
1292 research outputs found
Sort by
Tinjauan Atas Prosedur Pengajuan Dana Kredit Guna Bhakti Pada PT Bank Jabar Banten Kantor Cabang Subang
Abstrak
Penelitian ini dilakukan di PT. Bank Jabar Banten Kantor Cabang Subang yang berlokasi di Jalan Jend. Ahmad Yani No. 2 Subang. Adapun metode penulisan yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu mengumpulkan data yang bertujuan untuk menggambarkan, memaparkan, dan menganalisanya, kemudian menarik kesimpulan. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat adalah Bank milik pemerintah Provinsi Jawa Barat, bersama-sama dengan Pemerintah Kota/Kabupaten se-jawa Barat dan Banten, didirikan berdasarkan surat Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat Nomor 7/GKDH/BPD/61 tanggal 20 mei 1961. Sejak tahun 1992 aktivitas Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat ditingkatkan menjadi Bank Umum Devisa berdasarkan surat keputusan Direksi Bank Indonesia Nomor II Tahun 1995 mempunyai sebutan “Bank Jabar” dengan logo baru. Dalam rangka mengikuti perkembangan perekonomian dan perbakan, maka berdasarkan Perda Nomor 22 Tahun 1998 dan akta Pendirian Nomor 4 Tanggal 8 April 1999 berikut Akta Perbaikan Nomor 8 Tanggal 15 April 1999 yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman RI tanggal 16 April 1999, bentuk hukum Bank Jabar diubah dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT). Berdasarkan data-data yang diperoleh di Bank Jabar Banten Kantor Cabang Subang, terdapat layanan beberapa jenis kredit salah satunya yang banyak diminati adalah layanan Kredit Guna Bhakti yaitu jenis kredit yang disediakan bagi PNS, PNS non PEMDA dan Anggota DPRD. Salah satu faktor ketertarikan debitur terhadap fasilitas Kredit Guna Bhakti ini adalah kemudahan dari persyaratan kreditnya yang berasal dari identitas debitur sebagai pegawai.
Kata Kunci: prosedur, pengajuan kredit
Abstract
This research was conducted at PT. Bank Jabar Banten Subang Branch Office located at Jalan Jend. Ahmad Yani No. 2 Subang. The writing method used is descriptive method, namely collecting data that aims to describe, describe, and analyze it, then draw conclusions. West Java Regional Development Bank is a bank owned by the government of West Java Province, together with the City/Regency Governments throughout West Java and Banten, established based on the letter of the Governor of the First Level Region of West Java Number 7/GKDH/BPD/61 dated 20 May 1961 Since 1992 the activities of the West Java Regional Development Bank have been increased to become a Foreign Exchange Commercial Bank based on the Decree of the Board of Directors of Bank Indonesia Number II of 1995 which has the title "Bank Jabar" with a new logo. In order to follow the development of the economy and banking, based on the Regional Regulation Number 22 of 1998 and the Deed of Establishment Number 4 dated April 8, 1999 along with the Deed of Improvement Number 8 dated April 15 1999 which was approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia on April 16 1999, the legal form of Bank Jabar was changed from a Regional Company (PD) to a Limited Liability Company (PT). Based on the data obtained at Bank Jabar Banten Subang Branch Office, there are several types of credit services, one of which is in great demand is the Guna Bhakti Credit service, namely the type of credit provided for civil servants, non-Pemda civil servants and DPRD members. One of the factors of interest from the debtor to the Guna Bhakti Credit facility is the ease with which the credit terms come from the identity of the debtor as an employee.
Keywords: procedure, credit applicatio
Analisis Tingkat Risk Profile Pada PT. Bank Woori Saudara 1906, Tbk Kantor Cabang Subang
Abstrak
Perbankan merupakan pilar penting bagi sebuah negara terutama dalam sektor perekonomian, Bank memiliki peran dasar sebagai “intermediaries” antara pemilik dana (surplus spending unit) dan peminjam dana/ kekurangan dana (deficit spending unit), sebagai lembaga/organisasi yang mengutamakan kepercayaan dari masyarakat, selain harus memberikan pelayanan yang baik, juga haruslah menjaga kesehatan keuangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Risk Profile Pada PT.Bank Woori Saudara Cabang Subang Periode 2014-2018 dengan menggunakan Rasio Non Performing Loan (NPL) dan Loan to Deposito Ratio (LDR). Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dan teknik Purposive sampling, pengumpulan data dengan Observasi,Wawancara dan Studi Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan selama periode 2014-2015 : (1) Rasio NPL dalam kondisi sangat baik dengan Persentase terbaik pada tahun 2017 sebesar 0.07% dan peringkat terakhir pada tahun 2015 sebesar 0,95%, selama periode penelitian rasio NPL masuk dalam komposit 1 (Sangat Baik), (2) Rasio LDR dalam persentase terbaik selam periode tersebut yaitu pada tahun 2014 sebesar 679%, dan peringkat terakhir pada tahun 2016 sebesar 1097%, Rasio LDR selama periode penelitian masuk dalam Komposit 5 (Tidak Sehat).
Kata Kuci : Risk Profile, Non Performing Loan (NPL), Loan to Deposito Ratio (LDR)
Abstract
Banking is an important pillar for a country, especially in the economic sector, the Bank has a basic role as an "intermediary" between the owner of the fund (surplus spending unit) and the borrower of funds / lack of funds (deficit spending unit), as an institution / organization that prioritizes the trust of the community In addition to providing good service, it must also maintain financial health. This study aims to determine the level of Risk Profile at PT Bank Woori Saudara Subang Branch for the 2014-2018 period by using a Non Performing Loan Ratio (NPL) and Loan to Deposit Ratio (LDR). This type of research uses descriptive methods with quantitative approaches, and purposive sampling techniques, data collection by observation, interview and documentation study. The results showed during the 2014-2015 period: (1) NPL ratio in very good condition with the best percentage in 2017 was 0.07% and the last rating in 2015 was 0.95%, during the study period the NPL ratio was included in composite 1 (Strong), (2) LDR ratio in the best percentage during this period in 2014 was 679%, and the last rank in 2016 was 1097%, LDR ratio during the study period was included in Composite 5 (Unsatisfactory).
Keywords: Risk Profile, Non Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR
Peran Lembaga Amil Zakat Dalam Peningkatan Jumlah Muzakki (Baznas) Kabupaten Subang
Abstrak
Kehadiran Undang-Undang tentang Pengelolaan Zakat memberikan warna baru bagi BAZNAS Kabupaten Subang dalam mensosialisasikan peran dan fungsi ZIS, dengan sosialisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran muzakki dalam berzakat, namun hal ini menjadikan BAZNAS Kabupaten Subang untuk menentukan kebijakan dalam upaya peningkatan kesadaran zakat masyarakat, yang dapat memberi dampak positif pada meningkatnya jumlah muzakki yang dimiliki BAZNAS Kabupaten Subang. Dengan bertemakan “Peran Lembaga Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang dalam Meningkatkan Jumlah Muzakki”. Maka tulisan ini bertujuan untuk menjawab tiga permasalahan. Pertama, apa saja rencana strategis BAZNAS Kabupaten Subang dalam meningkatkan jumlah muzakki. Kedua, apa saja program kerja BAZNAS Kabupaten Subang. Ketiga, bagaimana langkah-langkah BAZNAS Kabupaten Subang dalam meningkatkan jumlah muzakki.
Kata Kunci : Peran BAZNAS Meningkatkan Jumlah Muzakki
Abstract
The presence of the Law on Zakat Management provides a new color for BAZNAS Subang Regency in socializing the role and function of ZIS, with this socialization it is expected to increase awareness of muzakki in tithing, but this makes BAZNAS Subang Regency to determine policies in an effort to increase public zakat awareness, which can have a positive impact on increasing the number of muzakki owned by BAZNAS Subang Regency. With the theme "The Role of the National Amil Zakat Agency (BAZNAS) Subang Regency in Increasing the Number of Muzakki". So this paper aims to answer three problems. First, what are the strategic plans of BAZNAS Subang Regency in increasing the number of muzakki. Second, what are the work programs of BAZNAS in Subang Regency. Third, how are the steps of BAZNAS in Subang Regency in increasing the number of muzakki.
Keywords: The Role of BAZNAS in Increasing the Number of Muzakk
Analisa Kualitas Padlock Key menggunakan Pengujian Kekerasan dan Struktur Mikro
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekerasan dan struktur mikro dari dua jenis Padlock Key yang berbeda. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen dipilih bertujuan untuk membandingkan dari dua jenis Padlock Key yang sering digunakan masyarakat. Padlock Key merk Soligen dan Padlock Key merk ATS digunakan sebagai spesimen uji. Berdasarkan hasil pengujian kekerasan metode Vickers dan Metalografi pada Padlock Key Soligen dan Padlock Key ATS hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai kekerasan. Pada spesimen Padlock Key Soligen memiliki nilai kekerasan 231 VHN sedangkan Padlock Key ATS 230. Nilai ini menunjukkan bahwa material batang Padlock Key pada kedua merk tersebut tidak memiliki perbedaan yang signifikan, hanya selisih 1 angka. Hasil uji metalografi membuktikan bahwa struktur mikro kedua spesimen memiliki persamaan. Fasa yang terjadi Pearlite dan Pearlite. Butiran pada kedua katup berdimensi halus. Secara terpisah, spesimen Padlock Key ATS terdapat banyak butiran hitam, hal ini kemungkinan proses pembuatan batang Padlock Key G2 hasil daur ulang. Sebaliknya, butiran hitam tidak terjadi pada Padlock Key Soligen
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PASAR KERJA STUDI KASUS : DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN SUBANG
Penelitian ini yang berjudul Pengembangan Sistem Informasi Pasar Kerja Menggunakan Metode RUP (Rational Unified Process) merupakan sebuah sistem informasi yang dibangun untuk membantu Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang. Dengan dibangunnya sistem ini instansi dapat melakukan penyebaran lowongan kerja kepada masyarakat terutama kepada pencari kerja di kabupaten subang.Dalam penulisan skripsi ini peneliti telah membuat sistem informasi tersebut dengan metodelogi pengembangan sistem menggunakan Rational Unified Process dengan pemodelan sistem menggunakan Unified Modeling Language serta framework pemograman codeigniter versi 3.1.11 dan basis data menggunakan SQLyog versi 11.11Hasil pengujian dari dibangunnya sistem ini menunjukan bahwa sistem informasi tidak memiliki kendala dari segi pengujian balckbox. Selain itu, perhitungan yang dilakukan sesuai dengan teori yang digunakan. Dengan demikian, Sistem Informasi Pasar Kerja ini layak digunakan di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI JAGAL BERBASIS WEB STUDI KASUS PADA RUMAH POTONG HEWAN JAFAR KECAMATAN COMPRENG
Sistem informasi Jagal merupakan sistem komputer yang digunakan untuk memanipulasi data transaksi. Dalam hal ini penulis mencoba memetakan transaksi yang akan dilakukan konsumen pada Rumah Potong Hewan Jafar Kecamatan Compreng, dengan menggunakan layanan berbasis web. Metode pengembangan yang digunakan yaitu Unified Process dengan tahapan mulai dari inception, elaboration sampai dengan construction, dan memodelkannya menggunakan Unified Modelling Language (UML).Dengan adanya sistem informasi jagal ini dapat diketahui jadwal transaksi pemotongan dan data jagal yang ada pada Rumah Potong Hewan Jafar Kecamatan Compreng, sehingga dapat digunakan untuk mengetahui ketersediaan jagal
SISTEM INFORMASI PERENCANAAN POLA MAKAN SESUAI SUNNAH NABI MUHAMMAD SAW
Perencanaan pola makan merupakan suatu cara atau usaha dalam menggambarkan pengaturan jumlah porsi makan, jenis makanan, jadwal makan dan pengolahan makanan atas dasar ilmu pengetahuan yang dimiliki dengan maksud untuk mempertahankan kesehatan yang baik, nilai gizi, dan mencegah atau membantu kesembuhan penyakit. rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan bagaimana seharusnya makan, dimulai dari porsi makan, cara makan, adab ketika makan dengan konsep keseimbangan makan, porsi kecil kecukupan nutrisi, dan mengisi perut cukup sepertiga (bagian lambung) untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk nafasnya. Oleh karena itu dalam pengembangan sistem informasi perencanaan pola makan sesuai sunnah nabi Muhammad SAW ini dibangun menggunakan metode pengembangan sistem Unified Process, Bahasa pemrograman JAVA, database SQLite serta menggunakan pemodelan Unified Modeling Language. Hasil yang didapat dari penelitian yang telah dilakukan menghasilkan beberapa fungsi antara lain dapat mengelola data pengguna, mengelola rencana makan, menampilkan informasi adab, pedoman pola makan nabi, resep, serta makan dan nutrisi
PENYUSUNAN RANCANGAN ARSITEKTUR SISTEM INFORMASI KETAHANAN PANGAN
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah melakukan perancangan sistem informasi ketahanan pangan pada level enterprise. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Enterprise Architecture Planning (EAP) dengan hanya focus pada komponen business modeling, architecture Data dan architecture application. Berdasarkan hasil Analisa, proses bisnis ketahanan pangan terdiri dari kegiatan utama yang terdiri dari penyediaan pangan, pengelolaan cadangan pangan, distribusi pangan, perdagangan pangan dan konsumsi pangan. Selain kegiatan utama ada juga kegiatan pendukung yang terdiri dari penyediaan infrastruktur pangan, penanganan kerawanan pangan, dan pelaksanaan pengawasan keamanan pangan segar.
Untuk membangun Sistem Informasi Ketahanan Pangan pada level enterprise maka telah dilakukan kajian terkait entitas data yang perlu dikelola. Keterkaitan entitas tersebut digambarkan dalam architecture data. Berdasarkan arsitekture data tersebut kemudian ditentukan arsitektur aplikasi yang mendefinisikan aplikasi apa saja yang diperlukan dan bagaimana keterkaitan antara satu aplikasi dengan aplikasi lainnya. Ada 10 aplikasi yang perlu dibangun dalam menunjang pengelolaan data yang terkait dengan Ketahanan Pangan yaitu Satgas Digital Pangan, Sistem Informasi Ketersediaan Pangan, Sistem Informasi Harga dan Pasokan, Sistem Informasi Peta Ketersediaan & Distribusi, Sistem Informasi Kerawanan Pangan, Sistem Informasi Konsumsi Pangan, Sistem Informasi Infrastruktur Pangan, Sistem Informasi Pengawasan Pangan Segar, Info BMKG Bandung, Sistem Informasi Perencanaan Pangan
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MEMAHAMI MATERI MENGEMBANGKAN EKONOMI KREATIF BERDASARKAN POTENSI WILAYAH UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY INQUIRY DI KELAS IX B SMP NEGERI 2 JALANCAGAK
Kenyataan di dalam kelas hasil ulangan harian materi Mengembangkan Ekonomi Kreatif Berdasarkan Potensi Wilayah Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat pada siswa kelas IX B SMP Negeri 2 Jalancagak masih rendah, dimana hanya 8 siswa (25%) yang mendapat nilai KKM 75 dari 32 siswa, sedangkan 24 siswa yang lain (75%) hanya memperoleh nilai di bawah KKM. Berdasarkan hasil ulangan harian tersebut diperoleh suatu kesimpulan bahwa hasil belajar siswa masih rendah, karena siswa belum memahami materi tersebut dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa memahami materi Mengembangkan Ekonomi Kreatif Berdasarkan Potensi Wilayah Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat melalui penerapan model pembelajaran Discovery Inquiry pada siswa Kelas IX B SMP Negeri 2 Jalancagak. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX B SMP Negeri 2 Jalancagak yang berjumlah 32 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi Mengembangkan Ekonomi Kreatif Berdasarkan Potensi Wilayah Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dapat dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Inquiry di kelas IX B. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan hasil post test siswa dari siklus I ke siklus II. Hasil rata-rata post test siklus I mencapai 71,72 dengan ketuntasan 50% dan pada siklus II hasil rata-rata post test meningkat menjadi 85,16 dengan ketuntasan 93,75%
Praktek Rent Seeking (Pemburu Rente): Praktek Politik Dan Bisnis Di Kalangan Birokrasi (Rent Seeking Practice: Political And Business Practices In The Bureaucracy)
Abstrak
Dalam sejarah politik di Indonesia, terlihat bahwa akar korupsi terdapat dalam praktik pemburuan rente (Rent Seeking) yang sudah ada sejak zaman pra kemerdekaan. Para birokrat dan penguasa politik secara sistematis menggunakan kekuasaannya untuk berbisnis dengan cara “mempengaruhi” setiap pengambilan keputusan dalam berbagai kebijakan. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui praktek Rent Seeking di Indonesia. Kemudian untuk mengetahui hubungan antara rent seeker, para birokrat dan politisi dalam praktek rent seeking serta penyebab munculnya praktek rent seeking dalam perspektif administrasi publik dan ekonomi politik. Metode yang digunakan adalah menggunakan pendekatan administrasi publik dan ekonomi politik secara kualititatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa praktek rent seeking terjadi dengan tujuan untuk memelihara dukungan dari para pendukung politiknya. Dalam mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan, elit birokrasi maupun politisi seringkali mendapat sokongan dana dari para pengusaha, sehingga seringkali banyak terjadi kasus-kasus kolusi, korupsi dan nepotisme di berbagai media yang dilakukan para elit politik dan birokrat. Sebagai balas budi, elit politik dan pejabat birokrasi melancarkan kepentingan para pengusaha dalam mencapai tujuan ekonomi/bisnisnya. Melalui praktek rent seeking ini menunjukkan ‘kerjasama’ elit birokrasi, politisi dan pengusaha (sebagai sumber dana) sebagai jalinan klientelistik yang mencerminkan pencapaian kepentingan elite birokrasi, politisi dan pengusaha diatas kepentingan publik.
Kata Kunci: Rent Seeking, Bisnis, Pengusaha, Birokrat, Politisi.
Abstract
In the history of politics in Indonesia, it can be seen that the root of corruption lies in the practice of rent seeking which has existed since pre-independence times. Bureaucrats and political rulers systematically use their power to do business by "influence" every decision making in various policies. The purpose of this paper is to find out the practice of rent seeking in Indonesia. Then to find out the relationship between rent seekers, bureaucrats and politicians in the practice of rent seeking and the causes of the emergence of rent seeking practices in the perspective of public administration and political economy. The method used is a qualitative approach to public administration and political economy. The results of the study show that the practice of rent seeking occurs with the aim of maintaining support from political supporters. In gaining and maintaining power, the bureaucratic elite and politicians often receive financial support from businessmen, so that there are often cases of collusion, corruption and nepotism in various media carried out by political elites and bureaucrats. In return, political elites and bureaucratic officials promote the interests of entrepreneurs in achieving their economic/business goals. Through this practice of rent seeking, it shows the 'cooperation' of the bureaucratic elite, politicians and businessmen (as a source of funds) as a clientelistic relationship that reflects the achievement of the interests of the bureaucratic elite, politicians and businessmen above the public interest.
Keywords: Rent Seeking, Business, Entrepreneur, Bureaucrat, Politician