E-Journal Universitas Subang
Not a member yet
1292 research outputs found
Sort by
Kajian Sistem Tata Air dengan Menerapkan Parit Resapan di Desa Kamarung Kecamatan Pagaden
Selama manusia berkembang, pembangunan terus digalakan di berbagai bidang. Yang bertujuan untuk mencapai keadaan yang lebih baik dari keadaan sebelumnya. Secara umum pembangunan harus memperhatikan hal penting yang mendukung prosesnya. Seringkali dalam pelaksanaan pembangunan suatu bidang, terdapat bidang lain yang terimbas dan mungkin dirugikan. Contoh yang paling sering dan dapat dirasakan serta dilihat langsung adalah pembangunan infrastruktur pada suatu pemukiman dan pusat perekonomian seperti pasar, yang bersinggungan dengan infrastruktur jalan dan drainase. Dimana karena adanya keterbatasan seperti ketersediaan lahan, infrastruktur drainase tidak memenuhi standar dan fungsinya menjadi tidak maksimal. Apabila pada suatu daerah yang sistem drainasenya terganggu atau tidak bisa bekerja secara maksimal, maka daerah tersebut akan berpotensi mengalami genangan atau bahkan lebih buruk lagi terjadi banjir. Dan ketika suatu daerah sudah mengalami banjir, maka segala bidang kegiatan di daerah tersebut akan ikut terganggu. Salah satu metode yang bisa menjadi cara untuk mengurangi potensi banjir adalah dengan retensi. Dengan meretensi air hujan sebelum masuk ke sungai sebagai aliran permukaan, diharapkan sungai tidak terlalu menampung beban terlalu besar. Salah satu bangunan retensi yang bisa diaplikasikan adalah parit resapan
Penggunaan Metode Berfikir-Berpasangan-Berbagi (Think Pair Share) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Materi Cerpen Pada Kelas IX-C SMP Negeri 1 Cimenyan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tentang proses dan kemampuan membaca siswa dalam dalam memahmi sebuah cerita pendek dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share (TPS). Model tersebut dapat melatih siswa mengungkapkan alasan dari jawaban yang mereka temukan dan melakukan diskusi kelompok untuk pemecahan masalah suatu konsep tanpa melalui demonstrasi dan bimbingan dari guru. Adapun materi pembelajaran pada penelitian ini adalah membaca pemahaman cerita pendek. Subjek penelitian ini dilaksanakan dikelas IX-C di SMP Negeri 1 Cimenyan dengan siswa berjumlah 24 orang siswa. Penelitian ini melalui 2 siklus perbaikan. Pada siklus I nilai siswa yang berhasil mendapatkan nilai KKM yaitu sebanyak 33% dengan nilai rata-rata 57. Dan akhirnya pada perbaikan pembelajaran di siklus II siswa yang berhasil mencapai KKM 92% dengan nilai rata-rata 79
Penerapan Komunitas Belajar Melalui Aplikasi WhatsApp sebagai upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Sejarah
Masalah utama dalam penelitian ini yaitu bagaimana menerapkan komunitas belajar melalui aplikasi whatsapp sebagai upaya meningkatkan aktivitas belajar sejarah pada siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar mata pelajaran sejarah dengan penerapan komunitas belajar melalui aplikasi whatsapp. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dimana peningkatan aktivitas belajar siswa dapat dilihat dari hasil wawancara dengan guru dan siswa, serta dapat dilihat dari persentasi siklus I dan siklus II. Prosedur penelitian meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Unismuh makasssar sebanyak 22 siswa di dalam kelas dan 15 siswa yang tergabung di dalam komunitas whatsapp. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan komunitas belajar melalui aplikasi whatsapp dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dapat dilihat dari hasil wawancara dengan guru dan siswa, serta dapat dilihat dari nilai rata-rata persentase pada siklus I dengan pernsentase aktivitas siswa adalah 48.63% dan siklus II dengan nilai persentase aktivitas siswa meningkat menjadi 55.29%. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan komunitas melalui aplikasi whatsapp dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas X pada mata pelajaran sejarah di SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar
Implementasi Kebijakan Pengembangan Ekonomi Kreatif Pada UMKM Olahan Kayu di Kabupaten Subang
Abstrak
Pengembangan ekonomi kreatif untuk memajukan kesejahteraan umum sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB). Badan Pusat Statistik (2020) menyatakan ada 4 hal yang masih harus dibenahi untuk meningkatkan potensi ekonomi kreatif antaralain pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia belum merata. jumlah usaha kecil menengah (UKM) di bidang industri hasil hutan di Kabupaten Subang setiap tahunnya mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Kebijakan Pengembangan Ekonomi Kreatif Pada UMKM Olahan Kayu di Kabupaten Subang. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif . Adapun informan dalam penelitian ini adalah pihak-pihak yang terkait dengan penelitian ini, diantaranya Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah Dinas Koperasi, UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Subang,k epala/ Staff Seksi Manajemen Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kepala/ Staff Seksi Pemberdayaan dan Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Petugas Lapangan dan Pemilik UMKM Olahan KayuLokasi yang dijadikan objek penelitian yaitu Kabupaten Subang locusnya di Kantor UMKM dan Koperasi Kabupaten Subang yang beralamat di Jalan KS Tubun Subang, Adapun penelitian ini akan direncanakan pada bulan januari 2021 sampai dengan Februari 2021. Berdasarkan pemaparan diatas maka Implementasi Kebijakan Pengembangan Ekonomi Kreatif Pada UMKM Olahan Kayu di Kabupaten Subang belum optimal, dengan memperhatikan dimensi-dimensi Implementasi Kebijakan karena Pada Dimensi Sumberdaya, jumlah staff yang dirasa kurang proporsional dengan wilayah kerja, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Subang memiliki keterbatasan anggaran walaupun Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Subang selalu memeliki ketersediaan perlengakapan kantor.
Kata Kunci : Implementasi, Ekonomi Kreatif
Abstract
Creative economy development to advance publik welfare as mandated in the 1945 Constitution of the Republik of Indonesia; Indonesia's Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) contribute greatly to gross domestic product (GDP). The Central Statistics Agency (2020) states that there are 4 things that still need to be addressed to increase the potential for the creative economy, including the uneven growth of the creative economy in Indonesia. The number of small and medium enterprises (UKM) in the forest product industry in Subang Regency has increased every year. This study aims to determine the Implementation of Creative Economy Development Policies in Wood Processed MSMEs in Subang Regency. In this study using qualitative methods. The informants in this study were parties related to this research, including the Head of the Micro, Small and Medium Enterprises Division of the Cooperative Office, SME Industry and Trade in Subang Regency, the head / staff of the Management Section of Micro, Small and Medium Enterprises, Head / Staff of the Section for Empowerment and Development of Micro, Small and Medium Enterprises, Field Officers and Owners of Wood Processed UMKM. Based on the explanation above, the implementation of the Creative Economy Development Policy at Timber Processed MSMEs in Subang Regency has not been optimal, taking into account the dimensions of Policy Implementation because in the Resource Dimension, the number of staff is deemed not proportional to the work area, the Office of Cooperatives, MSMEs, Industry and Trade District Subang has budget constraints even though the Office of Cooperatives, SMEs, Industry and Trade of Subang Regency always has the availability of office equipment,
Keywords: Implementation, Creative Econom
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI ARSIP PADA DINAS ARSIP DAERAH & PERPUSTAKAAN KABUPATEN SUBANG
Sistem Informasi Arsip adalah sebuah sistem informasi yang dibangun untuk membantu mempermudah dalam memonitoring arsip dinamis, khususnya pada Bidang Pengelolaan Arsip. Dengan dibangunnya sistem ini Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dapat melakukan pemantauan terhadap arsip dinamis yang sudah melewati masa aktif. Dalam penelitian ini digunakan metodologi pengembangan sistem Unified Process dengan pemodelan sistem menggunakan Unified Modelling Language (UML) serta framework pemrograman CodeIgniter versi 3.0 dan basis data menggunakan SQL. Hasil Analisa terhadap system yang dikembangkan didapatkan berdasarkan assessment dengan pihak Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Suban
SUBANG MENUJU INDUSTRIALISASI DALAM PRESFEKTIF TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI
Tidak bisa dipungkiri bahwa dengan dibangunnya Pelabuhan Patimban akan berdampak pada perubahan sosial ekonomi yang mengubah masyarakat Subang menjadi masyarakat industri. Untuk menciptakan Subang yang Maju, Sejahtera dan Berkarakter tentunya bukan persoalan mudah. Harus diidentifikasi permasalahan yang berpotensi menjadi penghambat terhadap cita-cita yang diinginkan. Dari identifikasi permasalahan yang muncul kemudian dicari solusi yang paling memungkinkan dengan memperhatikan berbagai konstrain yang ada. Dalam penelitian ini dijelaskan tahapan implementasi TIK dilakukan melalui Rencana Induk Pengembangan TIK dalam menjadikan Subang kota Industri yang Maju, Sejahtera dan Berkarakter
USAHA MENGHINDARI KESULITAN BELAJAR SENAM RHYTMIK DI SEKOLAH DENGAN METODE PEMECAHAN MASALAH (PROBLEM SOLVING) MELALUI PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL
Telah dilakukan penelitian dengan judul ”Usaha menghindari kesulitan belajar senan Rhytmik di Sekolah dengan metode pemecahan masalah (Problem Solving) melalui penggunaan media audio visual”. Penelitian dilaksanakan di SMAN 3 Subang pada siswa kelas X MIPA 1 semester 2 tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini dilakukan karena berdasarkan hasil pengamatan pada saat pelajaran olah raga senam banyak ditemui bahwa para siswa mengalami kesulitan untuk melakukan gerak rangkaian antara gerak kaki dan gerak tangan. Permasalahan yang diajukan adalah “Apakah metode pembelajaran pemecahan masalah ( problem solving ) melalui penggunaan media audio visual dapat meningkatkan keterampilan gerak siswa dalam melakukan rangkaian gerak langkah kaki dan ayunan lengan pada senam rytmik“?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pendekatan model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan keterampilan gerak siswa dalam melakukan rangkaian gerak langkah kaki dan ayunan lengan pada senam rytmik.Data dikumpulkan melalui observasi guru, siswa, dan catatan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata sebelum tindakan penelitian sebesar 58,4 % (pree-test), dan nilai rata-rata sesudah tindakan sebesar 73,9 % (post-test). Hasil tersebut menunjukkan adanya korelasi peningkatan ketrampilan gerak senam rhytmik melalui koordinasi gerak kaki dan gerak ayunan lengan selama latihan sebesar 73,9 % melalui pendekatan metode pembelajaran pemecahan masalah pada siswa SMAN 3 Subang
Proses Pemberian Kredit di PT. Bina Artha Ventura Cabang Jalancagak Subang
Abstrak
Bina Artha Ventura Jalancagak adalah perusahaan modal ventura dengan memberikan pinjaman kepada masyarakat yang memiliki usaha menengah dan membutuhkan modal tambahan untuk mengembangkan usahanya. Bina Artha memiliki dua produk dalam memberikan permodalan, yaitu Bina Usaha dan Bina Group, yang keduanya merangkul semua kelompok masyarakat mikro.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana proses pemberian kredit kepada Bina Artha Ventura Jalancagak. Penelitian ini dilakukan dengan sifat deskriptif yang dilakukan dengan teknik analisis dara. Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan adalah melalui observasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pemberian kredit kepada Bina Artha Ventura melalui beberapa tahapan verifikasi, yaitu: pengecekan lingkungan sosial, pengecekan lingkungan usaha, pengecekan tempat tinggal usaha, pengecekan penanggung yang akan bertanggung jawab jika ada bawaan.
Berdasarkan penelitian yang telah penulis sampaikan, dapat disimpulkan bahwa Bina Artha menggunakan prosedur penerapan KYC untuk mengidentifikasi identitas patnernya dengan tujuan untuk mencegah perusahaan secara sengaja atau tidak sengaja dari unsur pidana kegiatan pencucian uang.
Kata Kunci : Proses Pemberian Kredit
Abstract
Bina Artha Ventura Jalancagak is a venture capital company by providing loans to people qho have medium-sized businesses and are in need of in need of additional capital to develop their businesses. Bina Artha has two products in providing capital, namely Bina Usaha and Bina Group, both of which are at embracing all groups of micro-communities.
The purpose of this study is to describe how the process of granting credit to Bina Artha Ventura Jalancagak. This research was conducted with a descriptive nature carried out with dara analysis techniques. The data collection technique by the auther is through observation. This study showthat the implementation of granting credit to Bina Artha Ventura goes through several verification steps, namely : cheking the social environment, cheking the business environment,cheking the place of residence of the business, cheking the guarantor who will be responsible if there is a default.
Based on the research that the outhor has conveyed, it can be concluded that Bina Artha uses KYC imp;ementation procedures to dentify the identity of its patners with the aim of preventing the company, intentionally or unintentionally, from criminal elements for money laundering activities.
Keywords : Credit Granting Proce
PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN FIELDTRIP DENGAN ROLE PLAYING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XII PADA MATERI KEARIFAN LOKAL DALAM MATA PELAJARAN SOSIOLOGI
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada materi kearifan lokal dalam mata pelajaran sosiologi, hasil belajar siswa pada materi tersebut belum mencapai KKM. Tujuan umum dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penggunaan metode pembelajaran fieldtrip dan role playing untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran sosiologi khususnya materi kearifan lokal. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian ini adalah guru dan seluruh siswa kelas XII IPS 5 SMA Negeri 2 Subang yang berjumlah 37 orang siswa. Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus, instrumen yang digunakan adalah RPP, lembar soal, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes, teknik observasi dan studi dokumentasi. Adapun teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, terdiri dari tahap reduksi data, sajian data dan verifikasi atau penyimpulan data. Aktivitas guru pada pembeljaran siklus I mencapai persentase 90%. Aktivitas siswa pada pembelajaran siklus I mencapai persentase 70%, siklus II peningkatan yang dicapai sudah cukup optimal dengan persentase 100%. Dan hasil belajar siswa siklus I persentase keberhasilan siswa mencapai 59,45%, pada siklus II dengan keberhasilan siswa mencapai 78,38%. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada materi kearifan lokal dapat ditingkatkan dengan penggunaan metode pembelajaran fieldtrip dan roleplaying
MENINGKATKAN PSIKOMOTORIK PESERTA DIDIK KELAS II SD NEGERI SAMUDRAJAYA MELALUI PEMBELAJARAN AKTIF
Tujuan yang ingin diketahui dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (a) aktivitas guru melakukan pembelajaran aktif di Kelas II SDN Samudrajaya untuk meningkatkan keterampilan psikomotorik, (b) aktivitas peserta didik Kelas II SDN Samudrajaya Blanakan Subang dalam mengikuti pembelajaran aktif, (c) peningkatan keterampilan psikomotorik peserta didik Kelas II SDN Samudrajaya Blanakan Subang setelah diberikan pembelajaran aktif. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmish and Taggart, dengan tiga siklus tindakan. Penelitian dilaksanakan di SDN Samudrajaya Blanakan, dengan subjek penelitian 39 peserta didik kelas II tahun pelajaran 2019-2020. Dari hasil analisis dan pembahasan diperoleh kesimpulan (a) guru menunjukkan aktivitas yang sangat baik dalam menerapkan pembelajaran aktif di kelas II SDN Samudrajaya untuk meningkatkan keterampilan psikomotorik. Hal ini dapat dilihat pada peningkatan kemampuannya dari satu siklus ke siklus berikutnya, (b) peserta didik kelas II SDN Samudrajaya Blanakan Subang menunjukkan aktivitas yang sangat baik dalam mengikuti pembelajaran aktif. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan keterampilan yang dimiliki peserta didik dari satu siklus ke siklus berikutnya, (c) keterampilan psikomotorik peserta didik kelas II SDN Samudrajaya Blanakan Subang setelah diberikan pembelajaran aktif menunjukkan peningkatan, seperti meningkatnya jumlah peserta didik yang menunjukkan keterampilan dari satu siklus ke siklus berikutnya