E-Journal Universitas Subang
Not a member yet
1292 research outputs found
Sort by
Sistem Informasi E-Commerce Toko Hikmah Tani Berbasis Web
Penelitian ini membahas inplementasi Sistem Informasi E-commerce Toko Hikmah Tani Dalam proses penjualan toko Hikmah Tani ini sering kali menimbulkan masalah seperti terkendalanya jarak antara penjual dan pembeli karena masih hanya bisa melakukan transaksi di toko, pencatatan daftar barang, stok barang dan harga barang yang masih manual pencatatan transaksi yang belum sistematis. Dengan menggunakan metode pengembangan sistem Rational Unified Process (RUP), tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah Pengimplementasian e-commerce untuk pada toko Hikmah Tani, Calon konsumen terlebih dahulu mengetahui informasi ketersedian dan harga barang yang ingin dibeli. Membantu toko Hikmah Tani dalam melakukan pencatatan transaksi penjualan menggunakan sistem, Membantu calon konsumen dalam mendapatkan informasi tentang obat pertania
Pengaruh Konseling Kelompok Dengan Teknik shaping Untuk Meningkatkan Kedisplinan Siswa
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok dengan Teknik Shaping untuk meningkatkan kedisplinan siswa di kelas VIII G SMP Negeri 8 magelang. Pendekatan ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan model One Group Pretest-Posttest Design. Subjek dalam penelitian ini dipilih dengan Teknik Purposive Sampling. Sampel yang daimbil dalam penelitian ini yaitu konsleing kelompok Teknik Shaping. Sampel yang diambil sebanyak 7 siswa. Ada dua variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variabel bebas yang berupa konseling kelompok Teknik Shaping. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan instrument angket. Uji validitas instrument kedisplinan siswa. Analisis data menggunakan parametric dengan Teknik uji Paired Sample T-test. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa kedisplinan siswa di sekolah mengalami kenaikan setelah memperoleh layanan konseling kelompok Teknik shaping dengan rata-rata perubahan 19,7% dan hasil analisis uji Paired Sample T-test, Sig.2 tailed menunjukan =0,000 < 0,05, hasil probabilitas menunjukan kurang dari 0,05 maka hipotesis diterima. Berdsarkan hasil penelitian yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok dengan Teknik Shaping efektif dalam meningkatkan kedisplinan siswa di sekolah kelss VIII G SMP Negeri 8 Magelang
Didactical Engineering Untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMA
Berbagai penelitian, baik di tingkat internasional maupun nasional mengungkapkan bahwa kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMA masih rendah. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini yakni mendesain bahan ajar berdasarkan langkah-langkah Didactical Engineering (DE) yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMA, serta menganalisis learning obstacle siswa terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMA. Kemampuan berpikir kreatif matematis sangat diperlukan, karena itu perlu dimiliki setiap siswa, demikian pula pemahaman terhadap karakteristik siswa, guru dapat meminimalkan munculnya pembelajaran yang justru menimbulkan tekanan negatif terhadap siswa. Didactical Engineering (DE) telah terbukti mampu mengembangkan kemampuan penalaran matematis siswa, sehingga Didactical Engineering (DE) diduga dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan desain Didactical Engineering (DE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Didactical Engineering (DE) mampu mengembangkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa
Hasil Belajar Penjas Peserta didik Ditinjau Dari Segi Motivasi
Penelitian ini bertujuan agar menganalisis kinerja pembelajaran Penjas peserta didik di SMA Negeri 1 Tanggetada dengan mempertimbangkan tingkat motivasinya. Metode penelitian yang dipakai yaitu korelasional dengan penerapan teknik random cluster sampling. Tingkat motivasi peserta didik diukur melalui angket skala likert, sesertagkan hasil belajar diukur melalui raport. Data deskriptif menunjukkan rata-rata skor motivasi peserta didik sebesar 76,83, sesertagkan rata-rata skor hasil belajar mencapai 89,29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa termampu dampak yang signifikan antara motivasi peserta didik kepada hasil belajar Penjas. Korelasi antara motivasi belajar peserta didik dengan prestasi belajar Penjas mencapai 0,353 yang mampu dikategorikan korelasi sesertag. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi belajar peserta didik ialah faktor penting dalam mencapai hasil belajar yang ideal. Dengan kata lain, semakin besar motivasi peserta didik maka semakin baik pula prestasinya dalam pembelajaran mata pelajaran Penjas
Inovasi Pelayanan Publik melalui Implementasi E-Government di Kabupaten Subang
Implementasi e-government telah menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan efisiensidan efektivitas pelayanan publik di berbagai daerah. Kabupaten Subang, sebuah wilayah diIndonesia, tidak terkecuali dalam menghadapi tantangan dalam meningkatkan kualitas layanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi inovasi dalam pelayanan publik melalui implementasi e-government di Kabupaten Subang. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif, data dikumpulkan melalui survei, wawancara, dan analisis dokumen resmi pemerintah. Temuan menunjukkan bahwa implementasi e-government telah membawa perubahan signifikan dalam meningkatkan aksesibilitas layanan publik, efisiensi birokrasi, dan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Meskipun demikian, tantangan seperti keamanan data, resistensi budaya, dan ketersediaan infrastruktur teknologi masih menjadi hambatan yang perlu diatasi. Berdasarkan temuan ini, rekomendasi kebijakan diberikan untuk memperkuat infrastruktur teknologi, meningkatkan literasi digital masyarakat, dan mengembangkan strategi partisipatif dalam pengembangan layanan e-government di masa depan
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA CIBULUH KECAMATAN TANJUNGSIANG KABUPATEN SUBANG
Abstrak
Kesejahteraan Masyarakat Desa dapat ditingkatkan melalui kapasitas dan keterampilan masyarakat dalam mengelola potensi pariwisata yang ada salah satunya melalui desa wisata. Desa Wisata Cibuluh sebagai objek desa wisata Dengan Kategori Berkembang. Namun, dibalik keberhasilannya, masyarakat kurang terlibat dalam Pengembangan dan pendapatan aktivitas desa wisata belum memberikan kontribusi khusus di Pendapatan Asli Desa. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Bagaimana partisipasi masyarakat desa dalam pengembangan Desa Wisata Cibuluh . Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan fokus penelitian yang digunakan yaitu teori partisipasi menurut Cohen dan Uphoff (dalam Dwiningrum, 2011) yang meliputi a) tahap pengambilan keputusan, b) tahap pelaksanaan, c) tahap pemanfaatan hasil, dan d) tahap evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan masih rendah, namun masyarakat cukup berpartisipasi dengan baik dalam kegiatan evaluasi. Adanya desa wisata Cibuluh ini, dalam memberikan manfaat masih belum merata dirasakan oleh masyarakat. Namun pada kegiatan pelaksanaan dalam memberikan sumbangan materi dan tenaga kerja masyarakat berpartisipasi secara aktif. Pada pengelolaannya, peneliti menyarankan untuk melakukan kegiatan berkumpul bersama untuk meningkatkan keberanian masyarakat dalam memberikan ide, pendapat dan saran, perlu adanya pelatihan khusus mengenai cara mengelola wisata, pelatihan keterampilan dan pengadaan rumah penjualan produk UMKM untuk pemerataan manfaat, menggandeng anak muda untuk optimalisasi sosial media Desa Wisata Cibuluh dan meningkatkan keterlibatan masyarakat pada tahap evaluasi.
Kata Kunci : Partisipasi, Masyarakat, Pengembangan Desa Wisata.
Abstract
The welfare of the village community can be improved through the capacity and skills of the community in managing the existing tourism potential, one of which is through a tourist village. Cibuluh Tourism Village as a tourist village with a developing category. However, behind its success, the community is less involved in the development and income of tourist village activities and has not made a special contribution to the Village Original Income. Therefore, the purpose of this study is to describe and explain the form of village community participation in the development of Cibuluh Tourism Village. The method used is descriptive with a qualitative approach. The data collection techniques through observation, interviews and documentation. While the research focus used is the participation theory according to Cohen and Uphoff (in Dwiningrum, 2011) which includes a) the decision-making stage, b) the implementation stage, c) the result utilization stage, and d) the evaluation stage. The results showed that community participation in decision-making was still low, but the community participated quite well in evaluation activities. The existence of this cibuluh tourism village, in providing benefits, is still not evenly felt by the community. However, in the implementation activities in providing material and labor contributions, the community actively participates. In its management, researchers suggest conducting joint gathering activities to increase the courage of the community in providing ideas, opinions and suggestions, the need for special training on how to manage tourism, skills training and procurement of UMKM product sales houses for equitable distribution of benefits, collaborating with young people to optimize social media for Cibuluh Tourism Village and increasing community involvement in the evaluation stage.
Keywords: Participation, Public, Tourism Village Development  
STRATEGI KOMUNIKASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA TANAMAN HIDROPONIK KECAMATAN PUSAKANAGARA
Abstrak
Perencanaan komunikasi merupakan proses penyusunan konsep komunikasi yang dilakukan secara sadar dan sengaja untuk mencapai tujuan atau maksud tertentu. Paduan perencanaan dan manajemen komunikasi ini menciptakan strategi komunikasi yang kuat secara konseptual dan operasional, sehingga membuat masyarakat lebih siap menghadapi tantangan perubahan lingkungan. Pemberdayaan dalam penelitian ini masuk ke dalam ranah komunikasi dan lebih fokus ke dalam perubahan perilaku masyarakat di dalam sebuah komunitas.
Pemberdayaan masyarakat secara perlahan dan dilakukan sedini mungkin diharap menunjukkan dampak positif bagi masyarakat desa Mundusari yang memang memiliki niat untuk bergerak maju. Pemberdayaan masyarakat merupakan kegiatan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan hidup dan menyelesaikan permasalahan yang dialami masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang merupakan aktivitas berbasis pengabdian masyarakat untuk meningkatkan empati mahasiswa terhadap kondisi masyarakat dan lingkungannya. Hidroponik adalah strategi bercocok tanam tanpa memanfaatkan tanah, melainkan menggunakan air sebagai pemenuhan kebutuhan tanaman. Lingkungan tercemar yang ditimbulkan oleh aktivitas manusia dapat membuat alam tidak dapat kembali ke kondisi yang unik. KKNM VII Universitas Subang 2022 dilaksanakan di Desa Mundusari Kecamatan Pusakanagara dengan Metode dasar penelitian adalah metode deskriptif analisis dengan Teknik pelaksanaan studi literatur. Hasil menunjukkan adanya respon positif serta partisipasi aktif masyarakat yang tinggi diantaranya mengikuti program pembelajaran hidroponik serta pemanfaatan hasil hidroponik.
Kata Kunci : strategi komunikasi, pemberdayaan masyarakat, hidroponik
Abstract
Communication planning is the process of compiling the concept of communication that is carried out consciously and intentionally to achieve certain goals or purposes. This combination of planning and communication management creates a strong communication strategy conceptually and operationally, thus making the community better prepared to face the challenges of environmental change. Empowerment in this study goes into the realm of communication and focuses more on changing people's behavior in a community. Community empowerment slowly and carried out as early as possible is expected to show a positive impact for the Mundusari village community who do have the intention to move forward. Community empowerment is an activity to increase community participation in meeting the needs of life and solving problems experienced by the community. The activity
is carried out through the Real Work Lecture (KKN) program which is a community service- based activity to increase student empathy for the condition of society and its environment. Hydroponics is a farming strategy without using soil, but using water to fulfill plant needs. The polluted environment caused by human activities can make nature unable to return to its unique condition. KKNM VII Subang University 2022 was held in Mundusari Village, Pusakanagara District. The basic method of research is descriptive analysis method with literature study implementation technique. The results show that there is a positive response and high active participation of the community including participating in hydroponic learning programs and utilizing hydroponic products.
Keywords: communication strategy, community empowerment, hydroponic
Desain Sistem Informasi Menggunakan Unified Modeling Language (Uml) Pada Pengelolaan Stock Opname
Proses Analisis dan desain sistem sangat penting dalam menentukan dalam membangun sebauh sistem informasi, seperti permasalahan yang muncul pada salah satu caffe terkait dengan stock opname di kegiatan usahanya. Hal ini perlu diselesaikan dengan sebuah sistem informasi dalam pengelolaan stock opname. Namun sebelum membuat sistem perlu adanya desain yang dapat mempermudah dalam proses pembuat sistem informasi. Untuk membuat desain sistem yang baik dibutuhkan sebuah pemodelan yaitu Unified Modeling Language (UML) dimana pemodelan ini sudah berorientasi objek. Dari desain ini dihasilkan beberapa diagram yaitu berupa : Usecase Diagram, Aktivity Diagram, Class Diagram Dan Sequence Diagram. Dari desain tersebut dapat di implementasikan pada sistem informasi yang di buat
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KABUPATEN SUBANG
Kinerja pegawai BPBD Kabupaten Subang merupakan masalah yang sangat penting untuk dikaji. Terdapat variabel yaitu budaya organisasi yang diduga mempengaruhi kinerja pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai BPBD Kabupaten Subang. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan tipe penelitian kuantitatif dengan melakukan pengamatan dengan menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data yang terkait dengan variabel penelitian. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Kantor BPBD Kabupaten Subang yaitu sebanyak 59 yang pada Kantor BPBD Kabupaten Subang. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling yaitu dengan cara acak sederhana. Dimana peneliti melakukan undian secara acak untuk memperoleh jumlah sampel sebanyak 59 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Kantor BPBD Kabupaten Subang, Hasil uji regresi linier berganda menunjukan bahwa koefisien regresi variabel inovasi dan keberanian mengambil risiko mempunyai nilai koefisien paling besar, sehingga variabel inovasi dan keberanian mengambil risiko merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi kinerja pegawai dibanding dengan variabel lain
PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR KESYAHBANDARAN DAN OTORITAS PELABUHAN KELAS II PATIMBAN SUBANG JAWA BARAT
Keberhasilan suatu organisasi tidak hanya semata-mata disebabkan organisasi telah memiliki anggota dengan kemampuan yang baik dan tinggi, tetapi juga dipengaruhi oleh kebutuhan dari anggota organisasi itu sendiri yang mendorongnya untuk bekerja dengan menggunakan seluruh kemampuan yang dimilikinya secara penuh. Dengan terciptnya adanya kebutuhan terseebut, maka muncul kekuatan yang mendorong anggota organisasi untuk mengerahkan segala kemampuanya bagi pemenuhan kebutuhan hidupnya yang disebut dengan motivasi kerja.
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui apakah motivasi dapat mempengaruhi kinerja Pegawai Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan Kelas Ii Patimban Subang Jawa Barat.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan besarnya pengaruh Motivasi Kerja Pegawai adalah 65,79% artinya pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai ini menunjukan pengaruh yang positif dan signifikan. Nilai terserbut memperlihatkan bahwa faktor Motivasi Kerja yang dilakukan oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Patimban Kabupaten Subang Jawa Barat telah dijalankan dengan penuh kesungguhan. Variabel motivasi kerja ini merupakan variabel yang sangat penting untuk meningkatkan kinerja pegawai dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi pada kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Patimban Kabupaten Subang Jawa Barat.
Secara parsial tahap-tahap motivasi kerja yang terdiri dari tahap melakukan pengukuran kinerja aktual tahap membandingkan kinerja aktual dengan standarnya serta faktor kebutuhan akan berafiliasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Patimban Kabupaten Subang Jawa Barat. Namun hasil penelitian menunjukkan adanya variasi nilai yang tidak sama di antara faktor-faktor tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada satu faktor motivasi kerja yang menunjukkan pengaruh tidak positif terhadap kinerja pegawai yaitu faktor kebutuhan akan berafiliasi faktor ini belum memberikan makna positif bagi peningkatan kinerja pegawai, mengingat terbatasnya upaya pimpinan dalam merealisasikan tahap tersebut kepada para pegawai. Sedangkan dua faktor lainnya yaitu: faktor kebutuhan akan prestasi serta faktor kebutuhan akan kekuasaan telah menunjukkan pengaruh positif, karena kepala KSOP II Patimban telah melaksanakan tugas dengan tepat sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesi