EJurnal Universitas Negeri Gorontalo
Not a member yet
9768 research outputs found
Sort by
Bentuk Penolakan Tokoh terhadap Adat Suku Minangkabau dalam Novel Memang Jodoh Karya Marah Rusli (Kajian Sosiologi Sastra Ian Watt)
This study aims to describe the portrayal of customs, matchmaking, marriage, and kinship systems in the Minangkabau community as depicted in the novel Memang Jodoh by Marah Rusli. The approach employed is Ian Watt's sociology of literature, which emphasises the reflection of society in novels, the influence of the author's social context, and the role of literature within society. The research method is qualitative descriptive, with data collection techniques involving reading and noting excerpts related to matchmaking in the novel. The findings reveal several points. First, the story portrays Minangkabau customs, focusing on the matrilineal system, marriage traditions, and religious-based customs. Second, the rejection of matchmaking reflects the social conditions of the community and Marah Rusli's view of changing perceptions of customary rules. Third, the rejection of marriage customs shows that the Minangkabau community still upholds traditional values, although Marah Rusli argues that marriage rules should not limit individual freedom. Fourth, the rejection of the kinship system reflects the matrilineal reality and Marah Rusli's effort to reform it to remain relevant to society. Overall, Ian Watt's sociology of literature demonstrates that literature reflects customary realities and plays a role in social chang
STRATEGI PENERAPAN ADOPSI GOOD AGRICULTURAL PRATICE (GAP) JAGUNG HIBRIDA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS JAGUNG DI DESA ILOMATA KECAMATAN BULANGO ULU
Jumlah produksi jagung sangat tinggi akan tetapi dilihat dari penghasilan produktivitasnya lebih rendah dibawah rata-rata nasional. Produktivitas jagung di Gorontako masih tergolong rendah yakni berada di bawah rerata nasional. tujuan penelitian yaitu: (1). Mengidentifikasi komponen-komponen inovasi pada jagung hibrida pada Good Agricultural Practice (GAP) jagung. (2). Menganalisis keberagaman adopsi pada komponen teknologi dalam GAP yang dilaksanakan petani. serta (3) Menganalisis karakteristik petani yang berkorelasi dengan adopsi GAP. Jenis penelitian ini mengunakan salah satu metode penelitian mixed-method yang mana metode tersebut metode kobinasi antara kualitatif dengan metode kuantitatif. Hasil penelitian yaitu Kompone-komponen inovasi pada jagung hibrida dalam Good Agricultur Pratice ( GAP) jagung yang rekomendasikan oleh penyuluh untuk petani jagung hibrida yaitu terdapat 10 komponen dan terbagi menjadi 2 bagian yaitu on-farm dan pasca panen. Kemudian untuk perlakuan adopsi GAP yang merupakan nilai rata-ratanya yang lebih tinggi dari beberapa perlakuan adopsi GAP pada Desa Ilomata yaitu ada 3 perlakuan. Untuk adopsi GAP perlakuan yang nilai rata-ratanya tinggi yaitu perlakuan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jagung dengan nilai rata-rata 4.03, panen tepat waktu nilai rata-ratanya 4.72, dan perlakuan yang lebih tinggi nilai rata-ratanya yaitu pegeringan segera setelah panen. karakteristik petani terhadap indeks adopsi hanya tingkat pendidikan yang nilainya signifikan. Karena dilihat dari nilai signifikansi indeks adopsi tingkat pendidikan 0.05.
An Overview of Sexual Desire Among People Living with HIV (PLHIV) at RSUD Toto Kabila
Sexual desire is a fundamental component of quality of life, including for people living with HIV (PLHIV) who have experienced increased life expectancy through antiretroviral therapy (ART). However, the sexual dimension of PLHIV is often overlooked in healthcare services. This study aimed to describe the level of sexual desire among PLHIV at RSUD Toto Kabila. The research employed a quantitative descriptive approach using a cross-sectional survey design. The sample was obtained through total sampling, involving all 35 registered PLHIV at the hospital. The instrument used was the Sexual Desire and Erotic Fantasies Questionnaire (SDEF), which had been previously validated and officially translated. Univariate analysis was conducted and presented in frequency distributions. Results showed that the majority of respondents (57%) had a high level of sexual desire, while the remaining 43% had a low level. These findings indicate that sexual desire remains significant among PLHIV and may be influenced by clinical stability, psychosocial support, and self-acceptance. The discussion emphasizes the importance of holistic HIV services that are sensitive to patients' sexual health needs. This study concludes that fulfilling the sexual needs of PLHIV should be considered an essential aspect in efforts to improve their overall quality of life.
PENGARUH LATIHAN VARIASI BERPASANGAN TERHADAP KETERAMPILAN DASAR SEPAK SILA SEPAK TAKRAW
Latihan variasi berpasangan dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknik sepak sila dengan melibatkan interaksi dinamis antar pemain, yang melatih akurasi, koordinasi, dan respons terhadap situasi permainan nyata. Hubungan ini menunjukkan bahwa pendekatan latihan yang terstruktur dapat secara langsung mendukung penguasaan teknik dasar sepak takraw secara lebih efektif dan aplikatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan variasi berpasangan terhadap keterampilan dasar sepak sila pada siswa ekstrakulikuler Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Telaga. Penelitian menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain "One Group Pretest and Posttest Design," melibatkan 15 peserta yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu, seperti kehadiran latihan yang konsisten dan kesediaan mengikuti seluruh proses penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan variasi berpasangan secara signifikan meningkatkan keterampilan dasar sepak sila. Peningkatan terlihat pada semua peserta, terutama pada mereka yang sebelumnya memiliki tingkat keterampilan yang rendah. Latihan ini terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan teknis sepak sila serta meningkatkan adaptasi terhadap situasi permainan nyata. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan untuk mengevaluasi program latihan sebelumnya, dengan merekomendasikan penggunaan metode yang terprogram dan sesuai dengan karakteristik teknik dasar yang ingin ditingkatkan. Program latihan sederhana ini dapat diterapkan secara luas untuk meningkatkan keterampilan dasar pemain, khususnya dalam konteks pendidikan olahraga di tingkat sekolah
MENGUNGKAP RISIKO KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) PADA IBU RUMAH TANGGA (IRT) DI KAMPUNG ASEI BESAR DISTRIK SENTANI TIMUR KABUPATEN JAYAPURA
Secara global, penyebab kematian wanita 38% disebabkan oleh tindakan KDRT. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Tahun 2021, kasus KDRT terbanyak di temukan di Distrik Sentani sebanyak 16 kasus. Sedangkan data sampai Oktober Tahun 2022 sebanyak 9 kasus (50%) dari 18 kasus yang dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur, suku dan status pernikahan dengan kekerasan dalam rumah tangga pada ibu rumah tangga (IRT) di Kampung Asei Besar Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura. Penelitian adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu rumah tangga di Kampung Asei sebanyak 222 ibu rumah tangga. Sampel sebanyak 132 yang diambil dengan Convinience sampling . Analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian menemukan bahwa Hubungan umur isteri tidak signifikan dengan KDRT (p Value =0,30) dan (p value 0,20). Analisis Rasio Prevalensi umur isteri dengan KDRT (RP= 1,47 CI 95% (1,3-1,6) dan RP umur suami RP= 3,17 CI 95% ( 0,6-1,7) Hubungan Suku isteri dengan KDRT tidak signifikan P Value =0,069 dan Suku suami signifikan P Value =0,010 RP= 4,2 CI 95% ( 0,7-25,7). Hubungan status pernikahan signifikan dengan KDRT P Value =0,002 (RP= 3,54 CI 95% 2,6-4,6). Kesimpulan, terdapat hubungan yang signifikan antara Suku suami, Status Pernikahan.
UJI EFEKTIVITAS FRAKSI N-HEKSAN, ETIL ASETAT, BUTANOL KULIT MANGGA GEDONG GINCU TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Candida Albicans ATCC 10231
Candida albicans adalah jamur flora normal pada manusia yang dapat menyebabkan kandidiasis. Menurut laporan Global Burden Fungal Disease 2017, terdapat 159.253 kasus kandidiasis di 39 negara. Penggunaan obat anti jamur yang umum sering menghadapi kendala, seperti efek samping serius dan resistensi jamur, sehingga diperlukan alternatif obat alami. Salah satunya adalah kulit mangga yang mengandung senyawa antijamur. Kebaruan Penelitian yaitu Penelitian ini mengkaji potensi ekstrak dari fraksi-fraksi tersebut sebagai agen antijamur, dengan fokus pada efektivitas masing-masing fraksi dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas fraksi n-heksan, etil asetat, dan butanol dari kulit mangga Gedong Gincu (Mangifera indica var. gedong gincu) terhadap pertumbuhan Candida albicans ATCC 10231. Metode penelitian menggunakan Rancangan penelitian eksperimental menggunakan metode post-test only control group design, dengan sampel Candida albicans ATCC 10231. Fraksi n-heksan mengandung alkaloid, saponin, dan steroid, sedangkan etil asetat dan butanol memiliki alkaloid, tanin, fenol, flavonoid, dan triterpenoid. Hasil penelitian yaitu daya hambat terbesar ditemukan pada fraksi etil asetat dengan konsentrasi 50%, menunjukkan bahwa ketiga fraksi dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans ATCC 10231. Kesimpulan penelitian ini memberikan wawasan penting tentang pemanfaatan kulit mangga sebagai sumber senyawa bioaktif untuk pengendalian infeksi jamur dan membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut terkait mekanisme kerja serta komponen aktif dalam fraksi tersebut
ANALISIS KERENTANAN BAHAYA UNTUK PENINGKATAN PENANGANAN KEDARURATAN BENCANA PADA RUMAH SAKIT SWASTA KUNINGAN JAKARTA SELATAN
Rumah sakit yang aman adalah fasilitas yang mampu mempertahankan operasionalnya sebelum, selama, dan setelah terjadi keadaan darurat atau bencana. Penelitian ini mengidentifikasi masalah terkait dengan kerentanannya dalam menghadapi potensi bahaya, khususnya pada Rumah Sakit Swasta Kuningan, Jakarta Selatan, yang berhubungan dengan kesiapan infrastruktur dan sistem manajemen bencana. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan pendekatan risiko yang komprehensif untuk mengevaluasi potensi bahaya dan risiko yang dihadapi rumah sakit, berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya hanya fokus pada satu aspek risiko tertentu. Pendekatan ini mengintegrasikan berbagai metode untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang kerentanannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kerentanan bahaya dan memberikan rekomendasi untuk peningkatan penanganan kedaruratan bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis risiko melalui identifikasi bahaya (Risk Register), penilaian risiko keselamatan kebakaran (FSRA), dan penilaian kerentanan bahaya (HVA). Hasil penelitian menunjukkan adanya dua tingkat risiko (tinggi dan sedang) berdasarkan identifikasi bahaya, serta tiga tingkat risiko kebakaran (tinggi, sedang, rendah). Selain itu, bencana alam tercatat sebagai bahaya dengan potensi paling besar. Kesimpulannya, Rumah Sakit Swasta Kuningan Jakarta Selatan memiliki risiko bahaya dan potensi kebakaran dalam berbagai kategori. Untuk mengurangi risiko tersebut, diperlukan penguatan program penanganan kedaruratan bencana yang melibatkan peran serta pengelola gedung
Technical Efficiency Analysis of Shallot Farming in Magetan Regency, Indonesia
Technical efficiency is a crucial aspect of shallot production in Indonesia, yet comprehensive research analyzing the technical efficiency of shallot farmers in Magetan Regency remains limited. This study aims to measure the technical efficiency levels of shallot farming in Magetan Regency, identify the influencing factors, and provide relevant recommendations. This research contributes to the literature by providing the first comprehensive analysis of technical efficiency in Magetan Regency's unique highland-lowland agricultural context, offering evidence-based policy recommendations for sustainable shallot production intensification.The research method employed was a survey with a sample of 125 shallot farmers selected through a multistage random sampling technique. Data analysis utilized the Cobb-Douglas Stochastic Frontier production function with Maximum Likelihood Estimation (MLE), and technical efficiency was measured by comparing actual output to potential output. The results showed that the average technical efficiency of farmers reached 0.757, with 80% of farmers classified as efficient (≥ 0.7). Factors with a significant impact on production included the use of urea, labor, and seeds, which had a positive influence, while land area and organic fertilizer had a negative effect. These findings indicate inefficiencies in some production inputs, particularly in land management and the use of organic fertilizers. Optimizing fertilizer application, enhancing labor skills, and selecting quality seeds are strategic steps to improve technical efficiency. The findings have direct policy implications for agricultural extension programs, input subsidy allocation, and farmer training initiatives in Indonesia's shallot production centers
The Cocoa Farming Through Agricultural Extension: Effects on Competence and Productivity
The non-formal education process aims to support farmers in enhancing their agriculture skills and achieving mutual interdependence. Enhancing the involvement of extension workers is believed to positively influence farming productivity. This study seeks to identify the role of extension in cocoa commodities and to examine the factors affecting the productivity improvement of cocoa farmers. The research was carried out in cocoa-producing areas, in Poso Regency. The sample size in this study was determined using Partial Least Square (PLS) analysis, following the minimum requirement of five times the number of research indicators, resulting in a total of 103 respondents. Data were analyzed through descriptive statistics and Structural Equation Modeling (SEM) using the Partial Least Square (PLS) approach with the Smart-PLS program. Factors such as farmer characteristics and the role of extension workers have a significant impact on improving farmer competency. Farmer competency can be improved through the role of extension workers based on the specific needs of cocoa farmers. This increase in competency has a direct impact on increasing farmer production and income. Farmers with higher competency will be able to optimize the use of agricultural inputs, such as the use of fertilizers and pesticides, and be more effective in various processes, such as cultivation, harvesting, post-harvest, processing, and marketing
The Impact of Labeling Effect and Social Media Marketing on Consumer Purchasing Decisions and Loyalty at Super Indo Supermarket Malang
Purpose: To analyze in depth the impact of labeling effect on purchasing decisions and its implications on consumer loyalty, analyze in depth the impact of social media marketing on purchasing decisions and its implications on consumer loyalty, and analyze in depth the impact of purchasing decisions on consumer loyalty at Super Indo Supermarket Malang, to be able to solve problems related to the National Research Master Plan (RIRN) on the theme of economics and human resources with the focus areas of PRN Social Humanities, Education, Arts, and Culture on the topics of entrepreneurship, cooperatives and MSMEs.Design/Methodology/Approach: The study was conducted on 200 respondents who were met directly at Super Indo Supermarket Malang, while the research respondents were selected by accidental sampling. The collected data were then analyzed using the Structural. Equation Modeling - Partial Least Square (SEM-PLS) method. Where the data obtained from the distribution of questionnaires will be analyzed by looking at and considering the results of the outer model, inner model, and examination of the mediation model.Findings: The results of the study show that the labeling effect has a significant influence on consumer purchasing decisions and loyalty. While on the other hand, social media marketing also influences consumer purchasing decisions and loyalty. There is a mediating role of the purchasing decision variable that connects the labeling effect variable and Social Media Marketing to Loyalty