EJurnal Universitas Negeri Gorontalo
Not a member yet
9768 research outputs found
Sort by
Peningkatan Keterampilan Teknologi Informasi melalui Pelatihan Konten Kreator di SMK Walisongo Jepara
The teacher's problem during online learning is how to provide and manage online learning content to support learning in schools. There are several underlying factors contributing to this issue, and one of the main factors is teachers' skills in utilizing information technology for teaching and learning. Therefore, the purpose of this community service is to provide insights and enhance skills in using information technology through training and mentoring for online learning content creators for teachers at Walisongo Jepara Vocational High School. The method used in this community service involves an informative approach and intensive mentoring, which includes five stages: 1) training preparation; 2) preparation of facilitators and instructors; 3) preparation of training facilities and infrastructure; 4) training implementation; 5) monitoring and evaluation of the training. This training activity is aimed at 30 teachers from Walisongo Jepara Vocational High School, representing four departments. The results of the pretest and posttest show an 8% improvement in teachers' skills in utilizing information technology to create and manage online learning media content through the YouTube platform
Transformasi Digital Pemerintahan Desa: Sosialisasi dan Pelatihan Sistem Informasi Desa Bongopini
Digitalisasi menjadi kebutuhan strategis yang harus diadopsi untuk menghadapi tantangan global yang kian kompleks dan dinamis. Saat ini, teknologi digital dijadikan instrumen utama dalam menciptakan tata kelola pemerintahan dan layanan publik di tingkat pemerintah desa di seluruh Indonesia. Desa Bongopini merupakan salah satu desa di Kabupaten Bone Bolango yang belum memanfaatkan TIK dalam pelayanan publik dan penyampaian informasi. Kurang optimalnya pelayanan adminitrasi mengakibatkan sebagian masyarakat masih menganggap pengurusan administrasi desa sebagai sesuatu yang tidak penting sehingga menghambat pemutakhiran data kependudukan atau dokumen resmi lainnya. Untuk mengatasi masalah tersebut dikembangkan Sistem Informasi Desa untuk mendukung transformasi digital dalam pelayanan publik di Desa Bongopini. Kegiatan dilaksanakan dengan tahapan pengembangan sistem, sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi. SID yang dikembangkan akan disosialisasikan dilakukan pelatihan mengenai penggunaan aplikasi Sistem Informasi Desa kepada Aparat Desa Bongopini sebagai mitra kerja. Hasil kegiatan Transformasi Digital Sistem Informasi Desa (SID) yang telah dilaksanakan memberikan manfaat positif terhadap peningkatan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan administrasi berbasis digital
PENDIRIAN BANK SAMPAH SEBAGAI SOLUSI PENGOLAHAN SAMPAH ANORGANIK BERBASIS MASYARAKAT DESA DOROREJO
The problem of inorganic waste management remains a challenge in Dororejo Village, particularly in Dukuh Dorogunung, even though the community has developed an initial awareness of maintaining environmental cleanliness through a routine waste collection program coordinated by local youth. The limited availability of advanced waste management systems has caused confusion among residents regarding proper methods for managing inorganic waste. The Thematic Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) 63 on Ecotheology and Land Affairs was implemented as a form of community service by initiating the establishment of a community-based waste bank. The implementation method applied a participatory approach through field observations involving direct participation in routine waste collection activities, as well as interviews with village officials and residents of Dukuh Dorogunung. The results indicate that the establishment of the waste bank created a more structured system for inorganic waste management, increased community participation, and provided economic benefits through a waste savings mechanism. The waste bank also strengthened the role of youth and the community in maintaining environmental cleanliness sustainably and supported participatory-based community empowerment
Analisis Kualitas Perairan Pesisir Teluk Tomini Terhadap Aktivitas Pemukiman Dan Pariwisata Di Provinsi Gorontalo
The coastal waters of Tomini Bay in Gorontalo Province play an important role in supporting marine ecosystems and socio-economic activities, particularly coastal settlements and tourism. The rapid development of these activities has the potential to exert pressure on coastal water quality if not managed sustainably. This study aims to analyze the quality of coastal waters in Tomini Bay and examine the influence of settlement and tourism activities on coastal water conditions. The research method employed is a literature study approach by reviewing scientific publications, research reports, and relevant policy documents. The analysis was conducted using a descriptive qualitative method focusing on physical, chemical, and biological water quality parameters and the impacts of human activities. The results indicate that settlement activities contribute to increased pollution loads through domestic waste, while tourism activities affect water quality through waste from tourism facilities and pressure on coastal ecosystems. Therefore, integrated and sustainable coastal management strategies are required to maintain the quality of coastal waters in Tomini Bay, Gorontalo Province.
Edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) Bagi Pelari Jarak Jauh Pada Komunitas Riot Gorontalo Untuk Meningkatkan Pengetahuan Dan Kesiapsiagaan Kegawatdaruratan
Kegawatdaruratan medis seperti henti jantung mendadak dapat terjadi kapan saja, termasuk saat aktivitas olahraga. Pelari sebagai kelompok aktif berisiko menghadapi kondisi tersebut, sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Tujuan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pelari mengenai teknik Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada komunitas Running Is Our Therapy (RIOT) di Gorontalo, khususnya dalam penanganan henti jantung mendadak. Metode: Kegiatan edukasi dilaksanakan menggunakan metode kombinasi ceramah interaktif dan simulasi praktik Resusitasi Jantung Paru (RJP). Materi disampaikan secara komunikatif dengan dukungan media leaflet sebagai sarana penguatan informasi. Pengetahuan peserta diukur sebelum dan sesudah edukasi untuk melihat perubahan tingkat pemahaman. Hasil Pengabdian Sebelum intervensi, mayoritas pelari berada pada kategori pengetahuan cukup (56,4%), menunjukkan pemahaman dasar namun belum menguasai prosedur BHD secara optimal. Setelah diberikan edukasi, sebagian besar peserta mengalami peningkatan ke kategori pengetahuan baik (52,7%). Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan teknis pelari terkait teknik BHD, terutama dalam penanganan kasus henti jantung mendadak. Metode ceramah yang interaktif serta simulasi langsung terbukti efektif meningkatkan kemampuan peserta.Kesimpulan: Edukasi BHD melalui kombinasi ceramah dan simulasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta kesiapsiagaan komunitas pelari RIOT dalam menghadapi situasi darurat medis. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap keselamatan olahraga dan diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya keterampilan BH
Aksi Sosial Donor Darah Untuk Kemanusiaan Kolaborasi PMI Garut Dan FMIPA Universitas Garut Berikan Darah Berikan Harapan
Darah sangat dibutuhkam untuk menunjang kesehatan, metabolisme dan mekanisme semua proses yang ada dalam tubuh. Darah sehat ditandai dengan warna merah cerah, viskositas (kekentalan) normal, pH stabil (7.35-7.45), serta parameter lab seperti kadar hemoglobin, kolesterol (HDL tinggi, LDL rendah), gula darah normal, dan trombosit seimbang, yang semua ini tercermin dari tubuh yang bugar, energi cukup, kulit merona, serta tidak mudah lelah. Ketersediaan darah yang aman dan berkualitas sangat penting untuk layanan transfusi darah. Salah satu cara penting untuk mendorong gaya hidup sehat dan memberikan kontribusi besar kepada kesehatan masyarakat dan individu adalah dengan donor darah. Kegiatan ini bertujuan sebagai aksi sosial kemanusiaan kolaborasi antara PMI Garut dan mahasiswa Farmasi UNIGA untuk membantu masyarakat dan meningkatkan kepedulian sosial. Kegiatan donor darah dilaksanakan di Kampus 3 Universitas Garut pada tanggal 15 November 2025 yang dikemas secara edukatif dan inspiratif melalui proses pre-test, penyampaian materi, demonstrasi, permainan edukatif cerdas cermat dan diakhiri dengan pos test. Dari 80 pendaftar, hanya 41 orang yang memenuhi persyaratanuntuk donor darah juga peserta didominasi oleh perempuan (93,2%). Golongan darah pendonor terbanyak adalah Golongan A (35,65%), disusul oleh golongan darah B (27,75%), O (25,75%) dan AB (10,8%). Motivasi utama berdonor adalah untuk kesehatan pribadi (75,1%). Meskipun sebagian besar pendaftar gagal melewati tahap skrining kesehatan awal, aksi sosial donor darah ini berjalan lancar dan berhasil meningkatkan kepedulian sosial dan meningkatkan ketersediaan darah. Melalui kegiatan donor darah ini, dapat memberikan harapan hidup yang lebih besar kepada yang membutuhkan
Pemberdayaan Masyarakat Desa Buti Melalui Inovasi Produk Minuman Fungsional dari pangan Lokal Menuju Desa Bebas Stunting dan Mandiri Gizi
Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi di Indonesia, termasuk di Desa Buti, Gorontalo, yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Rendahnya literasi gizi, terbatasnya pemanfaatan pangan lokal, serta minimnya peluang usaha menjadi faktor utama penyebab. Metode yang digunakan pada Program Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) dilaksanakan melalui tiga tahap: (1) persiapan (survei awal, pendataan balita stunting, rekrutmen peserta), (2) pelaksanaan (edukasi gizi, pelatihan pembuatan minuman herbal berbahan jagung, jahe merah, sereh, dan lengkuas, serta uji organoleptik), dan (3) keberlanjutan (pendampingan kader PKK dan posyandu, distribusi leaflet, monitoring, serta publikasi hasil kegiatan). Hasil yang diperoleh dari Program ini meningkatkan pengetahuan gizi masyarakat secara signifikan (skor post-test 82% dibandingkan pre-test 55%). Selain itu, tercipta prototipe minuman herbal fungsional yang disukai masyarakat, serta peningkatan kapasitas kader PKK dan posyandu sebagai agen edukasi gizi. Masyarakat juga memperoleh keterampilan baru dalam pengolahan pangan lokal. Kesimpulan: Program berhasil meningkatkan literasi gizi, mendorong pemanfaatan pangan lokal, serta membuka peluang usaha berbasis komunitas. Keberlanjutan program diharapkan melalui penguatan kelompok usaha desa, integrasi dengan kegiatan posyandu, serta dukungan pemerintah desa, sehingga Desa Buti dapat mewujudkan “Desa Bebas Stunting dan Mandiri Gizi
Identifikasi Lapisan Akuifer Berdasarkan Survei Geolistrik Konfigurasi Schlumberger di Desa Botumoputi, Kabupaten Gorontalo
A continuously growing population day by day means that the need for water is also increasing.The majority of the Botumoputi Village community uses groundwater every day through dug wells and drilled wells for their daily needs. The purpose of the study was to determine the subsurface geological conditions that can be used as a reference in estimating the location, thickness, depth and type of aquifer. The method used is the resistivity geoelectric method using the Schlumberger configuration. Measurements were carried out at 3 points with a span length of 300 m each. Data processing and interpretation using software IPI2win. The results of processing Schlumberger configuration geoelectric data and subsurface geological interpretation to identify the type of groundwater aquifer in the Botumoputi area show 3 layers of rock types based on their resistivity values, namely top soil, clay and sand. It is estimated that the potential for groundwater is found in TS1 and TS2 where the lithology that acts as an aquifer is sandstone with a resistivity value of 16.8 - 42.7 ohms with a depth ranging from 3.93 - 17.2 m with a thickness of 8.88 - 13.27 m and is interpreted as a shallow aquifer
Senam Lanjut Usia Terhadap Psikologi pada Orang Lanjut Usia di Kelurahan Heledulaa Selatan
This community service activity aimed to improve the physical and psychological health of the elderly through elderly exercise (senam lansia) conducted in Heledulaa Selatan Village, Gorontalo City. Based on preliminary observations, most elderly people in the area rarely engage in regular physical activity, resulting in a high prevalence of degenerative diseases, insomnia, and anxiety. The activity was carried out on August 24, 2025, at Nabila Farma Pharmacy and involved 18 elderly participants. The implementation consisted of preparation, exercise sessions, health education, and evaluation through participant interviews. The results showed that after participating in the exercise, 83.33% of the elderly felt happier compared to before. Regular exercise helped reduce anxiety, improve mood, and enhance physical fitness. Physiologically, exercise stimulates the release of endorphins, which promote relaxation and feelings of happiness. Therefore, elderly exercise proved to have a positive impact on both physical and psychological health and is recommended to be conducted regularly and sustainably.Keywords: elderly exercise, anxiety, psychological health, elderly fitness, community servic
Sinergi Mahasiswa KKN: Digitalisasi UMKM, program Sosial, dan Religius Desa Tanjung Agas
The main goal of the 83rd Community Service Program (KKN) of Group 51 from Raden Fatah State Islamic University of Palembang in Tanjung Agas Village was to improve digital literacy and legal awareness, promote healthy lifestyles, strengthen religious values, and build community identity and social solidarity. To achieve these goals, the program included assisting MSMEs with digitalization through the use of QRIS, providing stunting prevention education for elementary school students, strengthening religious values through religious studies and Quran teaching, constructing a village identity monument as a symbol of pride, and offering legal consultation services through a Legal Aid Post (POSBAKUM). All activities were carried out using a participatory approach through discussions, technical assistance, and direct outreach, which allowed the community to be actively engaged in each stage of the program. In this way, the KKN program not only addressed the community’s practical needs but also encouraged independence and sustainable empowerment