EJurnal Universitas Negeri Gorontalo
Not a member yet
9768 research outputs found
Sort by
Strategi Penyelesaian Masalah Lingkungan Di Desa Pesouha Kecematan Pomala Kabupaten Kolaka
This study looks into the environmental problems facing Pesouha Village in the Pomalaa Subdistrict of Kolaka. The biggest issues seem to be flooding and pollution, impacting the water, air, and soil around the area. The goal here is to find out what's causing these problems and suggest practical solutions that follow the ideas of sustainable development. To do this, we used a qualitative approach, including observing the area, talking to the village head, and reviewing documents. The findings show that changes in land use, poor drainage systems, and unmanaged mining activities are major factors behind the environmental decline. This has led to seasonal flooding, contaminated rivers, dust pollution from mining, and less fertile soil. The study emphasizes that better land management, stricter waste controls, and increasing community awareness and involvement are key to tackling these issues. By adopting these steps, we hope to help create a healthier, more sustainable environment for Pesouha Village
Penguatan Literasi Keuangan Islam untuk Ketahanan Keluarga Ibu-ibu Majlis Taklim Tasikmalaya
Low Islamic financial literacy and weak household financial management remain critical challenges among women members of Majlis Taklim, despite their strategic role in family financial decision making. This community service aims to develop and implement a community-based model of Islamic financial literacy integrated with Sufism values to strengthen sakinah family economic resilience. Using a Participatory Action Research (PAR) approach, the program engaged women from Majlis Taklim in Tasikmalaya through baseline assessment, participatory training, mentoring, and evaluation. The intervention integrated practical financial skills with internalized Sufism values as behavioral change mechanisms. The results show a significant increase in Islamic financial literacy, budgeting practices, financial record-keeping, emergency savings awareness, and the use of Islamic financial products, accompanied by improved financial attitudes characterized by self-control and orientation toward barakah. This program demonstrates that Majlis Taklim can function as an effective institutional platform for sustainable and replicable Islamic financial literacy empowerment at the community level
Association Between Serum IL-8 Concentrations and Severity of Knee Osteoarthritis: An Exploratory Cross-Sectional Study
Introduction: Osteoarthritis (OA) is a chronic degenerative disorder of the joints that progresses over time, with inflammation playing a key role in its underlying mechanisms. Interleukin-8 (IL-8), a pro-inflammatory cytokine that participates in immune responses and neutrophil migration, has been associated with the process of cartilage breakdown in OA. This study was conducted to analyze the association between serum IL-8 concentrations and the radiographic severity of knee OA as exploratory evidence to enhance understanding of OA pathophysiology.Method: This exploratory observational research applied a cross-sectional approach in patients diagnosed with knee OA. Seven participants were enrolled through total sampling at the Larasati Pondok Osteoarthritis Elderly Health Center, Faculty of Medicine, Wijaya Kusuma University, Surabaya. Radiographic severity of OA was determined using the Kellgren–Lawrence grading system. Venous blood specimens were obtained to determine serum IL-8 concentrations as an indicator of systemic inflammation.Results: Statistical analysis demonstrated a significant inverse correlation between serum IL-8 concentrations and OA severity (r = −0.866, P = 0.012). These results indicate that IL-8 concentrations in serum are relatively elevated in the early phase of OA and tend to decline as the disease progresses.Conclusion: The findings of this exploratory study indicate that serum IL-8 may represent systemic inflammatory activity during the early stages of knee OA and holds potential as a biomarker candidate for future investigation. Further longitudinal studies involving larger sample sizes are necessary to validate its clinical relevance for OA detection and disease monitoring. Keywords: Cartilage, inflammation, interleukin-8, joint diseases, osteoarthritis, risk factors
Relationship between Micronutrient Intake and Malaria Infection: A Cross-Sectional Study
Introduction: The incidence of malaria infection is influenced by several factors, including micronutrient intake. Micronutrient intake is essential for maintaining normal nutritional status and maintaining a healthy immune system. Vitamin A, zinc, and iron are micronutrients that function to boost the immune system. This study aims analyze the relationship between micronutrient intake and the incidence of malaria infection at the Paguat Community Health Center.Method: This study used a cross-sectional study method with an analytical observational approach. The population in this study consisted of 37 people obtained from the medical records of the Paguat Community Health Center for the period January-July 2025, using total sampling techniques. The study used primary data in the form of questionnaires and 3x24-hour food recall interviews. The 3x24-hour food recall method was calculated using the Nutrisurvey application to determine the nutritional content of each food item. Data analysis was performed using univariate, bivariate, and multivariate methods.Results: Bivariate analysis showed that micronutrient intake such as vitamin A (P-value = 0.680) and iron (P-value = 0.080) had no significant association with malaria infection. Meanwhile, zinc micronutrient intake (P-value = 0.030) had a significant association with malaria infection. Based on multivariate analysis, P-value of 0.025 (P 0.05) was obtained, with a confidence interval (95% CI: 0.035–0.798). Zinc micronutrient intake has a significant effect on the incidence of malaria infection.Conclusion: The analysis shows no statistically significant relationship between vitamin A and iron intake with malaria infection. Zinc intake is statistically significantly associated with malaria infection. Keywords: Anopheles sp., malaria, nutritional status, Plasmodium sp
Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Bulawa Dalam Penggunaan Antibiotik Rasional Dengan Web Form Edukatif
Penggunaan antibiotik yang tidak rasional merupakan salah satu pemicu utama terjadinya resistensi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR) yang berisiko menurunkan efektivitas terapi dan meningkatkan beban kesehatan masyarakat. Objektif pengabdian masyarakat ini adalah memperkuat literasi kesehatan digital masyarakat dalam mengambil keputusan yang tepat terkait kebutuhan antibiotik berdasarkan gejala yang dialami. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, mengenai penggunaan antibiotik yang rasional serta menekan praktik swamedikasi antibiotik yang tidak tepat. Metode pengabdian dilakukan melalui edukasi berbasis digital health literacy dengan memanfaatkan web form edukatif berjudul “Apakah Gejala Saya Memerlukan Antibiotik?”. Web form dirancang sebagai instrumen penilaian mandiri yang mengarahkan responden untuk mengenali gejala, memahami indikasi penggunaan antibiotik, dan mempertimbangkan kapan perlu konsultasi ke tenaga kesehatan. Evaluasi efektivitas intervensi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan responden sebelum dan setelah edukasi. Skor pengetahuan diklasifikasikan ke dalam kategori Kurang, Cukup, dan Baik. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna setelah intervensi. Pada pre-test, mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan rendah (84,44%). Setelah edukasi melalui web form, distribusi tingkat pengetahuan bergeser, yaitu 44,44% responden berada pada kategori Baik dan 55% pada kategori Cukup, menandakan perbaikan pemahaman mengenai indikasi antibiotik dan risiko penggunaan tanpa resep. Simpulannya edukasi menggunakan web form berbasis literasi kesehatan digital terbukti efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang rasional dan berpotensi mengurangi swamedikasi antibiotik yang tidak tepat. Program ini berkontribusi pada upaya pengendalian AMR di Kabupaten Bone Bolango serta dapat direplikasi sebagai model edukasi kesehatan digital di wilayah lain dengan karakteristik serupa
PENGARUH LATIHAN WEIGHT TRAINING DAN RESISTANCE BANG TERHADAP KETEPATAN PUKULAN SMASH PADA ATLET BULU TANGKIS STUDI EKSPERIMEN PADA ATLET PUTRA SMAN 1 WONOSARI
Penelitian eksperimental ini menggunakan desain two groups pre-test post-test, studi ini menguji pengaruh latihan weight training dan resistance band terhadap ketepatan pukulan smash dalam bulutangkis. Sampel penelitian terdiri dari 20 atlet putra SMA N 1 Wonosari yang dibagi secara acak menjadi dua kelompok intervensi. Kelompok weight trainingmelaksanakan latihan beban, sementara kelompok resistance band melakukan latihan dengan menggunakan band elastis, masing-masing sebanyak 14 sesi dengan frekuensi tiga kali per minggu. Data performa diukur menggunakan instrumen tes ketepatan smash dari Saleh Anasir dan dianalisis melalui uji statistik parametrik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua intervensi memberikan pengaruh yang signifikan secara statistik. Latihan weight training menghasilkan peningkatan ketepatan smash dengan nilai t_hitung = 13,31 (p 0,05). Demikian pula, latihan resistance band juga menunjukkan pengaruh signifikan dengan t_hitung = 12,41 (p 0,05). Lebih lanjut, uji beda antara kedua kelompok mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam efektivitas kedua metode tersebut (t_hitung = 3,70 t_tabel = 2,10; p 0,05). Temuan ini mengonfirmasi bahwa meskipun keduanya efektif, latihan weight training memberikan dampak peningkatan yang lebih besar secara statistik dibandingkan latihan resistance band terhadap ketepatan pukulan smash. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa untuk meningkatkan presisi teknik smash pada atlet bulutangkis remaja, latihan weight training merupakan metode yang lebih unggul dan direkomendasikan untuk diintegrasikan sebagai komponen utama dalam program latihan fisik
PENGEMBANGAN ALAT BANTU LATIHAN MENGUMPAN RBL-H FORTAIBLE DI CLUB KERIS SAKTI KAB. GORONTALO
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk alat bantu latihan Rbl-H fortaible untuk meningkatkan ketepatan umpan pada atlet sepak takraw. Penelitian ini merupakan Research and Development (RD) dengan model pengembangan Four-D Model (4D), model 4D terdiri dari empat tahap yaitu: 1) Define (pendefinisian), 2) Design (perancangan), 3) Develop(pengembangan) dan 4)(penyebaran). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket dan dokumentasi. Alat bantu latihan Rbl-H fortaible ini divalidasikan oleh ahli materi dan ahli media. Hasil data berupa data kuantitatif yang dianalisis menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian diperoleh dari produk alat bantu latihan Rbl-H fortaible yang dikemas juga dalam bentuk buku saku. Hasil persentase kelayakan validasi secara keseluruhan yang didapatkan dari ahli materi dan ahli media menunjukkan bahwa alat bantu latihan Rbl-H fortaible untuk meningkatkan ketepatan umpan “sangat valid” dan dapat dijadikan referensi pelatih dalam proses latihan.a deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian diperoleh dari produk alat bantu latihan Rbl-H fortaible yang dikemas juga dalam bentuk buku saku. Hasil persentase kelayakan validasi secara keseluruhan yang didapatkan dari ahli materi dan ahli media menunjukkan bahwa alat bantu latihan Rbl-H fortaible untuk meningkatkan ketepatan umpan “sangat valid” dan dapat dijadikan referensi pelatih dalam proses latihan.
Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Kemandirian Belajar Peserta Didik SMP Negeri 3 Satap Kabila Bone
The purpose of this study was to determine the influence of learning motivation on students' learning independence at SMP Negeri 3 Satap Kabila. This study used a quantitative approach with an ex post facto method. Data collection methods used in this study were observation, documentation, and questionnaires. The sample used in this study was 30 students with a total sampling technique. The results of the study showed that the simple linear regression test resulted in the equation Ý 53.782 +0.586X, with a constant score of 53.782 and a coefficient of 0.586. This indicates that the direction of the influence of variable X on variable Y is positive, and the sig. of 0.000 0.05 means that learning motivation has a positive and significant effect on student learning independence at SMP Negeri 3 Satap Kabila. The regression coefficient of 0.586 indicates that a one-unit increase in learning motivation leads to an increase of 0.586 or 58% in learning independence. The coefficient of determination obtained before was 0.534, meaning that 53.4% of the variability in student learning independence at SMPN 3 Satap Kabila Bone can be explained by the learning motivation variable. Meanwhile, the remaining 46.6% is influenced by other variables not examined in this study
PENGARUH BONUS DEMOGRAFI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI GORONTALO
: Penelitian ini menganalisis pengaruh rasio ketergantungan, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK), dan tingkat pengangguran terbuka terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Gorontalo selama periode 2018–2024. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Least Squares, menggunakan data statistik kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa rasio ketergantungan dan TPAK tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, tingkat pengangguran terbuka berpengaruh signifikan negatif, yang berarti peningkatan pengangguran secara nyata menurunkan pertumbuhan ekonomi. Uji simultan menunjukkan bahwa ketiga variabel secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, meskipun kemampuan model dalam menjelaskan variasi pertumbuhan ekonomi masih terbatas, yaitu sebesar 25,45 persen. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa tingkat pengangguran terbuka merupakan faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Gorontalo. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya kebijakan pengendalian pengangg
Standardisasi Mutu Simplisia Daun Tapak Liman (Elephantopus scaber L.) Berdasarkan Parameter Spesifik dan Nonspesifik
This study aimed to standardize simplicia of tapak liman leaves (Elephantopus scaber L.), identify its phytochemical constituents, and evaluate its antibacterial activity against Shigella dysenteriae. The research employed a laboratory experimental design. Simplisia was prepared through sorting, washing, drying, and milling processes, followed by maceration using 96% ethanol. Phytochemical screening was conducted qualitatively, while specific and non-specific parameters were evaluated according to herbal standardization guidelines. Antibacterial activity was tested using the disc diffusion method. The results showed that the simplicia met quality requirements, with water content of 8.5%, drying loss of 9.75%, ash content of 15.1%, water-soluble extract of 15.6%, and ethanol-soluble extract of 11.68%. Phytochemical analysis confirmed the presence of alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, phenolics, coumarins, and reducing sugars. The extract exhibited moderate antibacterial activity with inhibition zones ranging from 9.3 to 11.3 mm. These findings support the potential of E. scaber leaves as a candidate for standardized herbal medicine