Journal IKIP PGRI Pontianak (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
2514 research outputs found
Sort by
PERAN DINAS SOSIAL DALAM UPAYA REHABILITASI ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA MENURUT PERATURAN DAERAH KOTA BEKASI NOMOR 06 TAHUN 2008 TENTANG DINAS DAERAH KOTA BEKASI
Gangguan jiwa merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama di Kota Bekasi dan juga memiliki implikasi sosial yang serius. Banyaknya gelandangan dengan gangguan jiwa di sekitar kota Bekasi menunjukkan perlunya rehabilitasi oleh pemerintah. Rehabilitasi merupakan langkah penting yang harus dilakukan oleh penderita gangguan jiwa untuk mendapatkan kembali kesehatan jiwanya. Rehabilitasi sosial dapat dilakukan melalui lembaga sosial milik pemerintah daerah maupun swasta, antara lain Dinas Sosial Kota Bekasi. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan rehabilitasi bagi penderita gangguan jiwa berdasarkan berbagai permasalahan yang ditemukan penulis dalam observasi lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Dinas Sosial Kota Bekasi dalam upaya rehabilitasi, untuk mendeskripsikan bagaimana Dinas Sosial Kota Bekasi dalam menjalankan upaya rehabilitasi sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 06 Tahun 2008 dan untuk mendeskripsikan hambatan Dinas Sosial Kota Bekasi dalam upaya rehabilitasi Orang Dengan Gangguan Jiwa. Penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi
MENAKLUKKAN GELOMBANG REVOLUSI INDUSTRI : BAGAIMANA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BISA MENJADI KUNCI?
Perkembangan teknologi berdampak dengan tuntutan dalam dunia pendidikan untuk dapat mengatasi permasalah-permasalahan dalam dunia digital seperti masalah ujaran kebencian berbasis SARA, model pendidikan tersebut dikenal sebagai pendidikan 4.0. tujuan penelitian ini untuk melihat peran pendidikan kewarganegaraan dalam menghadapi tantangan dan peluang yang diakibatkan oleh Revolusi 4. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode studi pustaka untuk menganalisis dan mensintesis berbagai literatur yang relevan dalam mendukung argumen dan temuan penelitian,. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) menjadi semakin penting untuk membentuk generasi milenial yang berpikir kritis, literat, dan responsif terhadap perubahan serta memiliki nilai-nilai Pancasila dan karakteristik warga negara yang kuat, sehingga mampu berkontribusi secara aktif dalam membangun masyarakat yang berbudaya, cerdas, dan berkarakter, sejalan dengan perkembangan teknologi dan tuntutan zaman
Pelatihan Pembuatan Subject Specific Pedagogy (SSP) M-Learning Bermuatan Karakter Sebagai Solusi Pendidik dalam Pembelajaran dan Karya Tulis Ilmiah
Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pengetahuan guru tentang pembuatan Subject Specific Pedagogy (SSP) M-Learning bermuatan karakter dan karya tulis ilmiah. Metode pelaksanaan kegiatan PKM ini dilakukan dengan mengadopsi empat langkah action research, yaitu: perencanaan tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Peserta pengabdian sebanyak 36 orang yang merupakan guru dan anggota PGRI Kabupaten Kayong Utara. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara luring di PGRI Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat. Hasil PKM melalui pelatihan pembuatan SSP M-Learning bermuatan karakter dan karya tulis ilmiah disimpulkan sebagai berikut: (1) guru sangat memahami dalam penyusunan SSP terutama dalam mengintegrasikan pilar pendidikan karakter di dalam proses pembelajaran melalui pembuatan RPP; (2) guru sangat kreatif dalam pembuatan bahan ajar yang bermuatan karakter; (3) sesama guru aktif berdiskusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya dalam masa pandemi Covid-19; (4) guru memahami dengan baik cara membuat karya tulis ilmiah sebagai syarat kenaikan pangkat guru; dan (5) peningkatan pengetahuan tentang pembuatan SSP M-Learning bermuatan karakter dan karya tulis ilmiah sebanyak 94,44% guru
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Praktis dan Interaktif untuk Guru SMP Kabupaten Bone
Pesatnya kemajuan teknologi sebagai salah satu sumber belajar bagi siswa tidak sebanding dengan literasi digital guru. Berdasarkan hasil observasi, permasalahan yang ada pada sekolah mitra adalah kurangnya pengetahuan guru tentang media pembelajaran dan sulitnya narasumber untuk sampai ke  sekolah karena terletak di daerah pelosok daerah Kabupaten Bone. Adapun tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas guru dalam membuat media pembelajaran yang praktis dan interaktif. Adapun metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian tersebut adalah metode ceramah, tanya jawab dan praktik. Kegiatan ini memberikan dampak yang positif kepada peserta. Setelah mengikuti pelatihan, guru-guru memiliki kemampuan untuk membuat media pembelajaran interaktif dengan bantuan aplikasi Canva dan Prezi. Pengetahuan ini akan menjadi dasar bagi guru-guru untuk mengembangkan media pembelajaran dan bahan ajarnya sesuai dengan bidang ilmu masing-masing. Para peserta merasa puas dengan pengabdian yang dilakukan sehingga meminta agar kegiatan pengabdian dilakukan secara berkelanjutan
Pendampingan dan Peningkatan Keterampilan Bahasa Inggris pada Peserta Didik Rumah Pintar Desa Punggur Kecil
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) IKIP PGRI Pontianak yang dilakukan oleh Tim PkM sebanyak 15 orang dosen dan 4 orang mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris IKIP PGRI Pontianak bertempat di Rumah Pintar Kampung Literasi di desa Punggur Kecil. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan Bahasa Inggris anak SD, SMP, dan SMA yang ada di Rumah Pintar. Jumlah peserta yang mengikuti PKM ini sebanyak 45 orang anak. Kegiatan ini dilaksanakan selama tujuh minggu mulai dari tanggal 15 Juli 2022 hingga tanggal 26 Agustus 2022. Sebelum dilakukan pembelajaran, peserta rumah pintar diberikan tes awal guna mengetahui keterampilan berbahasa Inggrisnya sebelum diberikan pengajaran. Kemudian, pembelajaran dilakukan sebanyak enam kali pertemuan dan tiap pertemuan berlangsung selama dua jam. pertemuan ketujuh peserta Rumah Pintar diberikan posttest untuk mengetahui keterampilan Bahasa Inggris siswa setelah diberikan pembelajaran. Hasil posttest menunjukkan bahwa keterampilan Bahasa Inggris siswa mengalami peningkatan sebesar 16.9%. Hal cukup memuaskan karena pembelajaran yang diberikan berdampak positif pada keterampilan berbahasa Inggris siswa.
Meningkatkan Kosakata Bahasa Inggris Pelajar Melalui Graphic Literature
Permasalahan seputar minimnya pengetahuan kosakata bahasa Inggris dapat ditemui di kehidupan sehari-hari kalangan pelajar. Kurangnya minat membaca karena metode pembelajaran yang kurang menarik menjadi salah satu alasan pemahaman para pelajar tentang kosakata bahasa Inggris tidak maksimal. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menambah pemahaman peserta tentang kosakata bahasa Inggris melalui metode pembelajaran graphic literature. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada 27 santri di Yayasan Al-Kamilah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahaman kosakata bahasa Inggris peserta dan peningkatan minat baca melalui media graphic literature
Peningkatan Partisipasi Siswa dalam Pemilahan Sampah Melalui Penerapan Zero Waste
Permasalahan Desa Jatiluwih yang belum teratasi yaitu kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemilahan sampah, dikarenakan minimnya edukasi mengenai pemilahan sampah sejak dini, sehingga populasi sampah yang dihasilkan belum dapat dikelola secara optimal. Pengabdian yang dilakukan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar dalam pemilihan sampah organik dan non organik dan meningkatkan partisipasi siswa dalam pemilahan sampah melalui zero waste di SD Negeri 2 Jatiluwih. Kegiatan ini menggunakan metode sosialisasi dan edukasi tentang pemilihan sampah melalui zero waste. Evaluasi dilakukan dengan pemberian posttest pemahaman terhadap sampah dan praktek mengenai pemilahan sampah dengan menerapkan 5R (Reduce, Reuse, Recyle, Refuse dan Rot). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa adanya motivasi siswa untuk memperhatikan lingkungan sekitar dengan membuang sampah pada tempatnya, siswa dapat membedakan sampah berdasarkan jenisnya serta para siswa dapat mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari dengan menerapkan prinsip zero waste
Membangun Mentalitas Merdeka Finansial dengan Menabung Bagi Pelajar Sekolah Menengah
Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatkan motivasi pelajar untuk menabung dan mengelola keuangan serta memiliki pola hidup hemat. Langkah PkM terdiri dari tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Metode pelaksanaan PkM yaitu sosialisasi, tanya jawab dan praktik. Evaluasi program meliputi evaluasi proses kegiatan dan evaluasi hasil kegiatan menggunakan instrumen daftar pertanyaan. Peserta dalam pengabdian yaitu peserta didik, dan dewan guru. Mitra PkM ini adalah Sekolah Menengah Teologi Kristen Harapan Bangsa Sungai Rengas. Hasil dari kegiatan ini adalah 86 pelajar termotivasi untuk menabung dan saat ini memiliki SimPel. Selain itu, lebih dari 50% pelajar (55 pelajar) sudah menyerahkan uang untuk ditabung pada bulan Maret
Strategi Branding dan Pemasaran Kopi Robusta Produksi Petani di Desa
Desa Sembuang memiliki lahan tanam kopi Robusta terluas di Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur. Namun, saat ini perhatian masyarakat Desa Sembuang terhadap kopi menurun, sehingga sebagian kebun kopi tidak terurus. Hal ini dikarenakan mutu pengemasan kopi yang rendah dan penjualan yang masih terbatas. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam melakukan pemasaran dan branding. Branding dilakukan dengan merek dagang, modernisasi pengemasan menggunakan standing pouch, dan pemasaran menggunakan media sosial. Metode yang digunakan pada pengabdian ini terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi. Luaran pengabdian ini adalah pengembangan produk kopi robusta dari sesi pengemasan dan pemasaran serta peningkatan pengetahuan mitra tentang pengemasan sebesar 45% dan pemasaran sebesar 42%
Pengembangan Kompetensi Alumni Pendidikan Sosiologi dalam Membuat Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka menuntut seorang pendidik mampu mengembangkan pembelajaran dengan konsep teaching at right level. Tujuan pengabdian ini meningkatkan keterampilan alumni dalam membuat Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) hingga produk modul ajar yang utuh. Perangkat-perangkat pembelajaran tersebut relatif baru dan berbeda dengan materi yang pernah dipelajari alumni ketika studi di jenjang S1. Pengabdian dilakukan melalui tahapan prasurvei, perencanaan program, pendaftaran peserta, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode ceramah, diskusi, praktik, dan tes digunakan selama proses pengabdian. Hasilnya, terdapat 50 alumni yang mendaftar menjadi peserta dari berbagai wilayah terlibat dalam kegiatan ini. Rata-rata hasil survei terhadap peserta selama sesi kegiatan menunjukkan materi yang diajarkan dapat diaplikasikan di dunia kerja hal ini dibuktikan dari pernyataan sesuai (41,4%), dan sangat sesuai (57,3%). Hanya 33 peserta yang dapat membuat perangkat ajar sendiri berupa modul ajar, sementara sisanya tidak mengumpulkan produk modul ajar