Journal IKIP PGRI Pontianak (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
2514 research outputs found
Sort by
PERSPEKTIF MAHASISWA TERHADAP FAKTOR NON KOGNITIF PASCA PEMULIHAN PANDEMI COVID-19
During the Covid 19 pandemic, there were many changes in learning patterns and habits, both those carried out by lecturers and students. Most lectures were conducted online during the Covid 19 pandemic to avoid the spread of the Covid virus. After the pandemic, courses changed again, namely some offline, some online, and some blended learning. After the Covid-19 pandemic, lecturers needed to know the non-cognitive state of students in adjusting to post-covid-19 recovery conditions. This study aims to analyze the perspective of non-cognitive factors in lectures after recovering from COVID-19. The method used in this research is descriptive with a quantitative approach. The subjects in this study were 69 students from a private university in West Java. Instruments used include questionnaires and interview guidelines. The results showed that students' perceptions of non-cognitive factors after the Covid-19 pandemic had: student motivation in lectures and doing assessments increased after the Covid-19 pandemic; non-cognitive factors that were important for students included motivation, self-confidence, perseverance, tenacity, the concept of self, and anxiety
PENGARUH GROWTH MINDSET TERHADAP STRES AKADEMIK MAHASISWA
Students who have a growth mindset tend to be able to face academic challenges and demands. This study aims to determine the effect of a growth mindset on students' academic stress levels. This research method uses a quantitative paradigm with a correlational approach to determine the relationship between a growth mindset and students' academic stress levels. The data collection technique uses two types of scales, namely the growth mindset scale and perceived academic stress (PAS). The subjects in this study were active students of the class of 2020 and 2021 at the Faculty of Education and Psychology, Yogyakarta State University. The results of this study indicate a relationship between a growth mindset and academic stress where the higher the level of a growth mindset of students, the lower the predicted stress level. The regression test results show a coefficient of 0.066, which means that 6.6% of the factors that influence a growth mindset are academic stress, and the rest is influenced by other factors
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA MELALUI MODEL PROJECT CITIZEN
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan agar mampu memecahkan masalah-masalah kewarganegaraan. Adapun model pembelajaran yang digunakan model project citizen. Penelitian ini adalah  penelitian tindakan kelas (classroom action research). Subjek pelaku tindakan adalah 1 orang dosen Pendidikan Kewarganegaraan. Subjek penerima tindakan adalah 39 mahasiswa. Subjek yang membantu dalam penelitian ini adalah 1 dosen mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis mahasiswa dengan menggunakan model project citizen mengalami kenaikan setiap siklusnya. Pada siklus I berpikir kritis mahasiswa rata-rata 66,18 %, siklus II berpikir kritis rata-rata 72,26 % dan siklus III berpikir kritis rata-rata 80,15 %. Selisih kemampuan berpikir kritis mahasiswa siklus I dan dua yaitu 6,08%, dan selisih siklus II dan III yaitu 7,89%. Kesimpulan penelitian secara umum adalah semakin tinggi bimbingan dosen kepada mahasiswa dalam melaksanakan langkah-langkah project citizen maka kemampuan berpikir kritis mahasiswa makin meningkat
PERAN GURU PPKn DALAM MENANGGULANGI PERILAKU NEGATIF PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 PONTIANAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Peran guru PPKn dalam menanggulangi perilaku negatif pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Pontianak. 2) Faktor-faktor apa saja penyebab terjadinya perilaku negatif pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Pontianak. 3) Hambatan apa saja yang dialami guru PPKn dalam menanggulangi perilaku negtaif siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan bentuk penelitian deskriptif. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah teknik observasi langsung, teknik komunikasi langsung, dan teknik documenter. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Teknik dalam menganalisis data dalam penelitian ini dengan cara reduksi data, display atau penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Peran Guru PPKn dalam menanggulangi perilaku negatif pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Pontianak yaitu peran sebagai pembimbing, peran sebagai komunikator, peran sebagai model dan agen moral. Mengenai faktor penyebab terjadinya perilaku negatif siswa yaitu terdiri dari faktor internal dan eksternal, kemudian hambatan yang dialami guru dalam menanggulangi perilaku negatif siswa yaitu kurangnya kesadaran peserta didik, kurangnya pengetahuan peserta didik mengenai akibat kenakalan yang dilakukan, pergaulan peserta didik dengan teman yang nakal dan kurangnya pengawasan serta perhatian orang tu
ANALISIS TINGKAT KEPEDULIAN MASYARAKAT DALAM KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI DESA TENGON KECAMATAN AIR BESAR KABUPATEN LANDAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan di Desa Tengon, Kabupaten Landak, serta mengevaluasi apakah hasilnya buruk atau rendah. Kebersihan lingkungan adalah faktor penting dalam menjaga kesehatan dan kualitas hidup masyarakat, serta mempertahankan ekosistem yang seimbang. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan observasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah kepala desa, kepala RT, kepala RW, dan masyarakat. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif untuk memperoleh gambaran tentang tingkat kepedulian masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan di Desa Tengon mayoritas responden tidak memiliki kesadaran yang baik tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Penyebab utama dari rendahnya tingkat kepedulian ini adalah kurangnya pengetahuan mengenai dampak yang dapat ditimbulkan oleh perilaku yang tidak ramah lingkungan, serta kurangnya akses terhadap sarana dan prasarana yang memadai untuk membuang sampah
NILAI TOLONG MENOLONG DALAM PANDANGAN ILMU HADITS MULTIKULTURAL
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas dan kedudukan hadits tentang Nilai Tolong Menolong yang diriwayatkan oleh Bukhari. Kualitas hadits dimaksud ditinjau dari aspek sanad maupun matan, sehingga akan diperoleh penjelasan apakah hadits tersebut berstatus shaheh atau dhoif. Urgensi matan hadits ini ditunjukkan dengan besarnya keutamaan orang mempunyai anak wanita lalu dia mendidik dan mengasuh mereka dengan baik. Nabi shallallahu alaihi wasallam menjamin kedekatan orang itu dengan diri beliau dan beliau mengabarkan bahwa anak- anak perempuan tersebut bisa menjadi syafaat akan melindungi mereka dari api neraka. Metode digunakan dalam penelitian hadits ini adalah kualitatif dengan menerapkan studi pustaka. Penelitian ini dilaksanakan dengan menghimpun sumber kepustakaan baik primer maupun sekunder. Menurut strukturnya, penelitian ini akan tertuju kepada dua unsur yaitu Penelitian Sanad dan Penelitian Matan. Penelitian ini berkesimpulan bahwa hadits riwayat Bukhari Nomor 1329 tergolong ke dalam golongan hadits shahih baik dari segi sanad maupun matan.
 
Pelatihan Teknik Ecoprint Sebagai Peluang Usaha Fashion yang Ramah Lingkungan Bagi Ibu PKK Kelurahan Klapanunggal
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk melatih ibu PKK RW 014 di Kelurahan Klapanunggal yang berjumlah 25 peserta dalam kurun waktu 2 hari pelaksanaan yaitu pada tanggal 2 dan 3 Juli 2022. Pekerjaan kepala rumah tangga di Kelurahan Klapanunggal adalah sebagai buruh pabrik dengan gaji sesuai UMR dan kebutuhan yang sekarang ini terus meningkat sehingga mengakibatkan tidak cukupnya penghasilan yang diperoleh dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Keterampilan dan kreativitas dari ibu rumah tangga dalam mendesain suatu produk yang dapat dijual maupun dimanfaatkan untuk diri sendiri harus digali sehingga dapat membantu menambah penghasilan keluarga melalui penggunaan peralatan dan bahan yang tidak sulit ditemui dan ramah lingkungan. Metode pengabdian ini yaitu pemberian informasi dan pelatihan secara langsung melalui metode ceramah dan demonstrasi. Tahapan pelaksanaan kegiatan dikelompokkan dalam tiga tahapan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan PKM yaitu adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang teknik membatik melalui pemanfaatan bahan alami yang tersedia di lingkungan dan peserta dapat menghasilkan suatu produk yang cantik dan memiliki harga jual tinggi.Â
Program Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat melalui Digital Entrepreneurshp Academy
Tujuan utama dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pemahaman mendalam kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tentang berbagai aspek kewirausahaan digital, mulai dari teknik pemasaran online, pengelolaan toko online, hingga dasar-dasar e-commerce. Pengabdian dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu: identifikasi masalah melalui kunjungan ke Kelurahan Kacang Pedang, menetapkan tugas pokok antara pihak penyelenggara dan penerima PkM, pelaksanaan sosialisasi, dan bimbingan teknis dalam penggunaan platform digital seperti Canva, Facebook, Shopee, Tokopedia, dan Gojek. Pelatihan akademi kewirausahaan digital diberikan bagi 20 UMKM di Kelurahan Kacang Pedang. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi transformasi digital pada sejumlah UMKM yang sebelumnya belum memahami dan menggunakan platform digital dalam memasarkan produknya, setelah diberikan pelatihan peserta UMKM telah mampu membuat toko online melalui platform digital
Pemberdayaan Hubungan Masyarakat Aparatur Pemerintah Berbasis Teknologi Komunikasi
Perkembangan teknologi komunikasi khususnya media sosial berdampak kepada budaya komunikasi hubungan masyarakat pemerintah. Tujuan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah upaya peningkatan sumber daya manusia bidang komunikasi hubungan masyarakat (humas) pemerintahan berbasis teknologi komunikasi bagi aparat pemerintah kelurahan dan kepenghuluan di kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir. Kegiatan PKM bertempat di Aula Kantor Camat Rantau Kopar dengan peserta sebanyak 25 orang yang terdiri dari lurah, datuk penghulu, sekretaris kelurahan, sekretaris kepenghuluan, para kasi, kepala urusan dan staf berasal dari unsur aparat pemerintahan kelurahan Rantau Kopar, kelurahan Sungai Rangau, kepenghuluan Bagan Cempedak dan Kepenghuluan Sekapas. Kegiatan PKM dilaksanakan dengan metode penyuluhan berupa penyampaian materi oleh narasumber dan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab secara interaktif dengan para peserta PKM. Hasil kegiatan PKM yaitu adanya peningkatan kualitas pemahaman dan pemanfaatan teknologi komunikasi berbasis media sosial oleh aparat pemerintahan kelurahan dan kepenghuluan dalam hal komunikasi hubungan masyarakat bagi meningkatkan kualitas layanan masyarakat
Pengembangan Sumber Daya Manusia Melalui Pengemasan Produk Ekonomi Kreatif Lokal Desa Sebente Kabupaten Bengkayang
Desa Sebente adalah desa yang memiliki komoditi pertanian dan potensi daerah wisata di Kabupaten Bengkayang. Desa Sebente berada pada daerah yang berbukit yang memiliki potensi wisata pemandangan wilayah perbukitan. Potensi wisata Desa Sebente mendorong pemerintah desa untuk dapat mendukung dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dengan menciptakan produk-produk yang khas dari Desa Sebente. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pendampingan dalam upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui perencanaan produk lokal Desa Sebente, Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Proses kegiatan pengabdian pada masyarakat dilakukan dalam empat tahapan kegiatan. Pertama observasi, kedua penjadwalan kegiatan, ketiga pelaksanaan, dan keempat evaluasi kegiatan. Kegiatan pelaksanaan ini diikuti oleh 15 orang peserta dengan jumlah 3 kali pertemuan. Kesimpulannya bahwa masyarakat dapat melakukan pengemasan produk lokal. Produk yang dihasilkan berasal dari lingkungan masyarakat. Dengan pengemasan, masyarakat dapat menjamin kebersihan dari produk makan, kemasan dapat juga memastikan produk lainnya yang dipasarkan juga telah melalui proses yang benar