Journal IKIP PGRI Pontianak (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
2514 research outputs found
Sort by
KESIAPAN MENTAL MELALUI ANALISA HAMBATAN DAN DUKUNGAN MASYARAKAT LOKAL KAMPUNG BATIK PODHEK
Persiapan sangat penting saat memulai pekerjaan, karena dengan persiapan semuanya dapat terselesaikan dengan baik dan lancar. Sama di bidang pariwisata. Untuk menopang kesuksesan industri pariwisata, sangat penting untuk bersiap menghadapi apapun. Dengan kesiapsiagaan, individua tau kelompok akan siap menghadapi apapun yang akan terjadi. Apa pun bisa terjadi dalam pariwisata, karna akan ada banyak pengunjung dari luar yang bertemu masyarakat lokal dan memiliki persepsi atau pemikiran yang berbeda, dan perbedaan inilah yang mengharuskan setiap warganya untuk mempunyai kesiapan untuk menghadapi setiap aspek. Tidak hanya negara yang harus ikut serta dalam pengelolaan kawasan wisata, tetapi juga peran masyarakat dalam pengelolaan dan pengembangan kawasan wisata tersebut sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, selain peran pemerintah, masyarakat juga harus ikut andil dalam setiap kegiatannya. Kesiapan masyarakat untuk menjadi tujuan wisata sangat diperlukan. Kesiapan masyarakat memegang peranan penting dalam kepariwisataan dari berbagai sudut pandang, karena titik awal kunjungan wisatawan ke suatu kegiatan wisata adalah masyarakat Kawasan Wisata, karena masyarakat itulah yang berkomunikasi langsung dengan wisatawan. Maka dari itu kesiapan mental dan membuka diri sangat diperlukan dan butuh sekali dukungan dari masyarakat sekitar kampung eduwisata. Kata Kunci: kesiapan mental, pariwisata, batik podhek, UMKM
UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA TAJUNGAN KECAMATAN KAMAL KABUPATEN BANGKALAN MELALUI AKTIVITAS FISIK
Stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan anak yang ditandai dengan perawakan pendek yang disebabkan kurangnya asupan zat gizi dalam masa pertumbuhannya. Selain asupan gizi, stunting juga disebabkan oleh banyak faktor lainnya. Angka stunting di Kabupaten Bangkalan, masih tinggi. Hal ini diketahui dari Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) bahwa jumlah stunting sebanyak 38 persen, termasuk urutan nomor dua kasus stunting tertinggi di Jawa Timur. Desa Tajungan Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu desa dengan angka stunting tinggi. Stunting dapat dicegah sejak dini. Pencegahan stunting dapat dilakukan melalui beberapa hal, antara lain memberikan ASI Esklusif, mengkonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), memberikan suplemen pada balita dan memantau tumbuh kembang anak secara teratur atau rutin ke posyandu, dan melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga. Aktivitas fisik ini masuk ke dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam rumah tangga. PHBS adalah segala perilaku sehat yang dilakukan untuk menjaga kesehatan diri maupun lingkungan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan penerapan aktivitas fisik setiap hari pada tingkat rumah tangga khususnya ibu hamil dan ibu dengan anak balita. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil dan ibu dengan anak balita yang berada di Desa Tajungan Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan dan penerapan mengenai PHBS di rumah tangga, khususnya aktivitas fisik dalam mencegah stunting pada ibu balita di Desa Tajungan Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan. Kata Kunci: aktivitas fisik, stuntin
EKOLITERASI : ANALISIS PEMBELAJARAN BERBANTUAN BAHAN AJAR BIOENTERPRENEURSHIP BERBASIS CREATIVE PROBLEM SOLVING
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pembelajaran dan penggunaan penggunaan bahan ajar bioenterpreneurship berbasis creative problem solving dalam meningkatkan kemampuan ekoliterasi mahasiswa calon guru biologi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek penelitian yaitu 25 orang mahasiswa program studi pendidikan biologi yang mengikuti perkuliahan bioenterpreneurship. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket / questioner, lembar wawancara dan lembar observasi pengamatan dalam pembelajaran di kelas. Analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, pembelajaran menggunakan bahan ajar bioenterpreneurship berbasis creative problem solving dapat meningkatkan kemampuan ekoliterasi mahasiswa calon guru biologi sebesar 89,53 %. Kata Kunci: Creative Problem Solving, Bahan Ajar Bioenterpreneurship, Ekoliteras
UPAYA MEMBANGUN KARAKTER DISIPLIN SANTRIWATI MADRASAH ALIYAH (MA) PADA PROGRAM KHUSUS DI PONDOK PESANTREN NURUL HAKIM KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN LOMBOK BARAT
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan upaya pembinaan sifat disiplin siswa Madrasah Aliyah (MA) program khusus dan (2) faktor-faktor yang mempengaruhi upaya pembinaan kedisiplinan siswa Madrasah Aliyah (MA) program khusus di Universitas Islam Nurul Mendirikan Hakim. Sekolah Tamu, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Subjek dan informan penelitian ini diidentifikasi dengan menggunakan kriteria tertentu, dan data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian dan inferensi. Temuan penelitian ini adalah upaya pembentukan karakter disiplin siswa MA Madrasah Aliyah program khusus di Pesantren Nurul Hakim Kecamatan Kedir Kabupaten Lombok Barat antara lain: (1) Mendorong usaha rumahan dan pengembangan ekstrakurikuler dalam bentuk kegiatan seperti Mufrodat (pemberian kosa kata), Muhadatsah (diskusi siswa), Muhadaroh (pidato), Muroja'ah (ingatan), Shlata Jamaah, Tasmi' Al - Quran, Holakohin Pengajian (Penghafalan Kitab Kuning dibantu Ustadz dan Ustadzah), pembuatan daun islami dan pembuatan kaligrafi. Faktor-faktor yang menghambat santri putri dalam menegakkan kedisiplinan antara lain faktor lingkungan, masalah pribadi santri putri, faktor sosial dan peluang terjadinya pelanggaran. Salah satu faktor yang mendorong berkembangnya santri putri adalah sikap yang selalu terbuka dari pimpinan mata kuliah dan stafnya terhadap pembaharuan. Motivasi pada santri putri, faktor hukuman dan faktor motivasi dari wali putri itu sendiri
Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pembuatan Instrumen Evaluasi Online Menggunakan Aplikasi Quizizz
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam membuat dan mengembangkan instrumen evaluasi online menggunakan Quizizz. Kegiatan diikuti oleh 22 peserta yang terdiri dari 17 orang guru SMP dan 5 orang guru SMA/SMK yang berada di Kecamatan Pakue Utara, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan yang dilaksanakan selama 3 hari. Kegiatan dilaksanakan dengan tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, dan evaluasi. Peserta diberikan soal pre-test untuk mengukur pengetahuan dan kemampuan awal peserta sebelum kegiatan. Selanjutnya, peserta diberikan materi pelatihan pembuatan instrumen evaluasi online menggunakan Quizizz. Setelah materi selesai diberikan, dilanjutkan dengan evaluasi (posttest) untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta. Hasil pengabdian menunjukkah bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta terhadap penyusunan instrumen online menggunakan Quizizz tergolong baik (78.18%). Tindak lanjut dari pelatihan ini adalah pendampingan melalui WhatsApp group terhadap guru-guru dalam menghasilkan produk instrumen evaluasi yang siap digunakan
Penerapan Strategi Pemasaran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Melalui Media Sosial Pada Pelaku Home Industry Tempe
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi kepada pelaku usaha dalam memanfaatkan metode pemasaran secara digital. Kegiatan pengabdian diikuti oleh sebanyak 20 peserta pelaku usaha tempe yang berasal dari desa Kedungmegarih Lamongan. Pelaksanaan kegiatan terbagi atas dua langkah kegiatan yaitu sosialisasi dan demonstrasi. Pertama adalah melakukan sosialisasi tentang peran internet bagi peningkatan ekonomi pada home industry. Kedua adalah demonstrasi dalam membuat sebuah inovasi pemasaran produk melalui media sosial yang dapat diterapkan langsung kepada seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Hasil dari kegiatan ini yaitu peserta bisa menciptakan desain label produk serta memiliki kemampuan dan kemauan dalam membuat konten dalam strategi pemasaran lewat media sosial. Realisasi ketercapaian dari kegiatan sosialisasi adalah 90% memahami apa yang disampaikan pemateri, dan memiliki minat membuat konten media sosial adalah 88%
Pengembangan dan Pemasaran Produk Pada Industri Rumah Tangga (IRT) Rengginang Di Gampong Sukajadi Kebun Ireng, Langsa Lama
Kendala yang dihadapi oleh industri rumah tangga rengginang di desa Sukajadi Kebun Ireng, Langsa di antaranya adalah belum ada pengembangan produk serta masih dipasarkan secara konvensional. Atas dasar hal tersebut tim pengabdian berupaya memberikan pemahaman tentang pentingnya pengembangan produk dan teknik pemasaran yang tepat agar produk rengginang lebih diminati oleh pembeli dan dapat dipasarkan secara luas. Terdapat tiga tahapan yang dilakukan dalam melaksanakan kegiatan pengabdian ini yaitu tahap persiapan (visitasi, perumusan masalah dan penawaran solusi), tahap pelaksanaan (survei pemahaman mitra/pre-test dan sosialisasi), dan tahap evaluasi (pelaksanaan kegiatan dan posttest). Dari hasil pre-test, mitra sudah sedikit paham tentang pengembangan produk, namun mitra belum mengetahui pentingnya atribut dan kemasan produk. Untuk pemasaran sendiri mitra belum mengetahui tentang e-commers, mitra lebih mengenal pemasaran melalui media sosial. Setelah diberikan sosialisasi tentang pengembangan dan pemasaran produk, berdasarkan hasil posttest, mitra mulai tertarik melakukan pengembangan produk, seperti membuat merk, memperbaiki kemasan serta menjual produk dalam bentuk yang lain (produk siap santap). Untuk pemasaran sendiri mitra lebih tertarik memasarkan produk rengginang melalui WhatApp. Selain itu pengetahuan mitra terkait pengembangan dan pemasaran produk meningkat hingga 83%
Edukasi Literasi Digital Siswa Sekolah Dasar Tentang Strategi Keamanan dan Manajemen Siber
Manajemen siber sangatlah penting bagi siswa sekolah dasar karena berkaitan dengan penyimpanan data pribadi dan keamanan dalam menggunakan media sosial dan gawai. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan edukasi literasi digital kepada siswa tentang strategi keamanan dan manajemen siber. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SDN Ciptomulyo 2 Malang. Kegiatan dilakukan pada tanggal 6 oktober 2022 dan sebanyak 25 siswa kelas V mengikuti kegiatan edukasi dengan metode ceramah interaktif dan juga praktik. Materi yang disampaikan adalah Digital Trails atau jejak digital yang bertujuan untuk mengeksplorasi informasi apa saja yang boleh dan tidak boleh dibagikan di internet. Tim pelaksana yang terdiri dari satu dosen dan dua mahasiswa D3 Bahasa Inggris Universitas Merdeka Malang ini juga memberikan pengetahuan tentang bagaimana cara membuat kata sandi yang aman namun tetap mudah diingat. Hasil dari kegiatan dapat dilihat saat siswa mampu menjawab informasi apa saja yang boleh dan tidak boleh dibagikan di akun media sosial. Selain itu, para siswa juga berhasil membuat contoh kata sandi yang mencakup minimal 8 karakter yang terdiri dari kombinasi huruf, angka, dan simbol
Pelatihan Penulisan Curriculum Vitae dan Essay untuk Beasiswa Berbasis Program Mentorship Daring
Menempuh pendidikan di perguruan-perguruan tinggi unggulan di luar negeri dengan program beasiswa merupakan salah satu cara yang diambil untuk meningkatkan kualitas diri seseorang. Dengan persaingan yang semakin ketat, maka diperlukan strategi khusus untuk lolos seleksi beasiswa. Untuk meningkatkan kapasitas pemuda dalam mendapatkan beasiswa, penulis bekerja sama dengan komunitas Life Learner mengadakan program mentoring persiapan aplikasi beasiswa. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman peserta mengenai strategi persiapan aplikasi beasiswa. Program ini diikuti oleh lima orang peserta di mana peserta mendapatkan bimbingan intensif dari pemateri selama tiga minggu. Kegiatan mentoring terdiri atas tiga sesi, yaitu satu sesi berisi penyampaian materi dari mentor, kemudian dua sesi terdiri atas pemberian umpan balik untuk tugas yang sudah dikumpulkan berupa curriculum vitae (CV) dan essay untuk beasiswa. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa 75% peserta sudah mampu menulis CV dan letter of motivation untuk keperluan beasiswa dengan baik, akan tetapi masih membutuhkan koreksi untuk tata Bahasa yang digunakan